NovelToon NovelToon
MENG LIN DI ERA 1970 AN

MENG LIN DI ERA 1970 AN

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Meng Lin, seorang gadis modern yang baru menyelesaikan pendidikan S2 di bidang sains, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel.

Suatu malam, ia tertidur saat membaca novel berlatar tahun 1974. Ketika terbangun, ia justru mendapati dirinya berada di dalam novel tersebut—menjadi Meng Lin, gadis berusia sembilan belas tahun yang memiliki nama sama dengannya.

Meng Lin asli adalah gadis cantik, baik hati, dan lemah lembut. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia tinggal bersama paman, bibi, dan sepupunya, Meng Wan. Meski memiliki nilai sekolah terbaik, kesempatan kerja justru diberikan kepada Meng Wan. Tanpa pilihan lain, Meng Lin dikirim ke desa sebagai pemuda terpelajar.

Lebih menyedihkan, kekasihnya, Tang Qi, perlahan terlibat dengan Meng Wan. Dalam cerita asli, Meng Lin akhirnya menghilang dari kisah, sementara Meng Wan dan Tang Qi menikah.

"Hmm.. Karakter Utama itu akan menjadi milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Berbisnis

Meng Lin berjalan menuju sebuah bangunan, yang dipimpin oleh seorang pria. Dia dihadang saat mau keluar dari pasar gelap, katanya seseorang ingin bertemu dengannya.

Meng Lin sudah menduga hal itu, jualannya hari ini sangat mencolok, pasti orang-orang yang berkuasa di pasar itu mengincarnya.

Saat mau memasuki ruangan, Meng Lin mendengar obrolan dari dalam.

"Bagaimana.. Apa semua barang itu terjual?" tanya seorang pria dengan tegas.

"Bos.. Semuanya terjual tanpa sisa, orang-orang kaya itu benar-benar suka menghambur uang!" balas seseorang dengan semangat..

"Kerja bagus.. Barang-barang itu memang harus dijual seperti itu jika ingin cepat laku..!" ucapnya nada puas. "Kalian, bisa pergi! Tenang saja, pasti semuanya dapat bonus!"

"Terima kasih Bos.. Kami pergi dulu...!"

Lima orang itu beranjak dan keluar dari ruangan. Saat pintu terbuka, mereka bertemu dengan Meng Lin dan wakil bos mereka. Mereka semua hanya mengangguk, sebagai bentuk hormat.

Sedangkan Meng Lin tertegun, dia masih ingat jelas kelima orang tersebut. Orang-orang itu adalah pria di kereta api yang tingkahnya mencurigakan.

Kelima orang itu tidak mengenalnya, karena saat dia menggunakan Mek up tebal, dan juga masker.

Meng Lin akhirnya paham, kelima orang itu bertingkah aneh bukan karena berniat jahat seperti yang dia duga.

Tapi, mereka sedang mengamati barang-barang para penumpang, mereka memperhatikan, siapa yang menggunakan barang mewah pasti orang kaya. Orang kaya adalah sumber penghasilan mereka.

"Sialan... Kalian seperti pencuri saja!" gumam Meng Lin dalam hati.

Di dalam ruangan, hanya ada satu meja dan beberapa kursi. Seorang pria dengan tubuh besar duduk diseberang meja.

"Duduklah..!" pintanya dengan tatapan menyelidik.

Meng Lin duduk tanpa ragu. Dia juga menatap pria itu dengan seksama. "Tuan.. Langsung katakan saja! Aku sedang buru-buru..!"

Pria itu tersenyum kecil, dia merasa kagum dengan sikap santai gadis kecil itu. Dia tahu bukan itu wajah asli Meng Lin.

"Oh baiklah... Aku ingin mengajakmu berbisnis. Aku tau, kamu masih punya labu besar itukan? Daripada kamu capek-capek datang kesini, lebih baik jual langsung ke aku saja!" tawarnya.

Meng Lin terdiam, dugaannya tidak meleset. "Hmm boleh saja. Tapi kamu harus beli dalam jumlah banyak. Jujur saja, aku sama sekali tidak suka ke tempat seperti ini.!"

"Hahaha.. tempat kami ini, memang tidak cocok untuk gadis kecil sepertimu.!" ucapnya sambil tertawa pelan. "Ada berapa banyak yang kamu punya?"

"Seberapa banyak yang kamu mau. Maka sebanyak itu yang ada!" balas Meng Lin dengan yakin. Ada banyak stok di gudangnya.

Pria itu terdiam, dia merasa Meng Lin makin menarik. "Gadis kecil, mari berkenalan lebih dulu. Aku pemilik pasar gelap ini, orang-orang memanggilku Bos Ergo!"

"Hmm.. Panggil aku Mingyu...!"

"Oh, Nona Ming..!" Pria itu mengangguk. Selama dia jadi bos, belum pernah dia mengenal orang bermarga Ming. Tapi, dia langsung tahu jika itu nama samaran.

"Ya. Jadi sekarang katakan! Berapa jin labu yang kamu inginkan? Minimal beli 500 jin, dengan harga beli 200 per jin.!" jelas Meng Lin.

Ergo terdiam dengan seribu bahasa. 500 jin itu jumlah yang sangat banyak. Dia mengira Meng Lin hanya ada stok sekitar 100 jin saja.

"Nona Ming.. kamu tidak sedang bercandakan? 500 jin itu sangat banyak..!" ucapnya dengan ragu. Apa Meng Lin sedang mempermainkannya?

"Memang sulit dipercaya. Tapi aku orangnya selalu jujur dalam berbisnis, jika aku bilang ada, pasti ada. Kenapa? Apa 500 jin terlalu banyak?" tanya Meng Lin.

"Ya. Itu jumlah yang sangat banyak. Takutnya tidak bisa habis dalam sebulan..!" ujar Ergo.

Meng Lin tersenyum tipis lalu berkata. "Kamu tidak perlu khawatir, aku jamin semuanya habis terjual hanya dalam beberapa hari saja!"

"Nona Ming terlihat begitu percaya diri..!"

"Tentu.. Aku sangat tau, bagaimana kualitas barangku." kata Meng Lin. Semua tanaman itu memiliki khasiatnya sendiri. "Oh ngomong-ngomong, aku juga punya timun, semangka, dan sawi putih..!"

Mata Ergo terbelalak, apa hari dia bertemu Dewi kekayaan? "Benarkah? Apa yang lainnya juga ada stok yang banyak?"

"Hmm sama banyak.. jadi katakan apa yang ingin kau beli aku tidak punya banyak waktu lagi..!" Liu Yuran pasti masih menunggunya di luar gerbang.

Ergo terdiam sejenak lalu berkata. "Bagaimana kalau masing-masing 200 jin.?" tanyanya dengan ragu.

Meng Lin mengangguk. Dia tidak berusaha untuk memintanya untuk membeli lebih banyak lagi. karena kedepannya orang itu pasti akan mencarinya dan menyesal hanya membeli sedikit saja.

"Baik.. Labu, sawi dan timun 200 wen per jin, Total 120 Yuan. Semangka 500 wen per jin, total 100 Yuan.!" Meng Lin menyebutkan harganya. Entah harga berapa yang dijualkan nanti itu bukan urusannya.

"Jadi total semua 220 Yuan..!" sela Wakil bos yang bernama Baba.

"Kami bayar uang muka dulu.!" Ergo menyerahkan uang 100 Yuan. Sisanya setelah barang ada barangnya..!"

Meng Lin mengambil uang itu tanpa tanpa menghitungnya, karena Ergo tidak mungkin menipunya karena barang belum ada ditangannya.

"Baik.. dua hari lagi aku datang, untuk memberitahu Di mana letak barangnya.!"

"Hmm.. Nona Ming, aku menunggumu..!" katanya dengan tegas.

Meng Lin beranjak, dan diantar keluar oleh Baba. Tapi Meng Lin menolak diantar sampai ke jalan Utama.

...----------------...

Liu Yuran langsung menghela napas lega saat melihat Meng Lin akhirnya kembali juga. Dia tidak banyak tanya, setiap orang punya urusannya sendiri.

"Kamu benar-benar menungguku..!" kata Meng Lin sambil menyodorkan bakpao. Ini makanlah, tadi mampir beli untuk kita makan dijalan.!"

"Aku sudah janji, mana mungkin aku pulang sendiri.. Tapi gerobak ini cuma sampai di kantor brigade, jadi kita harus jalan kaki sampai ke desa!" jela Liu Yuran.

Gerobak sapi yang sampai ke desa sudah pulang lebih dulu. Ada beberapa desa terburu-buru pulang, karena mereka ke kota cuma izin setengah hari saja.

"Tidak masalah.. Aku kuat jalan, lagian cuma setengah jam saja..!"

"Emm.. Syukurlah,, aku khawatir kamu tidak bisa jalan..!" kata Liu Yuran. Dia melihat tubuh Meng Lin yang sangat baik dan terawat, dan mengira Meng Lin tidak pernah bekerja berat.

Mereka naik gerobak, dan hanya ada mereka berdua. Meng Lin juga memberi bakpao pada Paman yang mengendarai gerobak. Paman itu sangat baik, sebenarnya Paman itu bisa pergi begitu saja, karena tidak ada hak khusus untuk menunggu penumpang, jika sudah melewati waktu janjian.

Keduanya tiba di asrama sekitar jam 4 sore. Karena yang lainnya belum pulang, asrama terasa begitu sepi.

"Haahh.. Akhirnya sampai juga. Sebentar lagi mereka pulang.. !" kata Liu Yuran sambil duduk di halaman.

Meng Lin masuk ke dapur dan mengambil seteko air. Dia menambahkan setetes air spiritual sebagai ucapan maaf. Dia merasa sedikit bersalah, karena pergi begitu lama, dan membuat mereka harus berjalan kaki dari kantor brigade.

"Minumlah...!" pinta Meng Lin.

Liu Yuran menuang secangkir air dan langsung meminumnya. Setelah habis dia baru sadar, rasa airnya sedikit berbeda. Dia mengambil sedikit lagi untuk memastikannya.

"Segar sekali.. Ada sedikit rasa manisnya..!"

"Aku tambahkan sedikit gula, untuk memulihkan tenaga." jelas Meng Lin membual. "Tadi aku beli beberapa Jin di kota..!" lanjutnya.

"Pantas saja... Sekarang, aku sudah tidak lelah lagi.!" ucapnya dengan semangat sambil beranjak. "kalau begitu aku ingin masak dulu..!"

"Hmm.. Bukankah tadi masih ada sisa lauk.? Kalau belum basi, tinggal panaskan saja.!" kata Meng Lin.

Mata Liu Yuran berbinar. "Astaga.. Aku hampir lupa." Dia langsung membongkar keranjangnya dan mengambil kotak bekal nya. "Mana mungkin sudah basi, baru beberapa jam yang lalu.!"

"Kalau begitu, tinggal masak nasi saja.!" kata Meng Lin.

"Emm baik..!"

.

.

.

.

1
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
terus sehat n lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangat
next double up ya Thor 😁
Musdalifa Ifa
tambah up Thor 🙏
Kia Zahra
tes dulu
Fauziah Daud
lanjuttt
Heni Setiyaningsih
tolong tambah lagi upload nya kurang klo 1 bab
Andira Rahmawati
thorr knp up nya cuma satu eps aja..double up lagi dong thorrr👍👍🙏💪
Fauziah Daud
terus sehat
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
update nya kurang banyak Thor 😀👍
Kusii Yaati
kurang banyak Thor 🤗
Fii
maaf jarang update. kurang sehat 🙏🙏
Musdalifa Ifa: semoga cepat sembuh thor💪
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat biar bisa update setiap hari 😍😀
Rochmanah Setyowati
ditunggu upnya thor 💪💪💪👍👍👍
Yani
lanjut Thorr
gift ☕ biar semangat 🥰🥰
Fauziah Daud
sehat selalu n lanjut
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat 😍💪
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n terus sehat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!