NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: tamat
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:234.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4.

Baru saja Lara pergi meninggalkan pemuda itu, sorang lelaki berpakaian formal datang menghampiri pemuda tersebut.

Beberapa bodyguard berpakaian formal serba hitam, tampak setengah berlari dibelakangnya dengan raut wajah yang terlihat cemas.

"Tuan Alden! apakah anda baik-baik saja? maaf, kami terlalu lama sampai!!" kata pria itu dengan nada yang terdengar panik.

"Aku tidak apa-apa! kamu selidiki siapa yang memerintahkan wanita itu membiusku! aku ingin membalas dua kali lipat padanya, karena sudah berani menyinggung ku!!" kata si pemuda, Stefan Alden.

"Baik, Tuan!" jawab pria itu, Asisten kepercayaan Stefan, Liam.

Tangan Liam memberi kode kepada salah satu bodyguard Stefan, "Periksa cctv!!"

"Baik!!"

"Mari, Tuan!" kata Liam membantu Stefan untuk pergi dari sana.

"Satu lagi, kamu selidiki siapa dan di mana tinggal wanita yang tadi menolong ku!" kata Stefan.

"Baik, Tuan!" jawab Liam patuh.

Dengan tubuh yang terasa semakin panas, langkah kaki Stefan dengan berat di papah Liam keluar dari bar tersebut.

Sementara itu Olivia merasa cemas, karena Lara lama sekali kembali dari toilet.

"Kenapa begitu lama?" tanya Olivia bangun dari duduknya menyambut Lara, yang melangkah dengan cepat menghampirinya.

"Tadi aku salah arah, tidak tahu arah koridor menuju toilet!" jawab Lara.

"Oh, aku sudah hampir saja ingin menyusul kamu karena terlalu lama kembali!"

Olivia menyodorkan gelas jus Lara, dan tangan Lara dengan cepat menerima gelas jus tersebut.

Ia kemudian meneguk jus sampai habis.

Emosi Lara masih belum reda, mengingat anak muda yang tidak ia kenal, sungguh berani memeluk dan bahkan menciumnya.

"Keterlaluan!!"

Brak!!

Lara tanpa sadar meletakkan gelas jus ke meja dengan kencang.

Olivia sampai nyaris melompat terkejut, melihat Lara yang tiba-tiba marah tanpa sebab.

"Lara, kamu kenapa? apakah ada yang mengganggu mu, saat tadi pergi ke toilet?" tanya Olivia memandang Lara dengan heran.

"Oh, ti.. tidak ada! a.. aku hanya mengingat sesuatu yang mengesalkan saja!" jawab Lara.

Ia merasa malu untuk menceritakan apa yang tadi terjadi padanya.

Memikirkan seorang anak muda, yang mungkin berusia sekitar di bawah usia dua puluh lima tahun memeluk dan menciumnya, sungguh memalukan!

Anak muda yang lebih pantas menjadi adik, atau keponakannya, mengingat usianya yang sudah tiga puluh dua tahun.

"Oh, aku pikir kamu telah disinggung seseorang barusan!" Olivia tersenyum lega mendengar jawaban Lara.

Mereka kemudian kembali bercerita tentang masa kuliah mereka, dan Lara sampai teman Olivia kembali bergabung dengan mereka.

"Bagaimana? apakah kalian akan bertemu lagi?" tanya Olivia pada temannya tersebut merasa penasaran.

Emma menganggukkan kepalanya, "Ya, dia mengajak kencan!"

Olivia nyaris tertawa senang dengan kebahagiaan Emma, mendengar apa yang dikatakan Emma.

"Bagus lah, akhirnya cinta yang lama kamu pendam padanya bersambut juga!"

Emma tersenyum malu-malu mendengar nada gembira Olivia, tapi ia menghentikan senyumannya melihat ke arah Lara.

"Ini sahabat ku sewaktu masih duduk di bangku kuliah, sudah begitu lama berumah tangga, dia baru ingat padaku!" jawab Olivia melihat arah pandangan mata Emma.

"Oh!"

"Kenalkan, namanya Lara Margaret Buchanan!" kata Olivia mengenalkan Lara.

"Hai!" sapa Lara tersenyum ramah mengulurkan tangannya, untuk menyalami tangan Emma.

"Hai, aku Emma Patton teman kerja Olivia!" Emma menyambut tangan Lara, dan mereka pun saling menggenggam tangan bersalaman.

Ke tiga wanita dewasa itu kemudian saling mengobrol dengan akrab, yang sesekali tertawa di sela obrolan mereka.

Di sisi lain, di sebuah Mansion mewah di pinggiran kota.

Stefan merendam dirinya dalam bathtub dengan air dingin, yang nyaris menenggelamkan dirinya dalam bathtub.

"Tuan Alden! Dokter sudah datang!!" Liam membuka pintu kamar mandi.

Liam mengambil handuk kering, dan membantu Stefan untuk keluar dari dalam bathtub.

"Untung saja anda berendam dalam air dingin, kalau tidak, anda bisa meledak! dosis obat yang anda minum lebih keras dari yang seharusnya!" kata Dokter setelah menyuntik Stefan dengan obat penawar.

"Liam! apa sudah kamu dapat hasil yang aku inginkan?" tanya Stefan.

Liam melihat ponselnya, yang baru saja masuk sebuah pesan yang ia tunggu.

"Wanita itu atas suruhan Reynard!" jawab Liam setelah melihat pesan yang masuk.

Sudut bibir Stefan menyunggingkan senyuman dingin, dengan tatapan mata yang terlihat dingin setelah tahu, siapa yang berencana menjebaknya.

Reynard anak angkat yang diadopsi Ayahnya, yang ia tahu sangat ingin menyingkirkannya sebagai kepala keluarga.

Saat diusianya tujuh belas tahun, kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil, sehingga ia di paksa menjadi dewasa sebelum usia dua puluh tahun.

Ia harus berjuang untuk melawan kebencian Reynard padanya, yang semakin hari semakin tidak sabaran ingin mengendalikannya.

"Oh, sepertinya dia perlu di kasih pelajaran, agar sadar siapa dia itu sebenernya!" kata Stefan dingin.

"Baik, Tuan!" jawab Liam.

Ia langsung mengerti dengan mendengar apa maksud dari perkataan Stefan.

Liam dan Dokter keluar dari dalam kamar Stefan, agar Stefan dapat beristirahat.

Malam sudah beranjak semakin malam, saat Lara pulang ke vila sudah menunjukkan jam sepuluh malam lewat.

"Sudah hampir tengah malam, dari mana saja kamu!!"

Terdengar suara marah seorang pria, saat ia melangkah masuk ke dalam vila.

Lara mengenal siapa yang bicara padanya, yang ia tahu tidak pernah perduli sedikit pun padanya.

Wajah datar Lara semakin datar mengetahui David sepertinya menunggunya pulang.

Tanpa menjawab David, langkah kaki Lara dengan tenang menaiki anak tangga.

"Lara!!" panggil David dengan nada tinggi, yang seketika bangun berdiri dari duduknya.

Lara tetap melangkah dengan begitu tenang, tidak perduli dengan suara tinggi David memanggilnya.

David merasa kesal diabaikan Lara, membuatnya bergegas menaiki anak tangga mengejar Lara.

Brak!!

Pintu kamar di tutup Lara dengan kencang, saat David sampai di depan pintu kamar, sehingga wajahnya nyaris saja membentur pintu kamar.

Di dalam kamar Lara mendengus dingin, lalu memutar bola matanya acuh tak acuh.

Ia mengunci pintu kamar, lalu membersihkan diri lebih dahulu sebelum naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat.

Di luar kamar, David diam berdiri di depan pintu kamar Lara yang tertutup.

Pandangan matanya tidak percaya melihat pintu yang tertutup.

Ia merasa heran melihat Lara, yang tiba-tiba berubah tidak seperti biasanya.

Setiap ia pulang, Lara selalu menyambutnya dengan senyuman penjilatnya.

Walau ia memperlihatkan wajah yang dingin, Lara selalu bersikap hangat padanya, yang membuat ia sangat muak melihat cara Lara menarik perhatiannya.

Beberapa menit ia berdiri di depan pintu, barulah ia melangkah menuju ke kamarnya.

Saat David membaringkan tubuhnya, entah mengapa ia memikirkan perubahan Lara yang sangat berbeda malam ini.

Sementara Lara di kamarnya setelah membersihkan diri, mulai terlelap di balik selimutnya yang hangat.

Bersambung.........

1
Erni Erni
david begonya ,perasaan yg tulus gak kan cepat berubah david loe aja yg sadarnya telat bgt ,dah berkali2 bikin kecewa hati org ,nyia2in yg tulus demi yg berakal bulus ckckck

mau kasian tp itu hasil dari ulahmu sendiri david
Siska Sutartini
eh Darius goblok, pelihara trus duo ular diumahmu, lama2 bakal. gigit sampe. lo mati
Siska Sutartini
ah si lara ini apa gak. punya kluarga lain yg jd pendukungnya, nenek kakek bibi atau paman yg tau seluk beluk duo wanita ular yg dipiara ayahnya. gak ada pinternya si lara ihh sebel
Alvia Vi
kelara lara aku baca nyaa
Maria Christanti
trima kasih Thor ceritanya bagus. Ditunggu karya2 selanjutnya.👍💪
nuraeinieni
keren thor,,,,happy ending,,,ceritanya bagus
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk crita ny, sehat slalu y, GBU ❤️🤗😘
Rita Juwita
luar biasa kereenn thor.. /Good//Good/
Rahmat
percaya diri skali kamu david kamu bener"gak tertolong lg dasar bego
Rahmat
Hahaha tersenyum lah mpai bangrut
Lia siti marlia
makasih thorr😍😍😍
nuraeinieni
happy ending,,,,,sukses selalu thor,di tunggu karya barunya.
aliifa afida
luar biasa...
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Darius, jalani saja konsekuensinya, karena kamu lebih percaya dengan duo pelacur murahan itu, daripada putri kandung kamu sendiri 🤣🤣
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk Karya ny ❤️🤗😘
차니 Chani🇰🇷: Halo semua, aku penulis Chani masih sangat pemula di Noveltoon. Aku penyuka kisah negeri ginseng dan selama ini menekuni budaya Korsel. Novel pertamaku berjudul Chef Do, tentang selebriti chef berbakat yang bertemu dengan seorang gadis amnesia. Bermula dari simpati muncul bibit cinta, misteri, dsb. Yuk coba intip kisah mereka~ Selain itu, aku juga menyelipkan pengetahuan memasak ala Korsel yang aku pelajari dengan giat lho~ Semangat utk para penulis & salam utk para pembaca yg budiman 💜😊
total 1 replies
nuraeinieni
bumil agresif,memanjakan suami berondongnya.
vania larasati
lanjut
nuraeinieni
wah si berondong lagi melakukan ritual jenguk baby.
Lia siti marlia
weleh weleh setelah sekian banyaknya racun racun yang lewat di lanjut dengan malam menjenguk bayi nihhh🤭🤭🤭
nuraeinieni
ya ampun ini belinda dan raihana sifat nya sama,iri dgn kehidupan lara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!