NovelToon NovelToon
AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Febriliani

Menceritakan seorang gadis cantik yang bernama Halwatu Zahra terpaksa menikah siri dengan seorang pria yang dikiranya duda. Karena sebuah kesalahpahaman. Ternyata pria yang dinikahinya mendadak itu, adalah ayah tirinya.

Akankah Zahra akan terus jadi madu sang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditipu

Zahra mulai memacu motornya menuju pasar untuk membantu Neneknya berjualan. Benjol di keningnya juga sudah susut. Hanya lututnya yang masih terasa sakit.

"Zahra, kamu tidak usah bantuin Nenek hari ini. Kan ada Bu Halimah yang bantuin Nenek. Kakimu kan masih sakit." Ucap Nenek lemah, ya namanya Lansia, gampang lelah.

"Tidak apa-apa koq Nek. Hanya lecet sedikit. Kasihan Nenek gak ada yang bantuin menjaga. Walau ada Bu Halimah, tapi kan ditambah tenaga Zahra jadi makin cepat layani pembeli." Ucapnya lembut, sambil mencuci piring.

"Kamu itu dibilangin selalu ngeyel. Oh ya Zahra. Tadi ibumu nelpon. Katanya dia sekarang sudah kerja di rumah orang kaya, sebagai Koki. Gajinya lumayan besar." Ucap Nenek dengan wajah sumringahnya. Sang Nenek sangat bersyukur, Menantunya itu dapat pekerjaan yang bagus juga.

"Iya kah Nek, syukurlah. Semoga Ibu diberi kesehatan dan umur panjang." Ucapnya sedih, kedua bola mata indahnya sudah berkaca-kaca.

"Zahra sudah kangen banget sama Ibu. Sudah hampir setahun ibu tidak pulang." Ucapnya lagi, melap air matanya dengan baju yang menempel di lengan atasnya.

Cucu dan Neneknya itu, banyak komunikasi hari ini. Karena pembeli sudah mulai sepi.

"Iya sayang. Nenek juga sudah kangen sama ibumu." Sang Nenek juga ikutan sedih.

"Nek, malam ini Zahra minta izin ya. Ada acara perpisahan teman sekelas Zahra di Hotel XX." Ucapnya lembut, setelah menyimpan piring di rak. Zahra pun duduk di kursi plastik sebelah Neneknya.

Sang Nenek terkejut mendengar ucapan cucunya itu. Dia tidak suka cucunya itu pergi ke Hotel. Mereka tinggal di kampung, masuk ke Hotel dengan alasan cari hiburan, adalah hal sangat tabu di tempat mereka.

"Hotel tempat yang asing buat kita. Kalau tidak urusan penting. Gak usah kamu ikutan berpesta-pesta gak jelas disana." Tolak Nenek tegas. Raut wajahnya nampak murung.

"Iya sih Nek. Zahra pun tidak mau ikut acara itu. Tapi, Ayah teman ku itu katanya ingin membantu kita Nek. Uang satu juta yang aku kasih sama Nenek tadi, Pak Ezra yang kasih. Padahal lukaku tidak parah." Ucap Zahra menatap Neneknya penuh keyakinan. Jangan sampai kesempatan ini hilang.

Siapa tahu Pak Ezra benar-benar mau menyumbangkan uang pada mereka. Ya secara orang kaya kan selalu hambur-hamburkan uang.

"Semua orang itu baik karena ada maunya. Apalagi orang kaya, kelakuannya aneh-aneh. Nenek gak mau nantinya. Kamu jadi tumbal."

"Tumbal apa sih Nek? Nenek gak lihat tadi di sekolah begitu baik dan sopannya Pak Ezra itu. Mana mungkin dia mau kasih uang, terus mau macem-macem gitu samaku. Aku juga gak bodoh Nek. Nenek ini jauh sekali mikirnya." Zahra memberi pengertian pada Neneknya itu. Dia sudah yakin sekali, kalau Ezra. Ayahnya Rara adalah orang baik.

"Zahra hanya perlu izin dari Nenek. Aku yakin Nek, Pak Ezra tidak buruk seperti pemikiran Nenek. Kan lumayan Nek, kalau betul Pak Ezra mau bantuin kita. Boleh ya Nek. Zahra pergi nanti malam.!?" Wajah Zahra nampak memelas, memegang kedua tangan Neneknya itu dengan gemes. Dia bahkan mengedipkan sebelah matanya kepada Neneknya itu.

"Terserah kamu. Yang paling penting, kamu harus bisa jaga diri." Sang Nenek mengelus kepala cucunya itu dengan sayangnya.

"Terimakasih Nek." Zahra tersenyum bahagia, bertemu lagi dengan Ezra membuat hatinya senang bukan main. Entah kenapa pria itu sangat menarik perhatiannya.

"Itukan Hotelnya yang dekat pantai itu kan sayang?" Sang Nenek ingin kejelasan tempat yang akan dikunjungi cucunya.

"Iya Nek." Jawab Zahra tersenyum.

"Itukan jauh dari rumah kita, hampir satu jam perjalanan. Mana nanti kamu melewati hutan dan perkebunan sawit. Itu sangat berbahaya untuk kamu lewati di malam hari." Ujar Nenek, mulai ragu lagi untuk melepas cucunya itu.

"Iya juga ya? mana melewati pemakaman lagi." Jawab Zahra bergidik ngeri. Sang Nenek menganggukkan kepalanya.

"Zahra akan berani kan diri Nek, yang penting kita dapat bantuan dana hibah dari orang kaya. Nek, kesempatan ini jangan kita sia-sia kan. Zahra bisa jaga diri koq." Zahra kembali meyakinkan Neneknya.

"Baiklah sayang. Disana kamu hati-hati. Kalau Ayahnya teman mu itu meminta imbalan yang tidak pantas. Kamu jangan terima uangnya ya. Jaga harga diri." Sang Nenak begitu mengkhawatirkan cucunya itu.

"Iya Nenekku sayang." Zahra pun tersenyum lebar merentangkan tangannya, kemudian memeluk Neneknya itu dengan gemes dan penuh kasih sayang. Hanya wanita tua itu tempatnya berbagi suka dan duka.

"Nek, rambut nenek sudah bau. Nanti keramas ya." Goda Zahra, tersenyum jahil kepada Neneknya.

"Iya namanya Nenek-nenek, ya wajar bau tanah." Jawab Sang Nenek ketus. Dia kesal dikatain bau.

Zahra tertawa lepas, sangat bahagia rasanya menggoda sang Nenek.

Tepat pukul enam sore, Zahra pun pamit kepada Neneknya. Dia sangat semangat untuk hadir di acara perpisahan yang diadakan oleh Rara. Karena, akan dapat bantuan keuangan dari pak Ezra, ayahnya Rara.

Zahra sengaja cepat berangkat, agar dia tidak melewati jalanan sepi disaat hari sudah gelap.

"Zahra pamit Nek." Mencium tangan dan memeluk sang Nenek.

"Iya sayang, cepat pulang. Tidak usah sampai habis acara kamu disitu. Kalau sudah ketemu dengan Pak Ezra, kamu langsung to the point' saja ya!" Ujar Sang Nenek memberi peringatan. Dia sangat mengkhawatirkan cucunya itu.

"Ok Bos, rebes..!" Ucapnya dengan tersenyum. Zahra pun memacu motornya dengan riang gembira. Sang Nenek cemberut, gak suka dipanggil dengan sebutan Bos.

Rencana Zahra, setelah dapat waktu sholat Magrib. Dia akan sholat di jalan saja. Tentunya setelah sampai di kota, atau di pemukiman warga yang ramai.

Kini Zahra sudah sampai di parkiran Hotel. Tempat diadakannya acara perpisahannya Rara dengan kawan-kawannya.

Dengan perasaan tidak tenang, jantung yang berdetak cepat. Zahra pun melangkahkan kaki jenjangnya menuju tempat yang dimaksudkan oleh Rara.

Dia menarik napas panjang setelah masuk ke club malam tersebut. Suara dentuman musik keras menggema keseluruh

ruangan club malam itu, dengan lampu yg

berkerlap-kerlip, membuat Zahra ragu untuk benar-benar ikut dalam acara itu.

Terlihat banyak sekali

lelaki dan wanita yg sedang asik dengan minumannya. Tak terkecuali Rara dan beberapa teman sekelas mereka dan juga dari kelas lainnya. Teman satu kelas mereka yang perempuan dan laki-laki terlihat sangat dekat,

yang sedang duduk sembari mengobrol disebuah meja panjang dengan botol-botol minuman didepannya.

"Hei Zahra, kamu sudah datang rupanya."

Celetuk gadis cantik yang berparas seperti boneka yang tak lain adalah Rara. Dia menarik lengan Rara agar duduk di sebelahnya. Zahra jadi takut, menyesal datang ke tempat ini.

Zahra mengibaskan tangannya, tidak suka dengan bau alkohol. Dia pun menatap heran teman satu kelasnya yang asyik menghisap rokok dan menghembuskan kupulan asap berbentuk bola-bola.

1
Eka Aphalah Aphalah
ada gitu cucunya di dukung jd pelakor,, walaupun alasan apapun itu
emang gak sakit hati istri pertama nya nanti kalo ketauan,,
si Zahra az cemburu kalo ibunya telponan Ama kakinya
l apa kbr sama ibunya,,,untung ibunya blm di garap juga Ama si bandot😅😅😅 kalo gk,,dosaa besaaaarrr tu
Puji Rahayu
pengalaman...mantan terindahku mo jd misua gk jd jg org batak sayyy...
tp dy islam se iman sm akoh.
jd gk masalah keless...
nm nya dunia nopel ya halu
ikut aja alur crita authornya.
kl gk mo bc ya sudah tp jgn mnghina n berkata kasar.
ni karya org d bkn susah payah tlg hargai..
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
wakkk nyungsep
Noer Hasanah
Cerita dlm Novel mah bebas ya...mau pestax dibuat lbih meriah dri pernikahan pangeran Charles dan Lady Diana pun ok lah ya
febriliani: hihihi.. iya kak. moga suka ceritanya. Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sulastri Tri
aku enggak suka thor untuk ezra nya, terlalu tua.
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
cerita yg bikin penasaran
Elminar Varida
iiissh..gw mah ohah😅😅
Elminar Varida
astaga...aku yg baca ikutan tegang bayangin ada pempakan gitu😄😄😄
Angel Cristin noel
cerita nya menarik
mommyanis
lanjut....👍👍👍👍👍👍👍👍👍
febriliani: baca novelnya kk
total 1 replies
Mega
kl membaca dr judulnya AKU MADU IBU KU. brti seharusnua anaknya lah yg harus keluar dr lingkup dosa yg tidak di sengaja,apa pun itu alasannya biar cinta mati sm suaminya dan tidak di sengaja itu pasti akan ada salah 1 yg tersakiti,kl mau mundur harus anak dan ibu mundur semua biar tdk ada hati yg tersakiti,kl yg tersakiti si suami itu resiko dia yg main menikah2 aja kayak beli kucing dalam karung ngk tau apa2 main nikah aja,,, jd kl menurut sy sndri si kl mau ada yg mundur ya harus anak sm ibu mundur bareng,kl cmn 1 yg mundur itu bukan pengorbanan tp egois buat dr sendiri,,,,,
Mega
bagus zahra,kl blh jujur jg yg harus mengalah itu zahra,kl bicara mslh cinta mmg zahra sm ezra sama2 cinta,lalu sblm ada zahra ezra cinta ngk sm anin,,, di sini mmg org ke 3 itu jg zahra si anak,dan memang buasanya orang tua mengalah buat kebaikan anak,tp lihat dr awal lg,apa pantas seorg anak merebuat suami ibu kandungnya sndri,,,, dan dlm hukum jg tdk di perbolehkan,,,, ibu anin udh sakit2an mkn hanya pingin merakan kebahagiaan walau pun hanya sebentar,sdgkan zahra,maaa depannya msh panjang msh bisa mncari kebahagiaan yg lain, dan udh jelas jg yg salah ezra main nikah2 aja ngk pernah mau tau keluarga anin atau pun zahra,buat apa katanya org kaya tp ngk bisa mencari info yg sangat mudah sptri itu,konyol kan jdnya,,, anak dan ibu jd ke egoisan ezra,,,,
Tarrie Sidik
maaf ya toorrr...biasanya orang batak itu manggil mantunya itu bukan bere tapi hela at kela buat orang batak karo.
febriliani: ini batak angkola kk, beda kk
total 1 replies
Chy Teteh Bhawel
pak arif digantara nih
Calista
semangat terus yaa tor buat nulis cerita yg baru lagi...
Calista: yo I say...
total 2 replies
Imes Maesaroh
baik
Calista
kutunggu karya terbaru mu slalu...
Calista
sungguh karya yg baik karna banyak mengajarkan tetang cara bersikap lebih baik menghadapi semua situasi... Semangaaaaat terus yaaa tor buat berkarya... sukses slalu buat mu... 😘😘😘
febriliani: iya kak, buka profilku kak, aku sdh ada 9 novel
total 1 replies
Hence Mamanya Ramadhan
tambah seru nih cerita nya
Hence Mamanya Ramadhan
mantap Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!