David Alexander Praja seorang pria yatim piatu yang di tinggal mati oleh kedua orang tua serta adik kesayangannya,saat diri nya masih berusia belasan tahun.
Kecelakaan mobil orang tua nya saat itu membuat bocah yang sedang mengadakan pertandingan basket itu,seperti akhir hidup bagi nya apalagi orang tua nya meninggalkan banyak hutang yang makin membuat nya terpuruk.
Hidup dalam kesendirian membuat nya sangat kesepian,karna pria itu hanya seorang anak yatim piatu dengan pekerjaan serabutan menghidupi kehidupan pahit nya.
Adakah yang bersedia menjadi mentari untuk kehidupan nya yang gelap atau itu hanya cita2 nya saja yang tak pernah terwujud ??
Dan bagaimana kisah kehidupan seorang gadis yang juga berjuang untuk membahagiakan orang tua dan membalas jasa seorang Kakak asing berbaik hati yang sudah membesarkan nya hingga sekarang ??
Saksikan kisah hidup mereka disini.
Sebelum itu,harap membaca membaca kisah sebelum nya.
SENYUMAN ANAK YANG TERBUANG season 1 dan 2
Terima kasih,happy reading😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lanjoootttt
Saat kaki jenjang pria itu masuk kedalam rumah,semua orang terkejut.
" David " Pekik Reno langsung bangkit dari duduk nya mendekati pria itu.
" Kamu dari mana aja sih,kenapa baru datang sekarang !! " Kata Reno memelankan suaranya kesal
.
" Maafkan saya Bang " Kata David menunduk.
" Nanti saya jelaskan semua nya Tuan " Kata Ibu Rehan melerai.
Reno menghela nafas dan mendekati Beni yang sudah sangat emosi melihat David.
" Tolong Bang,mungkin dia ada kendala tadi,Abang jagan emosi dulu " Kata Reno pelan.
Beni menarik nafas mencoba tenang.
Prily berlari masuk kedalam kamar Cila.
" Mba,calon suami Cila udah dateng " Kata Prily tersenyum.
Deg....
Mereka semua terkejut,Cila yang menunduk pun langsung mendongak kaget mendengar nya.
" Alhamdulillah " Gumam Nisa dan Rena mengusap dada.
" Hiks hiks " Sintia kembali menangis terharu.
" Ayo Cila,kita keluar " Ajak Nisa kepada gadis itu.
Cila masih diam kembali menunduk.
" Ada apa Cila ? Tanya Clara memegan pundak saudaranya.
" Aku merasa tak pantas " Kata Cila lirih.
Dan tanpa dipaksa air mata yang ia tahan dari tadi pun menetes.
" Jangan menangis,mungkin tadi dia ada kendala dijalan " Kata Rena menasehati.
" Iya Cila,yang penting dia datang meski terlambat " Kata Yuni menimpali sang Mama.
" Ayo Nak,jangan buat mereka menunggu lagi " Kata Sintia semangat.
Cila melihat sang Bunda,senyum kecil pun terbit melihat Sintia sudah kembali ceria meski tadi menangis pilu.
" Hayo mana ini pengantinnya udah ditunggu sama pangeran tuh " Celetuk Barra nongol di depan pintu.
Mereka tertawa dan membujuk Cila lagi.
" Ayo " Ajak Nisa lembut.
Cila mengangguk kecil mengusap cincin pernikahannya dan memberikan kepara Nisa.
Mereka pun keluar dengan senyum bahagia.
Sintia kembali dirias karna riasan tadi sudah berantakan.
Cila digandeng Clara dan Nisa dengan pelan.
Deg....
Clara melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini,begitu pun pria yang duduk di depan penghulu.
" David "
" Clara "
Gumam mereka bersamaan dengan lirih.
Rendi sudah menyangka ini akan terjadi,karna dirinya juga terkejut melihat David yang menjadi penggantin pria nya.
" Kenapa diam ?? " Tanya Nisa heran dengan kedua gadis itu.
" Maafkan aku Clara " Kata Cila menunduk.
Clara menelan ludahnya kasar,tatapan nya masih saja melihat kearah David.
Pria itu juga melihat kearah mereka,ntah siapa yang dia lihat antara Clara dan Cila.
Clara melihat kearah Cila,dan seorang pria yang memeluk putrinya.
" Tidak apa2,aku sudah mempunyai suami dan anak yang lucu,aku sudah melupakan semua perasaan ku kepada David,mungkin dia memang jodoh kamu,aku turut bahagia " Kata Clara menggenggam tangan Cila.
Nisa tersenyum lembut,memuji adik2 nya yang sangat tegar dan terbuka.
" Sambutlah kebahagiaan mu,aku yakin dia bisa membuat kamu sangat bahagia menjalani hidup " Bisik Clara lirih.
Cila mengangguk tersenyum.
Mereka kembali melangkah mendekati David yang sudah tampan dengan pakaian serba putih nya.
Rendi menatap nanar istrinya,pelukan kepada sang putri pun semakin mengerat,ntah mengapa Rendi terlihat tidak senang,karna dia begitu mencintai ibu dari anak nya itu.
" Papa tenapa ?? Tanya Zaiva pelan.
" Ngak papa sayang,Papa sayang banget sama kamu " Bisik Rendi pelan.
" Hehe,Papa sayang sama aku apa sama Mama ?? Tanya Zaiva menggoda.
Deg...
Rendi terkejut dan mencubit gemas pipi bocah itu.
" Kalian kebahagiaan Papa,jadi bantu Papa untuk membuat Mama mu bertahan ya hidup bersama kita "
" Iya Pa,Papa tenang aja Mama sayang kok sama kita " Kata Zaiva yakin.
Rendi tersenyum mengangguk dan melihat lagi kearah istrinya yang terlihat cantik dengan baju senada dengan dirinya dan Zaiva.
Kini Cila sudah duduk disamping David,aura dingin pria itu pun kembali Cila rasakan.
Bahkan David tak melihatnya sama sekali,pria itu hanya diam menatap penghulu yang mulai membuka acara.
" Aku harus kuat " Batin Cila menggenggam tangan nya sendiri,meski hatinya merasa sesak.
Tak ada kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah pria itu,apalagi tadi Cila sangat menyadari bahwa David sangat intens melihat kearah Clara bukan diri nya.
Tapi Cila tak lemah,meski tersakiti dengan sikap dingin David,tapi gadis itu memberi senyum termanisnya kepada mereka semua,apalagi Beni yang menatap wajahnya dengan nanar.
" Baiklah para undangan semua,ayo kita mulai " Kata penghulu itu tegas.
David mengangguk dan mulai menjabat tangan penghulu.
Penggulu pun mulai membacakan akad,dan disambut David dengan tegas.
" Saya terima nikah dan kawin nya Arsila Putri binti Alm.Subroto dengan mas kawin tersebut tunai " Kata Davud tegas dalam 1 kali tarikan nafas.
" Bagaimana saksi Sah ??
" Saahhhhh !!! " Teriak mereka semangat.
Hanin dan Ana pun ikut meneriaki ke sah an mereka.
" Alhamdulillah " Kata mereka semua bersyukur.
Beni menangis haru dengan memalingkan wajahnya kebelakang,pria itu saat ini sudah melepaskan putri tirinya untuk pria lain.
David memasangkan lagi cincin yang pernah dia beri untuk Cila.
Cila mengulurkan tangan nya dengan gemetar, apalagi saat tangan hangat itu menyentuh kulit nya.
Tak ada senyuman diwajah David,pria itu masih dingin dan datar.
Tapi bagaimana pun expresi David,Cila terus menunjukkan senyum manis nya.
Cila mencium punggung tangan David dengan takzim.
" Ayoo di kecup dulu itu kening nya,biar jin pada keluar " Goda Barra cekikikan.
" Iyaa kalo Kak Cila udah selesai,aku juga mau " Sahut Ana semangat.
" Eh mana bisa gitu,harus ajak2 aku dong " Kata Hanin menyahuti.
Orang tua bocah itu menutup wajah malu,sedangkan para tamu tertawa dan menggoda David dan Cila..
Wajah Cila sudah memerah seperti kepiting rebus saking malunya.
Clara memeluk sang suami dengan sayang bersama putri kecil nya.
David menelan ludah kasar dan menatap Cila dengan tajam,seketika gadis itu terdiam mematung.
" Ayo dong,cuuuuppp gitu " Goda Adelard tertawa cekikikan.
" Udah Bang,jangan godain Cila terus " Kata Prily mencubit paha anak bujang nya.
" Abisnya gemes Mom,apa perlu Ade aja ya yang wakilin " Kata Adelard cengengesan
" Eh " Pekik Prily kembali mengusel2 kepala anak nya.
Ben dan Reno tertawa dan kembali menunggu.
" Aduuh cepetan dong,penonton udah nungguin nih " Celetuk Aktam tak mau berdiam diri.
Andrew mengangguk setuju.
Cila rasanya ingin berlari saja dari sana dari pada terus di goda habis habisan oleh mereka.
Cup...
David mengecup cepat kening Cila,gadis itu melotot terkejut.
" Udah ya ?? Tanya Barra heran.
David mengangguk.
" Yaaahhh kok cepet,emang lagi balapan ya,Abang tukanh foto nya aja ngak sempet tuh buat foto " Kata Barra memprovokasi.
Fotografer itu mengangguk setuju.
" Ulang dong,damage nya ngak dapet nih !! " Kata Adelard semangat.
" Iya ulang " Kata Hanin dan Ana semangat.
Mereka kembali tertawa.
Rehan sudah cekikikan bersama sang Ibu tak tahan melihat expresi David yang sudah ingin meledak.
" Gini Bang caranya " kata Aktam menarik kepala Ana dan mengecup dengan pelan.
Ana yang sedang tertawa pun di buat kaget saat kepalanya di tarik secara paksa.
" Nah gitu Bang,biar mesra kayak di film koreanya Bunda " Kata Aktam polos.
Deg...
Nisa terkejut karna anak itu membuka aib nya yang masih suka film korea.
" Mas,anak mu itu di suruh mingkem " Kesal Nisa kepada Reno.
" Ya mau gimana Nis,aku ngak punya remot kontrol buat nyuruh mereka diem,itu sudah dari orok nya mereka gitu " Kata Reno pasrah.
Mereka semua kembali tertawa melihat kepolosan anak2 Reno dan Ben.
David menghela nafas dan melihat Cila dengan tatapan dalam.
Dengan lembut David memegang kepala Cila dan mengecupnya pelan dan lama..
Cila terkejut dan memejamkan matanya merasakan bibir sexy pria itu menyentuh kening nya.
Cekrek cekrek cekrekkk...
Bunyi kamera langsung mengambil moment indah itu.
Hati Cila menghangat dan tersenyum manis kepada David yang masih memegang kepalanya dan menatap nya nanar.
" Terimalah aku menjadi istri mu " Gumam Cila lirih menatap manik tajam itu.