Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Mengubur mayat
Kalau saja menuruti emosi yang ada di dalam diri maka saat ini juga Purnama pasti akan melempar Ariana ke dalam sungai kematian itu, namun dia masih berusaha menahan diri sehingga Ariana hanya terkena hajaran dari dia dan sekarang dibawa oleh Yasmin menuju lembah kematian agar dia tahu bagaimana mengerikan ratu ular ini.
Nanti bila sudah ada di dalam lembah kematian maka pasti Ariana tidak akan sanggup bertahan dan nanti dia pasti akan bercerita kepada Vera tentang apa yang telah terjadi dan bagaimana kematian dia, bila Purnama yang mengatakan secara langsung kepada Vera maka bisa saja gadis itu nanti tidak akan percaya.
Jadi memang lebih baik bila Ariana yang mengatakan sendiri dan sekaligus meminta maaf kepada Vera tentang perbuatan dia yang begitu buruk, jadi Purnama sengaja tidak memusnahkan hantu itu terlebih dahulu dan membiarkan saja dia masuk ke dalam lembah kematian agar mendapatkan siksaan yang begitu berat sekali oleh para member.
Nanti dalam lembah kematian masih ada Sukma dan juga Anita sehingga pasti mereka akan terus menyiksa Ariana agar gadis ini merasa jera, salah dia sendiri karena tidak mau jujur saja apa yang telah terjadi agar Purnama juga bisa sedikit memaafkan apa yang dia lakukan dulu ketika masih menjadi manusia biasa.
Ini sudah berulang kali ditanya tentang kematian dia masih saja berdusta sehingga pasti Purnama langsung emosi dan akan menghajar dengan kekuatan tinggi, ini masih mending karena dia mampu menahan diri untuk tidak menghajar Ariana secara brutal dan membiarkan dia tetap ada sehingga nanti bisa memberikan penjelasan kepada Vera yang belum tahu juga.
Ariana sendiri sama sekali tidak mengetahui tentang apa itu sungai kematian dan juga lembah kematian sehingga ketika dibawa oleh para member dia hanya anteng saja dan mereka yakin bahwa sebentar lagi akan segera bisa kabur, memang semua member Purnama tidak mengatakan bagaimana tentang lembah kematian itu kepada arwah yang tidak tahu.
Sebagian besar para arwah yang masuk ke dalam lembah kematian itu akan berpikir bahwa masih ada jalan keluar sehingga nanti mereka bisa selamat dari sana, padahal lembah itu sama sekali tidak memiliki jalan untuk para tahanan dan hanya para member saja yang bisa keluar dari sana dengan selamat.
"Jadi dia meninggal dunia bukan karena hanya memakan sesajen itu saja?" Arya menata Purnama yang baru kembali.
"Tidak, memakan sesajen itu hanya karangan dia saja karena dia mati akibat menjual diri." sahut Purnama.
"Ah tadi juga aku sempat ragu karena dia mengatakan hanya memakan sajen tapi langsung mendapat siksa dari Darto." gumam Arya.
"Untung kau bisa membaca pikiran orang lain, Kak." Nolan juga ikut menjawab ucapan Purnama.
"Segala sesuatu yang kita miliki memang pasti ada untung dan juga buntung, tergantung kita untuk menggunakan masalah itu bagaimana." jawab Purnama pelan.
"Jadi dia mau di buat apa dalam lembah kematian itu?" Arya bertanya dengan nada penasaran.
"Ya biar saja dulu dia di dalam lembah itu dan nanti bila sudah ada kesempatan maka pertemukan saja lagi dengan Vera agar dia mengakui bagaimana perbuatan dia dulu." jawab Purnama.
"Kalau Kakak yang mengatakan secara langsung bisa saja gadis itu tidak percaya karena dia adalah gadis kurang ajar!" Nolan masih tetap saja emosi kepada Vera.
Purnama mengangguk karena dia memang tidak mungkin mengatakan secara langsung kepada Vera bagaimana kematian Ariana itu sebenarnya, saat ini otak Vera pasti tidak akan sanggup menampung segala sesuatu yang bernama katakan karena dia sedang merasa takut dan juga bingung dengan masalah ini.
Mana Arum juga belum sembuh sehingga sudah pasti ketiga nya itu merasakan kecemasan yang sangat luar biasa untuk Arum itu sendiri, jadi untuk sementara ini biar masalah Ariana ditunda dulu dan lebih fokus untuk mengurus Arum yang sedang berusaha untuk selamat dan terbebas dari racun sengkolo yang telah hinggap di tubuh dia.
...****************...
"Cepat gali dan kuburkan mayat ini sekarang!" Siti sudah tidak sabar lagi karena malam ini malah turun hujan dengan sangat deras.
"Kau sangat tidak sabaran sekali, bukan hanya sekali dua kali kita melakukan ini jadi kau tidak perlu merasa gugup seperti itu!" Erna membentak Siti dengan kasar.
"Masalah nya saat ini anak-anak tidak ada di rumah dan kemungkinan besar mereka bisa saja kembali dan melihat kita ada di sini." Siti memang takut bila ada yang melihat mereka.
"Tidak akan itu terjadi karena jarak kita dari rumah juga cukup jauh." Erna berkata dengan sangat yakin sekarang.
"Hujan yang turun begitu deras sehingga sulit sekali untuk menggali tanah agar cepat dalam." Mang Ujang mengatakan kepada Siti.
"Panggil yang lain juga agar masalah ini segera selesai karena hujan malah turun begitu deras." Erna juga merasa ngeri.
"Sudah aku katakan sejak tadi bahwa ini harus segera selesai dan kita bisa pulang ke rumah!" Siti berkata dengan nada tidak sabar.
Erna hanya diam saja di bawah payung hitam itu karena mereka memang kehujanan, selama ini pekerjaan mereka memang selalu saja begini ketika ada mayat gadis yang meninggal dunia akibat perbuatan Darto di malam-malam seperti yang sudah terjadi belakangan ini.
Tugas mereka adalah mengubur mereka semua tanpa ada yang mengetahui jejak atau bahkan hilangnya para gadis itu, sudah bertahun-tahun dan memang belum ada satu orang warga pun yang bisa mencium kebusukan Darto itu sendiri sehingga misi mereka selalu saja aman dan para arwah sangga di sana sekali tidak pernah datang untuk menghantui.
Sebab mereka juga memiliki sesuatu sebagai penjaga sehingga para arwah tidak mungkin bisa datang mendekat untuk membuat masalah, tapi kali ini agak berbeda karena Siti merasa agak ngeri setelah merasakan energi yang terasa aneh di tubuh dia dan juga malam ini turun hujan begitu deras sehingga sudah pasti suasana menjadi begitu seram.
"Cepat lah, kita tidak punya waktu untuk menunggu lagi." Siti membuang payung hitam itu dan mengambil gagang cangkul.
"Aih kau ini selalu saja begitu dan tidak sabaran!" Erna juga jadi kesal dan mengambil cangkul yang lain.
"Ndoro ayu tenang saja karena aku pasti akan mengurus jenazah ini." Mang Ujang merasa tidak enak juga.
Namun kedua Ndoro Ayu ini sama sekali tidak memperdulikan ucapan mang Ujang karena mereka harus segera menguburkan mayat gadis itu ke dalam tanah ini, bila tidak segera terkubur dalam tanah maka nanti yang ada akan timbul masalah dan mereka juga akan kena amuk dari Darto itu sendiri.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen ya karena othor up lima bab loh hari ini.
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍
mngkn Nana kucing yg nyamar jadi Siti palsu