“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat asing
Sesampainya di istana, semua orang di kejutkan dengan kedatangan Xiufei dan kaisar dalam kondisi yang basah dan kotor, untuk kaisar mereka memang sudah sering melihatnya tapi untuk permaisuri? Baru kali ini mereka melihat Xiufei yang kotor.
“Permaisuri, ada apa ini?” Tanya nyonya Zhu Yue, permaisuri terdahulu.
“Ibu, Xiufei datang kesana dan membantu membereskan bencana banjir. Biasanya kita membutuhkan waktu 1 pekan untuk membuat keadaan menjadi normal, tapi sekarang hanya butuh setengah hari saja.” Jelas kaisar.
“Benarkah? Meskipun begitu, kau tidak perlu datang kesana, permaisuri. Lihatlah, kau sangat kedinginan.” Ucap nyonya Zhu Yue yang menggenggam tangan Xiufei.
“Tidak apa-apa, Ibu. Aku akan mandi dan berbaring setelah ini…” senyum Xiufei, wanita setengah baya itu mengangguk dan segera menyuruh pelayan untuk menyiapkan air hangat untuk Xiufei dan kaisar mandi.
Sepanjang perjalanan, kaisar terus menggenggam tangannya yang dingin. Mereka masuk kedalam kamar, Wewey segera membantu Xiufei untuk melepaskan pakaiannya, sedangkan kan Xi’an Fu membantunya. Setelah itu, Xiufei dan Kaisar berjalan menuju tempat pemandian. Mereka mulai berendam, rasa hangat membuat tubuh mereka relaks.
“Aku akan memanggil tabib setelah kau beres berendam.” Ucap kaisar, dia membantu membasahi rambut Xiufei.
“Tidak perlu, kami baik-baik saja.” Balas Xiufei dengan mengelus perutnya.
Kaisar menghela nafas panjang, dia memegang perut Xiufei dan mengelusnya pelan. Rasanya nyaman sekali, bahkan Xiufei hampir tertidur jika saja kaisar tidak mengangkat tubuhnya.
“Pakai baju dulu sebelum tidur, aku akan memanggil Wewey.” Ucap Kaisar, Xiufei mengangguk.
Wewey masuk, dia segera membantu Xiufei untuk bersiap. Setelah itu, membaringkan Xiufei. Namun, Xiufei menolak.
“Aku akan membuat teh jahe, tunggu sebentar….” Ucap Xiufei, kaisar yang pergi bersiap-siap pun tidak melihat keberadaan Xiufei. Sedangkan Wewey, dia mengikutinya dari belakang.
Xiufei berada di dapur, para pelayan langsung menundukkan kepalanya.
“Kalian lihat baik-baik aku akan membuat apa, setelah itu bantu sajikan untuk ayah dan Ibu beserta adik-adikku. Apa kalian paham? Jika sudah, buatkan para pengawal juga yang berada di tempat banjir.” Tegas Xiufei, mereka mengangguk.
Xiufei mulai memotong jahe, bagi mereka jahe adalah ramuan untuk membuat obat. Tapi tidak untuk di konsumsi, hanya di tempel Ken di luka yang ada di kulit.
Tapi sekarang, Xiufei justru memotong tipis jahe tersebut dan merebusnya dengan air, setelah itu melarutkan gula merah juga yang menjadi usahanya. Biasanya mereka hanya memakai madu untuk pemanis.
Harum jahe yang terasa hangat membuat mereka menginginkan nya, tak membutuhkan waktu yang lama teh jahe itu selesai. Xiufei membawanya satu teko, setelah itu pergi dengan Wewey.
Para pelayan mulai memisahkan untuk kaisar terdahulu dan permaisurinya, setelah itu untuk Meimei dan Yuan.
“Dari mana saja?” Tanya kaisar, Xiufei tersenyum dan mendudukkan kaisar di kursi. Xiufei menuangkan teh jahe itu pada kaisar, dia mulai meminumnya dan sedikit tersedak.
“Pelan-pelan….” Ucap Xiufei, kaisar terbatuk-batuk.
“Apa ini? Pedas sekali.” Herannya, namun berikutnya dia merasakan hangat di tenggorokan dan perutnya, Xiufei tersenyum ketika kaisar meminumnya lagi.
“Enak sekali, apa kau yang membuatnya Xiufei?” Tanya Kaisar, Xiufei mengangguk.
“Terimakasih, ini enak sekali!” Pujinya, dia mengecup pipi Xiufei yang hanya diam dengan tersenyum tipis.
“Yang mulia, jika banjir sudah selesai. Segera buat danau, itu semua untuk saluran air yang tidak bisa mengalir di desa-desa. Lalu, buat bendungan juga. Nanti aku akan menjelaskannya secara rinci…” ucap Xiufei.
“Aku menurut padamu, terimakasih Xiufei.” Kaisar memegang tangan Xiufei, dia merasa senang dan bangga padanya.
“Tidak perlu berterimakasih, bukankah ini tugasku juga?” Balik tanya Xiufei, kaisar terkekeh dan mengangguk.
“Ayo tidur.” Ajak kaisar, Xiufei mengangguk.
Mereka segera berbaring, Xiufei yang berada di dalam pelukan Kaisar hanya diam. Pikirannya berkenala entah kemana, yang jelas dia teringat sosok yang masuk kedalam ruang rahasianya, siapa dia? Kenapa dia bisa masuk?
•••
Cuaca yang dingin dan hujan yang deras terus mengguyur kekaisaran, Xiufei yang sedang berdiri di dekat jendela menatap keluar kediamannya yang sepi. Dia melihat air yang turun dari atap, hal itu terus dia perhatikan.
“Kaisar kemana?” Tanya Xiufei pada Wewey.
“Yang mulia kaisar pergi untuk melihat keadaan desa, beliau berpesan agar anda tetap di istana.” Balas Wewey.
Xiufei menghela napas panjang, dia keluar yang di ikuti dengan Wewey dan Xi’an Fu. Mereka berjalan menuju kediaman pangeran Yuan, Xiufei melihat laki-laki muda itu tengah duduk santai dengan membaca buku.
“Yuan.” Panggil Xiufei yang datang, Yuan segera bangkit dan menundukkan kepalanya.”
“Kakak permaisuri….” Sapanya dengan senang, dia menyuruhnya untuk duduk di sana.
“Kau sedang apa?” Tanya Xiufei heran, dia melihat banyaknya buku disana.
“Aku sedang belajar, kak. Kakak tahu, ada urusan dari seberang yang membawa surat penting, tapi belum ada yang bisa memecahkan surat tersebut karena bahasanya yang asing.” Jelas Yuan.
“Bahasa asing? Bahasa seperti apa?” Heran Xiufei, dia penasaran.
“Ada di ruangan kakak kaisar, kakak mau melihatnya?” Tanya Yuan serius, Xiufei mengangguk.
Mereka berjalan menuju ruang kerja kaisar, Yuan segera mengambil beberapa gulung kertas dan memberikannya pada Xiufei. Disana, Xiufei duduk di kursi kaisar dan mulai membukanya, alisnya mengernyit.
“Ini bahasa asingnya?” Tanya Xiufei, Yuan mengangguk.
Xiufei terkekeh pelan, dia melebarkan surat tersebut.
“Kaisar Zhu TianTian yang terhormat, jika anda membaca surat ini maka saya akan menyatakan kekalahan dan menyerahkan wilayah barat pada kekaisaran, tapi sayangnya anda tidak mengerti apa yang saya tulis ini. Hormat saya, Kaisar Hong Zhao Ming.” Jelas Xiufei yang menerjemahkan isi dari surat tersebut.
Yuan melotot, dia menatap Xiufei dengan tak percaya. Dia ingin berkata ucapannya bohong, tapi Xiufei membaca surat tersebut dari kaisar Hong, padahal sebelumnya dia tidak mengatakan dari siapa surat itu berasal.
“Aku akan mengatakan ini pada kakak kaisar.” Tegas Yuan, Xiufei hanya tersenyum.
Dia mulai membaca kembali surat surat lainnya dan isinya juga dia terjemahkan semua, dan rata-rata dari isi surat itu seperti meremehkan suaminya yang tidak mengerti bahasa tersebut. Padahal, itu hanya bahasa Inggris yang sangat dia ketahui.
“Ada apa?” Tanya kaisar yang datang.
Dia menghampiri Xiufei dan mengecup puncak kepalanya.
“Kakak, kakak permaisuri bisa menerjemahkan surat-surat ini.” Jelas Yuan dengan senang.
“Benarkah?” Tanya Kaisar, Xiufei mengangguk.
“Rata-rata dari isi surat ini ingin menyerahkan wilayah barat di kekaisaran Hong, tapi karena kau tidak mengetahui artinya maka mereka semakin meremehkan kau. Tenang saja, aku akan membalasnya sekarang.” Jelas Xiufei.
Dia mengambil kertas dan pena, dia mulai menulis surat balasan. Tulisannya sangat cantik, Kaisar mengagumi tulisannya begitupun dengan Yuan yang begitu sumringah, bukankah dengan begitu dia bisa di ajari olehnya?
“Sudah, tinggal kau stempel dan kirim surat ini. Aku juga sudah mengatur jadwal pertemuan dengan kaisar Hong….” Jelas Xiufei, dia tersenyum lebar pada Kaisar.
“Xiufei, terimakasih banyak.” Senang kaisar, Xiufei hanya mengangguk.