Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Menjelang Badai
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Fajar hari Sidang Agung tiba dengan langit yang cerah, seolah-olah alam tidak menyadari badai politik yang akan segera pecah di Sekte Pedang Langit. Murid-murid dari berbagai wilayah sudah berkumpul di alun-alun utama. Ribuan orang mengenakan jubah berwarna-warni sesuai tingkatan mereka. Suasana riuh rendah terdengar hingga ke sudut-sudut sekte.
Haneen dan Yan Ling berada di atap bangunan tinggi yang menghadap ke alun-alun. Mereka menyamar menggunakan jubah hitam panjang yang menutupi seluruh tubuh dan wajah. Dari posisi ini, mereka bisa melihat panggung utama tempat para tetua akan duduk.
"Lin Mo sudah masuk?" tanya Haneen sambil memeriksa jam tangan sistemnya.
"Sudah. Dia mengirim pesan sandi sepuluh menit lalu," jawab Yan Ling sambil memegang alat komunikasi kecil. "Perintah audit palsu sudah sampai di meja Tetua Zhao."
Haneen mengangguk. Sekarang mereka hanya perlu menunggu. Di panggung utama, para tetua mulai berdatangan satu per satu. Tetua Zhao terlihat berjalan dengan langkah tegas, membawa sebuah kotak dokumen di tangannya. Wajahnya tampak sedikit lebih tegang daripada biasanya.
"Dia membawa kotaknya," tunjuk Yan Ling.
"Artinya rencana kita berhasil," ucap Haneen. "Sekarang tinggal menunggu momen yang tepat."
Sidang dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat. Pemimpin Sekte tertinggi tidak hadir, hanya diwakili oleh wakil pemimpin yang duduk di kursi utama. Para tetua mulai melaporkan pencapaian mereka masing-masing. Tidak ada yang mencurigakan hingga giliran Tetua Zhao.
Tetua Zhao berdiri, membawa kotak dokumennya ke podium. Dia mulai berbicara tentang peningkatan produksi sumber daya sekte. Namun, tiba-tiba seorang staf administrasi berdiri dari barisan belakang. Itu Lin Mo.
"Aku punya sesuatu untuk ditambahkan!" teriak Lin Mo. Suaranya gemetar namun lantang. Semua mata tertuju padanya. Penjaga disiplin segera bergerak maju untuk menyeretnya keluar.
"Tunggu!" teriak Haneen dari atap. Dia mengaktifkan alat proyeksi hologram.
Sinar cahaya besar menembus langit, membentuk layar raksasa di atas alun-alun. Semua murid terdiam melihat layar itu. Di layar tersebut, muncul salinan dokumen transaksi ilegal yang sudah Haneen siapkan. Angka-angka dan cap resmi terlihat jelas oleh ribuan orang.
Kekacauan terjadi seketika. Murid-murid mulai berbisik-bisik, beberapa menunjuk ke arah panggung. Para tetua lain terlihat kaget, beberapa melirik Tetua Zhao dengan tatapan curiga.
Tetua Zhao wajah memerah karena marah. "Ini fitnah! Tangkap penyusup itu!" teriaknya menunjuk ke arah layar.
Penjaga mulai mencari sumber proyeksi. Haneen dan Yan Ling segera bersiap untuk lari. Misi mereka sudah selesai, sekarang saatnya untuk menyelamatkan diri.
"Kita harus pergi sekarang," ucap Haneen.
"Tunggu," kata Yan Ling. "Lihat panggung."
Di panggung, Wakil Pemimpin Sekte mengambil dokumen dari kotak Tetua Zhao. Dia memeriksa cap di dalamnya. Wajahnya berubah serius. Dia mengangkat tangan, meminta ketenangan.
"Jika bukti ini asli, maka ini adalah pengkhianatan tingkat tinggi," ucap Wakil Pemimpin dengan suara berat yang terdengar hingga ke seluruh alun-alun berkat pengeras suara spiritual. "Tetua Zhao, jelaskan ini."
Tetua Zhao keringat dingin mengalir di wajahnya. Dia terjebak. Bukti fisik ada di tangannya, saksi ada di depannya, dan ribuan murid menonton. Tidak ada jalan untuk menyangkal.
Haneen tersenyum di balik topengnya. Rencana mereka berhasil. Kebenaran mulai terungkap. Namun, dia tahu ini belum akhir. Tetua Zhao pasti memiliki sekutu lain yang akan mencoba menyelamatkannya atau membungkam mereka selamanya.
"Kita sudah menyelesaikan bagian kita," ucap Haneen sambil berbalik badan. "Sekarang biarkan sekte membersihkan kotoran mereka sendiri."
Mereka melompat dari atap, mendarat di antara bayangan bangunan, dan menghilang sebelum penjaga bisa mencapai lokasi proyeksi. Di belakang mereka, teriakan kemarahan dan kekacauan sidang terus bergema, menandakan dimulainya perubahan besar di Sekte Pedang Langit.
Haneen dan Yan Ling berlari menuju gerbang belakang yang sudah mereka amati sebelumnya. Penjaga di sana sedang panik karena berita dari alun-alun, sehingga mereka lengah. Mereka berhasil keluar dari sekte tanpa hambatan berarti.
Di luar hutan, mereka berhenti sejenak untuk melihat kembali ke arah puncak gunung tempat sekte berdiri. Asap mulai terlihat naik dari area asrama tetua. Mungkin terjadi konflik internal.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Yan Ling.
"Kita menghilang sebentar," jawab Haneen. "Biarkan situasi reda. Setelah debu mengendap, kita bisa kembali jika diperlukan. Sistem masih punya banyak misi untuk kita."
[Misi Utama Selesai: Ekspos Korupsi Sekte. Hadiah: 5000 IP + Tiket Teleportasi Kota Besar.] Notifikasi sistem muncul.
Haneen tersenyum. Dunia ini luas. Sekte Pedang Langit hanyalah awal dari perjalanan panjangnya. Masih banyak rahasia yang harus diungkap, dan banyak musuh yang harus dihadapi. Tapi untuk sekarang, mereka sudah menang.
"Ayo pergi," ucap Haneen, mereka berdua masuk ke dalam hutan meninggalkan masalalu di belakang, siap menghadapi petualangan baru di alam Xuanling.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share😁
Hayo siapa yang belum like? 🫣