NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Adrian terdiam mematung. Matanya beralih menatap Isabelle, lalu kembali menatap wajah Evelyne yang tampak begitu ingin segera beranjak pergi. Anehnya... hatinya tak lagi merasa begitu bersemangat untuk menyambut undangan itu seperti yang seharusnya ia rasakan.

Namun sepasang mata yang menatap mereka dari segala penjuru tak menyisakan ruang bagi sang Putra Mahkota untuk menolak. Adrian pun akhirnya mengulurkan tangannya kepada Isabelle.

"Tentu saja, dengan senang hati."

Isabelle tersenyum bahagia. Keduanya pun melangkah bersama menuju lantai dansa yang luas. Aruna mengembuskan napas panjang yang tertahan sedari tadi, seakan beban berat baru saja terangkat dari pundaknya.

"Akhirnya selesai juga..." gumamnya pelan. "Sekarang aku hanya perlu duduk tenang dan menikmati kue hingga pesta usai."

Ia pun berbalik hendak pergi mencari tempat yang sepi, namun langkah kakinya terhenti seketika ketika sebuah tangan kuat menggenggam tangannya dengan lembut namun tak terelakkan.

Cedric berdiri tepat di sampingnya.

"Mari kita berdansa," ucapnya tenang namun tegas.

Aruna tertegun menatapnya bingung. "Apa? Tidak perlu begitu..."

Cedric menatapnya lekat-lekat, sorot matanya tajam namun lembut. "Mengapa menolaknya?"

Aruna menarik napas pelan, berusaha menjelaskan dengan senyum yang tak kalah lembut. "Karena aku tak ingin terlibat dalam segala urusan perasaan orang lain malam ini. Biarkan aku duduk saja di sini."

Namun tangan Cedric tak berniat melepaskan genggamannya. "Hanya satu tarian saja. Tak akan lama."

Aruna pun akhirnya tak berdaya menolak kelembutan ketegasan yang terpancar dari wajah pemuda itu. "Baiklah."

Mereka pun melangkah berdampingan menuju lantai dansa yang kini dipenuhi pasangan-pasangan bangsawan. Di saat yang sama, Adrian dan Isabelle pun mulai menari mengikuti irama musik yang mengalun lembut.

Para bangsawan yang hadir pun saling berbisik memuji keindahan pasangan sang Putra Mahkota bersama Isabelle. Namun seketika pandangan mereka beralih kepada sepasang pemuda dan gadis yang menari tak jauh dari sana.

"Lihatlah..." bisik mereka berdecak kagum. "Lady Evelyne berdansa begitu serasi bersama Tuan Muda Ravenwood. Tampaknya hubungan mereka sungguh begitu harmonis dan tak terpisahkan."

Aruna tak mendengar pujian-pujian itu. Ia hanya berusaha mengikuti setiap gerakan tangan Cedric yang menuntunnya dengan penuh kehati-hatian. Namun di tengah irama musik yang melambai itu, benaknya tiba-tiba menyadari sesuatu yang penting.

[Tunggu...] pikirnya melesat cepat. [Jika aku berdansa begitu dekat bersama Cedric malam ini, semua orang pasti akan menganggap kami sepasang kekasih yang serasi. Bukankah hal itu justru sangat menguntungkan bagiku? Dengan begitu tak seorang pun akan mencurigai bahwa aku masih menyimpan perasaan kepada Putra Mahkota. Aku tak akan lagi menjadi sasaran pandangan sinis dan cemoohan seperti yang tertulis dalam cerita ini.]

Cedric menatap wajah gadis yang berdiri begitu dekat di hadapannya. Untuk pertama kalinya malam itu, sudut bibirnya perlahan melengkung membentuk senyum yang tulus dan menyembunyikan kebahagiaan yang tak terlukiskan.

"Mengapa kau tiba-tiba tersenyum?" tanya Aruna tak menyangka melihat perubahan raut wajahnya.

"Karena kau sedang memikirkan sesuatu yang terlihat begitu lucu," jawab Cedric lembut.

Aruna tertegun seketika. [Jangan bilang... ia mampu membaca isi hatiku?]

Cedric hanya tersenyum lebih lebar, tak menjelaskan apa pun selain tatapan matanya yang tak lepas dari wajah gadis itu sedetik pun.

Sementara di sisi lain aula, Adrian yang sedang menari bersama Isabelle tanpa sengaja melirik ke arah pasangan itu. Entah mengapa... pemandangan Cedric yang menuntun Evelyne menari dengan penuh perhatian dan kelembutan seketika membuat dadanya terasa sesak dan tak nyaman.

Isabelle menyadari seketika tatapan sang Putra Mahkota yang tak lagi tertuju kepadanya. "Yang Mulia?"

Adrian pun tersadar dari lamunannya dan segera meminta maaf dengan sedikit gugup. "Maafkan aku..."

Ia kembali menatap wajah Isabelle di hadapannya, namun hatinya tak lagi sepenuhnya ikut bersamanya menari. Bayangan wajah wanita lain terus mengusik ketenangannya, siapa lagi kalau bukan Lady Evelyne Ashcroft.

Dan kesalahpahaman yang tumbuh di malam itu justru membawa dampak yang tak disangka-sangka. Seluruh bangsawan yang hadir pun semakin yakin bahwa Evelyne dan Cedric telah bersatu hati dan tak akan terpisahkan.

Sesuatu yang sama sekali tak pernah direncanakan oleh Aruna. Namun bagi Cedric... kesalahpahaman yang begitu indah itu justru sesuatu yang tak ingin ia luruskan selamanya.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!