NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Darren dan Nadia tengah duduk di taman, sambil menatap anak anak kecil yang berlarian. Nadia tersenyum hangat melihat anak anak yang berlarian dengan sangat girang di taman.

"Aku jadi teringat waktu kita kecil kak, saat itu aku main ayunan dan kakak datang membawa es krim kesukaanku. Dulu kak darren dan kak Nathan rebutan buat main sama aku. Kalau di ingat ingat, masa kecil itu indah ya kak. Walupun kedua orang tuaku tidak pernah menganggap kami ada, tapi kakak dan kedua orang tua kakak benar benar memberikan apa yang kami butuhkan," ucap Nadia.

Nadia menatap Darren, gadis itu tersenyum bahagia. Kedua mata Nadia mulai berkaca kaca, dan Darren langsung mengusap rambut Nadia.

"Udah jangan melow, gue enggak suka liat Lo melow. Lo harus jadi gadis yang kuat, tahan banting, tapi kalau Lo udah enggak sanggup dateng aja ke gue. Curhat ke gue, karena cuman gue yang ada di sini. Nathan lagi di luar kota, ngurus pekerjaannya," ucap Darren.

"Lo tau enggak, Nathan terus nelpon gue buat tanya kabar Lo. Sebelum dia pergi, Nathan nitip Lo ke gue. Dia terus saja nelpon gue nanyain kabar Lo. Nadia udah ketemu belum?, dia udah kasih kabar belum?, cari adek gue ren. Bla bla bla, masih banyak lagi yang dia bicarakan," ucap Darren.

Nadia tertawa kecil saat mendengar ucapan dari darren, pria itu sangat lucu saat menceritakan Nathan yang terus meneleponnya. Darren memanyunkan bibirnya, sikap pria itu benar benar berubah 180° jika bersama Nadia. Darren yang terkenal dengan sebutan pria yang dingin, cuek dan tidak mau ikut campur dengan ke adaan sekitarnya. Namun nyatanya, ia adalah pria yang hangat, penyayang dan tulus. Darren benar benar sangat lembut jika bersama Nadia.

"Kakak beda banget, di depan orang lain kakak bersikap dingin. Tapi kalau sama Nadia dan kak Nathan, kakak akan bersikap hangat," ucap Nadia.

Darren menatap Nadia. "Kalau sama Lo, kakak enggak bisa kayak gitu. Soalnya dari kecil Lo udah tau sikap kakak gimana. Jadi kalau kakak bersikap dingin, enggak asik aja," ucap Darren.

Nadia tertawa. "Kakak emang tsundere banget," ucap Nadia.

"Udah tsundere, tampan lagi, iya enggak?," ucap Darren.

Nadia menganggukkan kepalanya, ia setuju dengan ucapan Darren. "Setuju," ucap Nadia.

Darren yang mendengarnya langsung tertawa pelan dan ia pun mengusap rambut Nadia dengan lembut. "Makan di cafe yuk, gue udah laper," ucap Darren.

"Boleh ayo kak, tadi kakak udah traktir Nadia es krim, sekarang Nadia yang traktir kakak makan. Ayo kita pergi sekarang, Nadia juga udah laper banget tau," ucap Nadia.

Nadia langsung menarik tangan Darren dan mereka pergi ke tempat parkir apartemen. Mereka pun masuk kedalam mobil dan Darren langsung menghidupkan mobilnya menuju cafe, karena perut mereka benar benar sangat lapar. Setelah sampai di cafe, mereka pun langsung masuk ke dalam cafe dan memesan makanan. Tatapan para wanita tertuju pada Darren yang tengah menatap menu makanan. Nadia yang melihat darren menjadi pusat perhatian hanya bisa tertawa pelan.

"Cie yang menjadi pusat perhatian," ucap Nadia.

Darren menatap Nadia, setelah itu ia menatap sekelilingnya. "Apa apaan sih nad?," ucap Darren.

"Seneng ni ye, jadi pusat perhatian kaum hawa," ucap Nadia.

"Alah, mana ada. Yang ada gue risih, di tatap kayak gitu sama cewek. Mana tatapannya keliatan kayak mau makan orang lagi, dih risih banget," ucap Darren.

Nadia tertawa pelan, dimatanya darren adalah pria yang lucu. Setiap yang di lakukan dan di ucapkan oleh Darren, selalu menjadi hiburan bagi Nadia. Pelayan pun datang dan mencatat pesanan kedua orang tersebut. Sambil menunggu pesanan Meraka, Darren dan Nadia berbincang kembali. Tentunya tatapan para kaum hawa, tidak pernah lepas dari darren.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan mereka datang. Darren dan Nadia langsung memakan makanan pesan mereka masing masing. Tiba tiba saja ada seorang gadis mendekati kedua orang tersebut.

"Hai, boleh kenalan?," ucap gadis tersebut.

Darren dan Nadia menatap gadis tersebut. "Mau kenalan sama siapa nih kak?, sama aku atau sama kakak ganteng ini?," ucap Nadia.

Nadia menahan tawa sambil menatap Darren yang tengah memberikan tatapan tajam ke arahnya. Gadis yang berdiri merasa malu dan wajahnya memerah.

"Siapa aja deh, tapi sebenarnya saya mau ngajak kenalan kakak ganteng ini," ucap gadis tersebut.

Nadia tersenyum. "Kenalan atuh, enggak papa kok. Dia enggak makan orang," ucap Nadia.

Gadis itu mengulurkan tangannya. "Dinda kak," ucap gadis tersebut.

Darren menatap uluran tangan gadis tersebut, setelah itu ia pun membalas uluran tangan gadis itu. "Darren," ucap Darren.

Setelah menyebutkan namanya, Darren langsung melepaskan tangannya dari tangan gadis tersebut. Setelah mendapatkan nama, gadis yang tadi mengajak darren berkenalan langsung pergi ke mejanya kembali. Nadia tertawa pelan melihat ekspresi gadis tersebut.

"Astaga, gemes banget," ucap Nadia.

Darren mencubit pelan pipi Nadia. "Lo yang paling demen buat gue kesel," ucap Darren.

Nadia menatap Darren. "Maaf ya kakak tsundere," ucap Nadia.

Setelah selesai makan, kedua orang itu langsung masuk ke dalam mobil. Meraka berdua memilih untuk pergi jalan jalan, dan akan pulang nanti sore. Selama di perjalanan Nadia terus memakan cemilan yang di berikan darren.

"Jangan makan mulu, nanti Lo jadi gendut," ucap Darren.

"Enggak papa kali, biar aku bisa tau siapa yang tulus dan siapa yang enggak," ucap Nadia.

Darren menatap Nadia. "Kalau gue sih di jamin tulus ya, soalnya waktu kecil udah kebal mah. Kan Lo dulu gendutnya minta ampun," ucap Darren.

Nadia menatap Darren dan memukul pelan lengan pria tersebut. "Kakak mah, ngeselin," ucap Nadia.

Darren tertawa kecil dan kembali fokus ke jalanan. Pria itu menggenggam tangan Nadia dan gadis tersebut langsung menatap Darren.

"Kenapa kak?," ucap Nadia.

"Kalau lo udah enggak kuat pergi aja nad," ucap darren.

Nadia menatap Darren. "Nadia akan terus inget ucapan kakak. Tapi untuk sekarang, Nadia masih bisa bertahan kok kak," ucap Nadia.

Darren menghentikan mobilnya di lampu merah, ia pun menatap Nadia. "Kalau ada apa apa langsung bilang ke gue. Jangan lakukan hal hal yang aneh, paham?," ucap Darren.

Nadia menganggukkan kepalanya dan membalas genggaman tangan Darren. "Kakak tau enggak, genggaman tangan kak Darren sama seperti genggaman tangan kak Nathan. Hangat dan membuat Nadia nyaman, maaf ya kak, Nadia enggak bisa balas cinta kakak. Nadia sudah anggap kakak sebagai kakaknya Nadia," ucap Nadia.

Darren terkejut saat mendengar ucapan dari Nadia. "Lo tau, kalau gue------,"

Nadia menganggukkan kepalanya. "Jelas banget loh kak," ucap Nadia.

Darren langsung melepaskan genggaman tangannya, ia pun menatap ke arah depan. Jujur wajahnya benar benar sudah sangat memerah, Nadia yang melihatnya langsung mencubit pelan pipi darren.

"Astaga, gemesin banget sih," ucap Nadia.

Gadis itu tertawa, seharian ini Nadia sangat bahagia. Darren ikut bahagia melihat wanita yang ia cintai, terus tersenyum saat bersamanya. Saat menunggu lampu merah menjadi hijau, tiba tiba saja Nadia tidak sengaja melihat Dimas dan Jessica tengah berciuman di dalam mobil yang ada di samping mobil darren. Darren yang melihat itu pun langsung menutup mata Nadia dan menangkup kedua pipi Nadia dengan kedua tangannya, dan mengarahkannya untuk melihat ke arah dirinya.

"Udah jangan di lihat, sakit sendiri nanti," ucap Darren.

Nadia menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah darren. "Makasih ya kak," ucap Nadia.

Darren tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Saat lampu sudah menjadi hijau, darren langsung menghidupkan mobil dan menuju apartemen milik Nadia. Beberapa menit kemudian mobil pun berhenti di tempat parkir. Nadia pun keluar dari dalam mobil milik Darren, setelah itu Nadia menatap ke arah darren dari jendela mobil.

"Makasih untuk hari ini ya kak," ucap Nadia.

Darren tersenyum. "Sama sama, gue pulang dulu ya," ucap Darren.

Nadia menggunakan kepalanya. "Oke, hati hati di jalan ya kak," ucap Nadia.

Darren menggunakan kepalanya dan menjauh dari apartemen milik Nadia. Tiba tiba saja ponsel Nadia berdering, gadis itu langsung menatap layar ponsel dan mengangkat panggilan dari Dimas.

["Tadi pergi dengan siapa?,"] ucap Dimas.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!