kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (◠‿◕)
Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?
Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BISIK, BOHONG, DAN KEBENARAN YANG MULAI MUNCUL.
Seminggu ini rasanya kayak jalan di atas kaca tipis. Arka tetap ada, tapi nggak sepenuhnya di sini. Satu detik dia senyum ke gue, detik berikutnya natap ke luar jendela kayak ada yang manggil namanya dari jauh. Gue nggak nanya lagi — takut jawabannya bikin gue makin sedih. Tapi diam aja juga nggak enak.
Siang itu, pas Arka ke kantin, gue lihat ponselnya tergeletak di meja, layarnya nyala sebentar. Pesan masuk, nama pengirimnya cuma huruf X — isinya singkat banget: "Malam ini, tempat biasa. Jangan telat."
Jantung gue berdegup kencang. Tempat biasa? Tempat mana? Dan kenapa pakai nama aneh kayak gitu?
Arka balik, langsung ambil ponselnya, lihat layar, lalu masukkan ke saku dengan gerakan cepat. Mukanya tetap tenang, tapi rahangnya mengeras.
"Ada apa?" tanya gue pelan.
"Urusan," jawabnya singkat, lalu langsung ganti topik. "Lo makan apa?"
Gue nggak tanya lagi. Tapi di dalem dada, rasa curiga mulai tumbuh — pelan, tapi nyata.
Sore itu, gue jalan pulang bareng Raka sama Dito. Biasanya mereka heboh terus, tapi kali ini diam aja.
"Heh, kalian kenapa?" tanya gue, nyikut lengan Dito. "Kesurupan?"
Raka buang napas kasar. "Luna… ada hal yang kami nggak boleh bilang. Tapi tolong… perhatiin Arka baik-baik, ya?"
Gue berhenti jalan. "Maksud lo apa? Kalian tahu sesuatu?"
Dito geleng kepala cepat. "Bukan kami nggak percaya sama lo. Cuma… itu bukan hak kami buat cerita. Itu Arka yang harus bilang."
"Terus kenapa semua sembunyiin dari gue?!" suara gue agak naik, campur kesal sama sedih. "Lo, Raka, Dito, Arka… semuanya tahu, cuma gue yang nggak!"
Mereka berdua diam, natap gue dengan tatapan kasihan. Itu bikin gue makin kesal. Gue langsung berjalan pergi, ninggalin mereka di belakang.
Malam itu, gue nggak bisa tidur. Pikiran gue lari ke mana-mana. Akhirnya gue bangkit, pakai jaket tebal, dan diam-diam keluar rumah. Gue tahu — ini nekat. Tapi gue nggak tahan lagi cuma nunggu tanpa tahu apa-apa.
Gue pergi ke tempat sepi yang kemarin gue lihat — area gudang tua di pinggir kota, tempat motor-motor itu biasanya kumpul. Jantung deg-degan kencang banget pas gue mendekat. Suara motor terdengar dari kejauhan, lalu suara orang ngomong — banyak orang.
Gue sembunyi di balik tembok tua, mengintip.
Di sana, ada banyak motor berjejer rapi. Jaket hitam, lambang yang nggak gue kenal. Dan di tengah-tengah mereka… berdiri Arka.
Bukan Arka yang gue kenal. Bukan Arka yang senyum malu-malu ke gue, yang ketawa denger omongan gue yang nggak jelas. Ini Arka yang tatapannya tajam, suaranya berat dan tegas, orang-orang di depannya natap dia dengan hormat, kayak dia pemimpinnya.
"Kita nggak bisa lemah sekarang," ucapnya, suaranya terdengar jelas ke tempat gue sembunyi. "Kalau kita kendor, yang rugi bukan cuma kita. Kalian tahu itu."
Ada yang bertanya sesuatu, Arka jawab singkat dan tegas. Semua orang nurut. Gue berdiri kaku, napas tertahan. Selama ini gue pikir itu cuma urusan biasa… ternyata jauh lebih besar dari yang gue bayangin.
Tiba-tiba seseorang berdiri di samping gue. Gue menoleh kaget — itu Kirana.
"Kaget?" bisiknya, senyumnya sinis. "Sudah gue bilang kan? Dia punya dunia yang lo nggak akan pernah bisa masuk."
"Lo ngapain di sini?" tanya gue pelan, nahan suara agar nggak keluar gemetar.
"Nungguin lo sadar," jawabnya tenang. "Dia menyembunyikan semuanya dari lo, Aluna. Lo pikir kenapa? Karena lo nggak termasuk di dunianya. Lo cuma pengisi waktu luang sampai semua beres."
"Bohong!" Gue menghentakkan kaki pelan, meski di dalem hati rasanya hancur. "Arka nggak kayak gitu!"
Kirana tertawa pelan. "Lo percaya aja. Tapi lihat sendiri — dia memilih ini. Bukan lo."
Dia pergi, ninggalin gue sendirian di sana. Gue natap Arka yang masih berdiri tegak di tengah kerumunan. Dia kelihatan kuat banget… dan gue kelihatan kayak orang asing yang mengintip dari jauh.
Arka tiba-tiba menoleh, matanya menembus kegelapan — tepat ke arah gue.
Mata kami bertemu. Wajahnya berubah seketika. Kaget, lalu panik. Dia langsung berjalan cepat ke arah gue.
"Aluna? Lo ngapain di sini?!"
Gue mundur selangkah. "Jangan mendekat…"
Dia berhenti, napasnya berat. "Luna, dengerin aku…"
"Jadi itu rahasianya?" suara gue pecah. "Lo pemimpin mereka? Dan lo nggak pernah mau bilang sama gue karena… apa? Karena gue nggak cukup penting?"
"Bukan begitu!" Arka melangkah maju, tangannya terulur. "gue nggak bilang karena gue mau lindungin lo!"
"Lindungin dari apa? Dari kenyataan kalau lo punya kehidupan lain yang nggak ada gue di dalamnya?!" Air mata mulai turun tanpa izin. "Semua ini waktu… lo selalu pergi, selalu sembunyi… ternyata lo cuma menyisakan sisa waktu buat gue, kan?"
Arka diam, tak bisa jawab seketika. Keheningan itu menyakitkan banget — karena diamnya terasa kayak pengakuan.
Gue mengusap kasar air mata di pipi. "Gue pikir kita jalannya bareng, Arka. Ternyata cuma gue yang berjalan ke arah lo… dan lo tetap berdiri di tempat lo sendiri."
Gue berbalik dan lari. Tinggalkan dia, tinggalkan tempat itu, tinggalkan semuanya yang bikin hati gue sakit.
Arka memanggil nama gue, suaranya terdengar putus asa. Tapi gue nggak berhenti. Malam itu dingin banget, dan gue sadar — ada yang retak di antara kita, dan gue nggak tahu apakah bisa diperbaiki.
okay gimana guys cerita nya?, seruu ?? atau mau di tambah konflik nya lagi biar makin panas?.
maaf yahh kalau cerita nya kurang nyambung atau cerita nya kurang baguss, gue masih belajar soalnya tapi besok pasti bisa lebih bagus 😺, tapi ini udah 900 banyak kata yang gue bikin,masa iyaaa enggak adaa yang mau Like, vote dan subscribe sihh😔
JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE, SUBSCRIBE DAN KOMEN YAAA, JANGAN LUPA JUGA BUAT NINGGALIN JEJAK KALIAN SEMUAA BAY BAY GUYSS SAMPAI JUMPA DI CERITA GUE BERIKUT NYA ♪(๑ᴖ◡ᴖ๑)♪