setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyiapkan formasi
Hujan asam mulai turun di Sektor 13, rintik-rintiknya berdesis saat menyentuh tumpukan logam panas dan limbah kimia. Di puncak gunungan rongsokan tertinggi, berdiri sebuah menara pemancar radio kuno yang sudah miring, peninggalan dari era sebelum Cyber-Core menguasai seluruh jaringan informasi Neo-Ark. Menara ini kini menjadi tempat berteduh bagi rombongan pelarian paling aneh dalam sejarah kota ini.
Tang Yan duduk bersila di atas lantai logam yang berkarat, mengabaikan suara derit menara yang tertiup angin kencang. Di depannya, kotak hitam misterius. 'Jantung Arus Kekosongan' tergeletak diam. Cahaya keemasan yang sangat tipis merambat dari ujung jari Tang Yan, mencoba menembus lapisan pelindung sirkuit kotak tersebut.
"Luna, ambilkan aku gulungan tembaga yang paling bersih yang bisa kau temukan di bawah sana," perintah Tang Yan tanpa membuka mata. Suaranya terdengar tenang, namun getarannya membuat debu-debu di ruangan itu menari dalam pola melingkar.
***
Luna, yang sedang mencoba mengontrol kekuatan barunya dengan cara melakukan push-up menggunakan satu jari, segera berdiri. "Gulungan tembaga? Untuk apa? Tuan mau membangun radio kuno?"
"Bukan radio, Gadis Pabrik. Aku mau membangun 'Penangkap Jiwa'," jawab Tang Yan sambil tertawa. "Dunia ini tidak punya energi spiritual yang murni, tapi tumpukan rongsokan ini penuh dengan energi sisa dari miliaran emosi manusia yang tertinggal di perangkat mereka. Aku akan menyaring sampah ini menjadi bahan bakar untuk kultivasi kita."
Chu Ziyi berdiri di dekat jendela tanpa kaca, menatap hamparan lampu neon kota Neo-Ark yang berkilauan di kejauhan. "Menyaring sampah menjadi energi... hanya orang gila sepertimu yang berpikir untuk memakan ampas dunia,"
Tang Yan membuka satu matanya, menyeringai nakal. "Ampas dunia bagi orang lain, tapi bagiku, ini adalah harta karun yang tidak dijaga. Lagipula, kau tidak ingin terus-menerus lemas seperti sayur layu karena kekurangan Qi, kan?"
Chu Ziyi hanya mendengus, namun ia tidak membantah. Ia bisa merasakan bahwa meskipun tempat ini kotor, kehadiran Tang Yan mulai mengubah atmosfer di sekitar menara. Udara yang tadinya pengap dan beracun perlahan-lahan mulai terasa lebih segar, seolah-olah ada filter gaib yang sedang bekerja.
...
Dengan satu sentakan energi dari Buku Emas Kekacauan di kedalaman jiwanya, Tang Yan akhirnya berhasil membuka segel kotak hitam tersebut. Kotak itu tidak terbuka secara fisik, melainkan terurai menjadi ribuan partikel cahaya yang membentuk proyeksi peta bintang kuno di tengah ruangan.
"Ini..." Luna mendekat, matanya membelalak takjub. "Ini bukan peta Cyber-kultivasi. Ini adalah peta navigasi ruang angkasa kuno... tapi koordinatnya menuju ke tempat yang seharusnya tidak ada."
"Ini adalah jalan kembali, atau mungkin jalan menuju tempat yang lebih tinggi," gumam Tang Yan serius. Ia melihat sebuah titik merah yang berdenyut di pusat peta tersebut. Titik itu berada tepat di bawah gedung pusat Cyber-Core, di jantung kota Neo-Ark. "Tampaknya, kotak ini adalah kunci untuk mengakses cadangan energi spiritual terakhir yang dicuri dari alam semesta dan disimpan di dalam reaktor pusat kota ini."
Tang Yan menyadari bahwa badai spasial yang membawanya kemari bukan sekadar kecelakaan. Ada tarikan takdir yang menghubungkan Buku Kekacauan di jiwanya dengan Jantung yang tersimpan di kota besi ini.
"Luna," Tang Yan menoleh dengan tatapan tajam. "Apakah kau siap menjadi murid pertama dari Sekte Rongsokan?"
Luna terdiam sejenak. Ia melihat ke arah kota yang telah membuang keluarganya, ke arah langit yang tidak pernah ia lihat warna aslinya. "Jika itu artinya aku bisa menendang wajah para petinggi Cyber-Core itu, aku akan mengikuti tuan sampai ke lubang hitam sekalipun."
...
Selama tiga hari berikutnya, Sektor 13 menyaksikan keajaiban yang tidak masuk akal. Tang Yan memerintahkan Luna dan Xiao Bai untuk mengumpulkan berbagai rongsokan spesifik: chip memori dari robot militer, lensa optik dari kamera pengawas, hingga sasis kendaraan anti-gravitasi.
Menggunakan Jantung Arus Kekosongan sebagai inti, Tang Yan mulai menyusun benda-benda tersebut di sekeliling menara. Ia tidak menggunakan semen atau las, melainkan menggunakan benang-benang energi spiritual yang padat.
"Hukum Kayu... Hukum api... Hukum Logam..." Tang Yan bergumam sambil melompat-lompat di antara tumpukan sampah, menempelkan simbol-simbol Rune kuno yang dibuat dari campuran oli bekas dan darah Xiao Bai yang diambil sedikit dengan paksa, membuat Kilin itu menggeram tidak puas.
Xiao Bai sebenarnya adalah binatang suci yang angkuh saat bersama Chu Ziyi, namun di tangan Tang Yan, ia telah berubah menjadi mesin pekerja. Tanduknya digunakan untuk mengelas logam dengan presisi mikron, sementara surai putihnya digunakan untuk mengalirkan energi listrik statis guna mengaktifkan sirkuit-sirkuit mati.
"Selesai!" Tang Yan berteriak riang sambil berdiri di puncak menara.
Ia menjentikkan jarinya.
Weng! Weng! ~~
Sebuah gelombang energi transparan meledak keluar dari menara, menyapu radius satu kilometer. Seketika, menara pemancar itu menghilang dari pandangan mata fana. Siapapun yang melihat ke arah sana hanya akan melihat tumpukan sampah biasa yang tidak menarik. Ini adalah Formasi Penyembunyian tingkat lima yang dimodifikasi dengan tekhnologi kamuflase kota Neo-Ark.
Di dalam formasi, udara berubah menjadi sangat padat. Partikel-partikel energi yang tadinya liar di dalam rongsokan kini tersedot masuk ke dalam menara, menciptakan kolam Qi buatan yang pertama di dunia Cyber-Kultivasi.
Chu Ziyi duduk di tengah ruangan yang kini dipenuhi aura hijau kehidupan. Luka-lukanya mulai menutup dengan kecepatan yang jauh lebih stabil. Ia menatap Tang Yan yang sedang sibuk mencoba memasak mie instan menggunakan api alkimia hijau di atas sebuah komponen komputer.
"Tang Yan," panggil Chu Ziyi. "Kau benar-benar ingin menanam benih di tanah yang mati ini? Kau tahu bahwa begitu pohon ini tumbuh, Cyber-Core akan melakukan segala cara untuk menebangnya."
Tang Yan berhenti mengaduk mienya, uap panas menutupi wajah remajanya yang imut. "Chu Ziyi, kau terlalu lama berada di atas awan sampai lupa bagaimana rasanya akar yang tumbuh di celah batu. Dunia ini memang sakit, tapi justru karena itulah mereka butuh obat yang sedikit pahit."
Ia menyesap kuah mienya dengan suara berisik. "Lagipula, aku merindukan murid-muridku. Jika aku bisa membangun sekte yang cukup kuat di sini, mungkin aku bisa menciptakan jembatan untuk membawa Yun Lang, Huang Ji, dan si kecil Yue Yin kemari. Bayangkan wajah mereka saat melihat mobil terbang!"
Chu Ziyi terdiam. Di balik sikap konyolnya, Tang Yan memiliki kesetiaan yang sangat dalam terhadap murid-muridnya di Bumi. Sifat itulah yang meskipun ia tidak mau mengakuinya, membuat Chu Ziyi penasaran dengan pemuda ini. Menurutnya, ada banyak hal yang menurutnya mustahil, tetapi menjadi mungkin di tangannya. Hal inilah yang menggaruk hatinya untuk mengetahui rahasianya bahkan jika itu berarti harus tinggal di menara rongsokan.
***
Namun, ketenangan mereka tidak berlangsung lama. Di luar jangkauan Formasi Penyembunyian, di kedalaman labirin Sektor 13, sesuatu yang lebih berbahaya dari geng Baron Baja mulai bergerak.
Seorang pria dengan jubah hitam panjang dan masker gas sibernetik berdiri di atas bukit sirkuit. Matanya tidak berwarna merah seperti pemulung biasa, melainkan berwarna ungu gelap, tanda bahwa ia telah melakukan modifikasi genetik ilegal menggunakan sisa-sisa energi spiritual yang bocor.
"Bau ini..." pria itu menghirup udara dengan rakus. "Aroma energi murni. Akhirnya, setelah ratusan tahun, 'Jantung' itu telah aktif kembali."
Di belakangnya, puluhan pembunuh bayaran dengan zirah siluman berdiri dalam keheningan. Mereka bukan pemulung, mereka adalah "Specter", unit rahasia yang bekerja langsung di bawah perintah dewan tertinggi Cyber-Core untuk memburu segala bentuk "anomali kultivasi".
Pria itu mengeluarkan sebuah belati yang bergetar karena frekuensi tinggi. "Hancurkan menara itu. Ambil kotaknya, dan bawa kepala bocah itu kepadaku. Neo-Ark tidak dapat menampung ancaman dalam bentuk apapun."