NovelToon NovelToon
Kitab Dao Surgawi: Sang Legenda

Kitab Dao Surgawi: Sang Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Reinkarnasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Ia mati sebagai manusia biasa…
dan terlahir kembali di dunia kultivasi sebagai bayi fana tanpa latar belakang.

Namun, bersama jiwanya, ia membawa sebuah rahasia besar—
Kitab Dao Surgawi.

Sebuah harta karun yang mampu meningkatkan pemahaman terhadap teknik dan mantra,
membuat yang mustahil menjadi mungkin. Harta yang menantang langit itu sendiri!

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya,
di mana klan kuat menginjak yang lemah,
dia memulai langkahnya dari nol.

Tanpa bakat luar biasa.
Tanpa dukungan siapa pun.

Hanya dengan satu kitab… dan tekad untuk naik ke puncak Dao.

Ini adalah kisah tentang perjalanan seseorang yang menantang langit itu sendiri!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.17 - Kembali dan Keanehan Ling Si

Mereka lalu sadar dan buru-buru menyerang dengan ganas. Mantra Naga Pasir dan Teknik Pedang khas gurun menghantam badai pasir itu.

Badai pasir itu tampak bergetar dan hampir runtuh saat energi Qi menghantamnya bertubi-tubi.

“Sedikit lagi…”

Ling Yuanli mengedarkan Qi-nya dan menebas sekali lagi. Dan di bawah dampak Qi Pedang yang mengandung ketajaman yang luar biasa, badai pasir terkoyak hebat dan runtuh.

Dan di sana, mereka melihat dua sosok sedang berlutut terengah-engah. Ekspresi mereka kesakitan. Darah segar mengucur deras dari mulut mereka.

Mereka mengalami serangan balik yang dashyat!

“Jadi itu kalian…para Penunggang Gurun Buta,” salah satu penjaga tingkat Kedelapan mengenali kedua orang itu. Ekspresinya sungguh-sungguh. Dia pernah bertemu mereka di masa lalu!

Dia melirik Ling Yuanli, dan ragu-ragu bagaimana cara memanggilnya. Dia lalu berkata, “senior, terserah anda bagaimana memperlakukan mereka.”

Ling Yuanli terkekeh. Dia mendekati kedua orang itu, yang memakai jubah kuning pucat. Sebuah simbol terukir di belakang jubah mereka; lima kepalan tangan yang saling bersilangan.

Dia mengenali simbol itu. Dia pernah mendengarnya.

“Jadi kalian lah lima elit Penunggang Gurun Si Buta yang terkenal itu?” Ling Yuanli tersenyum dingin. “Sungguh pertemuan. Kalian belum membayar nyawa sepuluh anggota klan ku di masa lalu.”

Keduanya saling melirik. Wajah mereka putus asa. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyangka ada seorang Master Pedang di rombongan itu.

Mereka keliru besar!

Keduanya menggertakkan gigi dan dengan tegas mengingit sesuatu di mulut mereka.

Namun Ling Yuanli lebih cepat. Dia muncul di antara keduanya dalam sekejap, mengayunkan kedua tangannya saat Qi Pedang merobek mulut kedua orang itu.

Dua pil gelap terjatuh ke tanah. Bersimbah darah hangat.

“Mencoba bunuh diri? Jangan harap, “ mata Ling Yuanli berkilat dingin saat menghancurkan Dantian mereka dengan Qi Pedang. “Kalian harus menebus masa lalu di depan seluruh anggota klan Ling.”

Dia lalu memanggil para penjaga, yang saat itu tertegun oleh kecepatan yang ia tunjukkan, dan menyuruh mereka mengikat dan menjaga dua orang tersebut.

“Paviliun Hukum klan Ling yang akan mengadili mereka,” ucapnya. Dia lalu menyita cincin penyimpanan kedua orang itu.

Dia menyerahkan salah satu cincin penyimpanan pada salah satu penjaga, yang segera dibalas dengan wajah hormat.

“Senior, terima kasih,” ucapnya, menangkupkan tangan. Matanya tertuju pada wajah pemuda di depannya dengan khidmat. Pemuda yang tampak lemah ini ternyata menyimpan kekuatan seorang master!

Seluruh pertarungan itu berkat kekuatan Ling Yuanli semata. Mereka tidak berharap sebuah rampasan.

Mereka lalu melanjutkan perjalanan, dan setelah mencapai hutan yang lebat, seluruh orang di karavan menghela napas lega.

Mereka memasuki wilayah aman.

Ling Yuanli melirik para penjaga dan berkata, “sebentar lagi kalian akan bertemu tim patroli. Mereka akan mengawal kalian dengan aman. Ingat, serahkan dua tahanan itu pada mereka.”

Dia lalu pergi di bawah tatapan hormat setiap orang.

“Pemuda itu…” salah satu penjaga berbisik pada rekannya.

“Saya tidak tahu. Saya belum pernah mendengar tentangnya.”

Penjaga itu mengernyit. “Mungkin…seseorang yang sengaja disembunyikan? Bakat pemahamannya sangat tinggi. Klan Ling mungkin mencoba melindunginya dari bahaya sampai dia mencapai kekuatannya saat ini.”

Salah satu penjaga mengangguk setuju. “Masuk akal. Dulu, jenius Akar Roh Surgawi mereka nyaris dibunuh saat masih lemah. Mereka seharusnya belajar dari pengalaman pahit itu.”

“Akar Roh Surgawi dan Master Pedang di usia muda. Klan Ling sangat diberkati…” seseorang bergumam rindu. “Klan mereka ditakdirkan terbang tinggi.”

Sementara itu, Ling Yuanli sedang dalam perjalanan menuju kota Luyin.

Tibanya di sana, dia langsung memasuki rumahnya menggunakan Langkah Bayangan dan bertemu Ling Si. Gadis itu sedang bermain di taman.

Dia terkejut dengan kedatangannya.

“Kakak!?”

“Ling Si…” suara Ling Yuanli melembut. “Ayo. Penyakitmu akan sembuh.”

Ling Si menatapnya bingung.

Ling Yuanli terkekeh. Dia menepuk kepala adiknya dan menyerahkan Pil Matahari Yang. Dia lalu membawanya ke kamarnya, menyuruhnya berbaring dan berkata, “telan saja. Pil ini dapat menyembuhkan penyakitmu.”

Ling Si terbelalak kaget. Dan tanpa dia sadari, air mata mengucur deras untuk pertama kalinya sejak dia dewasa.

Dia selalu bergumul pahit dengan penyakitnya selama ini.

“Kakak, terima kasih.”

Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. Dia hampir tersedak oleh air matanya sendiri.

Hati Ling Yuanli meleleh. Perjuangannya tidak sia-sia selama ini.

Ling Si lalu menelan pil itu. Seketika, dia kehilangan kesadaran.

Ling Yuanli tidak panik. Dia tahu itu adalah efek dari Pil Matahari Yang.

Dalam beberapa menit berikutnya, energi keemasan yang hangat menyebar ke seluruh tubuh Ling Si, membakar dan memurnikan setiap energi gelap di tubuhnya hingga tak tersisa.

Sisa energi dari Pil Matahari Yang bahkan menyehatkan tubuhnya.

Satu jam berikutnya, matanya terbuka. Ling Yuanli langsung menyadari perbedaan. Mata adiknya secerah dulu saat belum terkena kutukan.

“Hati-hati…” dia membantunya duduk dan segera mengalirkan energi Qi-nya. Dan setelah tidak mendeteksi sedikit pun aura gelap di tubuhnya, hatinya lega.

“Selamat,” Ling Yuanli tersenyum lebar.

Ling Si langsung mengerti. Matanya kembali berair. Hidungnya masam.

Dia merasakan perasaan bebas yang aneh di sekujur tubuhnya. Dia mengingatnya. Perasaan ini hampir dia lupakan setelah bertahun-tahun menderita.

Matanya memerah saat air mata mengucur deras. Tangisnya pecah. Seluruh penjaga dan pelayan di rumah itu dikejutkan olehnya.

“Apa yang terjadi pada nona muda?” teriakan Ling Xin menggema cemas. Dia berlari panik menuju lantai dua, namun setelah melihat Ling Yuanli, tubuhnya berhenti.

“Tuan muda,” Ling Xin tertegun. Dia melirik Ling Si, yang saat itu menangis tersedu-sedu, dan dengan hati-hati bertanya, “tuan muda, apa yang terjadi pada nona?”

Ling Yuanli hanya meliriknya dan berkata, “penyakitnya sembuh.”

Ling Xin membeku, lalu wajahnya berubah gembira. Tawanya menggema keras, mengejutkan seisi rumah itu.

Dalam sekejap, berita mengenai kesembuhannya menyebar di kota itu. Beberapa bangsawan kenalan Ling Si datang berkujung dan memberi selamat.

Beberapa keluarga dari pihak mendiang ayah dan ibunya juga datang berkunjung.

Namun setelah melihat Ling Yuanli, mereka bersikap hati-hati dan hormat. Acara syukuran di adakan saat itu juga dan berlangsung hingga malam.

Di kamar, Ling Si mengunjungi Ling Yuanli. Wajahnya bingung dan ragu-ragu.

“Kakak, saya merasakan hal yang aneh,” ucapnya. “Ada…sesuatu yang seolah ingin masuk ke tubuhku. Saya merasakannya.”

Ling Yuanli mengerutkan kening. “Perasaan seperti apa?”

“Tidak tahu. Rasanya hampa. Itu…hanya mencoba masuk ke dalam tubuhku,” Ling Si berkata bingung.

Ling Yuanli mendekati Ling Si dan mengedarkan energi Qinya. Dan seketika, wajahnya berubah terkejut.

Tubuh Ling Si menyerap energi Qinya!

“Kau…” tangan Ling Yuanli gemetar. Gemetar gembira.

Dia buru-buru meraih tangannya, menggendongnya, dan langsung membawanya ke klan.

1
Nanik S
Memburu malah dirampok
Nanik S
Hadir dan awal yang bagus
Penjaga Gerbang
nice
Bucek John
harta rampasan ditinggal sia sia, sangat hambar...
Penjaga Gerbang
bagus
Penjaga Gerbang
mantap👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!