NovelToon NovelToon
Takdir Pernikahan

Takdir Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / Suami ideal
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ry

Cerita ini kelanjutan dari novel "Mencari kasih sayang"
Pernikahan adalah ibadah terpanjang karena dilakukan seumur hidup. Pernikahan juga disebut sebagai penyempurnaan separuh agama.
Dua insan yang telah di satukan dalam ikatan pernikahan, tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Hari memiliki rahasia yang dapat menghancurkan kepercayaan Resa. Apakah dia dapat bertahan?

Resa menemukan kebenaran tentang Hari yang telah menyembunyikan kebenaran tentang status nya. Resa merasa dikhianati dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah dia harus memaafkan Hari atau meninggalkannya?

Apakah cinta Resa dan Hari dapat bertahan di tengah konflik dan kebohongan? Apakah Resa dapat memaafkan Hari dan melanjutkan pernikahan mereka?
Apakah mereka akan menemukan kebahagiaan atau akan terpisah oleh kebohongan dan konfliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4 Curiga

Setelah upacara pernikahan selesai, Hari, Resa, dan beberapa perwakilan dari keluarga Nurdin menuju Rumah orang tua Hari untuk mengantarkan hantaran tradisi dari keluarga wanita. Saat mereka sudah berada di kediaman Orang tua Hari, Resa mendengar suara anak kecil yang memanggil "Ayah". Dia melihat Hari menggendong anak kecil dan berbicara dengan suara pelan.

Resa merasakan sesak di dadanya. Siapa anak yang Hari gendong itu? Mengapa wajahnya sangat mirip dengan suaminya? Wajahnya berubah pucat dengan badan yang gemetar. Gadis yang resmi menyandang status sebagai seorang istri hari itu berusaha meyakinkan kegundahan dalam hati dan pikirannya.

"Apa berita yang sempat ramai di perbincangkan orang-orang di kampungnya akan menjadi kenyataan?" pikir Resa. "Mengapa anak kecil itu harus hadir di saat dia sudah resmi menjadi istri Hari? Dan mengapa anak itu tak ada dan tak pernah ia lihat saat beberapa kali menyambangi kediaman Hari sebelum pernikahan ini terjadi?"

Beberapa pikiran buruk bermunculan di benak Resa. Dengan menahan bulir bening yang sudah mulai menguap ke permukaan, dia mengerjakan mata berulang kali agar tak menumpahkan air matanya. Resa berusaha untuk tidak menunjukkan kegundahan dan kebingungan yang dia rasakan, tapi dia tidak bisa menyembunyikan perasaan sakit dan kecewa yang dia rasakan.

Disaat gadis itu merasa gelisah dan pikirannya yang terlalu berat, maka traumanya akan muncul dan semua kejadian buruk yang pernah dia alami akan berkelebatan dalam pikirannya. Tubuhnya bergetar, dia menautkan kedua tangannya yang sudah berkeringat dingin. Ketakutannya terngiang-ngiang, membuat gadis itu tak kuasa untuk menghadapinya.

Resa merasa seperti sedang terjebak dalam mimpi buruk yang tidak bisa dia tinggalkan. Pikirannya dipenuhi dengan kenangan-kenangan pahit yang dia coba untuk lupakan. Dia merasa seperti sedang dihantui oleh bayang-bayang masa lalunya yang tidak bisa dia hapuskan.

Dengan napas yang terengah-engah, Resa berusaha untuk mengendalikan dirinya. Dia tidak ingin menunjukkan kelemahan di depan orang lain. Tapi, ketakutan dan kecemasannya terus memburu dia, membuatnya merasa seperti sedang berada di ujung tanduk.

Namun, ayah dan kakaknya tak menyadari perubahan Resa karena terlalu larut dalam perbincangan antara dua keluarga. Padahal, wajah Resa sudah terlihat pucat dan tubuhnya terlihat bergetar.

Hari, yang menyadari tatapan Resa yang penuh kekhawatiran itu, segera menyerahkan gadis kecil itu ke pangkuan adiknya. Dia kemudian menghampiri Resa yang masih duduk di kursi dengan menundukkan kepalanya.

"kamu kenapa Ai?" tanya Hari dengan suara yang berbisik dan penuh kekhawatiran. Dia dapat melihat bahwa Resa sedang mengalami kesulitan dan mungkin dia tahu apa penyebabnya.

Resa, yang masih terlihat pucat dan bergetar, tidak menjawab pertanyaan Hari. Dia hanya menundukkan kepalanya dan berusaha untuk mengendalikan dirinya.

"Kami pamit pulang, ini sudah terlalu larut. Mungkin lain waktu kita berkunjung lagi," ujar Nurdin mengakhiri percakapan mereka. Kemudian, dia menatap Resa dan Hari bergantian. "Kalian mau di sini dulu apa mau pulang bareng?" tanya Nurdin.

"Kami akan menyusul pake motor, Pak. Biar Bapak diantar pake mobil sama adik saya saja," ucap Hari, dan di setujui oleh Nurdin.

Nurdin kemudian menatap Resa dengan ekspresi yang khawatir. "Res, kamu baik-baik saja, kan? kamu lelah," ujar Nurdin.

Resa hanya mengangguk dan tersenyum tipis, mencoba untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Hari kemudian mengambil tangan Resa dan menariknya berdiri, siap untuk meninggalkan rumah orang tuanya dan menuju ke rumah Kakak sepupunya yang memiliki konveksi tempat mereka bekerja.

Saat mereka sudah sampai di kediaman kakak sepupu nya Hari, mereka disambut ramah oleh Amelia. Dia memuji kecantikan Resa yang terlihat pangling, meski riasannya sudah dia hapus, tapi aura dari pengantin itu masih terpancar di wajahnya.

"Wah, lihat pah, kita kedatangan pengantin baru ini!" kata Bu Amelia dengan senyum lebar. "Ayo, Res, masuk! Teteh gak nyangka loh, kamu pangling banget. Emang beda ya, aura yang gak pernah makeup-an, lah kalau di dandanin, makin cantik keluar gitu aura-nya, iya kan, Har?" puji Bu Amelia dengan menggoda Hari di akhir kalimatnya.

Sedangkan Resa hanya tersenyum tipis, merasa sungkan karena Bu Amelia pernah menjadi bosnya saat dia masih bekerja di konveksi-nya.

" Wit-wiw," goda para karyawan yang menginap di tempat itu ikut menggoda saat tahu kedatangan pengantin itu, terdengar riuh.

Hari hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, merasa malu karena digoda oleh kakak sepupu nya.Di sisi lain,Resa. merasa sedikit tidak nyaman dengan suasana yang terlalu riuh dan ramai. Dia hanya ingin beristirahat setelah acara hari ini yang membuat dirinya lelah.

"Ini, teh, aku hanya ingin mengantarkan pesananmu," kata Hari sambil memberikan paper bag ukuran sedang yang ia bawa dari rumah orang tua Resa.

"Kita gak bisa lama karena udah terlalu malam juga," tambah Hari.

"Iya, iya, teteh tah.paham juga,ko." jawab Bu Amelia tersenyum usil. "Pengantin baru seharusnya jam segini udah mojok di kamar yah, pah."

Sopian terkekeh dan mengangguk membenarkan ucapan istri nya. Hari hanya tersenyum dan merasa sedikit malu karena digoda oleh Bu Amelia.

"Ya udah, kami pamit pulang ya, teh. Assalamualaikum," pamit Hari berjalan beriringan dengan Resa keluar menuju motor yang terparkir di halaman.

"Iya, Har, hati-hati di jalan, wa'alaikumsalam," jawab Amelia mengantar sampai depan pintu rumah.

Motor itu melanjutkan dengan kecepatan sedang. Hari menarik tangan Resa agar berpegangan memeluk pinggangnya. Tak ada perlawanan seperti biasanya dari gadis remaja itu, karena dia sadar telah halal untuk mereka bersentuhan.

"Ai, kamu kenapa dari tadi diam aja?" tanya Hari memecah keheningan yang terdengar hanya deru kendaraan roda dua yang sedang mereka tumpangi.

Resa enggan berbicara. Dia hanya menggelengkan kepala yang terlihat dari kaca spion motor. Pikirannya terlalu berat saat ini. Dia hanya ingin merebahkan tubuhnya dan terlelap, semoga kekhawatiran nya hanya sebuah bunga tidur dari mimpinya.

Dia tak sanggup untuk menghadapi kenyataan yang mungkin akan membuat dia terpukul dan tertekan. Dia berusaha menguatkan sendiri, meskipun tidak yakin pada dirinya akan mampu melakukannya.

Hari menggenggam tangan Resa dan mengelusnya dengan sayang. "Kamu cape ya? Maaf ya, seharusnya aku gak ngajak kamu keluar dulu. Kamu pasti butuh istirahat setelah lelah dengan acara tadi siang," ucap Hari namun tak dapat respon dari lawan bicaranya.

Satu jam berlalu, Resa sudah merebahkan diri di atas kasur dengan Hari yang ikut merebahkan tubuhnya di samping Resa, yang terhalang guling sebagai pembatas. Tubuhnya terasa lelah, namun gadis itu masih terjaga. Situasi saat ini membuatnya merasa tidak nyaman, karena harus tidur dengan seorang pria dewasa yang terasa asing untuk dirinya.

Hari menatap Resa dengan intens, terpesona oleh kecantikannya. Rambut panjangnya yang tergerai indah membuatnya terlihat berbeda dari biasanya. Hari tersenyum bangga karena bisa sepuasnya memandang wujud lain dari Resa yang tak akan bisa dilihat oleh orang lain.

"Ai, kamu kenapa? Tidur ya, kalau nggak gak malam ini gak papa kan?" bisik Hari, membuat Resa merinding.

Resa bengong, berusaha menangkap kata-kata yang Hari ucapkan, namun dia tak mengerti maksud dari perkataan pria itu. Dengan takut, Resa melirik pada Hari yang masih menatapnya intens.

Hari mengangkat tangan dan mengelus pipi Resa sambil berkata, "Tidur, Ai, jangan banyak berpikir. AA juga lelah. Masih ada banyak waktu hari esok."

Suara Hari memudar karena dia terlepas tak bisa menahan kantung yang menyerangnya. Resa bergidik mendengar kata-kata dari pria di sampingnya, berusaha bersikap normal, namun tak ayal pikirannya malah berkelana kemana-mana.

1
Aksara_Dee
hihihihi...mambu kelek
Tini Timmy
niat nya🤣🤣😆
Tini Timmy
lahh🤣🤣
DeanPanca
kepo kali sih Rina ini🫤
DeanPanca
lah koperasi bisa ya buat nyicil tv😁🫣 Hari...hari !
Tini Timmy
eh rasanya kaya apa kira"
Tini Timmy: ini aneh jadinya 😭
Yuningsih: 😄 tahu tuh, yang ngidam pengennya yang aneh aneh aja 🤭
total 2 replies
Tini Timmy
wihh rambut baru👏🏻
Syari Andrian
Gtu ya kalau ngidam
Syari Andrian
🌹
Aksara_Dee
sini bakso sama mie teketek ya aku yang habisin😁
Aksara_Dee: mantaabb buat sarapan 🤣
Yuningsih: ni tak kasih buat ka Dy aja 🍜🍝
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like 🥰🥰🥰🥰🥰
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru ceritanya, good job 👍🥰
Yuningsih: makasih supportnya ☺️
total 1 replies
Selly AWP
si Resa juga kenapa gak lgsg tanya aja sih ke Hari,udh jdi suaminya jg,ketika Hari gak peka,Resa jg introvert,tpi gak ada salahnya tanya siapa anak kecil itu,dia jg punya hak untuk tau. dripd dipendm sdri,jdinya nelangsa,merasa kecewa, dsb. terkadang hal seperti ini harus ditanyakan terlepas introvert tau ga,sama² bljr Mengungkapkan sesuatu,stunya lg bljr peka (Hari) tpi cowok dimana mana itu jarang yg lgsg peka klo istri gak bilang.
Selly AWP: hehehe.. semangat terus sista
Yuningsih: betul sekali 🥹
total 2 replies
Selly AWP
jangan..jangan....anak kecil itu..anaknya Hari 😳
Selly AWP
nah loh! rahasia apa lagi nih yg disembunyikan Hari???
Selly AWP
hmm...jangan sampe ngebohongin Resa lagi ya Om Hari....😑
Selly AWP
cerita yang menarik❤️
Selly AWP
terkadang ada masa lalu yg tdk ingin diceritakan kepada pasangan baru. mgkin karena terlalu sakit atau memang ingin dipendam. Tapi memang sebaiknya Hari menceritakan ini kepada Resa,apalgi mereka mau menikah.
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pelan-pelan mulai ya hari. istrimu masih lugu. 🤭
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
resa masih sulit memahami situasi, hari malah ngomong gitu. ya merinding..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!