NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab empat

Drt

Caroline mengambil benda pipih yang berada di sampingnya. Ia melihat nama kakeknya.

"Hallo Kakek."

"Caroline kamu ada dimana Sayang? Kakek dan Nenek sedang berada di bawah."

Caroline menganga dengan lebar. Ia berlari melihat ke arah jendela. Dan ia melihat kakek dan nenek suaminya berkunjung tanpa memberitau lebih awal padanya.

Ia memutar tubuhnya dan berlari. Sampai di pintu ia ingin membuk pintu di depannya namun di buka oleh Tommy.

"Caroline kamu tidak bilang kalau kakek kesini?" Tanya Tommy.

"Aku mana tau? Kakek baru saja menghubungi ku."

Tommy mengerutkan dahinya dengan mata yang tajam. "Jangan mengatakan apa pun. Aku tidak ingin kakek dan nenek mengetahui semuanya bahwa kita sudah bercerai. Kita harus berpura-pura di hadapannya. Cepat sembunyikan kertas perjanjian cerai itu."

"Aku sudah menyembunyikannya."

"Tuan, Nyonya ada Tuan Tuan dan Nyonya Tua di bawah."

Caroline bergegas turun ke lantai bawah dan di ekori oleh Tommy.

Caroline dan Tommy memasang wajah bahagia. Tommy memeluk kakeknya dan neneknya. Kemudian di susul oleh Caroline.

"Nenek, Kakek kalian berkunjung tanpa memberitau ku? Aku tidak menyiapkan apa pun," ucap Tommy.

Caroline melepaskan pelukannya dari Nenek Dita. "Iya seharusnya Nenek dan Kakek menghubungi kami dulu. Kami tidak menyiapkan apa pun untuk menyambut kakek dan nenek."

"Kita tidak mempermasalahkannya. Kalian tidak perlu repot lagi pula kita kesini hanya untuk mengecek rumah tangga kalian," ucap nenek Dita sambil menepuk punggung tangan kanan Caroline.

Kakek Jakson menatap Tommy. "Jake kamu kapan bisa melakukannya. Nenek mu hamil tidak butuh waktu lama," keluh kakek Jakson.

Dia tidak tau bahwa di depannya adalah Tommy bukan Jake.

Tommy hanya tersenyum dengan canggung. Mana mungkin Caroline hamil. Selama ini vitamin yang kakaknya berikan pada Caroline adalah obat kontrasepsi.

"Kakek, Nenek duduklah. Aku akan menyiapkan makanan ringan untuk kalian."

Caroline bergegas ke dapur. Dia membuat kue dan membuat teh.

Tommy menyusul Caroline. Dia menyuruh beberapa pelayan untuk meninggalkannya.

"Caroline awas saja kalau kau berkata yang tidak-tidak pada mereka." Tommy menatap tajam.

Caroline memutar bola matanya. Ia akan mengatakan ya secara perlahan-lahan pada nenek Dita dan kakek Jakson. Lagi pula ia tidak mau berlama-lama dengan bajingan kembar di hadapannya.

"Tenang saja, aku tidak akan melakukannya," ucap Caorline sambil menoleh kemudian fokus dengan adonan di hadapannya. "Aku sudah tidak mencintai mu."

Sudut bibir Tommy membentuk senyuman tipis. Baginya Caroline hanya menggunakan sebuah cara untuk menarik perhatiannya dan perhatian Jake.

"Kau pikir dengan hanya menandatangani surat cerai itu aku percaya?"

Ia tidak percaya karena Caroline wanita budak cinta. Demi cinta dengan mudahnya di bohongi.

Caroline merasa pendengarannya hampir meledak. Ia mengambil air putih lalu menyiramkan dengan sengaja ke kemeja Tommy.

Tommy melebarkan kedua matanya. Dia menunjuk Caroline dengan geram. "Kau!"

"Kau pikir aku Caroline yang bodoh?" Caroline menepuk bahu Tommy. "Aku bukan Caroline yang sama." Ia melirik ke arah lain. "Dulu aku cinta, tapi sekarang aku membenci mu. Aku menyesal pernah mencintai mu. Seandainya ada kehidupan lagi, aku akan berdoa agar tidak di pertemukan dengan mu," ucap Caroline.

Dia kembali membuat adonan di depannya. Sementara Tommy langsung mematung mendengarkan ucapan Caroline yang seperti rintihan kesakitan.

Setelah mendengarkan ucapan Caroline, Tommy bergegas pergi. Dia menemui kakeknya dan neneknya itu.

Sementara Caroline ia melirik, kemudian memutar bola matanya. Bibirnya mencibir Tommy dengan penuh dendam.

"Lihat saja. Aku pasti pergi dari sini. Di sisa waktu ku tinggal di sini. Aku akan menggunakannya untuk berbakti pada nenek dan kakek."

Selang beberapa saat, Caroline menyelesaikan membuat rotinya. Dia menghidangkannya pada kakek dan neneknya itu.

"Caroline kau sudah bekerja keras menjamu kami. Duduklah cucu menantu. Kedatangan kami kesini hanya ingin menjenguk kalian saja," ucap nenek Dista.

"Iya, cucu menantu kau sudah bekerja keras." Kakek Jakson menimpali.

Caroline teringat dengan Tommy. Bagaimana mungkin kakek dan neneknya ini tidak pernah membicarakan saudara kembar Jake padanya.

"Nenek, Kakek terima kasih karena sudah berbuat baik pada ku. Selama ini hanya kalian yang menyayangi ku. Nenek, Kakek seandainya saja Jake punya saudara pasti aku sering bermain dengannya."

Deg

Nenek Dista dan kakek Jakson saling tatap. Mereka tidak ingin mengingat masa lalu kelam itu. Dulu Jake memiliki saudara kembar namun menantunya berselingkuh hingga mereka berpisah dan masing-masing membawa satu anak. Pernah Jake membawa Tommy namun karena benci pada wanita itu ia tidak mau mengakuinya Tommy. Bahkan pernah berniat membawa pewaris lain.

"Jake tidak memiliki saudara." Tegas nenek Dista.

Tommy mengepalkan kedua tangannya. Melihat kakek dan neneknya tepat berada di hadapannya rasanya sangat sakit. Hanya Jake yang mengakuinya.

Caroline melirik Tommy. Ia menduga bahwa Tommy pasti sakit hati atas ucapan kakek dan neneknya namun ia tidak tau alasan mereka membencinya.

"Begitu Ya. Oh iya, kakek, nenek kalian mengobrol dulu. Aku mau ke kamar tamu."

Ia merasa tidak nyaman karena suasana menegang. Ia memilih pergi dari hadapan mereka. "Sebenarnya apa alasan mereka tidak mengakui Tommy?"

Caroline tidak ingin berpikir panjang. Lebih baik ia merapikan tempat tidur yang akan di pakai nenek dan kakeknya.

"Caroline." Sapa nenek Dista. Hatinya berat berbohong pada Caroline. Jika suatu saat Caroline tau keberadaan Tommy maka Caroline pasti kecewa padanya. "Caroline, Nenek ingin jujur pada mu."

"Jujur pada ku? Memangnya Nenek berbohong pada Carol?" Tanya Caroline pura-pura tidak tau.

Nenek Dista mengangguk. Ia duduk di tepi ranjang. "Caroline Jake memiliki saudara kembar namanya Tommy. Anak ku dan anak menantu bercerai. Mereka membawa masing-masing satu anak. Menantu ku berselingkuh dan itu sungguh membuat anak ku kecewa dan kami kecewa. Awalnya aku tidak ingin mengakui mereka. Kami sudah sepakat akan mengadopsi. Caroline kau pasti kecewa pada nenek?"

Caroline menggenggam tangan nenek Dista. "Tidak, Caroline tidak kecewa. Nenek memiliki alasan. Dan Caroline tidak berhak menghakimi nenek dan kakek. Perselingkuhan memang menyakitkan nenek." Ia sudah pernah merasakannya. Begitu sakit dan menusuk seakan tiap harinya bergelut dengan malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya.

Bagaimana kelak jika Nenek tau bahwa cucu Nenek berselingkuh? Pasti nenek sangat membencinya.

"Nenek anak-anak tidak salah apa-apa. Menurut ku nenek dan kakek tidak perlu membenci saudara kembar Jake dan juga Jake. Mereka sangat membutuhkan kasih sayang nenek." Entah mengapa ia merasa iba namun ia tidak berniat memaafkan kesalahan mereka.

Nenek Dista bersyukur mendapatkan menantu seperti Caroline yang setiap ucapannya menenangkan perasaannya. "Nenek beruntung memiliki cucu menantu seperti mu."

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!