NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEGEL SANG KAISAR

​Sinar mentari pagi mengintip dari balik tirai kaca penthouse Keluarga Valerius, menyapukan cahaya keemasan ke atas lantai marmer. Di ruang makan mewah yang biasanya rapi, pemandangan pagi itu lebih mirip dengan arena sehabis pesta pora kaum barbar. Piring-piring kosong berserakan, gelas-gelas kristal berisi sisa jus dan air pemulihan mana tergeletak di mana-mana.

​Bastian terbaring terlentang di atas sofa kulit raksasa, masih mengenakan celana taktisnya namun membiarkan dada bidangnya terbuka. Dengkurannya terdengar pelan, menggemakan rasa lelah yang luar biasa setelah menahan gempuran ribuan iblis dan aura mematikan dari seorang Pilar Kedelapan. Di sofa seberangnya, Marvin tertidur dengan posisi meringkuk memeluk bantal. Sesekali, jari-jari remaja itu memancarkan kilatan mana ungu dan hijau secara bergantian—efek samping dari tubuhnya yang masih beradaptasi dengan lonjakan kekuatan absolut menuju Level 68.

​Andre berdiri di balkon penthouse, membelakangi rekan-rekannya yang terlelap. Secangkir kopi hitam yang sudah dingin berada di genggamannya, namun ia sama sekali tidak berniat meminumnya. Pandangannya lurus menatap cakrawala Sektor Pusat, menembus deretan gedung pencakar langit yang tampak damai. Tidak ada warga sipil yang tahu bahwa semalam, kiamat hampir saja mengetuk pintu rumah mereka.

​Pemuda itu meletakkan cangkirnya di pagar balkon, lalu membalikkan badan dan berjalan tanpa suara menuju ruang latihan pribadi di lantai bawah tanah penthouse.

​Begitu pintu kedap suara berbahan titanium itu tertutup rapat di belakangnya, Andre menghela napas panjang. Ia duduk bersila di tengah ruangan kosong tersebut. Udara di sekitarnya seketika terasa berat. Ia memanggil antarmuka Sistem yang sejak pertempuran di Gurun Kematian terus-menerus berkedip merah di sudut pandangannya.

​[Peringatan: Syarat Kelas Keempat (Fourth Job - Lv. 91) telah terpenuhi.]

[Segel Jiwa 'Mahkota Kaisar' telah retak.]

[Apakah Anda ingin melepaskan segel dan memanifestasikan Artefak Mythic masa lalu Anda? (Y/N)]

[Perhatian: Proses pelepasan segel akan membebani sirkulasi mana tubuh inang secara ekstrem. Risiko kematian: 30%.]

​Sebuah senyum tipis, dingin dan penuh nostalgia, menghiasi bibir Andre. Di kehidupan lalunya, 'Mahkota Kaisar' bukanlah sebuah mahkota fisik yang dipakai di atas kepala untuk dipamerkan. Itu adalah sebuah artefak tingkat Mythic, sebuah inti reaktor energi kosmik yang ia tempa menggunakan jantung Calamity petir dan ia tanamkan langsung ke dalam jiwanya. Benda itulah yang memberinya julukan Kaisar Kilat, memungkinkannya mengendalikan badai dan bergerak melampaui kecepatan cahaya.

​Ketika ia tewas dikeroyok, artefak itu tidak hancur. Benda itu ikut bereinkarnasi bersama jiwanya, terkunci rapat oleh hukum Sistem karena tubuh Andre yang baru—tubuh seorang kuli panggul—akan meledak seketika jika dialiri energi sebesar itu. Namun kini, dengan atribut Strength dan Agility yang menembus batas kewajaran, serta tubuh yang telah ditempa oleh darah naga tingkat Nightmare, ia siap menerimanya kembali.

​"Lepaskan segelnya," perintah Andre dalam hati.

​[Konfirmasi Diterima. Memulai Pelepasan Segel 'Mahkota Kaisar'.]

​Seketika, rasa sakit yang tak terlukiskan meledak di dada Andre. Pemuda itu mengertakkan giginya hingga berbunyi gemeretak, urat-urat di leher dan dahinya menonjol keluar. Ruang latihan itu berguncang hebat. Lampu neon di langit-langit berkedip liar sebelum akhirnya pecah berkeping-keping, membuat ruangan jatuh dalam kegelapan.

​Dari dalam dada kiri Andre, tepat di atas jantungnya, sebuah cahaya biru menyilaukan meledak menembus kulit dan pakaiannya.

​Suara gemuruh guntur yang sangat memekakkan telinga bergema, bukan dari langit, melainkan dari dalam jiwa pemuda itu. Kilatan-kilatan petir biru yang sangat murni menyambar liar ke segala arah, menghancurkan lantai titanium dan melelehkan dinding ruangan. Ini adalah kekuatan murni dari Kaisar Kilat, sebuah elemen destruktif yang menghancurkan segalanya tanpa ampun.

​Namun, tubuh Andre saat ini adalah wadah dari seorang Shadow Assassin dan Swordmaster. Elemen petir biru yang meledak-ledak itu berbenturan hebat dengan mana bayangan di dalam pembuluhnya. Sistem menolak dua elemen kontradiktif ini untuk berjalan berdampingan.

​"Tunduklah," geram Andre, matanya memancarkan kegelapan mutlak.

​Ia meraih Nocturne yang tersarung di pinggangnya dan menancapkan pedang obsidian itu ke lantai di depannya. Efek pasif pedang tersebut, Devour Light, langsung bereaksi. Pedang legendaris itu menghisap kelebihan radiasi cahaya biru dari petir tersebut, memaksa energi liar itu untuk berlutut di bawah tekanan aura sang pembunuh bayaran.

​Perlahan-lahan, kilatan petir biru yang menyilaukan itu mulai menggelap. Warnanya berubah menjadi ungu pekat, lalu akhirnya menjadi hitam absolut—sama seperti warna Nocturne.

​[Sinkronisasi Elemen Selesai.]

[Artefak Mythic 'Mahkota Kaisar' berhasil dimanifestasikan dan berasimilasi dengan kelas pengguna.]

[Skill Baru Terbuka: Black Lightning (Petir Hitam).]

[Deskripsi: Menggabungkan kecepatan absolut dari elemen petir dengan sifat tak terdeteksi dari elemen bayangan. Kecepatan pengguna kini melampaui pembacaan ruang, memungkinkan teleportasi instan melalui partikel bayangan. Hantaman fisik memiliki efek kelumpuhan saraf permanen.]

​Andre membuka matanya. Tidak ada lagi kilatan biru yang tersisa. Udara di sekitarnya kini dipenuhi oleh percikan petir berwarna hitam yang tidak mengeluarkan suara ledakan sama sekali, melainkan hanya desisan pelan yang menghapus eksistensi udara yang disentuhnya. Ia membuka kemejanya. Di tengah dadanya, kini terukir sebuah stigmata berbentuk mahkota bersudut tajam berwarna hitam pekat, berdenyut pelan seirama dengan detak jantungnya.

​Ia mengepalkan tangannya. Sebuah kilatan petir hitam menari di sela-sela jarinya. Kekuatan ini jauh lebih efisien, lebih mematikan, dan lebih sunyi daripada kekuatan di kehidupan masa lalunya. Sang Kaisar Kilat telah mati. Yang lahir malam ini adalah sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Bayangan yang membawa badai.

​Sementara itu, di sebuah auditorium raksasa di Markas Besar Asosiasi Pusat.

​Kilatan lampu kamera dari puluhan jurnalis menyorot tajam ke arah podium. Ratusan reporter televisi dan media independen berdesakan, mengangkat mikrofon mereka tinggi-tinggi. Di atas podium, Direktur Eksekutif Marcus berdiri dengan wajah kuyu, lingkar hitam terlihat jelas di bawah matanya. Di belakangnya, duduk tiga penguasa guild tertinggi Sektor Pusat: Goliath dari Titan, Seraphina dari Phoenix, dan Silas dari Shadowhand. Ketiganya terlihat sangat tegang dan tidak nyaman.

​"Tuan Direktur!" teriak seorang jurnalis wanita, suaranya melengking mengatasi keributan. "Ledakan pilar hitam semalam terlihat dari Sektor 1 hingga Sektor 10! Stasiun pemantau cuaca independen mencatat fluktuasi mana yang setara dengan Bencana Skala 1 di area Gurun Kematian! Publik menuntut penjelasan, apakah kita sedang diserang oleh Raja Iblis?!"

​Marcus berdeham, mengetuk mikrofon di depannya. Ia menatap secarik kertas laporan palsu yang semalaman ia susun bersama tim intelijennya.

​"Harap tenang," suara bariton Marcus menggema, memaksakan wibawa yang tersisa. "Fluktuasi yang kalian lihat semalam bukanlah invasi. Kami mengonfirmasi bahwa itu adalah anomali alam, sebuah Mana Implosion (ledakan implosi mana) skala besar yang disebabkan oleh runtuhnya sebuah tambang kristal purba di bawah Gurun Kematian. Energi yang terpendam selama ribuan tahun meledak ke atmosfer. Tidak ada korban jiwa, dan tidak ada ancaman entitas iblis tingkat tinggi."

​Para jurnalis mulai saling berbisik, beberapa terlihat tidak puas dengan jawaban klise tersebut.

​"Lalu bagaimana dengan laporan bahwa Asosiasi menarik seluruh izin operasi di Gurun Kematian sejak fajar tadi?" tanya reporter lain. "Dan mengapa ketiga pemimpin guild terbesar di Sektor Pusat hadir dalam konferensi pers ini tanpa membawa satupun perwakilan regu Nightmare mereka?"

​Marcus melirik sekilas ke arah Goliath. Sang raksasa dari Titan itu menelan ludah, lalu memaksakan diri mendekat ke mikrofon.

​"Kami menarik pasukan kami karena Gurun Kematian saat ini mengandung radiasi mana yang tidak stabil," ucap Goliath, suaranya terdengar kaku, seolah ia sedang membaca naskah di bawah todongan pistol. "Dan terkait Dungeon Nightmare... mulai hari ini, Guild Titan, Phoenix, dan Shadowhand secara sukarela menyerahkan seluruh hak eksplorasi tingkat Nightmare kepada faksi khusus Asosiasi demi alasan keamanan nasional. Kami akan berfokus pada pertahanan kota lapis kedua."

​Pernyataan Goliath membuat seluruh auditorium meledak dalam kehebohan absolut. Tiga raksasa yang selama sepuluh tahun memonopoli sumber daya paling berharga di kota ini tiba-tiba mundur secara sukarela? Itu adalah kemustahilan politik.

​Silas menundukkan wajahnya, menghindari tatapan kamera. Ia tahu kebenarannya. Ia tahu bahwa bukan "tambang kristal" yang meledak semalam, melainkan seorang Raja Iblis yang jantungnya dirobek oleh sesosok monster berwujud manusia. Mereka menyerahkan hak eksplorasi bukan karena sukarela, melainkan karena mereka tahu bahwa jika mereka berani melangkah ke zona Nightmare, pedang hitam tanpa suara itu akan memenggal leher mereka sebelum mereka sempat berkedip.

​Marcus menutup konferensi pers itu dengan tergesa-gesa, meninggalkan para jurnalis yang masih meneriakkan ribuan pertanyaan. Saat mereka berjalan kembali ke ruang VIP di belakang panggung, Marcus memijat pelipisnya.

​"Kalian melakukan tugas kalian dengan baik," gumam Marcus kepada tiga ketua guild tersebut. "Tetap tutup mulut kalian. Biarkan publik percaya pada kebohongan ini. Jika nama pemuda itu sampai bocor, aku tidak akan bisa melindungi kalian."

​"Berapa lama kita bisa menutupi ini, Marcus?" desis Seraphina, wajahnya pucat. "Kehadirannya di kota ini merusak seluruh keseimbangan alam. Petinggi Asosiasi di benua lain cepat atau lambat akan mencium anomali ini. Dan bagaimana dengan kesepuluh National Protection yang tersisa? Jika mereka tahu ada anomali yang bisa membunuh Astaroth, mereka akan turun tangan langsung untuk menyelidikinya!"

​Marcus terdiam, menatap keluar jendela ke arah hiruk-pikuk kota. "Jika para National Protection itu turun tangan... aku hanya bisa berdoa agar mereka tidak mencoba mencari masalah dengan Rishing Guild. Karena jika mereka melakukannya, aku tidak yakin gelar pahlawan nasional bisa menyelamatkan nyawa mereka."

​Di ruang latihan bawah tanah penthouse Valerius, pintu titanium yang sudah setengah meleleh itu dipaksa terbuka dari luar. Bastian dan Marvin melangkah masuk dengan wajah panik, dibangunkan oleh getaran gempa kecil yang memusat di ruangan ini beberapa saat lalu.

​"Andre! Apa yang terjadi?!" seru Bastian, sebelum langkahnya terhenti secara tiba-tiba.

​Di tengah ruangan yang hancur lebur itu, Andre berdiri membelakangi mereka. Tidak ada monster atau penyusup. Namun, ada sesuatu yang sangat berbeda dari diri pemuda itu.

​Andre menoleh pelan. Sepasang matanya kini memancarkan pendaran hitam yang sangat pekat, dan di sekujur tubuhnya, aliran petir berwarna hitam menari-nari tanpa suara, menghapus keberadaan udara di sekitarnya.

​Bastian menelan ludah. Insting bahayanya menjerit di tingkat tertinggi. Pemuda di depannya ini tidak lagi terasa seperti manusia yang sangat kuat, melainkan seperti fenomena alam yang mengenakan kulit manusia.

​"Kakak... auramu..." bisik Marvin, matanya membelalak kagum sekaligus gentar.

​Andre mengangkat tangannya, dan petir hitam itu meresap kembali ke dalam pori-pori kulitnya dengan patuh, lenyap tanpa bekas. Ia telah sepenuhnya menguasai kembali serpihan kekuatan dari kehidupan masa lalunya. Ia kini berada di Level 91, dilengkapi pedang legendaris mutlak, dan artefak Mythic yang berevolusi.

​"Hanya sedikit pemanasan," jawab Andre santai, berjalan mendekati mereka seolah tidak ada yang terjadi. Ia menepuk debu dari pundak Bastian. "Kalian berdua sudah cukup beristirahat. Level kalian sudah melesat jauh. Sektor Pusat kini sepenuhnya berada di bawah kendali kita."

​"Lalu, apa langkah kita selanjutnya, Bos?" tanya Bastian, senyum arogannya perlahan kembali muncul, menutupi rasa terkejutnya. "Kita sudah punya uang, koneksi, kekuatan, dan monopoli mutlak atas dungeon tingkat tertinggi di kota ini. Apa kita akan membangun markas besar? Merekrut anggota?"

​Andre menggeleng pelan, senyum tipis yang mematikan kembali menghiasi wajahnya.

​"Rishing Guild tidak butuh pion yang lemah. Kita tetap bertiga," ucap sang Kaisar Kilat, matanya menatap tajam menembus dinding ruangan, seolah sedang menatap ujung dunia. "Sudah waktunya kita keluar dari zona nyaman kota ini. Astaroth memang telah mati, namun kematiannya pasti mengirimkan gelombang kejut ke jajaran Pilar Iblis lainnya. Terlebih lagi, aku butuh informasi. Aku perlu tahu kondisi kesembilan National Protection umat manusia saat ini."

​"Untuk apa mencari tahu tentang para pahlawan itu?" tanya Marvin bingung.

​"Karena di antara para pahlawan yang disanjung oleh dunia itu..." bisik Andre, suaranya sedingin es abadi, "...mungkin ada pengkhianat yang harus kubayar lunas hutang nyawanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!