NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Terindah

Ta'Aruf Terindah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Ragnar Aditya van Der Veen—pria berdarah campuran Indonesia–Belanda—memiliki segalanya: karier mapan di Jakarta, wajah tampan, dan masa lalu yang penuh gemerlap. Namun di balik itu semua, ia menyimpan luka dan penyesalan yang tak pernah benar-benar sembuh. Sebuah kesalahan di masa lalu membuatnya kehilangan arah, hingga akhirnya ia memilih kembali pada jalan yang lebih tenang: hijrah, memperbaiki diri, dan mencari pendamping hidup melalui ta’aruf.
Di Ciwidey yang sejuk dan berselimut kebun teh, ia dipertemukan dengan Yasmin Salsabila—gadis Sunda yang lembut, sederhana, dan menjaga prinsipnya dengan teguh. Yasmin bukan perempuan yang mudah terpesona oleh penampilan atau harta. Baginya, pernikahan bukan sekadar cinta, tapi ibadah panjang yang harus dibangun dengan kejujuran dan keimanan.
Pertemuan mereka dimulai tanpa sentuhan, tanpa janji manis berlebihan—hanya percakapan-percakapan penuh makna yang perlahan mengikat hati. Namun perjalanan ta’aruf mereka tak semulus jalan tol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan yang Menggetarkan

Subuh di Ciwidey turun dengan kabut yang lebih pekat dari biasanya. Yasmin berdiri lama di atas sajadahnya setelah salam terakhir. Doanya semalam terasa belum selesai, seperti ada simpul di dada yang belum terurai.

Ia tahu hari ini ayahnya akan meminta jawaban tentang lamaran Farhan.

Ibunya mengetuk pintu kamar pelan. “Min, ayah menunggumu.”

Ruang tengah terasa lebih sunyi dari biasanya. Ayahnya duduk bersila, sementara ibunya di samping dengan wajah lembut namun serius.

“Ayah tidak akan memaksa,” ucap beliau pelan. “Tapi Farhan meminta kepastian.”

Yasmin menunduk. Tangannya saling menggenggam kuat.

“Ayah,” suaranya lirih, “kalau Yasmin memilih jalan yang lebih berat… apakah Ayah kecewa?”

Ayahnya tersenyum tipis. “Ayah hanya ingin kamu memilih dengan sadar. Bukan karena takut. Bukan karena tertekan.”

Yasmin mengangguk pelan.

Dalam hatinya, satu hal semakin jelas: ia memang takut. Tapi rasa takut itu bukan alasan untuk lari.

“Ayah,” katanya akhirnya, “Yasmin ingin melanjutkan ta’aruf dengan Ragnar.”

Ibunya menarik napas pelan. Ayahnya terdiam beberapa detik sebelum mengangguk.

“Kalau itu keputusanmu, Ayah akan mendukung. Tapi ingat, setiap pilihan ada ujiannya.”

Air mata Yasmin jatuh, bukan karena sedih—melainkan karena lega.

________________________________________

Di Jakarta, Ragnar baru saja selesai rapat panjang ketika ponselnya bergetar.

“Aku sudah memberi jawaban.”

Jantungnya berdegup cepat.

“Apa jawabannya?” balasnya segera.

Beberapa detik terasa seperti menit.

“Aku memilih melanjutkan.”

Ragnar menutup mata. Untuk pertama kalinya sejak badai ini dimulai, ia tersenyum tulus.

“Terima kasih,” balasnya singkat, namun sarat makna.

“Jangan berterima kasih dulu,” tulis Yasmin lagi. “Kita belum selesai menghadapi apa pun.”

Ragnar tersenyum tipis. Perempuan itu selalu realistis.

________________________________________

Namun keputusan Yasmin tidak menghentikan tekanan.

Di Ciwidey, bisik-bisik mulai terdengar.

“Kenapa menolak Farhan?”

“Sayang sekali, padahal jelas dan mapan.”

“Gadis kampung mau masuk keluarga konglomerat?”

Yasmin mendengar sebagian dari komentar itu saat ke pasar bersama ibunya. Ia menunduk, mencoba mengabaikan.

Ibunya menggenggam tangannya. “Orang selalu bicara. Tapi mereka tidak menjalani hidupmu.”

Yasmin mengangguk, meski hatinya tetap bergetar.

________________________________________

Sementara itu, di Jakarta, situasi perusahaan semakin kompleks.

Salah satu investor lama mengajukan syarat baru: Ragnar harus mundur dari posisi strategis sementara untuk meredakan ketegangan pasar.

Ayahnya memanggilnya kembali ke ruang kerja.

“Kau lihat akibatnya?” katanya dingin.

Ragnar berdiri tegak. “Saya siap bertanggung jawab.”

“Bertanggung jawab bagaimana? Dengan cinta?”

“Dengan kerja keras.”

Ayahnya tertawa pendek tanpa humor. “Dunia bisnis tidak dibangun dengan idealisme.”

“Dan keluarga tidak dibangun dengan transaksi,” balas Ragnar.

Ruangan kembali sunyi.

Ibunya yang sedari tadi diam akhirnya berbicara. “Mungkin ini waktunya perusahaan berdiri tanpa bergantung pada satu mitra saja.”

Ayahnya memandang istrinya, lalu menatap Ragnar. Untuk pertama kalinya, ada sedikit keraguan dalam wajahnya—bukan pada kemampuan anaknya, tapi pada keyakinan lama yang ia pegang.

________________________________________

Di sisi lain, Clara menerima kabar bahwa Yasmin menolak Farhan dan tetap memilih Ragnar.

Ia duduk lama di balkon apartemennya di Amsterdam.

“Dia benar-benar memilihnya,” gumamnya.

Bukan hanya soal bisnis lagi.

Ini tentang seseorang yang berani mengambil risiko demi keyakinan.

Dan untuk pertama kalinya, Clara bertanya pada dirinya sendiri—apakah ia dulu pernah mencintai Ragnar sedalam itu?

________________________________________

Beberapa hari kemudian, Ragnar memutuskan datang lagi ke Ciwidey, kali ini tanpa kemewahan, tanpa rombongan besar. Ia ingin berbicara langsung dengan ayah Yasmin.

Pertemuan itu berlangsung sederhana di ruang tamu kayu yang hangat.

“Saya tidak bisa menjanjikan jalan yang mulus,” ujar Ragnar jujur. “Tapi saya berjanji tidak akan lari dari tanggung jawab.”

Ayah Yasmin menatapnya lama. “Apa yang membuatmu begitu yakin pada anak saya?”

Ragnar terdiam sejenak. “Karena bersama Yasmin, saya tidak merasa perlu menjadi siapa-siapa selain diri saya sendiri.”

Kalimat itu membuat Yasmin yang duduk di balik tirai menahan napas.

Ayahnya mengangguk pelan. “Dan jika perusahaanmu jatuh?”

“Saya akan membangunnya lagi.”

Jawaban itu sederhana, namun mantap.

________________________________________

Namun badai berikutnya datang tanpa peringatan.

Sebuah artikel investigasi muncul di media online: membahas masa lalu Ragnar sebelum menjadi mualaf. Foto-foto lamanya bersama Clara tersebar kembali. Bahkan ada rumor bahwa ia masuk Islam hanya demi pencitraan bisnis di Indonesia.

Berita itu viral.

Nama Yasmin ikut terseret.

“Calon istri pewaris yang kontroversial.”

Yasmin membaca judul itu dengan dada sesak.

Ia tahu masa lalu Ragnar bukan hal yang haram. Namun melihatnya dipertontonkan seperti itu membuatnya nyeri.

Ragnar menelepon malam itu.

“Aku minta maaf,” katanya pelan.

“Kamu tidak salah,” jawab Yasmin, meski suaranya gemetar.

“Aku akan klarifikasi.”

“Tidak semua hal perlu dijawab,” balas Yasmin lembut. “Kadang cukup dibuktikan.”

Keheningan terasa berbeda malam itu—lebih dewasa, lebih sadar akan risiko yang nyata.

________________________________________

Setelah panggilan berakhir, Yasmin duduk sendiri di beranda.

Angin dingin menerpa wajahnya. Ia memandang kebun teh yang gelap.

Ia sadar satu hal: mencintai seseorang berarti menerima seluruh sejarahnya, bukan hanya versi yang indah.

Namun pertanyaan lain muncul lebih dalam.

Apakah ia benar-benar siap menghadapi dunia yang terus mengungkit masa lalu suaminya kelak?

Di Jakarta, Ragnar menatap layar laptopnya yang penuh komentar pedas.

Ia bisa saja menyerah.

Ia bisa saja memilih jalan yang lebih mudah.

Tapi setiap kali bayangan itu muncul, wajah Yasmin hadir—tenang, sederhana, penuh iman.

Dan ia tahu, jika ia mundur sekarang, ia bukan hanya kehilangan perempuan itu.

Ia kehilangan versi terbaik dirinya sendiri.

Namun badai belum menunjukkan tanda mereda.

Karena di balik artikel itu, ada satu sumber anonim yang sengaja menyebarkan dokumen lama.

Dan Ragnar mulai mencurigai sesuatu.

Ini bukan sekadar serangan media.

Ini dirancang.

Pertanyaannya kini bukan lagi tentang cinta atau perbedaan budaya.

Melainkan:

Siapa yang benar-benar ingin menghancurkan langkah mereka?

1
Alvaraby
namanya juga novel 🤣
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bukannya kecelakaan motor????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kok mbulet y thor,,,,kan diawal sudah dijelaskan masa lalu yang hampir menikah namanya Clara,,,,awal awal ceritanya bagus pertengahan kok mbulet gini????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
Clara gak ada nyerah nyerahnya y
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
lanjut,,,,,😍😍😍😍😍😍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
penasaran lanjut,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
masa SMP udah gak ingat wajahnya Yasmin???
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata katanya tertata rapi banget thor,,,, lanjut semangat berkarya 💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!