Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
🎬 ACARA SHOW
...“Lima Bintang, Satu Kekacauan”...
...Judul episode 1 kali ini...
Episode 1 — “Siapa yang Paling Tidak Bisa Menahan Tawa?”
Pemain:
Jenisa — pintar, cepat berpikir, tetapi tingkahnya sering lucu dan menggemaskan.
Tian — tinggi, idol terkenal, biasanya introvert dan jarang ikut variety show. Kali ini diam-diam ingin membuat kejutan untuk penggemarnya.
Ashi — artis terkenal, kalem dan berwibawa. Ia juga datang dengan tujuan mengejutkan fans.
Yuan — model terkenal yang bekerja di dalam dan luar negeri. Percaya diri di depan kamera, tetapi ternyata sangat kocak.
Lina — penyanyi sekaligus artis. Lebih dewasa dibanding yang lain dan sering menjadi orang yang mencoba menjaga situasi tetap tenang.
🌟 Opening
Lampu studio menyala.
Musik pembuka terdengar keras.
Kamera menyorot sebuah studio besar dengan tulisan:
“LIMA BINTANG, SATU KEKACAUAN”
Penonton bersorak.
Pembawa acara muncul di tengah panggung.
HOST:
“Selamat datang di acara terbaru yang akan mempertemukan lima bintang dengan kepribadian yang... katanya sangat berbeda!”
Kamera langsung berpindah ke lima kursi.
Jenisa duduk dengan senyum lebar.
Lina duduk dengan anggun sambil menyilangkan kaki.
Yuan melambaikan tangan ke kamera seperti sedang berjalan di runway.
Ashi hanya tersenyum tenang.
Sementara Tian...
Duduk tegak dengan wajah datar.
HOST:
“Dan yang paling mengejutkan... Tian ternyata mau datang ke acara variety show!”
Penonton langsung bersorak.
Tian hanya tersenyum kecil.
TIAN:
“Ya.”
Hening.
Host menunggu.
HOST:
“Cuma ‘ya’?”
Tian mengangguk.
TIAN:
“Ya.”
Semua orang tertawa.
Jenisa sampai menutup mulutnya.
JENISA:
“Dia benar-benar introvert!”
Tian menoleh ke Jenisa.
TIAN:
“Jangan bongkar rahasia saya di episode pertama.”
Jenisa langsung tertawa.
🎁 Misi Pertama: “Perkenalan yang Salah”
Host memberikan sebuah kotak kepada masing-masing pemain.
HOST:
“Di dalam kotak ini ada pertanyaan tentang diri kalian. Tapi kalian harus menjawab dengan cara yang paling tidak masuk akal!”
Yuan langsung berdiri.
YUAN:
“Berarti saya boleh menggunakan bakat modeling saya?”
HOST:
“Boleh.”
Yuan mengambil kartu.
Ia membaca:
“Apa pekerjaanmu?”
Yuan langsung berjalan ke tengah studio seperti model runway.
Ia berputar.
Pose.
Lalu berkata dengan serius:
YUAN:
“Saya adalah... model.”
Semua diam.
LINA:
“Bukankah itu jawaban normal?”
YUAN:
“Tunggu.”
Yuan kembali berjalan.
Lebih dramatis.
YUAN:
“Model... yang lapar.”
Studio langsung pecah oleh tawa.
Giliran Jenisa
Jenisa mengambil kartu.
JENISA:
“Pertanyaan saya... ‘Apa kelebihanmu?’”
Ia berpikir sebentar.
JENISA:
“Saya pintar.”
Semua mengangguk.
JENISA:
“Saya juga cepat belajar.”
Lina tersenyum.
JENISA:
“Dan saya bisa—”
Tiba-tiba terdengar suara BRUUUK!
Kursi Jenisa sedikit bergeser dan ia hampir jatuh.
Jenisa langsung berdiri sambil pura-pura tidak terjadi apa-apa.
JENISA:
“—menyelamatkan diri dari kursi.”
Tian yang sejak tadi diam tiba-tiba tertawa.
Bukan sekadar tersenyum.
Dia benar-benar tertawa.
Semua langsung menoleh.
HOST:
“STOP!”
Tian langsung berhenti tertawa.
HOST:
“Ini pertama kalinya Tian tertawa selama acara!”
Jenisa menunjuk Tian.
JENISA:
“Berarti kelebihan saya adalah membuat Tian tertawa!”
Tian mengangguk kecil.
TIAN:
“Benar.”
Jenisa langsung tersenyum bangga.
Giliran Ashi
Ashi mengambil kartu.
ASHI:
“‘Apa hal yang paling kamu takutkan?’”
Semua langsung memperhatikan.
Ashi menjawab dengan tenang.
ASHI:
“Kecoa.”
Semua terdiam.
Yuan mengangkat tangan.
YUAN:
“Serius?”
Ashi mengangguk.
ASHI:
“Sangat.”
Host tersenyum mencurigakan.
HOST:
“Kalau begitu... kita sudah menyiapkan sesuatu.”
Ashi langsung menatap host.
ASHI:
“Jangan.”
Host tertawa.
HOST:
“Tenang, hanya boneka.”
Seorang staf membawa sebuah kotak.
Ketika dibuka...
Seekor kecoa mainan tiba-tiba bergerak keluar.
Ashi yang biasanya kalem langsung mundur tiga langkah.
ASHI:
“Tidak.”
Lina langsung tertawa.
Jenisa bersembunyi di belakang Tian.
Tian berdiri sambil melihat kecoa mainan itu.
Yuan malah mengejar benda tersebut.
YUAN:
“Mana? Mana? Saya mau lihat!”
Ashi menunjuk Yuan.
ASHI:
“Jangan bawa ke sini.”
Yuan berhenti.
YUAN:
“Baik.”
Lalu diam-diam mengambil kecoa itu.
Ashi langsung melihatnya.
ASHI:
“Yuan.”
YUAN:
“Ya?”
ASHI:
“Taruh.”
YUAN:
“Baik.”
Yuan menaruhnya.
Dua detik kemudian mengambil lagi.
Ashi menutup wajah.
🍰 Misi Kedua: “Masak Tanpa Bisa Memasak”
Kelima pemain dibagi menjadi satu tim.
Mereka harus membuat kue untuk memenangkan poin.
Masalahnya...
Tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu resepnya.
Lina membaca instruksi.
LINA:
“Masukkan dua telur.”
Jenisa mengambil telur.
JENISA:
“Dua?”
LINA:
“Iya.”
Jenisa memasukkan tiga.
Lina menatapnya.
LINA:
“Kenapa tiga?”
JENISA:
“Satu untuk cadangan.”
Lina menarik napas panjang.
LINA:
“Baiklah.”
Tian bertugas mengaduk adonan.
Karena tangannya panjang, ia mengaduk dengan sangat cepat.
Yuan tiba-tiba berteriak:
YUAN:
“TIAN! ITU BUKAN OLAHRAGA!”
Adonan hampir tumpah.
Tian berhenti.
TIAN:
“Oh.”
Jenisa tertawa.
JENISA:
“Dia pikir sedang latihan dance.”
💥 Kekacauan Puncak
Setelah hampir tiga puluh menit...
Kue akhirnya selesai.
Lina melihat hasilnya.
LINA:
“Kenapa bentuknya seperti batu?”
Yuan mendekat.
YUAN:
“Ini bukan batu.”
Semua menunggu.
YUAN:
“Ini... seni modern.”
Jenisa mencicipinya sedikit.
Semua menatap Jenisa.
Jenisa mengunyah.
Diam.
Tian bertanya:
TIAN:
“Enak?”
Jenisa menelan.
JENISA:
“Kalau saya jawab jujur, kita akan kehilangan sponsor.”
Studio kembali pecah oleh tawa.
Bahkan Ashi sampai tertawa sambil menunduk.
🎉 Ending Episode 1
Setelah semua permainan selesai, kelima pemain duduk bersama.
Host bertanya:
HOST:
“Bagaimana perasaan kalian mengikuti episode pertama?”
Lina tersenyum.
LINA:
“Menyenangkan. Saya kira saya akan menjadi orang paling dewasa di sini.”
Ia melihat Yuan.
Lalu Jenisa.
Kemudian Tian.
Ashi.
LINA:
“Ternyata saya juga ikut gila.”
Semua tertawa.
Yuan mengangkat tangan.
YUAN:
“Saya punya satu pertanyaan.”
HOST:
“Apa?”
Yuan menunjuk Tian.
YUAN:
“Apakah Tian akan bertahan sampai akhir episode?”
Semua melihat Tian.
Tian terdiam beberapa detik.
Lalu tersenyum.
TIAN:
“Kalau mereka ada... saya mungkin bertahan, yang penting sekarang saya sekarang udah betah”
Jenisa langsung tersenyum.
JENISA:
“Berarti kita berhasil membuat dia betah!”
Ashi mengangguk.
ASHI:
“Sepertinya begitu.”
Kamera perlahan menjauh.
Kelima pemain tertawa bersama.
Tulisan muncul di layar:
BERSAMBUNG..
...——...
Rosyi pulang ke apartemen nya dia merasa sepi karena gak ada jenisa beberapa hari ini.
“Aduhh! Sepi!” Ucap rosyi
Sementara di sisi lain, Taevin fokus mengurus perusahaan sambil kuliah, jadi kesibukan nya padat, Makanya dia cuek ke alumni nya di sma, tapi kadang di ladeni nya juga, tapi kadang dia cuek, karena dia hanya ingin fokus pada kehidupan nya.
Sementara Jessi, Dia Sekarang asik ngerjakan tugas di rumah, dia sudah sangat banyak saling chat sama Jiandra, dan malam hari ini, Lilis lagi jalan sendiri pulang dari Rumah teman sejurusan nya yang sekelompok sama nya, dia tiba-tiba melihat Juan di jalan duduk sambil merokok, lalu Lilis duduk samping Juan.
“Lo ngapain bengong di sini? Kaek orang paling sedih di dunia aja!” Ucap Lilis natap Juan