NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 4

"Lin Wu mana, Mom?" tanya Yanshen sembari memicingkan matanya dengan penuh tatapan intimidasi.

Sementara Meimei langsung undur diri meninggalkan halaman belakang saat merasakan aura ketegangan disana. Padahal suasana pun terasa segar dengan angin sepoi-sepoi menerpa kulit wajah, namun berbeda dengan Meimei yang dapat menebak hal apa yang akan terjadi sebentar lagi. Terlebih saat ini Yanshen menanyakan perihal keberadaan Lin Wu yang memang sudah tidak ada di mansion mewah tersebut.

"Dia pergi ke rumah Ibunya. Semenjak kamu tidak ada disini, perempuan itu semakin liar, sering pulang malam. Bahkan tak jarang dia berada di luar mansion, terakhir kali Mommy dapat kabar kalau dia sempat datang ke club," jawab Mommy Lihua berusaha mengompori putranya.

Yanshen mengernyitkan keningnya dalam. "Pergi ke club?" Yanshen mengulang ucapan Mommy nya seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.

"Yanshen, benar Mommy bukan kalau dia memang perempuan j*lang. Kamu harus percaya sama Mommy karena insting seorang Ibu tidak akan pernah salah." Tak hentinya Mommy Lihua terus meracuni pikiran putranya yang hanya terdiam mematung.

"Ingat Yanshen dia tidak pantas menyandang gelar Nyonya Xie. Mommy tidak ingin memiliki menantu seperti dia, perempuan murahan yang hanya bisa membuka lebar kakinya ...."

"Cukup, Mom! Jangan bicara lagi kalau Mommy hanya menjelekkan Lin Wu. Aku suaminya, tentu aku lebih tahu siapa dia sebenarnya. Dan aku sudah menyelidikinya jauh sebelum Mommy memberitahuku," bentak Yanshen dengan sorot mata elangnya.

Mommy Lihua tersentak kaget mendengar ucapan putranya, dia tak percaya bahwa Yanshen akan berbicara kasar seperti itu padanya. Yang memang sedari dulu, Yanshen merupakan tipikal anak yang penurut. Sama sekali tidak pernah membantah ucapan Mommy nya dan akan menuruti segala keinginan juga perintahnya. Tapi berbeda dengan sekarang, lelaki itu terlihat menantang Mommy Lihua yang notabenenya Ibu kandungnya.

"Yanshen, kamu berani sama Mommy?" Mata Mommy Lihua terbelalak sempurna menatap putranya yang baru saja membentaknya.

Dipandanginya wajah Yanshen yang mengeras dan memerah, bahkan otot-otot pada lehernya terlihat menonjol. Kedua tangannya pun mengepal erat seakan menahan emosi yang membuncah di dalam dada. Sorot mata Yanshen begitu tajam menatap pada sang Mommy yang saat ini juga menatapnya.

Untuk kesekian kalinya, Mommy Lihua dibuat terkejut dengan perubahan mimik wajah Yanshen. Sungguh Mommy Lihua tak menyangka bila sikap Yanshen akan secepat itu berubah. Seolah bukan Yanshen yang selalu bertutur lemah lembut juga menatapnya penuh sayang.

"Apa yang wanita itu lakukan padamu, Nak? Pelet apa yang berhasil membuatmu seperti ini?" Mommy Lihua terus menatap lekat wajah putranya, memastikan kembali bahwa apa yang dia lihat saat ini hanyalah sebuah mimpi.

Namun, apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan ekspetasinya. Kini, putranya benar-benar telah berubah dan tidak menghormatinya lagi sebagai seorang Ibu.

"Dia tidak melakukan apapun padaku, semua yang Mommy tuduhkan itu salah. Asal Mommy tahu, Lin Wu adalah perempuan baik-baik jauh dari apa yang Mommy tuduhkan selama ini. Aku sudah menyelidikinya Mom, dan jangan memprovokasi ku lagi." Secepat kilat Yanshen melenggang dari taman belakang meninggalkan sang Mommy yang masih mematung di tempatnya.

"Yanshen ... Yanshen, kamu mau kemana Nak?" panggil Mommy Lihua setelah sadar usai melihat sang putra sudah tidak ada disana.

Wanita paruh baya itu berlari kecil mengekor putranya. Tapi sayangnya Yanshen terlanjur masuk ke limosin miliknya.

"Aah ... sialan! Sudah pergi, masih saja bikin masalah. Dasar perempuan j*lang!" umpat Mommy Lihua sambil berkacak pinggang, kembali menyalahkan Lin Wu atas perubahan sikap Yanshen.

"Tidak, Ini tidak boleh terjadi. Aku harus meminta Ran Xi Wei segera pulang agar dapat mengalihkan pikiran Yanshen dari perempuan jalang itu. Tidak akan ku biarkan perempuan itu kembali menginjakkan kakinya ke mansion ini"

🥕🥕🥕

BRAK!

PRANG!

"Arrrrghhh ...." Yanshen menjambak kasar rambutnya dengan frustasi atas kepergian Lin Wu.

"Ada apa denganku? Kenapa aku begitu marah dan tidak terima dengan kepergiannya? Bukankah hal ini yang aku inginkan sejak dulu, tapi kenapa rasanya berbeda?" gumam Yanshen yang mulai menyadari sikapnya tampak aneh usai menghancurkan beberapa vas bunga mewah yang ada disana.

Lelaki itu meraup kasar wajahnya, kemudian mendaratkan bobot tubuhnya di atas sofa ruangan mewah itu. Ya, saat ini Yanshen berada di apartemen miliknya.

Terdengar hembusan napas dari bibir Yanshen. "Kenapa kau pergi tanpa seijin ku? Bukankah masih ada dua bulan lagi perjanjian kontrak kita, tapi kenapa kau putuskan secepat itu?" gerutu Yanshen yang kini menyalahkan Lin Wu.

"Ingat Lin Wu, tidak semudah itu kau pergi meninggalkanku. Secepatnya aku akan membawamu kembali ke mansion, bila perlu aku akan mengurung mu. Kontrak kita belum selesai, masih ada waktu dua bulan lagi untuk kita menjalani hubungan ini." Gengsinya yang tinggi membuat lelaki itu masih belum mengakui tentang bagaimana perasaannya pada Lin Wu. Tanpa dia sadari, benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hatinya tapi sayangnya Yanshen selalu mengelak hal itu.

Lama terdiam hingga akhirnya dia pun teringat suatu hal.

"Tunggu, bukankah kata Mommy tadi Lin Wu pulang ke rumah Ibunya. Ya, lebih baik aku kesana dan segera membawanya pulang ke mansion." Dengan cepat Yanshen beranjak dari tempatnya, kemudian melangkah keluar meninggalkan apartemen.

🥕🥕🥕

Lin Wu telah memutuskan untuk pergi ke kota Hangzhou sebagai tempat pelariannya. Saat ini hanya tempat ini lah yang dia rasa aman dan tidak dapat terjangkau dari keluarga suaminya. Kota yang merupakan tempat tinggal neneknya yang sudah lama meninggal saat dia masih TK B. Selain itu, tidak mungkin juga Yanshen akan repot-repot mencarinya mengingat setiap kata yang terlontar dari bibir lelaki itu.

"Baca dan tanda tangani surat itu! Aku menikahi mu karena terpaksa, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini. Kau tahu, aku adalah putra mahkota keluarga Xie. Tentu saja aku harus menikah dengan perempuan yang sepadan denganku. Jika malam itu kita tidak bertemu, maka tidak akan terjadi scandal diantara kita, dan pernikahan ini pun tidak akan pernah ada."

"Kau bukan type ku! Sekarang ataupun nanti, aku tidak akan pernah mencintaimu. Jaga batasanmu, jangan mendalami peran yang membuatmu lupa daratan."

"Aku harap kau tahu posisimu di keluarga ini. Jadi, jangan buang waktumu dan memaksakan diri untuk menjadi sosok istri sebagaimana mestinya. Karena sampai kapanpun, aku tidak akan tergoda olehmu."

"Lin Wu, sebaiknya kita bersihkan dulu Nak. Maklum sudah lama tidak ada yang menempati, jadi banyak debu yang menempel," ujar Jiao yang sukses membuyarkan lamunan Lin Wu. Keduanya pun berjalan masuk ke dalam rumah.

Lin Wu mengangguk paham sambil tersenyum. "Iya, Bu. Lebih baik ibu di luar dulu, biar Lin Wu yang membersihkan rumah ini. Ingat, Ibu baru sembuh dan Lin Wu tidak ingin terjadi hal buruk pada Ibu."

"Tapi, Nak ...."

"Sudahlah Bu, Lin Wu bisa kok membersihkan ini semua. Ibu jangan khawatir, Lin Wu akan pakai masker selama membersihkan ruangan itu." Sekeras mungkin Lin Wu berusaha meyakinkan sang Ibu agar tidak khawatir padanya.

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Selamaatt authorr ... smoga makin smngatt yaa update bab nyaa dan buat novel2 dengan karya2 yg bagus2 lagii😍
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Kaizy celine
OMG 😭😭😭😭🤣🤣🤣😍😍😍😍 GAK BISA BERKATA2 😍😍😍😍 lope lope buat kalian berduaaa😍😍🤣🤣
Kaizy celine
Co cweettttt😍😍😍😍
Reni Anjarwani
lanjut up trs thor
partini
👍👍👍👍
Rara Kayla
serang Daddymu, Ji Chan🤣
Rara Kayla
selamat ya Kak Author, dan semangat utk bab² berikutnya😁
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
akhirnya lin wu mendpt kan kebahagian
Kaizy celine
Katakaaan yesssss plisssss😭😍
Kaizy celine
Heemm co cweet nya pasti kyk papanya ini🤣
Oma Gavin
selamat kak tetap semangat up
Jia Li: makasih Oma 😊🙏
total 1 replies
Kaizy celine
Syukurlah tdk tejadi apa2😍😮‍💨
Rara Kayla
haseeeek....
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Jia Li: udah update ya kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor akhirnya bisa ketemu dan bersatu kembali
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya kak 😊
total 1 replies
Rara Kayla
kira² si Lin Wu diajak pulang mau pa g nih?
Jia Li: terus pantengin aja ya kak 😊
total 1 replies
ResThy55
cerita nya seru, alur nya menarik
Rara Kayla
nabrakkah?
Kaizy celine
Ceritanya seru, bikin pembaca ikut terombang ambing dengan alur ceritanya...pemula wajib nonton sih soalnya ceritanya ga ngebosenin dan banyak kejutannya😍
Kaizy celine
Aduhhhh kenapa lagii ini😮‍💨 baru aja happy🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!