Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang penulis menjadi Dorothea
Seorang gadis cantik berwajah lembut nan murni, masih memejamkan matanya dengan rapat. Di samping nya, ada seorang anak perempuan yang sangat cantik sedang menangis di samping nya. Gadis kecil itu terlihat sangat cantik dan menggemaskan, seolah boneka yang di beri nyawa. Siapa pun yang melihatnya pasti lah akan terpesona.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, gadis kecil itu begitu cantik, karena ibunya pun tak kalah cantik dari nya, karena suatu kejadian, mommy terbentur lantai karena terpeleset di taman bunga di mansion mereka.
Perlahan-lahan kedua mata wanita yang masih memejamkan matanya itu pun ter buka. Dia sangat terkejut mendapati, dirinya terbangun di sebuah kamar mewah bernuansa putih silver. Pandangan nya jatuh pada gadis bak boneka hidup yang sedang menangis tergugu. Wanita tersebut mengeryit heran. "Gadis cantik kenapa kamu menangis?" wanita tersebut terkejut dengan perubahan suara nya, suaranya berubah menjadi sangat lembut dan halus.
"Mommy.. Akhirnya mommy bangun juga, Arabella benar-benar takut, terjadi sesuatu pada mommy." kata gadis kecil itu.
Wanita tadi mengeryit bingung. Nama itu kenapa terasa sangat familiar bagi nya, dia terus mengingat-ingat dia pernah mendengar nama itu di mana? Oh iya, dia sekarang ingat. Bahwa nama tersebut adalah nama salah satu karakter utama di salah satu novel yang ia karang. Wanita tersebut semakin terkejut dengan kenyataan itu.
"Hai Arabella, bisa tolong ambilkan mommy cermin?" kata Dorothea dengan lembut. Gadis kecil nan cantik itu pun turun dari ranjang sang mommy, lalu melangkah mengambil sebuah cermin kecil, di meja rias sang mommy. Dia segera melangkah kembali ke sisi mommy nya, dan menyerahkan cermin tersebut kepada sang mommy. "Terima kasih." Seru wanita itu pada putri nya.
Wanita itu semakin terkejut, ketika melihat wajahnya berubah sangat cantik. Kini dia yakin bahwa dirinya telah memasuki raga Dorothea Valeria, ibu dari protagonis wanita di novel Cinta sejati untuk Arabella. Sang penulis itu pun tersenyum puas, dia bahagia karena bisa menjadi wanita yang sangat di cintai oleh dua pria tampan dan kaya raya, apalagi memiliki putri se cantik Arabella.
Satu hal yang di sesali oleh sang penulis itu, kenapa dia menciptakan Albert yang sempurna dan lebih kaya dari suaminya Dorothea. tapi karena dia sudah masuk ke tubuh Dorothea, tentu saja dia harus memanfaatkan ini dengan baik. Apalagi sang penulis hafal betul seberapa besar cinta Albert untuk Dorothea.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain Aylin sedang joging pagi dengan kaos olahraga panjang, dan celana panjang mengelilingi, sekitar mansion yang sangat besar bagi nya itu, Aylin di buat terperangah dengan kemewahan di setiap sudut mansion tersebut. "ya ampun, ini mansion sudah kayak istana di negeri dongeng aja!!" Seru Aylin Ter kagum-kagum.
Pandangan Aylin tiba-tiba teralih pada Kaiden yang sedang belajar karate, yang membuat Aylin geram adalah guru karate Kaiden menendang Kaiden dengan tenaga penuh. Tentu saja Kaiden terpelanting jatuh, sedangkan nani Kaiden hanya diam saja, seolah hal tersebut adalah hal yang biasa.
Kaiden meringis kesakitan sambil memegangi perutnya, sang nani mendekati Kaiden bukan untuk menolong nya, tetapi malah menegur nya. Membuat Aylin benar-benar geram. "Ayo bangun tuan muda, jangan manja, sebagai penerus keluarga Lucifer, tuan muda, tidak boleh lemah!!" tegur sang pengasuh.
Aylin benar-benar sudah tidak tahan di buatnya, dia segera pergi ke sana. Pelatih itu melihat Aylin yang menuju ke arah mereka, dan seketika sang pelatih tersenyum bangga, dia berfikir akan mendapatkan pujian seperti biasanya dari nyonya Lucifer. "Apa yang sedang kalian lakukan!!" Teriak Aylin menahan geram.
Pelatih dan Nani Kaiden membungkuk memberi kan hormat pada Aylin. "Seperti biasa nyonya, tuan muda harus belajar beladiri, tapi tuan muda terlalu lemah dan lembek, belum ada kemajuan sedikit pun." kata sang pelatih.
Sedangkan Kaiden memandang Aylin dengan penuh kebencian. Wanita jahat itu, pasti akan menambah hukuman untuk nya. Aylin melihat pandangan tajam Kaiden ke arah nya. "Cukup, sampai disini saja latihan nya, apa kalian tidak lihat, bahwa dia merintih kesakitan. Dia baru tujuh tahun, tetapi sudah kalian paksa, untuk melawan orang dewasa, itu bukan pembelajaran tetapi penganiyaan!!!" Bentak Aylin dengan wajah gatang nya.
Sang pelatih dan nani tersebut terperangah di buat nya, Tak biasanya nyonya mereka membela Kaiden , biasanya dia akan menambah hukuman untuk Kaiden. Karena tidak bisa belajar dengan cepat. Lalu sang nani baru teringat bahwa Aylin sedang lupa ingat kan. Maka dengan sabar sang nani tersebut menjelaskan pada Aylin.
"Maaf lancang nyonya, tetapi pembelajaran bela diri ini memang harus di jalani oleh tuan muda Kaiden, jika tuan Albert mengetahui, bahwa nyonya membiarkan tuan muda, bermanja-manja dan menjadi lemah. Maka pasti tuan akan marah besar pada nyonya."
"Aku tak perduli, dia harus di obati. Dan mulai besok pelatih ini, di larang datang kesini!!" Aylin berjongkok di depan Kaiden, dan hendak membopong nya, " Stop.. Jangan sentuh aku, jangan bertindak seolah-olah kau itu ibu ku, jangan ikut campur dengan urusan ku!!" Teriak Kaiden. Tetapi Aylin tetap menggendong Kaiden, Kaiden berontak dan hendak menggigit pundak Aylin lagi. Tapi kali ini Aylin sudah siaga. Ia jambak rambut Kaiden ke belakang, sehingga Kaiden melepaskan gigitannya.
Sang nani itu hanya mematung melihat kejadian itu, namun dia segera sadar. Berhenti nyonya, tuan harus menyelesaikan pelajaran nya!!! Teriak sang nani.
Aylin yang sedang menggendong Kaiden, sambil tangan kanannya menjambak rambut Kaiden agar tidak menggigit pundak nya kembali, langsung menoleh ke arah sang nani. "Beresi barang-barang mu sekarang juga, mulai hari ini kamu di pecat!!" Kata Aylin dengan tegas.
Kaiden semakin memandang Aylin dengan penuh kebencian, pengasuh yang sudah mengurus nya sedari bayi, tiba-tiba di berhentikan begitu saja, Kaiden berfikir Aylin sengaja, mengambil orang-orang nya, agar Kaiden menjadi anak yang lemah, dan dapat di tindas nya se umur hidup. Tanpa Kaiden sadar, bahwa pengasuh nya, itu adalah orang yang lebih kejam, namun menyiksa Kaiden dengan cara yang halus, seperti memberikan susu yang hampir basi kepada Kaiden, dan menilap uang susu, yang harus nya ia belikan untuk membeli susu terbaik. Dia juga sering memberikan makanan basi. Sehingga membuat Kaiden sering sakit perut. Dan dia membiarkan Kaiden kesakitan, dengan alasan agar Kaiden tumbuh menjadi pria yang kuat. Di cerita aslinya sendiri, setelah Kaiden dewasa, dam mengerti dia membunuh pengasuh nya dan juga guru bela diri sendiri. Bersamaan dengan saat Kaiden membunuh Aylin.
"Nyonya tidak bisa memecat saya, karena yang mempekerjakan dan menggaji saya adalah tuan Albert. Bukan anda!!" Kata nani itu dengan berani.
"Oh ya, kalau begitu, telfon saja tuan mu itu, suruh untuk pulang, karena aku ingin lihat, seberapa penting kamu untuk nya!!" Tantang Aylin dengan senyum miring, membuat nani tersebut terkejut. Biasanya nyonya nya itu sangat bodoh, dan mudah terprovokasi, tetapi kenapa sekarang jadi berubah. Apakah lupa ingatan dapat mengubah sifat orang juga, pikir sang nani itu.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"