Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".
Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karavan Berdarah
Suara gemerincing lonceng unta yang sebelumnya terdengar berirama kini telah berubah menjadi jeritan kepanikan yang merobek tirai badai pasir.
Shen Yuan berdiri di atas sebuah bukit pasir yang tinggi, menatap ke bawah dengan sepasang mata yang sedingin lautan es. Di lembah pasir di bawahnya, sebuah karavan dagang yang terdiri dari belasan kereta kayu beroda besi sedang dikepung oleh puluhan penunggang serigala gurun.
Para penyerang itu mengenakan jubah kulit yang lusuh dan penutup wajah berwarna cokelat kotor. Mereka mengayunkan golok melengkung yang memantulkan kejamnya terik matahari.
"Kelompok Bandit Serigala Pasir! Serahkan semua harta, wanita, dan pil roh kalian! Jika ada yang berani melawan, kami akan mengubur kalian hidup-hidup di bawah pasir mendidih ini!"
Raungan itu berasal dari pemimpin bandit, seorang pria raksasa berkepala plontos yang menunggangi serigala berbulu merah darah. Yang membuat mata Shen Yuan menyipit bukanlah ukuran tubuh raksasa itu, melainkan riak hawa murni yang memancar dari tubuhnya.
Hawa murni pria plontos itu tidak lagi terkurung di bawah kulitnya seperti para pendekar di Ranah Penempaan Raga. Sebaliknya, hawa murni berwarna kuning tanah itu bergejolak keluar, menyelimuti golok besarnya dan membentuk lapisan pelindung setebal setengah jengkal di sekujur tubuhnya. Hawa murninya telah menembus sembilan jalur nadi utama dan terhubung dengan dunia luar!
Ranah Pembukaan Nadi! Dan dilihat dari kestabilannya, pria itu berada di Tahap Awal lapisan pertama.
Bagi para pengawal karavan yang rata-rata hanya berada di Ranah Penempaan Raga Lapisan Keenam hingga Kedelapan, menghadapi seorang ahli Ranah Pembukaan Nadi adalah mimpi buruk yang mutlak. Senjata fana mereka bahkan tidak mampu menggores lapisan hawa murni pelindung pria tersebut.
"Batu ujian yang sempurna," gumam Shen Yuan. Sudut bibirnya perlahan melengkung membentuk senyuman buas yang mengerikan. "Leluhur, sepertinya langit sangat merestui perjalananku. Ia langsung mengirimkan seseorang untuk membantuku mendobrak batas."
"Jangan gegabah, Bocah!" Leluhur Darah mendengus memperingatkan. "Ranah Pembukaan Nadi adalah batas pemisah yang sesungguhnya antara pendekar fana dan mereka yang menapaki jalan keabadian. Hawa murni mereka bisa dipancarkan keluar untuk menyerang dari jarak jauh. Tubuh Emas Gelapmu mungkin kebal terhadap senjata fana tingkat tinggi, tapi hantaman hawa murni yang dilontarkan dari luar tubuh bisa merusak organ dalammu secara langsung!"
"Aku tahu. Karena itulah aku membutuhkannya," jawab Shen Yuan tanpa ragu.
Ia tidak berniat menjadi pahlawan yang menyelamatkan karavan. Di dunia persilatan, kebaikan tanpa kekuatan hanyalah omong kosong yang akan mempercepat kematian. Shen Yuan melangkah turun dari bukit pasir, membiarkan angin panas meniup jubah abu-abunya.
Di bawah sana, pembantaian sedang berlangsung. Darah mewarnai pasir menjadi merah kehitaman. Beberapa bandit yang berada di pinggiran barisan pengepungan tiba-tiba menyadari kedatangan sesosok pemuda berjubah abu-abu kusam yang berjalan santai menuruni bukit.
"Hei! Ada tikus pengelana yang ingin ikut campur!" teriak salah satu bandit dengan tawa mengejek. "Biar aku yang mencincangnya!"
Dua bandit yang berada di Ranah Penempaan Raga Lapisan Keenam memacu serigala gurun mereka ke arah Shen Yuan. Golok melengkung mereka diayunkan tinggi-tinggi, siap untuk memenggal kepala pemuda itu dalam satu tebasan.
Shen Yuan bahkan tidak menghentikan langkahnya. Matanya tetap terkunci pada pemimpin bandit di tengah karavan.
Saat kedua serigala itu menerkam dan golok mereka mengayun turun, Shen Yuan hanya mengangkat kedua tangannya dengan kecepatan yang mustahil ditangkap oleh mata mereka.
Traanggg! Krek!
Bukan hanya golok baja mereka yang patah saat membentur lengan Shen Yuan, tetapi sebelum kedua bandit itu menyadari apa yang terjadi, tangan Shen Yuan telah menembus dada mereka. Hawa murni iblis meledak dari Tapak Penghancur Nadi, meremukkan jantung dan tulang rusuk kedua bandit itu dalam sekejap mata.
Shen Yuan melempar kedua mayat itu ke atas pasir seolah membuang sampah, terus berjalan maju tanpa memperlambat langkahnya.
"A-Apa?!"
Sisa bandit di pinggiran terbelalak ngeri melihat dua rekan mereka mati tanpa bisa memberikan perlawanan. Perhatian pemimpin bandit berkepala plontos itu akhirnya teralihkan dari sisa-sisa pengawal karavan yang terluka. Ia menoleh ke arah Shen Yuan dengan kerutan tajam di dahinya.
"Bocah, kau sangat berani mencari mati di wilayah Kekuasaan Serigala Pasir," geram sang pemimpin, mengarahkan goloknya yang memancarkan hawa murni kuning ke arah Shen Yuan. "Siapa kau?!"
Shen Yuan menghentikan langkahnya pada jarak dua puluh tombak. Ia perlahan merogoh ke balik punggungnya, menarik gulungan kain kusam, dan menggenggam sebuah pedang patah yang dipenuhi karat tebal. Begitu pedang Pecahan Gigi Naga ditarik, aura kuno dan berat seketika menekan udara di sekitar mereka.
"Hanya seorang pengelana yang membutuhkan nyawamu," jawab Shen Yuan datar.
Mendengar jawaban yang sangat merendahkan itu, urat kemarahan menonjol di kepala sang pemimpin bandit. "Sombong! Hanya seekor semut di Ranah Penempaan Raga berani menantang keagungan Pembukaan Nadi! Aku akan mengubahmu menjadi pupuk pasir! Tebasan Pasir Mengamuk!"
Pemimpin bandit itu mengayunkan goloknya dari atas punggung serigala. Tidak ada sentuhan ragawi, namun sebuah bilah angin berwarna kuning tanah yang murni terbuat dari hawa murni melesat membelah udara, menerbangkan pasir di sekitarnya dan mengincar lurus ke arah leher Shen Yuan!
Inilah kekuatan sejati Ranah Pembukaan Nadi—melepaskan serangan hawa murni ke luar tubuh!
Shen Yuan merasakan bahaya mematikan dari bilah angin tersebut. Hawa murninya yang telah mencapai Kesempurnaan Fana mendidih hingga ke puncaknya. Ia mencengkeram gagang Pecahan Gigi Naga dengan kedua tangannya, mengerahkan kekuatan jasmani lima ribu kati untuk mengangkat pedang berkarat yang luar biasa berat itu.
Gulungan Pedang Penelan Langit!
Shen Yuan mengayunkan pedang patah itu ke depan. Hawa murni merah kehitaman menyembur dari Dantian-nya, mengalir masuk ke dalam bilah karatan tersebut. Sebuah pusaran hitam yang melahap cahaya dan udara di sekitarnya terbentuk di ujung tebasan.
Wussshhh!
Bilah angin kuning tanah milik pemimpin bandit bertabrakan dengan pusaran hitam dari pedang Shen Yuan.
Bagi para penonton yang tersisa, tabrakan itu seharusnya menghasilkan ledakan dahsyat. Namun, yang terjadi justru sebuah desisan aneh. Pusaran hitam di ujung pedang Shen Yuan membuka "rahangnya", menelan mentah-mentah bilah angin hawa murni tersebut!
Kekuatan serangan musuh itu ditarik masuk, digiling oleh niat pedang purba, lalu disalurkan sebagian kembali ke dalam tubuh Shen Yuan melalui gagang pedang.
Blaaarrr! Rasa sakit yang menyengat meledak di dalam jalur nadi Shen Yuan saat energi kasar itu masuk. Namun, tepat pada saat itulah, penghalang yang selama ini menahan kultivasinya mulai retak!
"Lagi!" raung Shen Yuan. Matanya menyala penuh kegilaan. Pedang ini sangat rakus, menguras hampir sepertiga hawa murninya dalam satu ayunan, tetapi imbalan yang didapat dari menelan serangan musuh sepadan dengan risikonya.
Pemimpin bandit itu membeku di atas tunggangannya. Matanya nyaris melompat keluar dari rongganya. "I-Ilmu iblis macam apa ini?! Kau menelan hawa murniku?!"
"Tuan Besar! Dia pasti menggunakan pusaka langka! Pedang rongsok di tangannya itu pasti pusaka tingkat tinggi!" teriak salah satu wakil bandit dengan wajah penuh keserakahan.
Mendengar kata pusaka tingkat tinggi, ketakutan sang pemimpin berubah menjadi keserakahan yang tak terbendung. "Bagus! Jika aku mendapatkan pedang itu, aku tidak perlu lagi menjadi bandit gurun rendahan! Semuanya, serang bersamaan! Kuras tenaganya!"
Puluhan bandit mengaum dan memacu tunggangan mereka mengepung Shen Yuan. Anak panah, tombak, dan golok beterbangan dari segala arah.
Shen Yuan menyeringai buas. Ia menancapkan ujung Pecahan Gigi Naga ke atas pasir. Ia tidak berniat menyia-nyiakan hawa murninya untuk mengayunkan pedang itu lagi kepada kacung-kacung rendahan ini.
Langkah Bayangan Hantu!
Sembilan bayangan hitam meledak dari tempat Shen Yuan berdiri, membaur ke dalam lautan badai pasir. Para bandit yang menyerang kebingungan, senjata mereka hanya menghantam bayangan kosong.
Dalam sekejap, pembantaian dimulai.
Setiap kali sosok Shen Yuan muncul, terdengar suara tulang yang remuk dan cipratan darah yang menyiram pasir panas. Tubuh Emas Gelap-nya bergerak layaknya palu godam dewa maut. Ia mengabaikan setiap sabetan senjata fana yang mendarat di jubahnya, murni menggunakan keunggulan ragawinya di Puncak Lapisan Kesembilan untuk meremukkan musuh-musuhnya.
Krek! Baaam!
Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, belasan tubuh bandit bergelimpangan dengan dada yang amblas atau leher yang terpelintir.
Melihat pasukannya dibantai layaknya rumput liar, pemimpin bandit itu akhirnya menyadari bahwa pemuda di hadapannya bukanlah manusia, melainkan iblis pembantai yang menyamar.
"Mati bersama pasir ini, Iblis!"
Sang pemimpin melompat dari serigalanya, memusatkan seluruh hawa murni di Dantian-nya hingga golok besarnya memancarkan cahaya kuning keemasan yang sangat menyilaukan. Ia mengerahkan seluruh kekuatan Ranah Pembukaan Nadi dalam satu tebasan pamungkas dari atas udara.
"Jurus Bumi Membelah Langit!"
Tebasan ini tidak hanya melepaskan bilah hawa murni, melainkan membawa gelombang tekanan yang membuat pasir di bawah kaki Shen Yuan amblas sedalam setengah tombak, mengunci pergerakannya!
Shen Yuan mendongak, matanya memancarkan kegilaan mutlak. "Inilah dia! Tekanan yang kubutuhkan!"
Alih-alih menghindar dengan susah payah, Shen Yuan kembali menggenggam Pecahan Gigi Naga yang tertancap di pasir. Ia memutar Sutra Penelan Surga hingga ke titik batasnya, menyedot seluruh sisa hawa murninya dan memadukannya dengan kekuatan ragawinya.
"Telan!"
Shen Yuan mengayunkan pedang patah itu ke atas dengan kekuatan penuh. Pusaran hitam raksasa yang jauh lebih pekat dan brutal dari sebelumnya meledak menyongsong tebasan sang pemimpin bandit.
Bummmmm!
Tabrakan dua kekuatan dahsyat meledakkan kawah pasir selebar sepuluh tombak. Badai debu menyapu seluruh sisa karavan dan bandit hingga terhempas jauh.
Di pusat kawah tersebut, pedang karatan Shen Yuan telah menelan separuh dari hawa murni golok pemimpin bandit itu, namun sisa kekuatannya tetap menghantam keras tubuh Shen Yuan.
Shen Yuan memuntahkan seteguk darah segar, kakinya amblas ke dalam pasir hingga selutut. Tekanan dari Ranah Pembukaan Nadi benar-benar mematikan.
Namun, di detik yang sama, energi asing yang ditelan oleh pedang dan masuk ke dalam tubuhnya menjadi palu terakhir yang mendobrak gerbang kultivasinya.
Kraaaak!
Sebuah suara dentuman halus terdengar dari dalam lautan Dantian Shen Yuan. Hawa murni iblis yang tadinya tertahan di pusar, kini meledak bagai naga yang lepas dari belenggu, menerobos masuk dan mengalir membelah sembilan jalur nadi utamanya secara serentak!
Rasa sakit yang merobek jiwa langsung digantikan oleh sensasi kekuatan yang tak terbatas. Hawa murni merah kehitaman tidak lagi hanya berada di bawah kulitnya, melainkan memancar keluar, membentuk selubung aura yang menakutkan di sekitar tubuhnya.
Ranah Pembukaan Nadi Tahap Awal!
Di seberangnya, pemimpin bandit itu terbelalak tak percaya. Goloknya telah retak parah, dan tangannya gemetar hebat. Ia baru saja menyaksikan musuhnya menembus ranah tepat di tengah pertarungan maut!
"S-Sekarang kau ada di Ranah Pembukaan Nadi..." gumam sang pemimpin dengan putus asa, menyadari bahwa ia telah kehilangan satu-satunya keuntungan mutlaknya.
"Terima kasih atas bantuannya," Shen Yuan tersenyum, menyeka darah di bibirnya. Hawa murni yang baru saja memancar dari tubuhnya membuat pasir di sekitarnya meleleh menjadi kaca.
Shen Yuan melangkah maju perlahan. Kali ini, auranya bukan lagi seorang fana yang mengandalkan kekerasan daging, melainkan seorang pendekar sejati yang telah menapaki jalan menentang langit.
"Sebagai rasa terima kasih, aku akan mengambil seluruh fondasimu."
Tangan Shen Yuan melesat ke depan, bukan memegang pedang, melainkan membentuk cakar. Hawa murni iblis melesat keluar dari telapak tangannya dalam bentuk pusaran, langsung mencengkeram leher sang pemimpin bandit dari jarak lima langkah!
Ini adalah kemampuan baru; mengendalikan musuh dengan pancaran hawa murni. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai, dan nama Iblis Penelan Surga akan segera menjadi legenda yang mengalir dalam darah Gurun Pasir Kematian.