NovelToon NovelToon
Ramalan Cinta Yang Terkunci

Ramalan Cinta Yang Terkunci

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Judul: RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Sub-judul: Takdir bukan untuk diubah, tapi untuk dijalani.

~~~~~~ ~~~~~~~ ~~~~~~~~

Langit malam yang gelap dengan bulan berwarna merah darah (Gerhana). Di kejauhan, siluet kota tua dengan arsitektur menara yang tinggi dan misterius.

▪︎Objek Utama:

- Di tengah, terdapat sebuah gembok antik yang besar dan berkarat, namun terbuat dari emas murni yang berkilau samar.

- Gembok itu terbelah dua, dan dari celah di antara keduanya memancarkan cahaya yang sangat terang, perpaduan antara warna Perak (Elara) dan Merah Gelap (Kael).

- Sebuah kunci tua melayang di udara, tepat di atas gembok, seolah baru saja membukanya atau hendak menguncinya.

.
.
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Pertarungan di Inti Bumi dan Hukuman yang Adil

Berbekal jejak energi yang ditinggalkan oleh Pencuri Bayangan, Kael dan Elara melesat menembus lapisan-lapisan kristal bumi. Mereka bergerak cepat melalui terowongan-terowongan alami dan lorong-lorong buatan yang berkelok-kelok, jauh di bawah permukaan Crystallia.

Udara di sini terasa panas dan lembap. Suasana gelap pekat, hanya diterangi oleh pantulan samar dari kristal-kristal yang melapisi dinding terowongan.

"Di sana!" bisik Elara.

Di sebuah gua raksasa yang terbuka luas, terlihat lima sosok berpakaian hitam pekat. Mereka semua memiliki aura sihir yang kuat, dan di tengah-tengah mereka, tergeletak sebuah permata raksasa yang berdenyut-denyut dengan cahaya biru terang—Inti Kristal Bumi milik Crystallia.

"Hahaha! Akhirnya! Ini dia yang kita cari!" teriak pemimpin mereka. Suaranya serak dan penuh keserakahan. "Dengan ini, kita akan menjadi kaya raya dan memiliki kekuatan yang tak terbatas!"

Mereka tidak sadar bahwa mereka sedang diawasi.

Kael tidak menunggu. Ia adalah bayangan itu sendiri. Dengan kecepatan kilat, ia muncul di tengah-tengah para pencuri.

BRAK! BUG! DUAGH!

Dalam sekejap mata, dua dari lima pencuri itu sudah terlempar ke dinding gua, pingsan seketika.

"Siapa kalian?!" teriak pemimpin mereka kaget. "Pengganggu sialan!"

Ia mengeluarkan pedang gelap yang terbuat dari bayangan dan menyerang Kael. Namun, Kael lebih cepat. Pedang kristalnya beradu dengan pedang bayangan, menciptakan kilatan-kilatan cahaya dan kegelapan yang mengisi gua.

Sementara itu, Elara bergerak. Ia tahu bahwa target utama mereka adalah Inti Kristal Bumi itu. Dengan satu sentuhan tangannya, ia menciptakan perisai energi murni di sekeliling permata itu, melindunginya dari serangan apa pun.

"Jangan sentuh permata itu!" teriak Elara pada sisa tiga pencuri yang mencoba mengambil inti itu.

Salah satu pencuri melompat, mencoba menembus perisai Elara dengan sihirnya. Namun, perisai itu tidak bergeming. Sebaliknya, saat ia menyentuhnya, tangannya langsung terasa panas terbakar dan ia menjerit kesakitan.

"Perisai itu terbuat dari cahaya murni!" teriaknya. "Kita tidak bisa menyentuhnya!"

Pertarungan berlangsung sengit. Kael menghadapi pemimpin mereka dengan kekuatan kegelapan yang murni, menari di antara bayangan dan serangan musuh dengan gerakan yang sangat cepat dan mematikan.

Elara menahan tiga pencuri lainnya. Meskipun mereka banyak, Elara tidak gentar. Ia menggunakan sihir cahaya dan ikatan jiwa, memanipulasi energi dan ilusi, membuat mereka saling menyerang satu sama lain atau terperangkap dalam jebakan yang tak terlihat.

"Cukup!" teriak Kael akhirnya. Ia berhasil melucuti senjata pemimpin mereka dan menempelkan pedang kristalnya di leher pria itu. "Kau sudah kalah."

Pemimpin itu tertawa sinis. "Kalah? Kami tidak akan pernah kalah! Kami adalah Pencuri Bayangan! Kami akan selalu menemukan jalan! Kau tidak bisa menghentikan kami semua!"

Tiba-tiba, ia mengeluarkan sebuah bola asap hitam dari jubahnya dan melemparkannya ke lantai.

POOF!

Seluruh gua dipenuhi asap pekat yang menyengat dan beracun.

"Sial!" Kael mengumpat. Ia tidak bisa melihat apa-apa.

"Kael, jangan khawatir!" suara Elara terdengar dari asap. "Aku bisa melihat mereka!"

Mata Elara yang penuh kekuatan pencipta mampu menembus asap tebal itu. Ia melihat para pencuri itu berlari menuju terowongan yang berbeda, mencoba melarikan diri.

"Kita tidak akan membiarkan mereka lolos!" Elara berteriak.

Kael dan Elara menyatukan kekuatan. Elara memusatkan cahaya, Kael memusatkan bayangan.

"Penjara Cahaya dan Kegelapan!"

WUSHHH!

Sebuah jaring energi raksasa yang terbuat dari cahaya dan bayangan terlontar, membungkus para pencuri itu yang mencoba melarikan diri di dalam terowongan. Jaring itu semakin mengencang, menekan tubuh mereka hingga mereka tidak bisa bergerak.

"Tidak! Lepaskan kami!" teriak mereka.

Kael dan Elara mendekat. Mereka telah mengumpulkan kembali Inti Kristal Bumi, dan sekarang mereka menghadapi para pencuri itu.

"Apa yang harus kita lakukan pada mereka, Kael?" tanya Elara.

Kael menyeringai tipis. "Membunuh mereka terlalu mudah. Kita akan memberikan mereka hukuman yang setimpal dengan dosa mereka."

Kael mengulurkan tangannya. Dengan kekuatan manipulasi energi dimensi, ia mulai membuat sebuah portal kecil di udara.

"Ini adalah portal menuju Dimensi Ketiadaan," jelas Kael pada para pencuri yang ketakutan. "Di sana, tidak ada apa-apa. Tidak ada cahaya, tidak ada kegelapan, tidak ada benda, tidak ada energi. Kalian, para Pencuri Bayangan, yang sangat suka mengambil dan menimbun, akan belajar bagaimana rasanya tidak memiliki apa-apa."

"Tidak! Jangan lakukan itu!" teriak pemimpin mereka. "Itu penyiksaan! Kami akan gila!"

"Kalian sudah gila sejak kalian mulai mencuri dari dunia yang lemah," kata Elara dingin. "Belajarlah dari sana. Dan jika kalian berhasil menemukan sesuatu yang berharga di sana, mungkin kalian akan mengerti arti dari 'memiliki' yang sesungguhnya."

Dengan satu sentakan, Kael melepaskan jaring energi itu. Kelima pencuri itu langsung tersedot masuk ke dalam portal dan menghilang dalam sekejap. Portal itu tertutup kembali, meninggalkan keheningan di dalam gua.

Saat Kael dan Elara kembali ke istana dengan Inti Kristal Bumi yang telah kembali utuh, Raja Crystallia dan seluruh rakyat bersorak sorai menyambut mereka. Tidak ada lagi keraguan atau kesedihan. Hanya ada rasa syukur dan kebahagiaan.

"Kami berhutang budi pada kalian berdua," kata Raja dengan tulus. "Kalian telah mengembalikan kehormatan dan kekuatan kami."

Elara dan Kael tersenyum. Tugas mereka di Crystallia telah selesai.

"Jadi, kemana lagi kita akan pergi, sayang?" tanya Elara sambil menggenggam tangan Kael.

Kael memejamkan mata, membiarkan cincinnya bergetar dan membimbing mereka.

"Aku merasakan panggilan kuat dari dunia yang jauh. Dunia yang penuh dengan misteri dan sihir kuno. Dunia yang tersembunyi di balik kabut tebal dan mitos."

"Dunia apa itu?"

Kael membuka mata, matanya berbinar penasaran.

"Dunia Avalon."

(Bersambung ke Bab 33...)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!