Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 kompresi sembilan siklus dan tamu tak diundang
Pagi hari di Makam Bintang Agung selalu diawali dengan suara gesekan sapu lidi di atas lantai batu. Xing Shenyuan, dengan jubah abu-abunya yang masih sama, bergerak dengan ritme yang konstan. Bagi mata orang awam, dia hanyalah seorang pemuda yang sedang menjalani hukuman. Namun, bagi entitas yang memiliki penglihatan batin tingkat tinggi, mereka akan melihat bahwa setiap langkah kaki Shenyuan meninggalkan jejak aura yang sangat berat, seolah-olah dia membawa sebuah gunung di punggungnya.
Setelah menelan Pil Pembersih Jiwa Sembilan Siklus semalam, Shenyuan tidak memilih untuk langsung menerobos ke Ranah Inti Emas.
Di dunia kultivasi Benua Awan Azure, banyak praktisi yang terburu-buru mengejar tingkatan tinggi. Mereka menganggap semakin cepat mencapai Inti Emas, semakin hebat mereka. Baginya, itu adalah kesalahan fatal. Pondasi yang terburu-buru ibarat membangun istana di atas pasir; saat mencapai ranah yang lebih tinggi, bangunan itu akan runtuh saat menghadapi Kesengsaraan Langit.
"Satu liter air yang tersebar di danau tidak memiliki kekuatan, tapi satu liter air yang dipadatkan menjadi setitik embun dapat menembus baja," gumam Shenyuan.
Ia sedang mempraktikkan teknik Kompresi Sembilan Siklus yang ia temukan dalam Sutra Hati Kaisar Naga.
Saat ini, ranahnya secara teknis masih berada di Puncak Pembentukan Pondasi. Namun, alih-alih membiarkan energinya meluap keluar menjadi Inti Emas, ia memutar energi tersebut kembali ke dalam meridiannya. Ia menekannya, memeras setiap tetes Qi hingga menjadi lebih padat, lebih murni, dan lebih berat.
Jika kultivator Pembentukan Pondasi biasa memiliki Qi yang encer seperti uap, Qi di dalam tubuh Shenyuan sudah sekental raksa. Secara teori, meskipun dia masih di Ranah Pembentukan Pondasi, kekuatan murni dan daya tahan energinya sudah melampaui rata-rata kultivator Inti Emas Tahap Menengah.
"Kau masih di sini rupanya."
Suara dingin yang sudah tidak asing terdengar dari arah gerbang makam. Gu Qingcheng berjalan mendekat. Hari ini dia tidak mengenakan zirah, melainkan gaun biru muda yang lebih santai, namun pedang panjang di pinggangnya tetap memberikan kesan tajam yang tak tersentuh.
Shenyuan menghentikan sapunya, menoleh dengan senyum tipis. "Komandan Gu. Sepertinya kau sangat rajin mengunjungiku. Apakah kau mulai menyukai aroma tanah makam?"
Qingcheng mendengus pelan, namun matanya terus memindai tubuh Shenyuan. "Jangan bicara omong kosong. Aku datang untuk memastikan kau tidak mati karena serangan jantung setelah kejadian kemarin."
Ia berhenti tepat tiga langkah di depan Shenyuan. "Kejadian di altar kemarin... Pangeran Keenam, Xing Liu, jatuh sakit parah. Tabib istana mengatakan jiwanya terguncang hebat. Banyak yang bilang itu kutukan leluhur, tapi aku merasa kau tahu sesuatu."
Shenyuan mengangkat bahu dengan santai. "Leluhur kita mungkin hanya tidak suka melihat orang sombong berteriak-teriak di depan rumah mereka. Aku hanya penjaga makam, Komandan. Kekuatanku bahkan tidak cukup untuk membunuh seekor ayam."
"Benarkah?" Qingcheng tiba-tiba bergerak.
Tanpa peringatan, ia meluncurkan serangan telapak tangan ke arah dada Shenyuan. Serangan itu tidak mengandung hawa membunuh, namun membawa tekanan dari seorang praktisi Ranah Inti Emas Tahap Awal.
Shenyuan tidak menghindar. Jika ia menghindar, ia akan membocorkan teknik pergerakannya. Sebaliknya, ia membiarkan Qi yang telah ia kompres di dalam tubuhnya membentuk lapisan pelindung tipis tepat di bawah kulitnya.
Bamm!
Telapak tangan Qingcheng menghantam dada Shenyuan. Angin kencang berhembus dari titik kontak, menerbangkan daun-daun kering di sekitarnya.
Qingcheng tertegun. Ia merasa seolah-olah baru saja menghantam dinding baja yang tidak tergoyahkan. Tangannya terasa kesemutan, dan yang lebih mengejutkan, Shenyuan bahkan tidak bergeser satu inci pun. Pemuda itu tetap berdiri tegak dengan sapu di tangan kanannya, menatapnya dengan ekspresi polos yang menyebalkan.
"Komandan Gu, apakah ini cara baru menyapa di ibu kota?" tanya Shenyuan sambil memiringkan kepalanya.
Qingcheng menarik tangannya dengan cepat, menyembunyikan getaran di jemarinya. Mustahil. Dia tidak menggunakan Qi, tapi tubuh fisiknya sekuat ini? Apakah Tubuh Surgawinya benar-benar sudah hancur, atau justru sedang berevolusi menjadi sesuatu yang lebih mengerikan?
"Kau... tubuhmu sangat aneh," bisik Qingcheng.
"Mungkin karena udara di sini penuh kalsium dari tulang leluhur," jawab Shenyuan asal.
Sebelum Qingcheng bisa mendesak lebih jauh, suara terompet panjang bergema dari kejauhan. Itu adalah sinyal kedatangan tamu resmi, namun nadanya berbeda dari rombongan kekaisaran kemarin. Ini lebih agresif, lebih tajam.
"Siapa lagi sekarang?" keluh Shenyuan.
Qingcheng menoleh ke arah gerbang, wajahnya berubah serius. "Itu adalah utusan dari Sekte Pedang Langit. Mereka adalah sekte pelindung Dinasti Bintang Agung. Biasanya mereka tidak pernah datang ke pemakaman kecuali ada masalah besar."
Beberapa menit kemudian, tiga pria berpakaian putih dengan bordir pedang di punggung mereka muncul. Di depan mereka memimpin seorang pria muda dengan wajah yang sangat tampan, rambutnya diikat tinggi dengan cincin perak. Namanya adalah Ye Chen, murid inti dari Sekte Pedang Langit yang juga merupakan tunangan dari salah satu putri kekaisaran.
Ye Chen melangkah dengan angkuh, setiap langkahnya diiringi dengan denting halus energi pedang yang memotong rumput di sekitarnya.
"Komandan Gu," Ye Chen menyapa dengan anggukan kecil, namun matanya langsung tertuju pada Shenyuan. "Jadi, ini adalah Pangeran Kesembilan yang legendaris? Benar-benar pemandangan yang menyedihkan."
Shenyuan hanya menatapnya datar. Dalam pandangan batinnya, ia bisa melihat bahwa Ye Chen berada di Ranah Inti Emas Tahap Tengah. Bakatnya memang luar biasa untuk usianya, tapi pondasinya terasa 'tipis' bagi Shenyuan. Energi pedangnya tajam, tapi tidak memiliki kedalaman.
"Ada urusan apa Sekte Pedang Langit datang ke tempat terpencil ini?" tanya Qingcheng dengan nada tidak ramah.
Ye Chen mengeluarkan sebuah gulungan giok. "Perintah dari Kaisar dan Master Sekte. Kami mendeteksi adanya fluktuasi energi yang tidak biasa di wilayah Makam Bintang Agung semalam. Selain itu, beberapa tetua dari sekte-sekte kecil dilaporkan hilang di sekitar sini. Kami datang untuk melakukan penggeledahan menyeluruh, termasuk di area makam terlarang."
"Makam terlarang tidak boleh dimasuki tanpa izin tertulis dari Dewan Leluhur!" protes Qingcheng.
Ye Chen tertawa kecil, suara tawanya penuh penghinaan. "Dewan Leluhur? Mereka hanya sekumpulan orang tua yang menunggu mati. Di dunia ini, kekuatan adalah hukum. Menyingkirlah, Komandan Gu. Kami akan mulai dari gubuk pangeran terbuang ini. Siapa tahu dia menyembunyikan sesuatu... atau mungkin dia bekerja sama dengan kultivator sesat?"
Ye Chen melangkah menuju gubuk Shenyuan. Salah satu pengikutnya dengan kasar mencoba mendorong Shenyuan agar menyingkir.
"Minggir, Sampah! Jangan menghalangi jalan Tuan Muda Ye!"
Tangan pengikut itu baru saja akan menyentuh bahu Shenyuan ketika tiba-tiba, atmosfer di area itu menjadi sangat berat.
Shenyuan tidak melakukan gerakan besar. Ia hanya melepaskan sedikit dari Qi raksanya yang telah ia kompres—hanya setetes.
Deg!
Pengikut itu tiba-tiba merasa jantungnya berhenti berdetak sejenak. Tangannya tertahan di udara, seolah-olah ia sedang mencoba mendorong dinding yang terbuat dari gravitasi murni. Keringat dingin mengucur di dahinya.
"Gubukku sangat kotor," ucap Shenyuan dengan suara rendah yang menggetarkan udara. "Aku khawatir debunya akan mengotori jubah putihmu yang indah, Tuan Muda Ye."
Ye Chen menghentikan langkahnya. Ia merasakan sesuatu yang salah. Sebagai seorang pengguna pedang, intuisinya sangat tajam. Untuk sesaat, pemuda di depannya tidak terlihat seperti pelayan makam, melainkan seperti naga raksasa yang sedang melingkar di dalam gua gelap, menatapnya dengan rasa bosan.
"Kau..." Ye Chen menyipitkan mata, tangannya menyentuh hulu pedangnya. "Kau menyembunyikan sesuatu. Tidak ada orang biasa yang bisa memiliki ketenangan seperti ini di hadapanku."
"Aku hanya penjaga makam yang sudah terbiasa dengan kematian," jawab Shenyuan, auranya kembali normal secara instan. "Jika Tuan Muda ingin memeriksa, silakan. Tapi jika Anda merusak satu nisan saja, aku takut leluhur tidak akan hanya membuat Anda sujud seperti Pangeran Keenam kemarin."
Mendengar nama Pangeran Keenam, wajah Ye Chen mengeras. Xing Liu adalah temannya. Berita tentang Xing Liu yang dipermalukan di makam sudah menyebar ke telinga para jenius di ibu kota.
"Kau berani mengancamku?" Ye Chen menarik pedangnya sedikit dari sarungnya. Cahaya biru dingin memancar. "Bahkan jika leluhur ada, mereka tidak akan melindungimu, seorang cacat yang dibuang!"
Tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, sebuah suara lembut namun berwibawa terdengar dari arah kabut.
"Tuan Muda Ye, haruskah Sekte Pedang Langit menunjukkan kekuasaannya di depan rumah orang mati?"
Seorang wanita lain muncul. Ia mengenakan jubah putih panjang dengan cadar tipis yang menutupi separuh wajahnya. Matanya jernih seperti mata air pegunungan, dan kehadirannya membawa aroma bunga teratai yang menenangkan.
Ia adalah Su Yan, Saintess dari Sekte Balai Pengobatan Surgawi. Sekte alkimia nomor satu yang statusnya bahkan lebih tinggi daripada Sekte Pedang Langit karena hampir semua ahli di benua itu berhutang budi pada obat-obatan mereka.
"Saintess Su?" Ye Chen terkejut. Ia segera menyarungkan pedangnya dan membungkuk hormat. "Apa yang membawa Anda ke tempat terkutuk ini?"
Su Yan tidak menjawab Ye Chen. Matanya menatap lurus ke arah Shenyuan. Sebagai seorang alkemis tingkat tinggi, ia memiliki indra penciuman yang sangat peka terhadap tanaman obat.
Aroma ini... Su Yan membatin. Bau sisa-sisa Teratai Sembilan Racun Netherworld? Dan aroma samar dari Pil Pembersih Jiwa? Mustahil. Siapa yang bisa memurnikan pil setingkat itu di tempat seperti ini?
Ia berjalan mendekati Shenyuan, mengabaikan Ye Chen yang merasa terhina karena dikacangi.
"Pangeran Kesembilan," Su Yan membungkuk sedikit, sebuah tindakan yang membuat semua orang di sana terbelalak. "Maafkan gangguan kami. Saya datang ke sini untuk mencari jejak Tetua Mo dari Sekte Seribu Racun. Kami mendengar dia terlihat menuju ke arah Taman Obat Terlarang di wilayah ini."
Shenyuan menatap wanita di depannya. Su Yan memiliki aura Inti Emas Tahap Akhir, tapi pondasinya jauh lebih stabil daripada Ye Chen. Ia bisa merasakan bahwa wanita ini bukan hanya cantik, tapi juga cerdas.
"Tetua Mo?" Shenyuan memasang wajah bingung. "Maksud Anda pria bungkuk yang bau itu? Aku melihatnya semalam. Dia berlari masuk ke Taman Obat Terlarang sambil tertawa gila. Setelah itu... aku hanya mendengar suara teriakan ular raksasa. Aku tidak berani memeriksanya karena aku terlalu takut."
Su Yan menatap mata Shenyuan dalam-dalam, mencoba mencari kebohongan. Namun, mata Shenyuan sangat jernih, tanpa getaran sedikit pun.
"Begitu kah?" Su Yan berbalik ke arah Taman Obat. Kabut ungu di sana memang terlihat lebih bergejolak dari biasanya. "Taman itu adalah tempat yang sangat berbahaya. Jika dia masuk ke sana, kemungkinan besar dia sudah menjadi nutrisi tanah."
Ye Chen menyela, "Saintess, jangan percaya pada kata-kata si cacat ini! Kita harus menggeledah tempat ini!"
"Cukup, Ye Chen," suara Su Yan mendingin. "Makam Bintang Agung adalah wilayah kedaulatan leluhur Xing. Jika kau memaksa masuk tanpa bukti, aku akan melaporkan tindakan tidak sopanmu ini kepada Master Sektemu. Apakah kau ingin merusak hubungan diplomasi kita?"
Ye Chen menggertakkan gigi. Di hadapan Saintess Su Yan, ia tidak punya pilihan. Sekte Pedang Langit sangat bergantung pada pasokan pil dari Balai Pengobatan Surgawi.
"Baiklah," Ye Chen menatap tajam ke arah Shenyuan. "Hari ini kau beruntung karena ada Saintess. Tapi ingat ini, Xing Shenyuan, seorang sampah selamanya akan tetap menjadi sampah. Dunia luar sedang berubah, dan tidak ada tempat bagi orang lemah untuk bersembunyi di balik nisan."
Ye Chen dan pengikutnya berbalik, melesat pergi dengan kemarahan yang tertahan.
Gu Qingcheng menarik napas lega, namun ia tetap waspada. Ia menoleh ke arah Su Yan. "Terima kasih atas bantuannya, Saintess."
Su Yan hanya mengangguk kecil. Sebelum dia pergi, dia kembali menatap Shenyuan. "Pangeran Kesembilan, ini adalah hadiah kecil dari Balai Pengobatan kami. Anggap saja sebagai permintaan maaf atas gangguan Tuan Muda Ye."
Ia melemparkan sebuah botol giok kecil ke arah Shenyuan.
Shenyuan menangkapnya. Di dalamnya ada Pil Pengumpul Qi tingkat menengah. Bagi orang biasa, ini adalah harta karun. Bagi Shenyuan, ini tidak lebih berharga daripada permen karet.
"Terima kasih, Saintess," ucap Shenyuan sopan.
Su Yan pergi bersama pengawalnya, menghilang ke dalam kabut. Namun, di dalam hatinya, rasa penasaran itu tidak hilang. Dia menangkap botol itu tanpa melihat... gerakannya sangat presisi. Xing Shenyuan, kau bukan sekadar pangeran terbuang.
Setelah semua orang pergi, area makam kembali sunyi.
Gu Qingcheng menatap Shenyuan dengan tangan bersilang di dada. "Kau baru saja membuat Ye Chen membencimu. Dia adalah orang yang pendendam. Kau harus hati-hati."
"Banyak orang yang membenciku, Komandan. Satu orang lagi tidak akan membuat tidurku kurang nyenyak," jawab Shenyuan santai.
Ia kembali menyapu. Namun, di dalam pikirannya, ia sedang berkomunikasi dengan sistem.
"Sistem, berapa lama lagi hingga aku bisa menyelesaikan Siklus Kesembilan dari Kompresi Qi-ku?"
[Menjawab Tuan: Dengan kecepatan saat ini, dibutuhkan 7 hari meditasi sunyi. Setelah Siklus Kesembilan selesai, pondasi Tuan akan setara dengan 'Inti Emas Sempurna' (Perfect Golden Core), pondasi terkuat yang pernah ada sejak zaman kuno.]
Shenyuan tersenyum. Sempurna.
Biarkan mereka menganggapnya sampah. Biarkan mereka saling berebut kekuasaan di luar sana. Saat ia keluar dari pemakaman ini, ia tidak akan hanya menjadi seorang pangeran, tapi seorang kaisar yang kekuatannya tidak akan bisa dibayangkan oleh mereka yang hanya mengejar kecepatan ranah tanpa esensi.
Ia menoleh ke arah botol pil pemberian Su Yan, lalu dengan santai melemparkannya ke arah semak-semak. Seekor tikus makam kecil keluar dan memakannya.
"Makanlah yang banyak, kecil. Dunia ini kejam bagi mereka yang tidak punya kekuatan," bisik Shenyuan.
Langkah demi langkah. Itulah jalan yang ia pilih. Karena puncak tertinggi hanya bisa dicapai oleh mereka yang memiliki kaki paling kokoh di atas bumi.