NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:719.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 34 - Hai, Aku Clara

Rekaman itu sampai ke tangan Aluna pada sore hari, saat ia baru saja tiba di apartemen setelah seharian mengurus beberapa hal.

Sebuah video Aluna terima dari asisten pribadi Davion, Haris. Kini Aluna memang sudah menyimpan nomor ponsel pria tersebut, beberapa kali ia terhubung dengannya.

Setelah duduk di ruang tengah, Aluna membuka video tersebut.

Layar menampilkan ruang rapat yang terasa asing bagi Aluna, dia memang tak pernah mendatangi ruang rapat Harold Kingdom. Di sana terlihat Vincent duduk berhadapan dengan Davion. Wajah kakaknya terlihat tegang, jauh dari sosok percaya diri yang biasa ia lihat, sementara Davion tampak tenang sekali.

Aluna menahan napas.

Setiap kata yang keluar dari mulut Vincent membuat jantungnya berdegup cepat, bahkan hanya untuk didengar. Saat pria itu akhirnya mengatakan bahwa ia setuju menjual sebagian saham perusahaan, sesuatu di dalam dada Aluna terasa runtuh sekaligus terlepas.

Ia tidak tahu harus merasa apa, sedih atau bahagia.

Karena itu berarti hubungan mereka pun akan tiba di ujungnya. Aluna harus benar-benar membulatkan tekad, memberanikan diri untuk terlepas dari keluarga Myles. Karena meski menyakitkan namun selama ini orang-orang itulah yang ia anggap sebagai keluarga.

Tanpa sadar air mata Aluna jatuh, ia tidak menghapusnya. Membiarkan air mata itu kering dengan sendirinya di pipi.

Sekarang masalah uang keluarga Myles sudah selesai dan itu terjadi karena pernikahannya dengan Davion. Harusnya segelas hutang Budi Aluna selesai di sini, mengingat jumlah uang yang Davion keluarkan pun tak main-main.

Di sisi lain Davion tidak kehilangan apapun, karena ia pun mendapatkan keuntungan dari kerja sama yang ditandatangani.

Aluna menghela nafas lega, dia menyentuh dadanya sendiri yang masih terasa sesak namun berangsur menemukan ketenangannya sendiri.

Video itu berakhir dengan suara tenang Davion yang menegaskan bahwa semua ini hanyalah bisnis.

“Jadi... ini akhirnya,” gumam Aluna pelan.

Matanya sedikit memanas, tapi kali ini bukan karena ingin menangis. Lebih seperti kelegaan yang terlalu lama tertahan.

Lagi-lagi Aluna menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan hati yang terasa lebih lega dibanding sebelumnya.

Saat itu juga Aluna membuka kolom pesan dan membalas Haris. 'Tolong sampaikan pada Davion, ku ucapkan terima kasih.' tulis Aluna dan segera ia kirim.

Tidak ada kalimat panjang dengan emosi yang berlebihan. Tapi di balik dua kata sederhana itu, ada begitu banyak hal yang akhirnya bisa ia lepaskan.

Aluna tidak lagi berhutang. Tidak pada keluarga Myles dan tidak pada Davion juga.

"Aku tidak bisa berterima kasih hanya dengan kata-kata, aku akan menyiapkan makan malam spesial untuknya," gumam Aluna dengan bibir yang tersenyum lebar, senyum yang tidak lagi ia tahan-tahan.

Ada rasa bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, seolah beban panjang yang selama ini menekan dadanya akhirnya benar-benar terangkat.

Tanpa berpikir lama Aluna langsung mengambil ponselnya dan mencari kontak Mommy Ivana. Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum akhirnya diangkat.

“Aluna, ada apa sayang?” suara mom Ivana terdengar ceria dari seberang sana.

Aluna tersenyum, bahkan hanya dengan mendengar suara itu saja hatinya terasa lebih bahagia. “Mom, aku ingin bertanya satu hal.”

“Tanya saja,” jawab Ivana lembut.

“Apa… makanan kesukaan Davion?” Aluna sedikit ragu di awal, namun akhirnya mengucapkannya juga.

Di seberang sana terdengar tawa kecil Ivana. “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”

Pipi Aluna sedikit memerah meski tidak ada yang melihat. “Aku... ingin memasak untuknya malam ini.”

Tawa Ivana kali ini terdengar lebih keras, tawa yang jelas terasa sangat bahagia. “Astaga, menantu Mommy ini benar-benar membuat Mommy terharu.”

Setelah itu Ivana dengan antusias menjelaskan satu per satu. Mulai dari makanan favorit Davion sejak kecil, cara memasaknya, hingga detail kecil yang harus diperhatikan.

“Dia paling suka beef steak dengan saus lada hitam, tapi jangan terlalu asin. Dan…” Ivana berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada penuh arti, “Davion itu sejak kecil selalu dimanja, jadi dia selalu mendapatkan makanan yang terbaik."

Kalimat itu membuat Aluna terdiam sejenak. “Iya, Mom… aku mengerti,” jawabnya pelan.

Tak lama kemudian panggilan berakhir. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Aluna merasa benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk Davion, bukan karena kewajiban, bukan juga karena tekanan tapi karena keinginannya sendiri sebagai bentuk terima kasih.

Dapur apartemen mulai berisik dengan suara-suara kecil yang Aluna ciptakan. Aluna berdiri di sana dengan apron yang terikat di pinggangnya, rambutnya diikat seadanya agar tidak mengganggu.

Tangannya bergerak hati-hati, mengikuti setiap langkah yang tadi diajarkan Ivana. Sesekali ia mengernyit saat mencoba mencicipi rasa.

“Kurang… sedikit lagi,” gumamnya pelan sambil menambahkan bumbu.

Ini bukan pertama kalinya ia memasak, tapi entah kenapa malam ini terasa berbeda. Ada perasaan aneh yang mengalir di dalam dadanya setiap kali ia mengingat untuk siapa makanan ini dibuat.

Davion.

Aluna berhenti sejenak menatap masakan di depannya. “Semoga kamu suka,” bisiknya lirih, hampir seperti doa.

Waktu berlalu tanpa terasa. Meja makan perlahan mulai terisi, satu per satu hidangan tertata rapi dan lilin kecil kembali ia siapkan, sama seperti malam sebelumnya.

Namun kali ini hatinya tidak dipenuhi ketegangan. Yang ada justru harapan kecil, bahwa hubungannya dengan Davion bisa jadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Klik! Suara pintu apartemen terbuka. Aluna yang masih berada di dapur langsung menoleh refleks. Wajahnya spontan berbinar, tanpa sadar ia segera melepas sarung tangan dapurnya dan berjalan cepat menuju ruang tengah.

“Dav, kamu_” Kalimat Aluna terhenti di tenggorokan bahkan langkahnya pun ikut membeku.

Deg! Jantungnya seperti berhenti berdetak untuk sesaat.

Karena Davion tidak pulang sendirian. Di samping pria itu berdiri seorang wanita yang sangat cantik.

Wanita itu bahkan tidak terlihat canggung sedikit pun berdiri di samping Davion. Seolah itu adalah tempatnya.

Sementara Davion sendiri tampak biasa saja. Tatapannya datar seperti biasanya, tidak ada tanda-tanda bahwa kehadiran wanita itu adalah sesuatu yang perlu dijelaskan.

Namun bagi Aluna dunia di sekitarnya seakan meredup. Tangannya yang tadi hangat kini perlahan terasa dingin. Napasnya tercekat dan senyum yang sempat menghiasi wajahnya perlahan memudar tanpa sisa.

Tatapannya berpindah dari Davion ke wanita itu, lalu kembali lagi pada suaminya.

Ada sesuatu yang retak di dalam dada Aluna, sampai ia tidak tahu harus berdiri sebagai siapa di tempatnya sendiri.

"Hai, aku Clara," ucap wanita tersebut, bahkan langsung memeluk lengan Davion dengan lembut.

1
Mita Paramita
itu pasti davion telpon duluan 🤣🤣🤣
Nasya
thor lagi donk up nya penasaran
Nasya
akhirnya kamu sadar sendiri aluna 🤣 kalo udah tiada baru sadar bawa dirinya sungguh berharga 😂 belum juga 24 jam udah rindu aja😁
Mita Paramita
Aluna terlalu egois 🤣🤣🤣
cinta masa kecilnya AKBAR
ih penasaran lagi dong kak
Tulas Bundae Felli
kak lagi dong upnya
Siti Nurhasanah
nah, betul, Ren, terus push Neng Una biar berani ngomong ke Kang Dav
Siti Nurhasanah
naaah...
umi FAZ
duhh siapa ya yang menghubungi Aluna 🤔
Siti Nurhasanah
aku ikutan nyesek, Neng... sabar ya, kalo jodoh Kang Dav ga akan ke mana
Siti Nurhasanah
ayo Renata, jadilah penghubung Neng Una dan Kang Dav, ceritakan semuanya ke Haris. Eh, Haris itu jodohmu, tahu 😄🤭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
jangan bilang jika telfon dri mom ivana jika dav kecelakaan
Oma Gavin
makanya jgn egois kamu yg menutup pintu hatimu sekarang setelah ketok palu baru tau rasanya kehilangan
Desi Eliza Zayadi
lanjutkan Thor
nyesek 😭
Alexa Juliana
Jgn berandai-andai Dav..semuanya sdh terlambat..
Duh kapal Aluna mau berlabuh kemana yaaa ke Samuel Wu atau kembali ke Davion Harold, 22 nya dr klrg berpengaruh..
Haya Haya
aku jg ikut sesak Aluna yg semngat Thor lanjut terus
Yanti Tami
jgn bilang yg nelp itu ka samuel...
Agnezz
Baru menyadari cinta setelah berpisah. Aluna harus mengatasi trauma masa lalu. hargai orang2 yg mencintaimu kalo tidak mau kehilangan. jangan terpaku pada kekhawatiranmu Aluna.
Putry moon💫
ya Allah kak lun digantung berasa mati gantung dipojok cabe kalo begini 😄 apalh Dave yg menlpon 🤭 apa kh mom ivana??
Putry moon💫
Renata sampaikan itu pada sekretaris dave😄 bahwa Aluna kehilangan arah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!