NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Pintu Lautan Kesadaran

Tekanan dari ranah Setengah Langkah Nirvana bukanlah sesuatu yang bisa diukur dengan kuantitas Qi. Ini adalah tahap di mana seorang kultivator telah setengah jalan memisahkan jiwanya dari hukum reinkarnasi fana, menyentuh tepi keabadian.

Penjaga Gerbang Takdir yang terbuat dari kristal darah itu tidak memiliki nyawa, namun Niat Kehancuran yang dipancarkannya membuat ruang di rongga tenggorokan naga purba itu berderak seperti kaca yang diinjak raksasa. Matanya yang kosong hanya tertuju pada satu target: Zeng Niu, sang pencuri Sumsum Emas.

Di kejauhan, Patriark Yan Zun dan Penguasa Iblis Gui Hai mundur dengan cepat, membawa sisa-sisa pasukan mereka menjauh dari pusat arena. Keduanya adalah rubah tua yang telah hidup ribuan tahun. Melihat jaring karma (sebab-akibat) telah mengunci pemuda barbar itu, mereka memilih menjadi penonton. Jika Zeng Niu mati, mereka akan merampas hartanya. Jika penjaga itu melemah, mereka akan membunuhnya dan masuk ke dalam. Sebuah skenario di mana mereka tidak perlu mengeluarkan sepeser pun tenaga.

Zeng Niu berdiri di tempatnya, menatap penjaga kristal darah itu. Matanya menyipit, menghitung setiap kemungkinan.

"PENYUSUP... MATI!" Suara penjaga itu menggema. Ia tidak mengambil ancang-ancang. Tubuhnya tiba-tiba menghilang, berbaur dengan hukum ruang itu sendiri, dan seketika bermanifestasi tepat di atas kepala Zeng Niu!

Pedang kristal darah di tangannya menebas turun, membawa ilusi lautan darah yang menelan ribuan bintang. Ini bukan sekadar tebasan pedang; ini adalah [Hukum Pemusnahan Nirvana]!

Zeng Niu tidak bisa menghindar. Ruang di sekitarnya telah dikunci.

"Ying'er, mundur!" raung Zeng Niu.

Zeng Niu mencabut Nisan Petir Asura. Tulang Emas Asura-nya bersinar menyilaukan, dan seluruh massa dari Benih Dunia di Dantiannya ia pusatkan ke kedua lengannya. Ia menebas ke atas, menyongsong pedang sang penjaga!

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!

Bentrokan itu menghasilkan cahaya putih yang membutakan seluruh rongga tenggorokan naga. Gelombang kejutnya merobek lantai tulang fosil, menciptakan badai debu primordial.

Dari tengah ledakan itu, sesosok tubuh terpelanting mundur sejauh puluhan tombak, kakinya menggores lantai tulang hingga menciptakan parit yang dalam.

Itu adalah Zeng Niu.

Jubah hitamnya robek di beberapa bagian. Tangannya yang memegang pedang sedikit bergetar, dan setitik darah emas menetes dari sudut bibirnya.

Di ranah kultivasi, perbedaan satu tahap besar adalah batas. Meski Zeng Niu memiliki Tulang Emas Asura, ia hanya berada di ranah Soul Transformation Akhir. Mampu bertahan hidup dari serangan Setengah Langkah Nirvana secara lansung tanpa hancur menjadi debu sudah merupakan sebuah keajaiban yang menentang surga!

Jika ia terus memaksakan diri bertarung jujur, hasilnya hanyalah Kalah, mati karena perbedaan ranah yang absolut.

Di kejauhan, Yan Zun tertawa sinis. "Lihatlah, Gui Hai! Pemuda sombong itu akhirnya membentur dinding baja. Kita hanya perlu menunggu beberapa tarikan napas lagi sebelum dia dipotong menjadi daging cincang."

Penguasa Iblis Gui Hai menyeringai, enam lengannya memegang senjata iblis bersiap untuk mengambil keuntungan.

Namun, mereka meremehkan betapa licik dan biadabnya seorang algojo.

Zeng Niu mengusap darah di bibirnya. Senyum perampoknya yang paling mematikan perlahan mengembang.

"Kalian dua bangkotan tua berpikir bisa menonton pertunjukan gratis?" bisik Zeng Niu, suaranya sangat pelan namun Niat Asuranya mengunci posisi Yan Zun dan Gui Hai.

Zeng Niu tidak kembali menyerang sang penjaga. Sebaliknya, ia melukai telapak tangannya sendiri dengan ujung pedangnya. Darah emas gelap yang mengandung esensi Sumsum Naga Primal menetes keluar.

Zeng Niu memadatkan darah itu menjadi dua butir peluru berukuran debu, melapisi mereka dengan Niat Ketiadaan agar tidak terdeteksi, lalu menjentikkannya ke arah Yan Zun dan Gui Hai dengan kecepatan yang melampaui kilat!

ZRAAASH!

Kedua butir darah emas itu tidak melukai mereka, melainkan menempel dan meresap satu ke tungku alkimia milik Yan Zun, dan satu lagi ke sisik di dada Gui Hai.

Seketika, aroma Sumsum Naga Primal yang menjadi pemicu karma meledak dari tubuh kedua monster tua tersebut!

Penjaga kristal darah yang baru saja hendak menebas Zeng Niu tiba-tiba berhenti. Kepalanya yang kaku berputar patah-patah ke arah Yan Zun dan Gui Hai.

"LEBIH BANYAK PENCURI ESENSI... HUKUMAN MATI UNTUK SEMUANYA!"

Arah serangan sang Penjaga Gerbang Takdir berubah seketika! Ia meninggalkan Zeng Niu dan melesat ke arah kumpulan Klan Pil Emas dan Klan Iblis Laut dengan Niat Membunuh yang seratus kali lipat lebih buas!

Mata Yan Zun dan Gui Hai melotot nyaris keluar dari kelopaknya. Teror dan kemarahan meledak di benak mereka secara bersamaan.

"ZENG NIU! KAU BAJINGAN TAK TAHU MALU! KAU MENGALIHKAN KARMAMU PADA KAMI?!" raung Yan Zun histeris. Ia terpaksa membakar esensi darahnya dan melempar tungkunya untuk menahan tebasan pedang Nirvana penjaga itu.

"Manusia licik! Aku akan mencabik-cabikmu!" teriak Gui Hai, terpaksa menyatukan kekuatan dengan musuh bebuyutannya, Yan Zun, demi menahan kiamat yang tiba-tiba turun ke kepala mereka.

Zeng Niu tertawa terbahak-bahak. Di dunia kultivasi, kekuatan bukan hanya tentang seberapa keras kau memukul, tetapi seberapa pintar kau meminjam pisau orang lain untuk membunuh.

"Selamat menikmati karmanya, Tuan-tuan!" seru Zeng Niu, melambaikan tangannya dengan riang. "Sekutu memang harus saling berbagi beban, bukan?"

Sementara dua ahli Ascendant Akhir dan ratusan pasukan mereka terjebak dalam pertarungan Seri yang berdarah (Kedua pihak sama-sama terluka) melawan Penjaga Setengah Langkah Nirvana, Zeng Niu dan Zhao Ying memutar arah, langsung melesat menuju gerbang berbentuk mulut naga yang tidak lagi dijaga.

"Luar biasa licik," komentar Zhao Ying datar, meski matanya memancarkan sedikit kilatan geli.

"Itu namanya hemat sumber daya," kekeh Zeng Niu.

Mereka tiba di depan gerbang mulut naga. Formasi penyegel ruang yang sangat kuno menutupi jalan masuk tersebut. Jika mereka memaksa menghancurkannya dengan kekuatan mentah, itu akan memakan waktu berjam-jam, dan Penjaga Gerbang mungkin sudah selesai membantai dua monster tua di belakang mereka.

"Biar aku," ucap Zhao Ying.

Sang Dewi Es melangkah maju. Roda Bintang di punggungnya berputar cepat, memancarkan cahaya biru kosmik. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas segel formasi tersebut.

[Teknik Es Bintang!]

Seketika, seluruh lapisan segel raksasa itu membeku. Bukan hanya membekukan materi, tetapi Niat Es Zhao Ying membekukan aliran Qi di dalam formasi itu sendiri, membuat sistem pertahanannya menjadi getas seperti kaca tipis.

Zeng Niu tidak membuang waktu. Tulang Emas Asura-nya berderak, dan ia melepaskan satu pukulan telak ke tengah segel yang telah dibekukan.

PRANGGG!

Segel formasi berusia sepuluh ribu tahun itu hancur berkeping-keping. Mulut naga purba akhirnya terbuka.

"Masuk!"

Keduanya melesat ke dalam kegelapan Lautan Kesadaran Primordial, meninggalkan suara jeritan dan ledakan dari pelataran di belakang mereka.

Lautan Kesadaran Kaisar Naga

Begitu melewati gerbang, sensasi berjalan di atas fosil tulang seketika lenyap.

Zeng Niu dan Zhao Ying merasa tubuh mereka melayang. Mereka tidak lagi berada di sebuah gua atau ruangan fisik. Mereka telah memasuki sebuah ruang hampa sebuah dimensi saku yang diciptakan dari pikiran sang kaisar naga!

Pemandangan di hadapan mereka melampaui segala imajinasi fana.

Ini adalah sebuah lautan bintang tanpa batas. Langit dipenuhi oleh rasi-rasi bintang berwarna merah darah dan emas. Namun, yang membuat napas Zeng Niu tercekat bukanlah keindahan kosmik tersebut.

Melainkan apa yang menjadi daratan di dunia saku ini.

Gunung-gunung. Ratusan gunung yang menjulang tinggi di bawah langit berbintang. Tetapi gunung-gunung itu tidak terbuat dari batu atau tanah.

Gunung-gunung itu terbuat dari Harta Karun.

Tumpukan miliaran batu roh dari berbagai tingkatan, lautan artefak tingkat bumi, surga, hingga sisa-sisa artefak kelas Ascendant. Ribuan gulungan Teknik, pil-pil yang telah menjadi fosil, hingga tumpukan zirah dari ratusan sekte kuno.

Ini adalah harta dari puluhan ribu kultivator elit yang telah tewas di dalam Istana Naga Primal selama sepuluh ribu tahun terakhir! Semuanya ditarik ke pusat Lautan Kesadaran oleh formasi makam.

"Gila..." gumam Zeng Niu, insting perampoknya nyaris meledak. Kekayaan ini cukup untuk membeli sebuah benua di Alam Abadi! Bahkan perbendaharaan Istana Pusat mungkin tidak sebesar ini.

Namun, sebelum Zeng Niu sempat memungut sekeping batu roh pun, mata Zhao Ying menyipit tajam.

"Zeng Niu. Lihat ke atas."

Di tengah-tengah dunia saku itu, melayang di atas gunung-gunung harta, terdapat sebuah altar raksasa yang terbuat dari kristal kekacauan.

Di atas altar tersebut, tidak ada mayat naga, melainkan sebuah mutiara sebesar matahari kecil. Mutiara itu berdenyut seperti jantung yang hidup. Permukaannya menampilkan miliaran wajah manusia, siluman, dan iblis yang menjerit dalam penderitaan tanpa suara.

Itu adalah jiwa-jiwa para kultivator! Setiap kali ada yang mati di luar, jiwa mereka disedot, dimurnikan, dan dimasukkan ke dalam mutiara tersebut untuk memelihara sesuatu di dalamnya.

Dan di dalam mutiara raksasa itu... berbaring sosok manusia.

Seorang pemuda yang luar biasa tampan, mengenakan jubah kekaisaran kuno bersulam sembilan naga emas. Matanya tertutup rapat. Ia terlihat tertidur lelap, namun fluktuasi kehidupan yang menguar darinya melampaui ranah Nirvana.

"I-Itu... itu bukan roh!" jerit Lei Ling di kepala Zeng Niu, suaranya bergetar penuh teror. "Itu adalah Wujud Manusia dari Kaisar Naga Primal! Dia tidak sedang bereinkarnasi... dia menggunakan jiwa miliaran kultivator selama sepuluh ribu tahun untuk menyempurnakan Tubuh Dewa Manusia agar bisa melampaui Hukum Langit!"

Zeng Niu mengepalkan tangannya. Rencana  yang dikatakan oleh Patriark Yan Zun benar adanya, namun kenyataannya jauh lebih mengerikan.

Makam ini bukan hanya tempat peristirahatan. Ini adalah kepompong! Dan setiap harta di bawah sana hanyalah sisa-sisa cangkang dari lalat yang terjebak di jaring laba-laba.

Saat Zeng Niu dan Zhao Ying menatap sosok di dalam mutiara itu...

Kelopak mata pemuda berjubah kaisar itu tiba-tiba bergetar pelan.

Sebuah Niat yang telah tertidur selama seratus abad perlahan mulai terbangun, tertarik oleh aura Sumsum Emas di dalam Tulang Emas Asura milik Zeng Niu!

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!