Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Masa Lalu Anggun
"Pergi... Kumohon cepat pergi, jangan sampai mereka menemukan kalian. Kumohon, tinggalkan aku di sini." mohon ibunya Anggun
"Maafkan kami.... Kami janji, akan merawat anak mu dengan sangat baik." ucap wanita tersebut, ia pun mengajak sang suami untuk pergi. Ibunya Anggun hanya bisa menangis, hatinya terasa begitu sakit. Harus berpisah dengan darah dagingnya, merelakan putrinya untuk di asuh orang lain.
Jangan kan ibunya Anggun, bahkan Cia pun masih nangis sesenggukan. Ia saja yang menemukan Cahaya dan Amar, merasakan sakitnya ibu kandung kedua anak angkat mereka. Kenapa dia harus melihat kejadian yang mirip?
"AHHAAAA... DI SINI LO YA, AKHIRNYA GUE NEMUIN LO ANAK SIALAN" teriak Danar, ia mencengkram dagu adik bungsunya. Sampai terdengar suara ringisan, karena ibunya Anggun merasakan sakit.
"Kak, lepasin Dahlia kak. Kasian dia, lihat masih berdarah." ucap Darwin tak tega, melihat adik perempuan nya seperti ini
"DIAM KAMU WIN, ATAU PERLU AKU BUNUH JUGA KAMU HAH?!" bentak Danar, membuat Darwin langsung diam. Dia memang sangat penakut, ia juga begitu nurut dengan kakak dan adiknya.
'Maaf kan kakak Lia' ucap Darwin dalam hati
Danar mencengkeram bagian belakang baju Dahlia, lalu ia seret tubuh adiknya itu. Darwin hanya bisa diam menangis, sedangkan Darius tersenyum senang.
"Kak sakit kak, lepaskan Lia." mohon Dahlia
"Cih, lepaskan? Jangan mimpi aku akan melepaskan mu, gara-gara kehadiran kamu. Ayah dan ibu lebih menyayangi kamu, mereka selalu mendahulukan kamu di bandingkan aku." jawab Danar, Dahlia menggelengkan kepalanya
"Ayah dan ibu juga sayang kakak, kenapa kakak buta dengan semua perlakuan mereka?" Dahlia menjerit kesakitan, saat tubuhnya harus bergesekan dengan batu-batu kecil di bawahnya.
"Lu mendingan mati, gue butuh jiwa lo." Dahlia menggelengkan kepalanya, saat tau berada dimana dia.
"Jangan kak, jangan lempar Dahlia." mohon Darwin, Darius menahan tubuh kakaknya itu
"Yus, lu tega ma ade lu? ADE LU MAU DI LEMPAR KAKAK KE BAWAH!!!" teriak Darwin
"DIEM BANG" bentak Darius, namun Darwin berontak
"LU HARUS MATI LIA, MATI!!!" Danar mendorong adik bungsunya, Cia membulatkan kedua bola matanya
"TIDAAAAKKKK" teriak Cia dan Darwin
"KYAAAAAAAA"
BYUUURRR
"LIAAAAAAAA" teriak Darwin histeris, saat ia hendak melompat. Danar segera menahannya, kakak pertamanya itu langsung menarik paksa adik keduanya itu.
"LEPAS KAK, LEPASIN DARWIN. DARWIN HARUS NOLONGIN DAHLIA, KAKAK JAHAT, KALIAN TIDAK PUNYA HATI!!!" teriak Darwin, seraya terus memberontak
'BRENGSEK, HIDUP LO GA AKAN PERNAH BAHAGIA SIALAN. TEGANYA LEMPAR ADIK SENDIRI, GUE SUMPAHIN LU...' teriak Cia, arus sungai di bawah sangat lah kencang.
SYUUUTT
'Dimana ini?' dada Cia naik turun, karena ia di tarik saat tengah memaki Danar. Cia melihat ke sekitar, nampaknya ia berada dalam ruangan di rumah sakit
Di depan sana, ia melihat Dahlia tak sadarkan diri.
'Ini... ruang ICU, jadi ibunya Anggun selamat. Siapa yang udah selametin dia?' ucap Cia, tak lama pintu ICU terbuka.
Masuklah dua orang pria, yang satu menggunakan setelan dokter dan satunya memakai baju khusus.
"Orang yang kamu selamatkan, sudah koma selama lebih dari 1 tahun. Semua kondisinya sudah baik-baik saja, tetapi ada hal yang membuatnya enggan untuk bangun. Entah itu karena trauma, atau ia merasa nyaman dengan dunia di alam bawah sadarnya." ucap dokter
"Tapi om, dia... Baik-baik saja kan? Maksudku saat sadar nanti, takkan ada resiko yang membahayakan kan? Apalagi om bilang, bila saat aku menemukannya dulu. Dia dalam kondisi kritis, karena habis melahirkan san juga mengalami benturan di kepalanya." tanya pria, yang ternyata penyelamat Dahlia.
"Ada mengalami ia gegar otak, ada kemungkinan saat sadar nanti akan mengalami amnesia. Siapa sebenarnya wanita itu, Ar?" pria yang dipanggil Ar, alias Arkanza langsung diam.
Dokter yang di panggil om olehnya, menunggu jawaban dari keponakannya.
"Dia adalah wanita, yang ku sukai sejak di bangku SMA om. Dahlia.." om dokter mengangguk
"Jadi dia yang membuatmu, menolak semua wanita yang dijodohkan ibumu. Memang sangat cantik, tapi bagaimana bila ternyata ia masih istri orang? Bukankah saat di temukan, dia habis melahirkan?" Arkanza menunduk
"Entahlah om, semoga ini adalah jawaban dari do'a ku." jawab Arkanza, seraya menegakkan kepalanya. Bertepatan dengan Dahlia, yang perlahan membuka kedua matanya.
"Om... Dia sadar om, Dahlia siuman." ucap Arkanza senang
"Keluarlah dulu, biar om memeriksanya." meski enggan, namun pria itu menurut. Cia tersenyum, melihat pria yang begitu setia dan mencintai seorang wanita.
'Beruntung sekali kamu, bisa di cintai sebesar itu?'
.
.
Syuuutt
"Kamu... Siapa?" tanya Dahlia, setelah di pindahkan ke ruangan. Apa yang dokter katakan benar, Dahlia hilang ingatan.
Ia tak mengingat apapun, entah itu tentang dirinya atau pun keluarganya.
"Aku sahabatmu, Lia." Dahlia memiringkan kepalanya
"Benarkah, lalu siapa namamu? Apa.. namaku Lia?" tanya Dahlia lagi
"Namaku Arkanza, namamu Dahlia. Lia... Apa kamu benar-benar yak ingat masa lalu kamu?" Lia menggelengkan kepalanya
"Kamu... Saat aku menemukanmu dulu, kamu habis melahirkan. Aku penasaran, kemana ana dan suamimu?" tanya Arkanza
"Aku? Melahirkan? Apa aku sudah pernah menikah?" Arkanza mengangkat kedua bahunya
Dahlia mencoba untuk mengingat, namun rasa sakit menyerang kepalanya.
"AKKHH"
"Lia... Jangan di paksakan, mungkin dengan berjalannya waktu. Kamu akan mengingatnya kembali.." Dahlia di beri obat penenang, tak lama ia pun tertidur.
.
.
Syuuttt
Cia membuka kedua bola matanya, ia menatap gadis yang duduk di sampingnya. Anggun menatap bingung Cia, karena begitu bangun. Sepupu dari clon imamnya, langsung menatap intens dirinya.
"Kurasa apa yang dikatakan oleh Cahaya benar, wanita itu ibumu dan ia mengalami amnesia. Dahlia... itu nama ibumu, dia menitipkan mu pada sepasang suami istri yang tak memiliki anak. Yang kebetulan menemukanmu di hutan, saat bersembunyi dari ketiga pamanmu." Cia menghela nafas, melihat Anggun yang seperti orang linglung.
Ia pasti terkejut, yang ia tau orang tuanya telah tiada. Tapi tiba-tiba, ia harus menerima fakta bila ibu kandungnya masih hidup.
"Saat itu..." Cia menceritakan, apa yang ia lihat. Berbagai macam ekspresi, muncul di wajah orang-orang yang ada di sana.
"Tebakanku benar, ada kemungkinan juga.. Saat ini ingatan ibumu, telah kembali. Yaaa... Mungkin, karena sebuah kejutan bisa mengembalikan ingatan. Dan saat itu, ibumu terkejut melihat wajah mu mirip dengannya. Ditambah, ia mengalami benturan di kepal belakangnya. Hanya tebakan saja sih.." ucap Hazley
"Tebakan lo, bisa jadi iya Haz. Untuk memastikannya, ada baiknya kita ke rumah sakit." balas Ilmi
"Ini sudah malam, kalau mau. Besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit, hmm?" tawar Kenan, Anggun masih diam.
Bingung... Apa yang harus ia lakukan?? Semua bukan salah ibunya, sangat jelas. Bahkan bertahun-tahun ibunya hilang ingatan, ini juga bukan salah orang tua angkatnya. Justru mereka, yang merawatnya dengan tulus. Bahkan sampai ia berpikiran, bila dia adalah putri kandung mereka. Karena ia memang tak merasakan, adanya kepalsuan.
YANG SALAH ADALAH KETIGA PAMANNYA, KAKAK DARI IBU KANDUNGNYA!!!!
...****************...
Alhamdulillah udah 20 bab aja...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
ganbate kak