Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²⁴
Alexander menatap arloji yang melingkar indah di pergelangan tangannya. Saat pintu lift terbuka, mereka melangkah keluar dari lift. Sorot mata asisten Roky menangkap sosok wanita yang tidak asing dimatanya yang tengah berdiri di ujung lorong.
"mengapa postur tubuh wanita itu mirip nyonya Serafina" ia menatap terus kearah wanita yang sedang membelakanginya, namun tiba tiba ada pasangan yang lewat menutupi pandangan nya sampai saat pasangan itu selesai melewatinya, asisten Roky sudah tidak menemukan sosok wanita tersebut.
"apa yang sedang kau lihat?" tanya Alexander mengejutkan asisten Roky. "ah, tidak ada tuan" Alexander menatap tempat yang habis ditatap asisten Roky, tidak ada siapa siapa disana. "ayo kita masuk tuan" asisten Roky mempersilahkan tuannya masuk terlebih dahulu.
Tuan Xavier yang melihat kedatangan Alexander, lantas berdiri dan menyambut nya. "senang bertemu dengan anda tuan, suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan anda" ucapnya penuh kebanggaan. Alexander tersenyum tipis dan mengangguk, ia terlihat sangat berwibawa dan sangat tegas untuk seorang pemimpin.
"langsung kita bahas" ucap Alexander setelah mendaratkan bokongnya pada sofa empuk tersebut. "baik, langsung ke intinya" Tuan Xavier menunjukkan foto-foto artis terbaiknya. "3 bintang ini yang akan menjadi bintang iklan produk Anda tuan, mereka sudah terkenal dimana mana, jadi kemungkinan besar, produk nya akan laku terjual habis jika dibintangi oleh 3 artis ini"
Alexander mengangguk, ia sedikit tertarik. "Roky, serahkan surat kontrak selama bekerja sama" ucap Alexander dan dibalas anggukan oleh asisten Roky. "silahkan dibaca dan kemudian ditanda tangani" asisten Roky menyerahkan selembar kertas bermatrai emas.
*
*
*
disisi lain.
"dimana Serafina?" tanya ibu manager, staf lain menggeleng kan kepalanya karena tidak tahu. Tak lama terdengar suara pintu terbuka, menampilkan Serafina yang baru saja selesai mengantar pesanan kamar nomor 303. "disini kau rupanya, cepat antar semua hidangan ini ke kamar 405, nanti Alya dan Joni yang akan membantu mu"
"sekarang Bu?"
"besok lusa, memangnya kapan lagi?" kesal ibu manager pada kebodohan anak buahnya itu. "baiklah, mana yang akan diantar?" ibu manager menunjuk troli berisi makanan dan minuman semuanya terlihat lezat dimata Serafina. 'oh tuhan, bolehkah aku mengambil salah satu makanan tersebut?' batinnya menatap makanan itu penuh nafsu.
"apa yang kau pikirkan, cepatlah" Serafina yang lamgsung tersadar dari lamunannya itu dengan cepat meraih troli makanan tersebut. "hati hati , jangan sampai terjatuh"
Serafina berjalan mendorong troli makanan menuju kamar yang dimaksud bersama 2 rekannya yang juga membawa troli makanan. sesampainya disana, mereka berhenti sejenak didepan pintu. "aku dulu melangkah masuk, setelah itu Alya, baru yang terakhir Serafina" jelas joni dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.
awalnya, Joni lebih dulu masuk sembari mendorong troli makanan, setelah 2 menit, Joni keluar mendorong troli kosong. Kemudian diikuti oleh Alya yang kini gilirannya mendorong troli miliknya.
saat Alya masuk, tatapannya tertuju pada satu pria yang sangat tampan dan merupakan tipe nya. Alexander tengah berbincang dengan Xavier, mereka tidak memperdulikan keberadaan nya. Alya sengaja bekerja lebih pelan agar bisa diam-diam mencuri pandang kearah Alexander.
"silahkan dinikmati tuan-tuan, jika butuh apa apa bisa hubungi saya" ucap Alya sok akrab dan hanya dibalas anggukan oleh Xavier dan juga Roky, sedangkan Alexander tak bereaksi apa-apa dan hanya menatapnya datar.
mendapatkan tatapan seperti itu dari Alexander, membuat Alya segera melangkah keluar karena takut. "Serafina, giliranmu"
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang