1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JEJAK SANG PENCIPTA DAN KALAJENGKING KOSMIK
Tiga tahun telah berlalu sejak kehancuran planet pusat Aethelgard. Galaksi Andromeda kini mengenal sebuah legenda baru yang lebih menakutkan daripada bencana alam mana pun: Sang Pangeran Putih dari Veyris.
Kaelan kini berusia lima belas tahun. Rambut putihnya yang berkilau kini tumbuh panjang hingga menyentuh bahu, seringkali diikat rendah dengan tali perak. Tubuhnya tinggi tegap, dibalut jubah tempur yang terbuat dari Singularity Cloth—kain yang mampu menyerap serangan energi dan mengubahnya menjadi cadangan mana. Matanya tidak lagi sekadar biru; ada pupil berbentuk bintang yang berputar pelan di sana.
Di jembatan komando Nox Astra I, Kaelan berdiri menatap hamparan nebula berwarna ungu. Di sampingnya, Nox (18 tahun) tampak seperti dewa kematian dengan zirah yang terus-menerus mengeluarkan uap hitam. Mira (25 tahun) berdiri di konsol navigasi, wajahnya terlihat serius.
"Tuan, kita baru saja membersihkan sektor ke-12. Federasi Aethelgard secara resmi telah bubar," lapor Nox. "Sisa-sisa petinggi mereka melarikan diri ke Sektor Nol—wilayah kosong di ujung galaksi yang tidak memiliki bintang."
Kaelan menyipitkan mata. "Sektor Nol... tempat di mana ruang dan waktu tidak berlaku. Mengapa mereka lari ke sana?"
"Bukan lari, Tuan," sahut Mira, suaranya sedikit bergetar. "Mereka melakukan ritual pengorbanan massal. Mereka memberikan seluruh sisa nyawa ras mereka untuk membangunkan sesuatu. Sesuatu yang selama ini mereka sebut sebagai The Great Devourer."
Tiba-tiba, alarm kapal Nox Astra I menjerit dengan frekuensi yang belum pernah terdengar sebelumnya. Seluruh layar proyeksi di jembatan komando mendadak mati, digantikan oleh distorsi statis berwarna merah darah.
Peringatan: Keberadaan Tingkat-X Terdeteksi. Massa: Tak Terhingga. Struktur: Non-Materi.
"Apa itu?!" teriak salah satu operator.
Di depan kapal mereka, ruang angkasa yang tadinya kosong mendadak robek. Namun, yang keluar bukan kapal perang, melainkan sebuah tangan raksasa yang terbuat dari kegelapan murni—begitu besar hingga satu jarinya saja lebih panjang dari Kapal Induk mereka.
Tangan itu mencengkeram sebuah planet kecil di dekatnya dan menghancurkannya seperti biskuit, lalu menyerap seluruh energinya dalam sekejap.
Dari balik robekan ruang, muncul sepasang mata berwarna kuning pucat yang ukurannya sebesar matahari. Itulah The Great Devourer, entitas purba yang menciptakan Aethelgard hanya sebagai "peternakan energi" untuk dikonsumsi saat ia bangun dari tidurnya.
"MAKANAN... YANG... INDAH..." suara itu tidak terdengar oleh telinga, tapi menghantam langsung ke jiwa setiap orang di kapal. Beberapa kru Level rendah langsung pingsan dengan telinga berdarah.
"Tuan Kaelan! Kita harus melakukan lompatan ruang sekarang! Kita tidak bisa melawan mahluk sebesar itu!" seru Mira panik.
Kaelan tidak bergerak. Rambut putihnya mulai berdiri, memancarkan aura putih keperakan yang sangat menyilaukan hingga menutupi seluruh kapal. Jantung Solaris di dadanya berdenyut begitu keras hingga suaranya terdengar seperti genderang perang.
"Mundur? Tidak," ucap Kaelan tenang. "Aku telah menunggu saat ini. Bakat EX-ku... dia tidak akan pernah puas sampai dia melahap mahluk yang menganggap dirinya puncak rantai makanan."
Kaelan melangkah keluar dari jembatan komando, menembus dinding kapal melalui portal dimensi yang ia ciptakan sendiri. Ia melayang sendirian di ruang hampa, berdiri di depan mahluk raksasa yang bisa menelan galaksi tersebut.
"Kau lapar?" tanya Kaelan, suaranya bergema di seluruh dimensi. "Kebetulan sekali. Aku juga."
Rambut putih Kaelan mendadak berubah menjadi api putih yang membara. Ia melepaskan pembatas terakhir pada jiwanya.
"Bakat EX: Origin Release — The End of All Things!"
Tubuh Kaelan menghilang, digantikan oleh sebuah entitas cahaya putih raksasa yang bentuknya menyerupai ksatria berzirah dengan sayap yang terbuat dari galaksi-galaksi kecil.
Kaelan—dalam wujud kosmiknya—menghunuskan pedang yang panjangnya jutaan kilometer.
SLASH!
Satu tebasan horizontal membelah kegelapan Sektor Nol. Tangan raksasa mahluk itu terpotong, berubah menjadi partikel cahaya yang langsung dihisap masuk ke dalam dada Kaelan.
"KAU... BUKAN... MAKANAN..." suara The Great Devourer kini dipenuhi rasa takut. "KAU... ADALAH... SANG PENCIPTA YANG HILANG?"
Kaelan tidak menjawab. Ia melesat maju dengan kecepatan yang melampaui konsep waktu. Ia masuk ke dalam mulut mahluk itu, bukan untuk dimakan, tapi untuk menghancurkannya dari dalam.
Di dalam tubuh mahluk itu, Kaelan melihat jutaan jiwa yang telah dikonsumsi selama miliaran tahun. Di sana, di pusat kegelapan, ia melihat sebuah Buku Kuno yang sama persis dengan yang ia temukan di perpustakaan Veyris saat ia berusia tiga tahun.
Buku itu melayang, halaman-halamannya terbuka cepat.
"Jadi begitu..." gumam Kaelan dalam wujud manusianya kembali di tengah dimensi hampa tersebut. "Dunia Aetherion, Aethelgard, galaksi ini... semuanya hanyalah simulasi di dalam buku ini. Dan aku... aku adalah 'Kesalahan' yang sengaja dimasukkan untuk mengakhiri simulasi yang membosankan ini."
Kaelan memegang buku itu. Rambut putihnya bersinar redup. Ia kini memahami segalanya. Kelahirannya kembali, Bakat EX-nya, semuanya adalah skenario untuk menghapus realitas yang gagal ini dan menciptakan yang baru.
"Maaf, 'Dewa'. Tapi aku tidak suka diperintah oleh buku," ucap Kaelan.
Ia meremas buku itu hingga hancur menjadi debu cahaya.
BOOOOOOOMMMMMM!
Seluruh dimensi Sektor Nol meledak dalam cahaya putih yang absolut.