NovelToon NovelToon
Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ali Rayyan

Di kehidupan sebelumnya, ia adalah Penguasa Langit Surgawi—pemilik kuasa absolut yang bahkan para dewa segani. Namun ia memilih bereinkarnasi sebagai manusia biasa, hidup tenang dengan nama Douma Amatsuki, demi merasakan kehidupan normal yang tak pernah ia miliki.

Semua berubah ketika ia tanpa sengaja memasuki dimensi terlarang, memicu perhatian para iblis yang diam-diam menguasai dunia. Tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, mereka menetapkannya sebagai target untuk dilenyapkan sebelum menjadi ancaman.

Douma hanya ingin hidup sebagai manusia biasa.
Namun ketika seluruh dunia mulai memburunya…
berapa lama ia bisa terus berpura-pura lemah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ali Rayyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angka yang Mustahil

Barisan siswa baru akhirnya bergerak.

Setelah pengumuman mengenai Aptitude Comprehensive Assessment Test, para petugas sekolah mulai mengarahkan mereka menuju area pengujian utama yang terletak tepat di belakang aula orientasi.

Area itu berbentuk lapangan luas berlapis lantai kristal karbon transparan. Di bawahnya, jalur kabel optik berpendar hijau samar seperti aliran sungai digital. Tidak ada mesin besar. Tidak ada alat berat. Semuanya tampak bersih, minimalis, dan tenang—terlalu tenang untuk sesuatu yang akan menentukan masa depan mereka.

Di depan lapangan, sebuah layar raksasa berwarna hijau gelap menyala perlahan.

Tulisan digital muncul:

HOSHIKAWA ELITE SENIOR HIGH SCHOOL

APTITUDE COMPREHENSIVE ASSESSMENT TEST

Mode: Neural & Bio-Structural Scan

Durasi estimasi: 30 menit

Bisik-bisik langsung menyebar.

“Neural scan? Jadi kita nggak ngerjain soal?” “Tes fisiknya gimana kalau cuma berdiri begini?” “Canggih banget…”

Ryuji Takamura berdiri di sisi kanan area, menyilangkan tangan dengan ekspresi puas.

“Tenang saja! Kalian tidak perlu bergerak banyak. Sekolah ini tidak lagi memakai metode kuno seperti lari keliling lapangan atau ujian kertas. Semua sudah terintegrasi sistem.”

Ia menunjuk ke udara.

“Perkenalkan, sistem pemindaian fisik terbaru kami — AstraScan Unit.”

Tiba-tiba, dari langit-langit gedung terbuka, puluhan robot kecil seukuran telapak tangan turun perlahan. Bentuknya ramping, berlapis logam putih mengilap dengan satu lensa hijau di bagian tengah. Mereka melayang stabil tanpa suara, seperti capung mekanik.

“Dan untuk kemampuan akademik serta strategi kognitif, kalian akan dipindai oleh sistem neural pusat kami — NeuroMetric Grid.”

Beberapa siswa menelan ludah.

“Jadi… pikiran kita dibaca?” “Seriusan ini legal nggak sih?”

Takamura tertawa keras. “Santai! Sistem hanya membaca pola kemampuan, bukan isi rahasia kalian.”

Gelak tawa kecil terdengar, meski ketegangan tetap terasa.

“Baik! Berdiri tegak di posisi masing-masing. Jangan bergerak berlebihan.”

Douma Amatsuki berdiri di baris tengah.

Tangannya masih di saku. Wajahnya tenang seperti biasa. Rambut putih peraknya tertiup angin tipis dari sistem ventilasi otomatis.

Di sudut lapangan, Aurelia Kazehaya berdiri anggun di jalurnya sendiri. Tablet tipisnya sudah ia simpan. Kini ia benar-benar fokus.

Lampu hijau di lantai menyala membentuk lingkaran di bawah kaki setiap siswa.

Suara sistem terdengar halus.

> “NeuroMetric Grid aktif.

Memulai pemindaian pola akademik dan strategi kognitif.”

Tanpa sensasi aneh, tanpa rasa sakit—hanya kilatan cahaya tipis yang melintas dari atas kepala mereka ke bawah.

Di depan setiap siswa, muncul layar transparan berwarna hijau dengan grafik bergerak cepat: pola gelombang otak, kecepatan pemrosesan, kapasitas memori kerja, logika adaptif, dan respons pengambilan keputusan.

Beberapa siswa terlihat tegang saat angka-angka muncul.

“82%… lumayan?” “74%… ya ampun…” “91%! Yes!”

Nama-nama mulai muncul di layar besar utama, diurutkan dari nilai terendah ke tertinggi secara real-time.

Di sisi lain lapangan, Haruto Kanzaki berdiri bersama beberapa senior yang mengawasi.

“Cepat juga sistemnya,” gumamnya.

Sementara itu, grafik di depan Douma bergerak sangat stabil. Garis-garisnya hampir sempurna—tanpa fluktuasi liar.

Sistem berhenti sepersekian detik lebih lama di posisinya.

> Memproses…

Memvalidasi…

Sinkronisasi ulang…

Beberapa robot kecil berhenti sejenak di atas kepalanya.

Douma sedikit mengangkat alis.

“Hmm?”

Angka akhirnya muncul.

98% — JENIUS

Tulisan itu muncul bukan hanya di layar kecilnya, tetapi juga membesar di layar utama.

Suasana langsung riuh.

“98%?!” “Gila…” “Si rambut putih itu?!”

Haruto menyipitkan mata. “Menarik…”

Aurelia menatap layar tanpa berkedip.

“98%…” bisiknya pelan. Sudut bibirnya hampir terangkat.

Namun tes belum selesai.

Suara sistem kembali terdengar.

> “Memulai AstraScan Unit — Bio-Structural Comprehensive Scan.”

Robot-robot kecil itu bergerak turun perlahan. Satu per satu melayang tepat di atas setiap siswa.

Lensa hijau mereka memancarkan cahaya tipis seperti sinar X, menyapu dari kepala hingga kaki. Tidak menyakitkan. Hanya terasa seperti udara hangat yang melintas.

Di layar masing-masing siswa, muncul diagram tubuh tiga dimensi: kepadatan tulang, kekuatan serat otot, refleks saraf, kapasitas paru-paru, efisiensi energi seluler.

“Wow…” “Keren banget…” “Kayak di film…”

Nilai fisik mulai muncul.

65%

71%

88%

92%

Urutan di layar besar bergerak perlahan.

Beberapa siswa yang awalnya bangga dengan nilai akademiknya terlihat tegang saat nilai fisik mereka tidak setinggi harapan.

Takamura mengangguk-angguk sambil memperhatikan.

“Lumayan… generasi tahun ini tidak buruk.”

Lalu robot di atas Douma mulai bergerak.

Satu unit berhenti tepat di atas kepalanya.

Cahaya hijau menyala.

Menyapu perlahan dari atas rambutnya… turun ke bahu… dada… lengan… kaki…

Berhenti.

Cahaya berkedip.

Robot itu mundur sedikit.

Lalu maju lagi.

Memindai ulang.

Beberapa siswa mulai memperhatikan.

“Kenapa lama banget?” “Error ya?”

Robot kedua mendekat membantu.

Kemudian ketiga.

Tiga unit AstraScan kini berputar mengelilingi Douma.

Suara sistem terdengar berbeda.

> Memproses…

Data tidak stabil…

Validasi ulang…

Kerumunan mulai gaduh.

“Ada apa?” “Jangan-jangan nilainya rendah banget sampai sistem bingung?” “Hahaha mungkin cuma tampang doang!”

Beberapa tawa kecil terdengar, setengah mengejek, setengah gugup.

Haruto tidak tertawa. Ia justru memperhatikan lebih serius.

Aurelia menegakkan punggungnya. Matanya menyipit tipis.

Robot keempat turun.

Kini empat unit memindai Douma dari berbagai sudut.

Cahaya hijau menjadi lebih terang.

Layar kecil di depannya berkedip-kedip.

Douma sendiri terlihat sedikit heran.

“Padahal… aku hanya mengizinkan lima persen,” batinnya tenang.

Ia memang sengaja menekan aliran energinya. Hanya membuka sepersekian kecil dari kekuatan aslinya agar tidak mencolok.

Namun pemindaian terus berlangsung.

Waktu terasa melambat.

Beberapa siswa mulai benar-benar melongo.

“Serius deh… ada apa sih?” “Kenapa cuma dia yang lama?”

Takamura yang awalnya santai kini berdiri lebih tegak.

“Oi… sistem?” gumamnya pelan.

Lalu—

Layar utama tiba-tiba berubah.

Semua nama menghilang.

Tersisa satu.

DOUMA AMATSUKI

Hening.

Angka akademik muncul lagi:

98% — JENIUS

Lalu di bawahnya, kolom fisik kosong beberapa detik.

Sistem berkedip.

Kemudian—

Simbol tak terbatas muncul.

Diikuti angka:

999999999+

Beberapa detik tidak ada suara.

Benar-benar sunyi.

Lalu—

“HAH?!” “APA?!”

“999 juta plus?!” “Itu… itu nggak masuk akal!”

“Error kan?! Itu pasti error!!”

Beberapa siswa bahkan mendekat ke layar besar untuk memastikan mereka tidak salah lihat.

Haruto Kanzaki benar-benar terdiam.

“…Itu bukan angka manusia.”

Aurelia Kazehaya perlahan berdiri dari posisinya.

Matanya yang biasanya tenang kini benar-benar menyala oleh rasa ingin tahu.

“Unlimited…”

Ia tersenyum kecil.

“Menarik sekali.”

Takamura membeku beberapa detik. Mulutnya sedikit terbuka.

Namun sebagai guru, ia segera menghela napas dan tertawa keras.

“WAHHH! Apa ada dewa turun ke sekolah ini?!”

Tawa gugup meledak.

Beberapa siswa ikut tertawa karena tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

Takamura menunjuk Douma dengan gaya dramatis.

“Douma Amatsuki!! Kamu tipeku!!”

Sorakan bercampur tawa terdengar.

Suasana yang sempat tegang mencair, meski keterkejutan belum benar-benar hilang.

Douma sendiri hanya berkedip pelan.

“Lima persen saja… sudah sebesar ini?”

Ia menatap angka di layar dengan sedikit kerutan di dahi.

“Apakah kekuatan sekecil itu sudah terlalu besar di dunia manusia ini…?”

Ia menghela napas sangat pelan.

“Huft… lain kali aku harus lebih hati-hati.”

Robot-robot AstraScan akhirnya mundur. Cahaya hijau meredup.

Sistem kembali stabil.

> “Pemindaian selesai.

Total durasi: 30 menit.”

Nama-nama kembali muncul di layar besar, diurutkan dari terendah ke tertinggi.

Dan di posisi paling atas—

No. 1 — DOUMA AMATSUKI

Bisik-bisik kini berubah menjadi perdebatan.

“Dia dari keluarga mana?” “Beasiswa katanya?” “Mustahil…”

“Kalau itu bukan error… kita punya monster di angkatan ini.”

Aurelia menyilangkan tangan pelan.

“Berteman dengan orang pintar dan kuat selalu menguntungkan.”

Tatapannya tidak lagi sekadar penasaran.

Kini ada minat nyata di sana.

“Dari keluarga manapun dia… aku tidak peduli,” pikirnya. “Selama aku menyukainya.”

Di sisi lain, beberapa siswa yang tadi mengejek kini terlihat pucat.

“Jangan-jangan tatapannya tadi memang bukan biasa…”

Haruto tersenyum tipis.

“Douma Amatsuki… ya.”

Takamura kembali mengambil alih suasana.

“Baik! Hasil resmi akan langsung terintegrasi ke sistem kelas! Kalian akan menerima notifikasi gelang identitas dalam beberapa detik!”

Gelang digital di pergelangan tangan setiap siswa bergetar halus.

Kelas masing-masing muncul.

Barisan mulai bergerak lagi, kali ini dengan atmosfer yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Kagum. Iri. Takut. Penasaran.

Dan di tengah semua itu, Douma berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa.

Padahal tanpa ia sadari—

Hari ini, keseimbangan kecil di Hoshikawa Elite Senior High School telah berubah.

Dan ini baru permulaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!