NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Keheningan di Ruang Segel Utama terasa seperti racun yang merayap lambat. Serpihan asap hitam sisa-sisa wujud Penyusup Void belum sepenuhnya lenyap, namun dampak destruktif dari pertarungan itu langsung menghantam Tiga Bintang dengan tingkat keparahan yang mengerikan.

​Aarrgh!

​Rayker mengerang tertahan, tubuh tegapnya ambruk menghantam tanah. Pembuluh darah di leher dan lengannya menonjol keluar, memancarkan pendaran ungu pekat yang membakar kulit emasnya dari dalam. Udara di sekitarnya mengepulkan uap tembaga panas—cairan Inti Arsitek yang ditanamkan ke dalam organ dalam Tiga Bintang melalui Proyek Apotheosis sedang mengalami resonansi destruktif akibat kerusakan Inti.

​"R-Rayker...!" Lyra memegangi dadanya, memuntahkan darah hitam berbau ozon. Kulit pergelangan tangannya mulai retak-retak seperti porselen mahal yang disiram air mendidih. Sebagai sekring hidup, setiap kali Inti Arsitek terdistorsi, organ dalam mereka bertiga menjadi sistem pembuangan panas pertama yang meleleh.

​Di sudut lain, Caelum berlutut sambil mencengkeram kepala. Lensa Quantum Neural Interface di mata kanannya terus-menerus memancarkan kilatan merah yang mengalami overheat.[WARNING: CORE RESONANCE OVERLOAD - 89%]

[HOST VITAL SIGNS: CRITICAL ORGAN BOILING]

[VISUAL FEED: DETECTING UNKNOWN ENTITY...]

[ERR_CODE: NULL_POINTER_EXCEPTION (TARGET: REN VAELEN)]

Di tengah pandangan mata Caelum yang buram oleh darah dan kode sistem yang korup, ia melihat Ren Vaelen perlahan bangkit berdiri.

​Ren terengah-engah. Darah segar masih menetes dari goresan di pipi dan lengannya yang robek. Tubuh fananya terasa seberat timah, otot-ototnya menjerit oleh kelelahan fisik yang nyata. Namun, ketika mata Caelum mencoba memfokuskan data pada bentuk tubuh Ren untuk memeriksa kondisinya, lensa matanya hanya menampilkan angka koordinat bergetar yang tidak pernah konstan—sebuah glitch pasif yang membuat kepala Caelum semakin pusing.

​"Ren... jauhkan... wadah perak itu dari Inti..." panggil Rayker dengan suara parau, napasnya tersengal-sengal di tengah pembakaran darahnya sendiri. "Jika Aetheria murni di dalam wadah itu menyatu kembali secara paksa dengan Inti yang membusuk... tubuh kami bertiga... akan meledak dari dalam..."

​Ren melangkah pelan mendekati wadah perak yang tergeletak di dekat kristal hitam. Setiap pijakan kakinya terasa berat. Ia sadar betul: jika Tiga Bintang mati di sini karena sekring hidup mereka putus, ia tidak hanya kehilangan sekutu berharga di Sol-Vane, tetapi seluruh struktur kota di atas akan runtuh total.

​Ren berlutut, meraih gagang wadah perak tersebut. Suhu dingin ekstrem dari logam perak itu langsung mengintimidasi kulit tangannya hingga membiru seketika.

​‘Kau tidak akan membantuku menahan suhu ini, kan?’ bisik Ren dalam hatinya, menyengir pait ke arah entitas di dalam jiwanya.

​Tidak ada jawaban. Hanya keheningan abadi dari sang Absolute Anomaly. Bagi keberadaan itu, apakah tangan Ren membeku dan membusuk saat memegang wadah ini adalah urusan wadah fana itu sendiri.

​Dengan menggerakkan sisa Liquid Silver Radiance di saluran darahnya untuk melapisi telapak tangans, Ren menghentakkan wadah perak itu ke slot pengunci darurat di dasar pilar kristal.

​KLIK!

​Dengung frekuensi tinggi bergema. Aliran Aetheria hitam yang menyiksa organ dalam Tiga Bintang terputus seketika. Pendaran ungu di leher Rayker meredup, sementara retakan di kulit Lyra berhenti menjalar, menyisakan mereka bertiga yang terbaring lemah di atas lantai granit.

​Ren terduduk lemas di samping pilar, menyandarkan kepalanya yang bersimbah keringat dingin.

​Caelum, yang menyapu darah dari mata kanannya, merayap mendekati topeng perak milik Penyusup Void yang retak di tanah. Antarmuka matanya merekam sisa-sisa informasi yang tertinggal di dalam serpihan artefak luar tersebut.

​"R-Ren..." bisik Caelum, wajahnya yang pucat dipenuhi ketakutan yang jauh lebih besar daripada saat menghadapi kematian. "Penyusup ini... dia hanya seorang Harvester tingkat bawah dari kasta Void Sovereign..."

​Rayker dan Lyra perlahan mengangkat kepala mereka.

​"Apa maksudmu, Caelum?" tanya Rayker parau.

​"Sol-Vane... seluruh benua dan Inti Arsitek kita... hanyalah satu Wadah kecil di dalam rantai kosmologi yang jauh lebih raksasa," Caelum menunjuk ke arah proyeksi peta bintang asing yang mendadak terpancar dari retakan topeng perak. "Di luar batas ruang kita, ada alam yang dipimpin oleh para Sovereign... dan mereka sedang berburu wadah-wadah realitas yang mulai runtuh seperti milik kita."

​Ren Vaelen menatap proyeksi peta bintang lintas dimensi yang melayang di udara abisal tersebut. Ia mengusap luka di pipinya, lalu menyunggingkan senyum tipis di tengah keletihan fisiknya.

​Skala dunia baru saja meluas, dan ancaman yang akan datang tidak lagi sekadar urusan satu kerajaan.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!