NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Dia menatap kawah besar yang baru saja dia ciptakan dengan satu pukulan fisik tersebut.

"Kekuatan yang lumayan berguna, aku suka ini," pujinya pada dirinya sendiri tanpa ekspresi yang berlebihan.

Dia segera berjalan maju dan memasukkan dua bangkai monster Rank A itu utuh-utuh ke dalam Cincin Ruang miliknya.

Bangkai monster tingkat penguasa adalah harta karun berjalan yang bisa dijual dengan harga gila di pelelangan ibu kota.

"Urusan di sini sudah selesai, waktunya kembali sebelum si kurus itu menangis mencariku," gumam Chen Mo sambil berbalik arah.

Sementara itu, cahaya matahari pagi akhirnya mulai menyinari pinggiran Hutan Kabut Hitam.

Di sebuah area rawa berlumpur di zona luar hutan, pemandangan yang sangat mengenaskan tersaji dengan jelas.

Su Mengqi, Lin Feng, dan Zhao Hao duduk bersandar lesu di akar pohon busuk dengan tubuh penuh luka cakaran dangkal.

Seragam elit kebanggaan yang kemarin sore masih berkilau bersih kini sudah robek-robek dan dipenuhi lumpur bau busuk.

Semalaman penuh mereka bertiga harus berlari susah payah dan bersembunyi dari kejaran kawanan serigala tingkat rendah.

Mereka tidak bisa tidur sedetik pun, tidak memiliki air minum, dan energi spiritual mereka benar-benar telah terkuras habis.

Zhao Hao bahkan sudah pingsan dengan mulut berbusa sejak dua jam yang lalu akibat ketakutan dan kelelahan yang sangat ekstrem.

Lin Feng menatap kosong ke arah genangan air lumpur di depannya, wajah pemuda arogan itu sepucat mayat hidup.

Hanya Su Mengqi yang masih sanggup membuka matanya, meski pandangan gadis jenius itu sudah sangat kabur.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki berlari yang tergesa-gesa terdengar menerobos masuk mendekati lokasi mereka beristirahat.

Beberapa instruktur akademi tingkat atas, termasuk Guru Zhao, muncul dari balik semak-semak lebat dengan wajah tegang.

"Astaga! Tuan Muda Lin! Nona Su!" teriak seorang instruktur wanita panik melihat keadaan mengerikan murid elit mereka.

Guru Zhao segera berlari menghampiri Lin Feng dan memaksa memasukkan sebuah pil pemulih energi ke dalam mulut pemuda itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Di mana tenda dan semua barang bawaan berharga kalian?" tanya Guru Zhao dengan nada panik yang sengaja dibuat-buat.

Lin Feng mulai terbatuk-batuk pelan, kesadarannya sedikit pulih setelah energi hangat dari pil itu mengalir di tenggorokannya.

Rasa takut semalam perlahan memudar, digantikan oleh rasa benci dan dendam yang luar biasa membusuk di dalam hatinya.

"Chen Mo. Si sampah asrama barat itu pelakunya," gumam Lin Feng dengan suara bergetar penuh kemarahan.

"Dia mencuri semua barang kami, menjarah hasil buruan kami, dan kabur meninggalkan kami untuk dimakan monster serigala."

Fitnah yang kotor dan sangat menjijikkan itu meluncur begitu saja dari mulut Lin Feng tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.

Su Mengqi yang duduk di sebelah Lin Feng mendengar kebohongan besar itu, tenggorokannya seketika terasa kering.

Gadis itu ingin membuka mulutnya dan menyangkal, dia ingin mengatakan yang sebenarnya bahwa Chen Mo lah yang menyelamatkan nyawa mereka kemarin.

Dia ingin berteriak bahwa merekalah yang terlalu lemah dan serakah hingga memancing amarah pemuda Rank F tersebut.

Namun, saat Su Mengqi melihat tatapan cemas para instruktur yang sangat memuja kelas elit, keberaniannya menciut drastis.

Dia tahu jika dia membela Chen Mo, reputasinya sebagai dewi jenius yang sempurna akan hancur lebur di mata akademi.

Dia akan dianggap sebagai beban tidak berguna yang harus diselamatkan oleh murid kelas dasar paling rendah.

Gadis jenius itu pada akhirnya memilih menutup matanya rapat-rapat, membiarkan kebohongan Lin Feng menjadi kebenaran sepihak.

"Beraninya seorang murid Rank F rendahan melakukan pengkhianatan sekeji ini pada murid elit akademi!" teriak Guru Zhao dengan wajah memerah karena marah.

"Aku sudah tahu sejak awal bahwa bocah kurang ajar itu memiliki bibit pemberontak di dalam dirinya!"

"Aku akan pastikan dia dikeluarkan secara tidak hormat, lalu diseret ke penjara bawah tanah akademi hari ini juga!" sumpah Guru Zhao keras-keras.

Para instruktur lain ikut mengangguk setuju, segera mengangkat ketiga murid elit itu ke atas tandu medis untuk dibawa kembali ke akademi.

Su Mengqi meneteskan air mata hangat di atas tandu, air mata dari seorang pengecut yang telah menjual hati nuraninya demi nama baik.

Jauh di dalam zona tengah hutan, Chen Mo sudah kembali ke gua petapa kuno dengan santai seolah dia baru saja selesai jalan-jalan pagi.

Wang Bo masih tertidur pulas dengan posisi meringkuk di dekat sisa-sisa api unggun yang mulai memudar.

"Bangun, Wang Bo. Sudah waktunya kita pulang dan menyerahkan tugas konyol ini," panggil Chen Mo sambil menendang pelan sepatu Wang Bo.

Murid kurus itu tersentak kaget, langsung terbangun dan mengusap matanya dengan panik.

"Saudara Chen! Kau sudah kembali! Kupikir kau sudah mati dimakan monster!" ucap Wang Bo setengah menangis karena lega.

Chen Mo tidak menjawab, dia hanya melemparkan sebuah tas ransel kulit kecil ke pangkuan Wang Bo.

"Aku mengisi tas itu dengan beberapa tanaman herbal kelas menengah yang kutemukan secara kebetulan di jalan tadi."

"Bawa tas itu ke bagian penyerahan misi nanti, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita berdua lulus ujian ini dengan nilai sangat tinggi."

Wang Bo membuka ritsleting tas itu dan terbelalak kaget melihat puluhan akar dan daun bercahaya menumpuk di dalamnya.

"Ya Tuhan, ini adalah Ginseng Tulang Besi dan Daun Darah Merah, harganya bisa ratusan ribu koin bintang di luar sana!" seru Wang Bo histeris.

"Anggap saja itu upah minimum karena kau sudah mau menjadi kuli panggul kemarin sore," jawab Chen Mo datar.

Chen Mo berjalan keluar dari gua terlebih dahulu, menghirup udara pagi yang berhembus menembus kabut beracun.

Dia tahu pasti akan ada badai dari para orang bodoh yang sedang menunggunya di gerbang akademi nanti.

"Mari kita lihat skenario murahan apa yang sudah disiapkan oleh elit palsu itu untukku," batin Chen Mo sambil tersenyum sinis.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!