NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Dua sisi Pengorbanan

"Kamu siapanya Aura?" celetuk Dokter El langsung, seusai memeriksa keadaan Aura yang masih terbaring lemas belum sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.

Darrel mengalihkan pandangannya pada Dokter El. Ia termenung beberapa detik, seolah sibuk menggali jawaban dari dasar pikirannya—sebenarnya apa status dirinya bagi Aura?

"Teman..." jawabnya diliputi keraguan.

Dokter El menyunggingkan senyum miring. "Ikut ke ruangan saya. Ada yang harus saya sampaikan."

Pintu ruangan kerja Dokter El terbuka. Aroma terapi lavender yang menenangkan menyambut indra penciuman mereka. Dokter beruban itu melepas stetoskopnya, menggantungnya di rak khusus, lalu menduduki kursi kerjanya.

"Duduklah..." pinta Dokter El.

Darrel menduduki sofa tepat di hadapan Dokter El.

"Saya tidak tahu kalau Aura punya teman laki-laki seperti kamu. Tapi... wajahmu rasanya tidak asing, ya?" ujar Dokter El seraya memiringkan wajah, mengamati paras Darrel.

"Saya Darrel Gorge. Mungkin Dokter pernah melihat saya di media, atau..."

"Oh iya, berita pernikahanmu dengan Aura?" potong Dokter El cepat.

Darrel akhirnya menunduk lesu.

"Sebagai calon suami, apa kamu benar-benar tidak tahu kondisi buruk yang dialami Aura?"

"Buruk?" Darrel mengulang kata itu, memastikan pendengarannya tidak salah.

Dokter El mengangguk pelan. "Aura mengidap DID—Dissociative Identity Disorder. Sebuah gangguan kesehatan mental yang membuatnya memiliki kepribadian ganda."

Darrel menelan ludah susah payah. Tenggorokannya terasa kering.

"Tapi Aura tidak pernah bercerita kepada saya soal status hubungan kalian..." Dokter El bangkit dari duduknya, menepuk pelan permukaan meja. "Apa mungkin kamu pria yang sering Aura ceritakan... pria yang sering bertemu dengan sisi lain dalam dirinya?"

Darrel mendongak seketika. "Aura sering bercerita tentang saya kepada Dokter?" tanya Darrel dengan raut penasaran yang intens.

Dokter El mengangguk. "Sebaiknya kamu jaga Aura baik-baik. Dia syok berat hingga pingsan seperti ini. Saya khawatir kondisinya akan makin memburuk jika terus tertekan."

Darrel kembali menundukkan kepala. Dada pria itu bergemuruh. Ia baru menyadari bahwa sosok Clara sebenarnya adalah benteng pertahanan yang tercipta dari keinginan Aura untuk terbebas dari trauma masa lalu, sementara sosok Aura adalah wujud jiwa rapuh yang berjuang mati-matian untuk sembuh.

"Saya benar-benar tidak tahu kalau keadaan Aura separah—"

Ucapan Darrel terhenti seketika saat dering telepon di saku celananya bergema nyaring. Darrel memohon izin lalu melangkah keluar untuk mengangkatnya.

"Di mana kamu?! Jantung Kakek kambuh! Cepat ke Rumah Sakit Swasta Medika sekarang!" bentak suara Daffa di seberang telepon. Tanpa menanti jawaban Darrel, panggilan diputus sepihak.

Darrel yang berdiri di koridor luar mengusap kasar rambutnya yang berantakan. Ia melangkah ragu menuju depan pintu kamar perawatan Aura. Tangannya terangkat hendak memutar gagang pintu, namun ia urungkan.

Sambil mengepalkan tangan, Darrel merogoh ponselnya dan mengetikkan pesan cepat kepada Santi.

“Mbak, tolong datang ke Rumah Sakit Umum, kamar VIP 2 sekarang.” — Darrel.

Setelah pesan terkirim, Darrel memasukkan kembali ponselnya ke saku, lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat tanpa menoleh lagi.

.

.

Rumah Sakit Swasta Medika.

"Daffa ada di dalam. Dari mana saja kamu, Darrel?" cecar Sofie saat melihat kedatangan adik iparnya.

"Ada urusan penting," sahut Darrel singkat.

Sofie terkekeh sinis, membuang muka. "Urusan penting apa? Bersama jalang sialan itu lagi? Wanita pemuas yang mau merebut suami orang?"

Langkah Darrel terhenti kaku tepat di depan pintu VVIP seusai mendengar umpatan Sofie. "Siapa yang Kakak maksud...?"

"Siapa lagi kalau bukan Aura Clarissa?"

"Jaga ucapan Kakak!" bentak Darrel dengan kilat mata murka.

Pintu kamar VVIP mendadak terbuka. Daffa keluar dari dalam ruangan dengan wajah tegang. Pria itu langsung menyambar lengan Darrel kasar, menyeret adiknya menjauhi kamar rawat Kakek Robert, lalu menghempaskan tubuh Darrel hingga terpojok di dinding koridor yang sepi.

"Saya sudah bilang berkali-kali! Jauhi Aura! Jangan pernah dekati dia lagi! Dia wanita tidak berlatar belakang jelas yang cuma akan mempermalukan nama keluarga Gorge! Tapi kamu—"

"Ini hidupku, Kak!" potong Darrel cepat, menepis cengkeraman Daffa. "Aku berhak menyukai siapa pun!"

Daffa melangkah maju, meremas kuat kerah kemeja Darrel. "Tapi kamu membawa nama besar Gorge, bajingan!"

Darrel terkekeh lirih—sebuah tawa sinis yang penuh provokasi. "Kakak marah karena aku mempermalukan nama Gorge... atau karena Kakak cemburu?"

Seketika wajah Daffa membeku. Rahasianya tersentil tepat di sasaran. Dipenuhi amarah yang membakar dada, Daffa mendaratkan pukulan mentah tepat di pipi Darrel hingga adiknya tersungkur ke lantai marmer.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!