NovelToon NovelToon
Pulang Untuk Membalas Dendam

Pulang Untuk Membalas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Dira, gadis yang dulu menjadi korban bully dari teman sekolahnya akhirnya berubah menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Selama bertahun-tahun dia tinggal di luar kota. Dia berusaha mengubur dalam-dalam kenangan pahitnya sewaktu menjadi korban bully dan ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang karena yakin karma akan bekerja dengan sendirinya.

Tetapi kemudian, Dira mendengar jika ternyata orang-orang yang dulu membullynya sekarang hidup bahagia, Dira merasa tidak terima. Kepulangannya ke kota kelahirannya yang tadinya hanya demi karier berubah menjadi keinginan untuk membalas dendam. Dira bertekad jika karma belum menghampiri mereka maka dia yang akan menghantarkannya.

Akankah Dira berhasil membalas dendamnya atau justru memaafkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Restoran dan Kenangannya

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam tetapi Dira baru akan pulang.

"Kita cari restoran ya, Pak! Saya mau makan malam dulu," ucap Dira kepada pak sopir yang setia menunggunya. Sampai saat ini Dira selalu diantar jemput oleh sopir perusahaan. Dia belum sempat membeli mobil baru karena terlalu sibuk, sementara mobilnya yang dulu sudah dia jual karena kepindahannya ke kota ini.

Sebelumnya Dira sudah pamit kepada ibunya jika dirinya pulang terlambat dan akan makan malam di luar jadi ibunya tidak perlu menunggunya.

"Mau ke restoran mana Bu Dira?"

Dira tampak berpikir. "Bapak punya rekomendasi? Saya sudah lama tidak tinggal di sini jadi tidak tahu restoran mana yang menunya enak."

"Oh ... Itu Bu, ada restoran yang selalu ramai pengunjungnya. Apa Bu Dira mau saya antar ke sana?"

"Boleh deh Pak, daripada saya bingung. Nanti bapak temani saya makan ya?" pinta Dira, tidak memposisikan dirinya sebagai seorang atasan, tetapi lebih seperti keluarga.

"Terima kasih Bu, tapi saya sudah makan tadi," tolak pak sopir halus.

"Oh .. Ya sudah."

Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi Dira sudah sampai di parkiran restoran. "Ini tempatnya Bu Dira," ucap Pak sopir.

Dira memandangi restoran itu dari dalam mobilnya sebentar. "Lumayan," ucapnya kemudian turun dari dalam mobil. "Bapak beneran tidak mau menemani saya makan?" tanya Dira lagi.

"Terimakasih Bu Dira, tetapi saya sudah kenyang. Saya nunggu di sini saja."

"Baiklah," ucap Dira lalu dia masuk ke dalam restoran. Dira duduk lalu memesan makanan. Beberapa saat kemudian makanannya datang dan Dira pun langsung memakannya. Tiba-tiba saja Dira mendengar suara seperti orang berbicara dengan nada tinggi di meja di belakangnya. Dira menoleh karena kata-kata yang keluar dari orang itu sedikit tidak enak di dengar. Benar, di belakang Dira duduk ada seorang pelayan sedang memarahi pelanggan.

Lalu seorang perempuan datang menghampiri. "Ada apa? Kenapa ribut-ribut begini?" tanya perempuan itu.

"Ini Non Rieke, di kasih bill malah berlagak bingung. Katanya tidak punya uang."

Non Rieke? Apakah dia ... ? Jadi ini restoran miliknya?

Sepertinya semesta memang mendukung rencana balas dendam Dira. Jalannya seperti dimudahkan dengan sendirinya tanpa dia berusaha. Dia belum mencari tahu soal restoran milik Rieke tetapi tiba-tiba saja dia sudah berada di dalamnya.

"Tetapi benar, temanku yang mengajakku ke sini. Mereka juga yang akan membayar semuanya," ucap pelanggan yang terlihat masih muda itu gugup.

Dira berdiri lalu menghampiri ketiga orang itu. "Berapa tagihannya? Aku yang akan membayarnya," ucap Dira.

Ketiga orang itu menoleh ke arah Dira secara bersamaan.

"Anda siapa? Apa hubungannya dengan gadis ini?" tanya Rieke.

Dira tidak menjawab. Dia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya lalu menyerahkannya kepada pelayan yang berdiri di depannya. Pelayan itu melihat ke arah Rieke, dan Rieke mengangguk mengiyakan. Lalu pelayan itu pergi ke kasir.

"Pulanglah, dik. Tidak apa-apa. Aku sudah membayar semuanya," ucap Dira kepada gadis itu.

Gadis itu menatap Dira. "Terimakasih. Semoga kelak aku bisa membayar hutangku pada kakak," ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca. "Aku akan selalu mengingat kebaikan kakak," ucap gadis itu sebelum pergi.

Sesaat kemudian pelayan itu kembali. "Ini kembaliannya," ucap pelayan itu. "Ambil saja," balas Dira datar lalu kembali ke mejanya.

Rieke terus menatap Dira dengan tatapan aneh. Dia seperti sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu. "Apa aku mengenalmu? Kita pernah bertemu? Wajahmu seperti tidak asing bagiku," tanya Rieke sambil berjalan mengikuti di belakang Dira.

Dira berbalik dengan anggun. "Kamu tidak ingat padaku?" tanyanya dingin.

Rieke terlihat masih bingung.

"Aku Dira, Dira si dekil. Apa kamu ingat?" tanya Dira dengan mata yang menatap lurus ke mata Rieke.

"Tidak mungkin!" ucap Rieke tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dira yang berdiri di depannya ini adalah sosok Dira yang anggun dan cantik. Tubuhnya juga dibalut dengan pakaian mahal, jauh berbeda dengan Dira yang dulu.

"Kami tidak harus membayarnya karena kamu tidak mengenal gadis tadi," ucap Rieke tanpa sedetikpun mengalihkan matanya dari Dira.

"Tidak apa-apa. Aku pernah di posisi gadis itu jadi aku tahu rasanya. Kejadian ini seperti dejavu bagiku. Kamu tahu maksudku 'kan?" ucap Dira masih tanpa ekspresi di wajahnya.

"Dira, kejadian itu sudah bertahun-tahun lamanya. Sudahlah, kita lupakan saja. Kita sama-sama masih muda waktu itu, jadi wajar kalau melakukan kesalahan."

Dira menatap Rieke dengan tatapan dingin. "Wajar?!"

Rieke terlihat salah tingkah. "Aku minta maaf, aku dan Selvi memang keterlaluan dulu."

"Kalau kamu memang berniat minta maaf seharusnya kamu mencariku dan meminta maaf padaku beberapa tahun yang lalu!"

Rieke terdiam.

"Selera makanku jadi hilang," ucapnya sambil meletakkan beberapa lembar uang di atas meja. "Ambil saja kembaliannya. Dulu aku tidak punya uang untuk sekedar membayar makanan yang kalian makan. Tetapi uangku lebih dari cukup untuk membeli restoranmu sekarang!" ucap Dira dengan angkuhnya.

Rieke terpaku mendengar kata-kata Dira. Gadis yang dulu sering dia bully sekarang berubah menjadi perempuan cantik dan kaya bahkan Rieke terlihat seperti tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengannya.

Dira kembali ke mobil dimana sopirnya setia menunggu. "Kita pindah ke tempat lain saja Pak. Sepertinya lidah saya tidak cocok dengan menu makanan di sini," ucap Dira seperti menjawab pertanyaan pak sopir yang belum sempat keluar dari mulutnya.

"Baik Bu. Kita kemana sekarang?" tanya Pak sopir mulai menjalankan mobil.

"Antar saya ke jalan Pramuka, Pak," ucap Dira. Kejadian tadi mengingatkannya pada kedai makan tempat dimana dia dulu dikerjai oleh Selvi dan Rieke.

Apa restoran itu masih buka? Kak Hesti, apa kabar kakak?

* *

"Ini benar kamu?" tanya Hesti yang masih belum percaya jika perempuan yang duduk di depannya adalah Dira.

"Iya, ini aku. Aku tidak menyangka kakak masih bekerja di sini."

"Astaga, sudah beberapa tahun dan kamu masih mengingatku?" tanya Hesti yang masih belum percaya jika perempuan di depannya adalah gadis remaja yang dia bantu dulu.

"Aku tidak akan pernah lupa kebaikan kakak kepadaku. Aku kemari untuk berterima kasih kepada kakak."

"Sudahlah, lupakan itu."

Waktu itu manajer restoran memutuskan Dira harus membayar makanan yang di makan Rieke dan Selvi dengan cara mencuci piring dan bersih-bersih di restoran itu selama beberapa hari. Setelah pulang sekolah Dira langsung ke restoran itu untuk mencuci piring dan pulang ke rumah sebelum ibunya pulang bekerja. Hanya Hesti yang mau mengajaknya bicara bahkan kadang membantunya mencuci piring dan peralatan masak kotor yang tak terhitung jumlahnya.

"Aku ingin menawarkan kerja sama dengan kakak. Apa kak Hesti mau?" tanya Dira langsung pada intinya.

"Kerja sama apa?"

"Restoran, aku ingin membuka restoran dan aku ingin kakak yang mengelolanya."

1
Isabela Devi
Silvi kamu yang mau tidur sama Alex sekarang salahin Dira, sadar diri dikit ke
Isabela Devi
semoga Zaki ga lulus sama si Selvi itu
Isabela Devi
thor salah sebut itu, bukan Dira tapi alex
Whatea Sala
Ayoo Dira kamu kan direktur,masak kalah sama mokondo uupsh maaf..
Whatea Sala
Dira minta tolong geh sama jeff,sebelum terlalu jauh..alex orang gila klu di turuti terus sulit lepasnya.
berharap bangetlah Dira pintar dan bisa menghancurkan alex.
Whatea Sala
Aneh banget si ibu...gak ada filing gitu,apa yang terjadi selama ini dengan Dira,polos si polos tapi naluri seorang ibu tidak bekerja,menyebalkan...klu marah entar dosa tapi kenapa Dira tidak pernah cerita.
Derma S
bagus
Madun Haikal
Luar biasa
Naomy
dira mau balas dendam tp bodoh tdk py kekuatan cm duit sj
Naomy
seharusny dira kasi tau jeff soal alex yg memperalat dira
Dwi Setyaningrum
trus nasibnya Zaki td gmn tuh ditinggal nikah sama Dira🤔
Siti solikah
kasihan sekali oliv
Siti solikah
karmamu banyak sekali
Siti solikah
lihatlah karmamu sudah datang
Siti solikah
cuih dasar orang tidak tahu diri
Siti solikah
manusia tidak bermoral
Siti solikah
rasain kau selvi
Siti solikah
mampus keluarga kalian
Siti solikah
jalang kok dipelihara
Siti solikah
yang ada di Alex uang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!