Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Budi mengambil dadu itu dengan senyum optimis.
"Sistem, terima kasih atas buku hukumnya, benda itu benar benar menyelamatkan karirku hari ini."
"Sekarang mari kita lihat kejutan apa yang kau siapkan untukku malam ini."
Klak klak klak.
Budi mengguncang dadu itu dan melemparkannya ke atas papan hologram.
Kedua dadu itu memantul mantul melewati petak petak properti milik Budi.
Dadu pertama berhenti di angka satu.
Dadu kedua berguling pelan dan ikut berhenti di angka satu.
"Dua langkah saja."
"Wah tumben sekali aku dapat angka yang sangat kecil malam ini."
Meskipun angkanya kecil, Budi cukup senang karena ini berarti dia mendapat lemparan ekstra lagi dari dadu kembar.
Avatar chibi Budi melompat maju dua langkah.
Satu, dua.
Karakter kecil itu mendarat di sebuah petak berwarna abu abu gelap yang terlihat sangat suram.
Gambar di petak itu adalah tumpukan uang kertas yang dicoret dengan garis merah tebal.
Tulisan di bawah petak itu berbunyi Pajak Kemewahan.
Budi mengerutkan keningnya menatap petak suram yang baru pertama kali dia injak itu.
Kotak notifikasi berwarna abu abu muncul dengan bunyi peringatan yang cukup nyaring.
Tet.
Pengguna mendarat di petak Pajak Kemewahan.
Sistem mendeteksi bahwa gaya hidup pengguna perlahan mulai meningkat di dunia nyata.
Sebagai bentuk penyeimbang hukum alam, sistem mengenakan pajak sebesar seratus ribu rupiah secara langsung.
Saldo Sistem akan dipotong seketika untuk membayarkan pajak ini.
Budi menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sistemnya.
"Sistem ini benar benar tidak pandang bulu."
"Baru saja aku merasa kaya, dia langsung menarik pajak kemewahan seperti kantor pajak beneran."
Ting.
Potongan berhasil dilakukan.
Saldo Sistem saat ini adalah empat juta sembilan ratus lima ribu rupiah.
Meskipun dipotong seratus ribu, Budi sama sekali tidak merasa marah karena jumlah saldonya masih sangat banyak.
Layar hologram kemudian kembali berkedip memunculkan notifikasi tambahan.
Pengguna masih memiliki satu kali kesempatan lemparan dadu ekstra.
Silakan kocok dadu virtual kembali.
Budi mengambil dua dadu putih itu dari udara.
"Baiklah sistem, potong saja pajaknya tapi berikan aku petak yang bagus kali ini."
Klak klak klak.
Budi melemparkan dadu itu ke atas papan untuk kedua kalinya malam ini.
Dadu itu berhenti dan menunjukkan angka empat dan lima.
"Sembilan langkah."
Avatar Budi kembali melompat dari petak pajak yang suram itu dan berlari maju.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.
Avatar itu berhenti di sebuah petak berwarna biru terang yang mengeluarkan efek cahaya bintang berkedip.
Ini adalah petak Kesempatan Baik yang dulu pernah memberikannya permen penambah fokus kerja.
Sebuah kotak notifikasi emas muncul di tengah layar menutupi pandangan Budi ke papan.
Selamat, pengguna menginjak petak Kesempatan Baik.
Sistem mendeteksi bahwa pengguna telah berhasil melewati ujian besar di dunia pekerjaan.
Sebagai hadiah penghargaan, sistem memberikan satu Item Ajaib bernama Kartu Bebas Penjara.
Budi mengerutkan keningnya membaca nama item tersebut.
Cahaya biru keluar dari layar dan membentuk sebuah kartu persegi panjang di udara.
Kartu itu terbuat dari bahan metalik yang sangat keras dan mengkilap.
Tap.
Budi menangkap kartu itu dan merasakan bobotnya yang cukup berat di telapak tangan.
Di permukaan kartu itu terdapat gambar burung merpati yang sedang terbang bebas.
Budi membaca deskripsi singkat yang tertera di layar hologram.
Kartu Bebas Penjara.
Kategori Item Penyelamat Darurat.
Deskripsi saat pengguna dihadapkan pada situasi buntu yang mengancam kebebasan, reputasi, atau nyawa pengguna, kartu ini bisa dipatahkan menjadi dua.
Sistem akan segera menciptakan skenario kebetulan yang sangat kuat di dunia nyata untuk membebaskan pengguna dari situasi mematikan tersebut tanpa cacat hukum.
Kartu ini hanya bisa digunakan satu kali dan merupakan item penyelamat nyawa tingkat tinggi.
Mata Budi berbinar terang membaca deskripsi yang sangat luar biasa dari kartu metalik ini.
"Ini bukan sekadar kartu untuk menghindari penjara di permainan Monopoly."
"Ini adalah jaminan asuransi nyawa dari sistem kalau suatu saat Bang Jali atau bosnya mencoba membunuhku."
Budi menggenggam kartu metalik itu erat erat dengan perasaan yang sangat tenang.
Dia menyimpan kartu itu di bagian paling dalam dari dompetnya agar selalu terbawa ke mana pun dia pergi.
Malam ini Budi kembali membuktikan bahwa kehidupan bisa berubah menjadi jauh lebih baik jika dimainkan dengan strategi yang tepat.
Pertarungan di kantor telah dimenangkan secara mutlak.
Kini Budi hanya perlu bersiap untuk menyelesaikan masalah terakhirnya.
Pelunasan total utangnya dengan bos rentenir kelas kakap yang pasti akan segera mencarinya kembali.