NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Status: tamat
Genre:Komedi / Obsesi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Komitmenlah yang membuat dua orang terikat dalam sebuah hubungan. Seperti perjanjian, suatu hari akan dipertanyakan. Sekuat itu Ayya menggenggam ikatan meski sedari awal tak terlihat ada masa depan.
Sementara Ali butuh cukup waktu untuk me-reset ulang perasaannya setelah masa lalu bersarang terlalu lama dalam ingatan.

Akan dibawa ke manakah rumah tangga mereka yang didasari atas perjodohan orang tua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sasaran kemarahan

Sudah jelas sekali, Ali sangat berniat melakukan ini pada Ayya. Sejak awal dia ingin sekali memberi pelajaran pada istri yang tidak pernah dia impikan dalam hidupnya.

Sampai di rumah, Ali malah pergi ke halaman belakang, tempat dia latihan fisik dan latihan menembak. Sedikit pun dia tidak memperlihatkan kekhawatiran pada Ayya.

Hingga hari menjelang siang, sejak Bu Lastri pulang dia merasa belum melihat keberadaan menantunya di rumah.

“Bik, di mana Ayya?” tanya Bu Lastri.

Bik Nur pun baru menyadari sejak Ali pulang kenapa Ayya tidak terlihat sama sekali. Bik Nur segera berlari menemui Ali di halaman belakang. Tak lama dia kembali dengan napas sedikit tersengal.

“Bu! … anu,” ucap Bik Nur sambil mengatur napasnya.

“Anu apa bik Nur? Ngomongnya yang jelas!”

“Non Ayya belum pulang sejak pagi, Bu. Den Ali meninggalkannya di pasar.”

“Apa!” Ucap Bu Lastri lalu segera mencari keberadaan anaknya.

“Al!” seru Bu Lastri dari kejauhan, Ali menoleh dan menyadari ibunya sedang marah.

“Iya, Bu.” jawab Ali sambil menunduk.

“Kamu sudah gila atau apa? Kenapa kamu tinggalkan istrimu di pasar?” ucap Bu Lastri dengan tatapan yang sangat tajam.

“Bu, Ali cuma memberi dia waktu supaya dia leluasa berbelanja, kalau sudah selesai paling dia menelepon minta dijemput,” ucap Ali santai.

“Menelepon bagaimana maksud kamu? Handphone Ayya tergeletak di meja makan, dan lagi bik Nur lupa memberikan uang belanjanya. Bagaimana kalau dia tidak membawa uang sepeser pun?”

Ali hanya diam dan terus menunduk sambil memainkan lilitan hand wrap di tangannya.

“Tunggu apa lagi? Cepat cari dia sekarang juga!” teriakan Bu Lastri membuat Ali segera lari menuju mobilnya, dan pergi mencari Ayya.

Ali kembali ke supermarket.

Namun, dia seperti sedang mencari jarum dalam jerami. Sepertinya mencari Ayya di dalam supermarket yang sangat besar ini sangat mustahil, dia bahkan mendatangi bagian informasi tapi tetap tak menemukannya.

Masalahnya, Ayya pasti sudah keluar dari gedung ini dan ke arah mana dia pergi tidak ada yang tahu.

Pulang ke rumah dengan tangan kosong seperti ini, Ali yakin akan kena damprat Ibunya lagi, memang Ali sangat keterlaluan kali ini.

Sadar karena telah mengecewakan Ibunya, Ali tidak berani mengatakan sepatah kata pun selain menunduk.

“Masuk ke kamarmu dan minta maaf pada Ayya,” ucap Bu Lastri. “Jangan menunjukan sifat Arogan mu lagi di depannya,” ucapnya lalu pergi ke dalam.

Ada perasaan sedikit lega di hati Ali, kala mendengar Ayya yang dicarinya sudah ada di dalam kamar.

Perlahan dia membuka pintu kamarnya, lalu menghampiri Ayya yang sedang melipat baju-baju yang baru saja dia angkat dari jemuran.

“Ay, maaf! Tolong maafkan saya!” Akhirnya Ali merendahkan dirinya dan meminta maaf pada wanita yang tidak disukainya itu.

Namun Ayya tidak menghiraukan ucapan Ali sedikit pun. Dia hanya sibuk dengan pakaian yang akan dia bawa ke ruang setrika, hingga berbunyilah ponsel di sakunya. Ayya kaget mendapat panggilan dari ibunya di kampung, karena kebetulan ia sedang sangat merindukan sang Ibu.

“Assalamualaikum, Umi.”

“Waalaikum salam. Bagaimana kabarmu Ayy?” tanya Bu Aisyah di balik telepon.

“Ayya ....” ucapannya terpotong karena tiba-tiba ia merasa kasihan pada Ibunya jika harus tahu kalau anaknya tidak bahagia.

“Kenapa, Ayy?”

“Ayya baik-baik saja, Umi. Ayya hanya sedang kangen Umi dan Abi juga rumah kita.”

“Jika kamu merindukan rumah, lakukan apa pun yang biasa kamu lakukan di sini, maka di mana pun kamu berada kamu akan selalu merasa berada di rumahmu.”

“Iya, Umi.”

“Rawat dan peliharalah rumah suamimu seperti rumahmu sendiri, karena kamu adalah bagian dari rumah itu.”

“Baik, Umi,” ucap Ayya. Tak lama kemudian ia menutup teleponnya.

Ayya menghela napas, lalu mengusap wajahnya, terpaksa dia mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung.

Ali masih berdiri di belakang Ayya, karena permintaan maafnya belum diterima. Ayya bangun dari duduknya bergegas keluar kamar akan tetapi Ali menghalangi langkahnya.

“Minggirlah!” ucap Aya dengan malas.

“Ayy, tunggu! dengarkan aku dulu,” ucap Ali yang mencoba menahannya.

“Gak mau!” Ayya menggelengkan kepalanya lalu menggeser tubuh kekar suaminya yang menghalangi. Ia berlari ke halaman belakang rumah mencari tempat untuk menumpahkan emosi yang dipendamnya.

Aya duduk di ujung kolam untuk menenangkan pikirannya sebentar, lalu matanya tertuju pada samsak gantung yang biasa digunakan Ali untuk latihan.

Ayya tersenyum miring menatap samsak itu, dia terlihat mengumpulkan kekuatannya tapi entah apa yang dipikirkannya.

Tiba-tiba dia menyerang samsak itu sekuat tenaganya, dan mulutnya tidak berhenti mengomel seperti emak-emak yang kurang setoran.

"Dasar jahat!"

"Tidak punya perasaan!"

“Gila! Gila! Gila!” teriaknya sekuat tenaga.

Bak, Buuk! bunyi dari samsak yang menjadi sasaran kekesalan Ayya hari ini.

Terus memukul dengan kasar dan mengomel sambil berteriak tak henti-hentinya. Terkadang dia menendang dengan kakinya tak karuan hanya untuk sekadar melampiaskan kemarahannya. Tak peduli ia sampai jatuh bangun terkena serangan pantulan dari samsak yang dipukulnya.

Ali yang masih di kamarnya segera menoleh ke arah jendela karena mendengar suara ocehan Ayya dari halaman belakang. Menurutnya ini pemandangan yang sangat lucu yang diam-diam membuatnya cekikikan.

"Ya, Ampuun. ternyata dia bisa segila itu kalau marah," ucap Ali sambil menahan tawanya. Setelah dilihatnya Ayya mulai kelelahan, Ali turun dan menghampirnya.

"Ayo, lanjutkan! kamu pasti bisa," ucap Ali sambil berkacak pinggang di belakang Ayya.

"Jangan mendekat! kalau tidak, aku akan memukul dan menendangmu juga," ucap Ayya.

"Jadi istri seorang polisi memang harus memiliki keahlian bela diri, Ayy. Jadi, pintar saja itu tidak cukup. Aku jadi kepikiran untuk melatihmu ilmu bela diri sampai kamu layak jadi istriku.

"Memangnya kenapa kalau aku tidak layak jadi istrimu? aku tidak peduli lagi."

"Karena polisi itu mempunyai banyak musuh di luar sana. Kamu tau? para buronan dan narapidana yang aku tangkap itu adalah musuh-musuhku. Mereka bisa mengincar keluargaku untuk balas dendam."

"Tidak perlu kamu ajari, aku sudah bisa membela diriku sendiri."

"Ahh iya, aku sudah melihatnya sendiri tadi. Pukulan dan tendangan mautmu, Ayy. Kamu luar biasa Hahaha ...." ucap Ali sambil tertawa renyah.

"Jangan menertawakanku, itu tidak lucu!" ucap Ayya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Ayo bangun! Ibu sedang menunggu kita di meja makan," ucap Ali sambil menarik tangan Ayya, lalu dia menarik kedua sudut bibir Ayya yang cemberut. "Pasang senyum di depan Ibu, kalau tidak dia akan memarahiku lagi."

"Tidak! aku bahkan akan menangis di depan ibu, supaya kamu di pecat jadi anak kesayangannya," ucap Aya sambil berjalan mendahului Ali.

"Hhaa! coba saja kalau berani, aku akan membuangmu lagi, kali ini ke kutub utara, kamu mau hidup dengan beruang kutub di sana?" ucap Ali sambil menarik ujung kerudung Ayya.

"Itu lebih baik, dibanding aku hidup denganmu seperti di neraka."

BERSAMBUNG ...

pertama tekan like 👍, terus tekan love ❤️ supaya dpt notif kalau eps baru sudah up, selanjutnya boleh komen positif, kasih bintang 5 dan vote juga, makasih 😘

1
Nur Hafizah
Luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
jodoh di tangan author mas baim 🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
tega bgt si ali ini ya,kasihan kamu ayya 😢
Nirmala Dewi
Ayya juga memberi kesempatan kepada pelakor🤣🤣
Nirmala Dewi
Ali laki² bodoh yang gak bisa menjaga perasaan istrinya...jadi lali² gak konsisten pada pendirian...greget aku Thor😂😂
Qaisaa Nazarudin
"WANITA YG BAIK DIA TIDAK AKAN MEREBUT SUAMI ORANG"🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun juga berlalu,Cuman di dunia novel aja yg slalu clbk,Kalo di dunia nyata mah MANTAN akan tetap jadi MANTAN,Apa lg kalo udah ada yg baru,Walau secinta apapun di masa lalunya,tetap akan terganti dgn yg baru,ngapain nyiksa diri jd org bego mengenang masa lalu..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mau di bilang duda tapi belom resmi bercerai,di kata suami orang tapi udah gak satu atap..
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
mampir kak next maraton klo ga cape maratonnya😉😉
Neni Sukarsi
bagaimana Thor. polisi disini bodo banget. tidak punya prinsip. dan tidak punya pendirian. muyaak
nasywa
bagus sekali
Sulati Cus
sudah klu berurusan sm laki2 yg blm kelar dg masa lalu nya
misbahumisa bohari
ini sangat bagus ceritanya romantis dan uni
Jumiati
menjijikkan....Ali berpelukan dan selalu si Vina nempel ayya tak masalah.....giliran ayya hanya kepergok dipegang Baim......marahnya kayak udah kayak gitu....Ali egois....ayya terkesan bodoh dan bucin.....buat ayya jual mahal dikit...biar Ali ada perjuangan nya unk mendapatkan ayya....ini kok. terkesan ayya yang menyodor nyodorkan dirinya....tinggal malah nyusul.... nggak ada harga diri....
Four Lovely
baca maraton, dak sempat koment karna pingin baca terus ampe selesai. bagus thor karna temanya kehidupan polisi yg normal, bukan yg lgsg polisi dgn jabatan tinggi, polisi yg sedang meniti karir bertemu wanita dgn kehidupan biasa, bagus, tinggal mengasah utk kata2 dalam cerita.
◕EmBul˙⁠❥⁠˙: terimakasih dukungannya 🙏🙏
total 1 replies
MFay
bahagia selalu, sakinah, mawadah warahmah ya Ali dan istri 😅
Sri Hariati
mantap
Ida
ok💪 Thor 👍
Siti rayhan
saya juga mnikah di usia 25thn..ya bgitulah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!