Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.
Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.
Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.
Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04. AMSALIR
Zhen Yi berusaha melepaskan cengkeraman Long Fei, namun dia justru kembali menariknya lebih dekat dan mempereratnya.
"Diam! Jangan brani-brani kau kabur, hah!" pekik Long Fei suaranya menggelegar.
"Tolonglah saya, Tuan. Saya hanya ingin kerja sebagai penari dan bermain musik, saya benar-benar tidak mau melayani siapapun selain suami saya kelak," Zhen Yi memohon dengan wajah memelas.
Pria itu menatapnya dengan penuh rasa iba. Sejak pertama ia melihat permainan musik dan mendengar suaranya yang merdu ia sudah mulai tertarik.
Pria itu melangkah lebih dekat. "Kau dengar bukan apa yang dia bilang. Dia tidak mau ikut bersamamu, jadi lepaskan dia sebelum aku buat kau babak belur."
"Minggir kau! Kau belum tau siapa aku, hah! Aku bisa membuatmu dan seluruh keluargamu menderita tau!" Long Fei tetap kekeh tak mau menyerah.
Pria itu melangkah lebih dekat. Tangan kanannya kini menggenggam erat hulu pedang yang tersampir di pinggangnya. "Aku tidak peduli dengan ancaman kosongmu. Yang aku pedulikan saat ini adalah keselamatan wanita itu."
melihat perhatian Long Fei teralihkan, Zhen Yi memanfaatkan kesempatan itu. Ia menggigit punggung tangan Long Fei.
"Akkhh ..." Long Fei memekik kesakitan.
Zhen Yi berlari ke arah pria itu, ia terhuyung akan limbung, namun tangan kekar pria itu menangkap pinggangnya dengan tepat.
"Kau baik-baik aja?" tanya pria itu penuh kekhawatiran.
Zhen Yi mengangguk lemah. Namun, hal itu tentu memancing amarah Long Fei.
"Kurang ajar. Cepat bawa dia kembali padaku!" teriak Long Fei pada anak buahnya.
Mereka yang berjumlah sepuluh orang segera menyerbu dengan pedang tajam di tangan.
Wuss!
Pedang mengkilat tajam menghujam ke arah pria itu. Ia menendang meja kayu di depannya. Meja itu hancur menghantam kaki salah seorang penyerang hingga terjungkal.
Pria itu segera menghunus pedang saat beberapa orang kembali menyerang.
Ting! Ting!
Ctaaz!
Pedang mereka saling beradu hingga menarik banyak perhatian orang di sana.
Pria itu terlihat sangat ahli. Keahlian pedangnya di atas rata-rata. Ia meliuk, menangkis dan ...
Jleb!
Pedangnya menembus perut salah seorang penyerang.
"Sialan! Cepat habisin dia. Bodoh kalian semua," seru Long Fei penuh amarah.
Namun, tak seorang pun yang bisa menyentuhnya. Ayunan pedangnya sangat trampil dan presisi.
Aroma amis darah mulai menguar. Tatapan pria itu dingin dan mematikan. Nafasnya tetap teratur, sedang lawannya kini terkapar tak berdaya.
Melihat semua anak buahnya tak berdaya, Long Fei segera menghunus pedangnya.
Ia menodongkan pedang ke arah pria itu. "Kau ... berani padaku, maka jangan salahkan aku kalau ku ambil nyawamu!"
"Hiaa ... Matilah kau!" Long Fei melompat dengan cepat. Tubuhnya seakan melayang, tangan lurus menghunus pedang ke arah pria itu.
Perkelahian besar tak terelakkan. Pria itu mundur beberapa langkah. Tubuhnya meliuk dengan tenang.
Saat pedang menebas ke arah leher, ia memutar tubuhnya. Tangan satu sebagai tumpuan di lantai hingga tubuhnya melengkung. Beberapa detik kemudian kakinya terangkat mengenai tepat dagu Long Fei.
Bug!
Long Fei terpental dan terhuyung ke arah meja. Darah segar ke luar dari mulut saat ia meludahkannya.
Pria itu mendarat dengan sempurna. Tatapannya tajam penuh intimidasi.
"Kalau kau masih mau lanjut. Kau bisa kehilangan nyawamu," ucapnya sambil memberikan pedang itu pada pengawalnya.
Long Fei tak berdaya. Dagunya terasa remuk, ia mengusap setetes darah di sudut bibirnya. "Awas kau. Aku akan mencarimu untuk membalas dendam."
"Ayo cepat pergi! Bawa mereka semua," perintah Long Fei pada anak buahnya.
Mereka kocar-kacir keluar dari rumah bordir sambil memapah beberapa orang yang terluka.
Zhen Yi dengan cepat menghampiri pria itu. Ia membungkuk hormat. "Terima kasih Tuan. Terima kasih karena sudah membantu saya lagi."
Pria itu membungkuk, meraih ke dua lengan Zhen Yi. "Bangunlah. Kau tidak perlu sampai seperti ini. Aku juga senang bisa membantumu."
Dari arah lain Dali berlari dengan panik. Ia segera menghampiri mereka.
"Nona, apa kau baik-baik saja?" tanyanya panik.
Zhen Yi tersenyum lemah ke arah Dali. "Berkat Tuan ini, aku baik-baik saja."
Dali mengusap dadanya dengan perasaan lega. "Syukurlah Nona. Saya sangat khawatir Nona terluka."
"Mari Nona, saya antar kembali ke kamar," tawar Dali sambil meraih pergelangan tangan nonanya.
Baru saja beberapa langkah, Zhen Yi merasa kakinya lemas. Matanya berkunang-kunang dan ia limbung. Namun, Pria itu dengan refleks yang cepat menangkap tubuhnya.
"Kau baik-baik saja? Biar aku mengantarmu, ya?" ucapnya. Tanpa menunggu jawaban, pria itu mengangkat tubuh Zhen Zi.
Baginya tubuh Zhen Yi bagai seringan bulu hingga ia merasa tak begitu kesulitan saat harus mengangkat tubuh itu menaiki anak tangga.
"Apa kali ini, hati pangeran benar-benar akan luluh?" gumam pengawal pria itu. Matanya terus memperhatikan punggung tuannya yang menjauh.
takutnya kacau nnti
mancing sesuatu yaaa
gass aja balas dendam nya💪💪💪
sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂↕️🙏