NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Pura-pura Harmonis, katanya.

Siang harinya Bapaknya Asep mengajak Ziya berjalan-jalan disekitar ladangnya Asep sambil melihat orang-orang yang sedang bekerja, termasuk Asep.

Dia tampak tengah mengutip Sayur Kol bersama para pekerja lainnya. Ziya juga membawakan makan siang untuk dimakan bersama Asep dan yang lain.

“Neng sudah saya bilang atuh jangan masak buat saya, biar saya saja yang masak,” tegur Asep.

“Shut, kalau gue gak masak dan nganter makan siang buat lu, Bapak lu bisa curiga lagi nanti, kita harus pura-pura jadi pasangan harmonis sampe Bapak lu pulang lagi ke Jawa,” bisik Ziya.

“Iya tapi saya gak enak atuh jadi ngerepotin Neng terus,” ucapnya.

“Tenang aja ini gak gratis ko, suatu hari nanti gue bakal minta Imbalan sama lo, lo siap-siap aja,” kekeh Ziya.

“Eh, ternyata ada maksud terselubung,” balas Asep diiringi tawa yang sama.

“Tapi saya gak punya apa-apa atuh Neng, selain Sayuran.”

“Kan lu punya kebunnya.”

“Tuh separuh punya Bapak, separuh lagi punya Mamang, punya saya mah cuma dikit.”

“Gak papa cuma dikit juga, lumayan lah,” balas Ziya.

“Jangan atuh Neng, udah mah sedikit di ambil pula saya auto jadi miskin seketika,” candanya.

“Eleh eta panganten baru, kalian mau makan bareng enggak?!” teriak Udin, tampak yang lain sudah berkumpul di tepi kebun bersiap untuk makan siang.

“Iya sebentar, Neng mau ikut makan, ayo atuh,” ajak Asep, Ziya pun mengikuti langkahnya berjalan di jalan setapak yang hanya berukuran satu tapak kaki.

“S-sep, tunggu aku gak bisa jalan cepet-cepet,” pekik Ziya, dia harus fokus kalau tidak bisa-bisa dia jatuh terperosok ke sisi kebun yang becek karena ini bekas sawah.

Asep kembali menghampiri Ziya, dia memang berjalan di bawah karena memakai sepatu boot, kemudian dia mengulurkan tangannya, “ayo Neng pegang tangan saya,” Ziya pun menyambutnya tanpa ragu.

“Cie Cie, Din gak panas kamu Din,” ledek Mang Diman pada Udin.

“Jangan di tanya atuh Mang, Si Udin mah Jomblo,” ledek yang lain.

“Buruan atuh Din cari calon Istri, kaya Pak Bos. Hebat bisa dapat Istri cantik dari kota, berangkat bawa sayur, pulang bawa Istri,” Kekeh Mang Diman.

“Saya mah belum pengen nikah, nanti saja,” tanggap Udin.

“Nanti-nanti keburu tua atuh kamu teh.”

“Sudah-sudah ayo kita makan,” pungkas Asep melerai percakapan mereka tentang dirinya dan Udin.

“Duduk sini Neng,” Asep mengambil daun pisang dan menaruhnya sebagai alas Ziya duduk. Sementara yang lain hanya senyam-senyum melihat keduanya.

Mereka pun mulai makan, termasuk Asep dan Bapaknya, semua yang ada disini laki-laki hanya Ziya seorang wanitanya.

“Kenapa Neng diem aja, ayo atuh makan,” ajak Asep.

“Gue gak biasa makan langsung pake tangan Sep,” bisik Ziya, selama ini dia belum pernah makan langsung menggunakan tangannya karena menurutnya itu kotor.

“Oh, maaf atuh saya lupa, terus gimana?”

“Udah kalian aja yang makan, lagian aku udah makan tadi di rumah.”

”Ya sudah kalau begitu, sebagai penggantinya Neng bisa minta saya masak makanan yang Neng mau nanti.”

“Ck apaan sih, tapi oke lah nanti aku tagih lo,” ucap Ziya dengan wajah bersemu merah.

“Kita yang ada disini udah kaya obat nyamuk, mending kita pindah aja,” ucap Udin yang kemudian mengundang gelak tawa dari yang lain.

Selepas makan Asep menemani Ziya jalan-jalan di sekitar ladangnya, “Sep, lu gak harus nemenin gue, lu kan lagi kerja ada Bapak lu juga kan, gue gak enak.”

“Saya kan Bosnya, jadi saya mah bebas mau kerja atau enggak,” tanggapnya santai.

“Dih sombong.”

Asep hanya terkekeh sebagai jawaban.

“Neng mau kelapa muda?”

“Hah mana, emang ada?” Ziya melihat sekeliling, tentunya yang dia lihat hanya hamparan ladang sayur dan sawah-sawah milik warga bukannya penjual es kelapa.

“Ada atuh, tuh di atas,” tunjuknya.

“Lu nyuruh gue manjat?” Ziya melipat tangan di dada.

“Bukan Neng atuh yang manjat, tapi saya. Sok atu Neng berdirinya agak jauhan saya mau ambil kalapanya.”

“Emang lu bisa manjat?”

“Ya bisa atuh, saya anak kampung udah biasa manjat-manjat pohon sejak kecil,” ucapnya sambil bersiap hendak naik ke pohon kelapa yang lumayan tinggi.

“Hati-hati Sep, gue gak tanggung jawab ya kalau misal lu jatuh,” ucap Ziya sambil berjalan sedikit menjauh dari pohon kelapa yang Asep panjat.

Asep terkekeh pelan, “Jangan doain saya jatuh atuh kalau gak mau tanggung jawab,” tanggapnya santai.

Perlahan Asep mulai merangkak naik semakin tinggi dan semakin tinggi, Ziya sampai ngilu sendiri liatnya, “udah turun Sep, kaki gue lemes liat lu di atas situ,” keluh Ziya dengan pandangan menengadah ke atas, tampak Asep berjongkok dengan santainya di puncak sana, seakan dia tidak takut sama sekali.

“Saya yang manjat kenapa Neng yang lemes atuh,” kekehnya, “Neng agak jauhan ya saya mau jatuhin buah kelapanya,” teriaknya.

“Iya, gue udah jauh ko,” sahut Ziya. Posisi mereka cukup jauh dari para pekerja ladang hingga mereka bisa bicara dengan bebas.

Setelah menjatuhkan beberapa buah kelapa muda Asep pun beranjak turun.

“Wah gila, lu keren Sep, lu gak takut jatuh apa, padahal ini tinggi banget loh, tiang listrik aja kalah sama tingginya nih pohon kelapa,” komentar Ziya.

“Ya takut atuh Neng, kalau jatuh dari atas saya pasti langsung pindah alam, kayanya kalau pun gak mati pasti saya jadi orang lumpuh seumur hidup,” Ucapnya sambil bercanda.

“Dih gue serius Asep, lain kali gak usah manjat-manjat kaya gitu, ngeri gue liatnya” keluh Ziya.

Asep tersenyum simpul, “Neng khawatir sama saya?”

Ziya membuang muka kearah lain berusaha menghindar tatapan Asep, takut Pria itu menemukan hal lain di wajahnya, “ya jelas lah, kalau lu jatuh dan mati depan gue gimana, atau misalnya lu lumpuh, gue harus ngurusin lu gitu, ogah ya,” ucap Ziya dengan nada jutek.

“Neng tenang aja atuh, saya juga naiknya hati-hati ko. Ayo atuh Neng mau yang mana, biar saya bukain kelapanya,” ucapnya mengalihkan pembicaraan.

“Yang mana aja, toh sama-sama kelapa,” ucap Ziya, dia pun duduk namun sebelum bokongnya menyentuh tanah berumput Asep dengan sigap menaruh daun talas di bawahnya dan Ziya sudah mulai terbiasa dengan perlakuannya itu.

“Ini langsung diminum gini aja nih?”

“Iya atuh, saya gak bawa sedotan juga.”

Ziya berdecak pelan kemudian mengangkat buah kelapanya dan meminum airnya dari lubang yang sudah Asep buat, rasa manis bercampur asin langsung mengalir ke tenggorokannya, belum lagi pemandang yang memanjakan mata membuat Ziya betah berlama-lama berada disini.

Awalnya dia kira kampung ini terpencil dan membosankan, tanpa adanya sinyal, sering mati lampu pula ditambah banyak serangga membuat Ziya ingin melarikan diri secepatnya. Namun saat ini, rasa ingin pergi perlahan memudar karena benih-benih cinta baru mulai tumbuh di hatinya.

‘Gue harus secepatnya mutusin hubungan sama si Regan, lagi pula perasaan gue buat dia kayanya udah sepenuhnya menghilang. Apa lagi dengan semua kelakuan dia di belakang gue, gue bakal jadi orang terbodoh di dunia kalau gue tetep mempertahankan hubungan sama dia yang cuma ingin manfaatin gue doang.’

1
Arin
Bagus itu Ziya makin cepat makin bagus putusin tuh si Regan....
Biar si benalu cari duit sendiri
juwita
Ziya org tua g ngerstui sm pacar km. mgkn ada sebabnya.
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍😍💪💪
Susi Akbarini
ziya jga kurang oeka gk ada yg menjaga seperti Asep..
klao Asep gk cinta ma kmu ziyaa..
🤣🤣😄❤❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttttt❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
🤣🤣😄😄😄😍❤❤💪💪💪
Rubyred
lanjut makin seru ceritanya..🤭🤭
Rubyred
menarik
Susi Akbarini
asep lagi ganti baju..
ziya auto njerittt..

aaaaa..
🤣🤣😄😄😍😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..
jangan samlai pak raden manfaatin ziya yaaa😍❤❤❤❤💪💪💪
Whidie Arista 🦋: Nggak Kak, Bapaknya Asep itu baik ko yang serem cuma penampilannya aja hehe
total 1 replies
Arin
Jawab Ziya...... iya gitu. Jangan sampai bapak mertua berusaha misahin. Karena gak ada cinta buat Asep😁😁😁
Susi Akbarini
waaaddduuuuhhhh..

jgn sampai siti curiga..
klao perlu ziya cium asep di depan siti..

🤣🤣😄😍❤❤❤❤
Whidie Arista 🦋: /Facepalm/
total 1 replies
Rubyred
haha.....matilah kau ziya bisa ketahuan tu bohongnya....🤭🤭🤭
Susi Akbarini
lanjutttt...
😍💪😍😍💪💪❤❤❤
Rubyred
kasian ziyanya cemburu tu asep🤭🤭🤭
Susi Akbarini: betul3..

🤣😄😄😍😍❤❤
total 1 replies
Ayu
menarik dan tidak membosankan bacanya /Smile/
Susi Akbarini
lanjutttt❤❤❤💪😍😍❤❤
Susi Akbarini
waahhhh..

aseppp..
siap2 aja macn netinamu ngamuk3..
🤣❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
lanjuttttt❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
waduhhhh...
bakal ada salah paham ini..
moga gak panjang salah pahamnya..


❤💪💪💪😍😍😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!