(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~04.
...🔥🔥🔥🔥...
...Malam harinya tepat pukul 7:00 malam, saat sedang menyantap makan malam, Stevan nampak tak fokus, ia sesekali melirik ke arah anak tangga, dalam hati ia berharap Alexa akan muncul dari sana dan bergabung dengan mereka. Namun saat makan malam hampir selesai, Alexa tak kunjung menampakkan batang hidungnya....
"Apakah dia memulai aksi tantrumnya lagi?" batin Stevan bergegas bangkit.
"Sayang, mau kemana?" sela Emily menggenggam lengan Stevan.
"Iya Stev, mau kemana kamu? Emily dan Mama belum selesai makan," timpal Nyonya Eta.
Pelang-pelang Stevan melepaskan genggaman Emily."Kalian lanjut makan saja. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Alexa," kata Stevan berjalan pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka.
"Ma gimana ini? Kalau begini terus, aku bisa setres sampai keguguran," rengek Emily mengancam.
"Jangan nak, Mama mohon jangan lakukan itu," pinta Nyonya Eta panik, segera berpinda tempat duduk di dekat Emily."Kemarin orang suruhan Mama melapor bahwa, terjadi pertengkaran hebat antara Stevan dan Alexa di rumah sakit," ujar Nyonya tertawa kecil penuh semangat.
"Iya kah Ma?" Kedua mata Emily membulat tak percaya.
"Iya sayang, dan Alexa meminta Stevan menceraikannya..." Wajah Nyonya Eta berubah lesu.
"Lalu?" desak Emily tak sabar menunggu kelanjutannya.
"Anak dungo itu menolak bercerai," lanjut Nyonya Eta.
"Tuh 'kan. Sekarang nasib aku dan anakku akan berakhir tragis, dimana anakku akan dianggap sebagai anak haram dan aku akan dianggap sebagai wanita penghancur rumah tangga orang, alias 'Pelakor'... huwaaaaa." Emily pura-pura menangis sedih untuk memancing emosi Nyonya Eta.
"Tenang saja nak, cerita belum selesai. Karena Stevan dan Alexa membuat kesepatakan," ujar Nyonya Eta membujuk Emily.
"Kesepakatan apa Ma...?" lirih Emily mengusap kedua matanya hingga memerah, agar Nyonya Eta semakin percaya kalau dia sedang sedih.
"Kesepakatan pengembalian mahar dan hutang yang disatukan berjumlah 10M," kata Nyonya Eta.
"Apa?! 10M?!" teriak Emily terkejut mendengar nominal fantastis itu.
"Ssssttt..." Nyonya Eta segera membungkam bibir Emily, melirik kesana kemari berharap tidak ada orang yang mendengarnya. Setelah memastikannya semua aman, barulah Nyonya Eta melepaskan tangannya sambil menghela nafas lega."Pelang-pelang, jangan sampai Stevan mendengarnya," ujar Nyonya Eta dibalas dengan anggukan kecil dari Emily yang terus menanti kelanjutannya."Karena saat ini Alexa tidak memiliki uan, Stevan berencana akan menjual Alexa kepada salah satu rekan kerjanya atas permintaan Alexa yang terus ingin bercerai."
"What?! Pantas saja kemarin sebelum turun dari mobil Stevan meminta Alexa besok bersiap-siap, toh untuk menjualnya? Hahahaha." Tawa Emily seketika pecah memenuhi meja makan."Ma, itu artinya aku tidak perlu khawatir lagi kalau Alexa akan merebut Stevan dariku." Emily mengusap sudut matanya yang basa akibat tertawa, tetapi tiba-tiba ia teringat sesuatu, tawanya pun terhenti, wajahnya berubah menjadi cemas.
"Ada apa lagi nak?" tegur Nyonya Eta lembut.
"Ma, bagaimana kalau gagal...? Seperti yang Mama tau, kalau mereka bukan sekedar suami istri, tetapi kekasih cinta sejati yang akhirnya berakhir di pelaminan. Stevan pasti tidak akan membiarkan itu terjadi," kelu Emily.
"Tenang sayang, Mama sudah menyiapkan semuanya." Nyonya Eta tersenyum jahat mengusap lembut pipi mulus Emily."Kali ini, Mama pastikan si mandul itu tidak akan bersama lagi dengan Stevan untuk selamanya," kata Nyonya Eta penuh keyakinan.
*
*
*
...Di sisi lain, pertengkaran antara Stevan dan Alexa meledak di dalam kamar, akibat Stevan tak terima semua barang-barang kenangan miliknya bersama Alexa dihancurkan oleh Alexa tanpa sisa. ...
...Semuanya berawal dari Stevan yang diam-diam masuk ke dalam kamar Alexa mengunakan kunci cadangan, dengan tujuan untuk meminta maaf soal tadi siang dan ingin beristirahat bersama Alexa seperti biasa. Karena itulah ia memindahkan semua barang-barang Alexa berserta miliknya, agar kamar itu sepenuhnya menjadi milik Emily....
...Tetapi saat pintu kamar terbuka, Stevan di sambut dengan penampakkan barang hancur dimana-mana. Terkejut ia berlari masuk mencoba menyatukan semua foto yang gunting oleh Alexa dengan tangan gemetar, namun sayang, foto itu tak bisa di satukan lagi, bagaikan hubungan mereka yang tak bisa disatukan lagi. Marah, Stevan bangkit meraih selimut yang di pakai oleh Alexa, lalu menariknya dengan kasar, hingga Alexa pun terbangun, dan keduanya pun bertengkar hebat....
"kenapa kamu mengunting semua barang-barang ini Alexa?! Apa kamu sudah gila?!"
"Iya, aku sudah gila! Dan orang yang membuatku gila seperti ini adalah kamu!"
"Alexa, aku tau kamu cemburu soal ciuman di mobil itu, dan aku minta maaf." Stevan melangkah mendekat ke arah Alexa."Aku sebenarnya tidak ada niat mencium dia, karena rasanya sangat menjijikan." Stevan tersenyum lembut, mengulurkan tangannya hendak menyentuh pipi Alexa yang memerah akibat marah.
"Bohong!" Alexa segera mundur selangkah menjauh dari Stevan, ia tak sudi di sentuh oleh pria bajingan yang dengan terang-terangan mencium wanita lain dengan alasan yang tak masuk di akal manusia normal."Aku tidak cemburu, tapi hanya terkejut, melihat kamu sangat bergairah saat menciumnya Stevan, bahkan lebih bergairah disaat kau menciumku." Alexa tersenyum miring menatap Stevan."Kau mau membohongi siapa disini Stevan? Aku?" Alexa menunjuk pada dirinya sendiri, lalu berjalan menjauh mendekati tumpukan kain yang ia gunting hingga tak terbentuk itu."Kalau kau pikir aku akan mempercayai semua perkataanmu, maka kau salah besar Stevan, karena aku-" Alexa membungkuk meraih serpihan kain itu, lalu melemparnya dengan kasar tepat di wajah Stevan."Aku bukan lagi Alexa si polos itu...! Paham bajingan!"
...Tak terima di maki oleh Alexa, Stevan pun maju memaksa mencium Alexa. Tentunya Alexa tak tinggal diam, ia melakukan perlawanan dengan mengigit bibir Stevan hingga terluka, hal itu memicu amarah Stevan. Secepat kilat Stevan membantingnya diatas kasur dan mulai menindih tubuh kecilnya itu....
"Sayang, bagaimana rasanya keperawanan mu diambil oleh bajingan sepertiku? Nikmat bukan?"
Srek!
...Kain yang dipakai oleh Alexa terbelah menjadi dua bagian dengan satu tarikan dari Stevan. Dan kebetulan Alexa tidak memakai penghalang, karena tiap malam sebelum tidur, Alexa selalu melepaskannya. Hal itu membuat kedua buah melon kenyal berukuran besar milik Alexa terpampang sempurna di mata Stevan....
"Sial, aku merindukan mereka Alexa."
...Stevan segera mereka melahap kedua pucuk melon segar itu secara bergantian, sembari tangan dibawa berusaha menurunkan celana dan dalaman milik Alexa yang tak berhenti meronta....
"Stevan, hentikan!" teriak Alexa memukul-mukul pundak kekar Stevan, sambil berusaha mempertahankan celananya dengan satu tangan.
"Sudah lama kita tidak bermesraan sayang. Jadi malam ini, aku akan memuaskan mu," kata Stevan dengan suara berat, ia menurunkan celananya sendiri, lalu mengeluarkan miliknya yang sudah berdiri tegak.
"Tidak, aku tidak ingin ditiduri pria sialan ini," batin Alexa frustasi memikirkan cara menghindari Stevan yang sedang birahi.
...Karena memukul, mengigit itu percuma, karena kulit Stevan tidak akan merasakan sakit. Tiba-tiba Alexa terdiam, ia berhenti meronta. Bahkan tubuhnya perlahan rileks, membuat Stevan berpikir Alexa sudah tidak lagi menolaknya. ...
"Iya begitu sayang... aku tau kamu juga sudah merindukan milikku ini. Tenang, aku akan membuatmu terbang malam ini."
...Stevan dengan penuh semangat menurunkan celana dan dalam Alexa, lalu mengarahkan miliknya. Tapi saat ia hendak mendorong masuk tiba-tiba......
Swos.
Bruk!
"Aaakhhhhhh...! Dasar gila!"
...Iya, Alexa menendang milik Stevan mengunakan lututnya. Tadi saat ia terdiam, ternyata ia sedang mencari posisi yang pas agar saat lututnya terangkat, bisa mengenai sasaran, dan Stevan pun berguling meringis kesakitan sambil memegang miliknya....
"Cih! Kau pikir? Kau bisa meniduriku? Setelah kau meniduri gundik murahan mu itu hingga hamil?" Alexa bangkit dari kasur merapikan pakaiannya, lalu melangkah mendekati Stevan."Tubuh ini sekarang bukan milikmu lagi Stevan, karena tubuh ini nanti akan ku gunakan untuk membayar hutang mu," tegas Alexa.
"Baiklah... aku sudah memberi kesempatan damai tapi kamu menolaknya Alexa," Stevan bangkit menatap Alexa dengan tajam."Jadi mulai besok, mari kita lihat bagaimana kamu akan memuaskan rekan kerjaku satu persatu hingga mendapatkan 10M yang ku minta?"
...Stevan berbalik pergi meninggalkan kamar itu. Meninggalkan Alexa yang berdiri terdiam memikirkan ucapan Stevan, dan membayangkan bagaimana ia akan melayani para pria hidung belang itu satu persatu. Membayangkannya saja membuat bulu kuduk Alexa merinding apalagi jika benar-benar terjadi? Tapi ia pun tak memiliki pilihan lain. Bekerja pun percuma, karena ia harus perlahan mengumpulkan uan sambil menyaksikan drama Stevan dan Emily. Belum lagi berdebat dengan mereka, itu akan membuatnya semakin pusing....
"Kita lihat saja besok," gumam Alexa kembali berbaring, perlahan memejamkan mata.
...(Bersambung)...