NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Dua

Sinar matahari fajar akhirnya membelah langit malam, memancarkan warna jingga keemasan yang menyapu atap-atap genteng Istana Phoenix. Namun, keindahan fajar itu hampa dari kedamaian; ada ketegangan yang menyesakkan dada memenjarakan seluruh area istana.

Langkah kaki yang berderap kencang tiba-tiba memecahkan keheningan koridor. Kaisar Long Tianqi berjalan memimpin rombongan besar dengan wajah kelam bak awan mendung. Di sampingnya, Chu Xinyue berjalan cepat dengan derap langkah yang diatur sedemikian rupa agar tampak gelisah. Wajah Selir Chu menyiratkan cemas yang dibuat-buat, meski di dalam hatinya, sebuah kegembiraan yang kejam tengah menari-nari.

"Yang Mulia, hamba benar-benar berharap berita ini salah. Hamba tidak percaya Permaisuri tega melakukan tindakan senista itu di dalam istananya sendiri... tapi laporan dari para pengawal..." bisik Chu Xinyue dengan nada penuh keprihatinan palsu, jemarinya meremas saputangan sutranya.

"Kurang ajar! Berani-beraninya permaisuri berbuat hal yang menjijikan itu di Istanaku!" potong Long Tianqi dingin, matanya memancarkan amarah yang siap meledak.

Chu Xinyue menunduk dalam-dalam untuk menyembunyikan kilatan kejam di matanya. Hatinya bersorak riang mendengar amarah Long Tianqi yang membumbung tinggi. ‘Marahlah, Yang Mulia! Makin besar amarahmu, makin cepat wanita sombong itu tercabut dari takhtanya!’ batinnya penuh dendam.

BRAK!

Tanpa sedikit pun peringatan atau formalitas kekaisaran, Long Tianqi menendang pintu aula utama Istana Phoenix hingga terhempas menghantam dinding. Rombongan pengawal kekaisaran langsung menerobos masuk dengan pedang terhunus, mengepung seluruh sudut ruangan untuk menutup setiap jalan keluar.

"Shen Ran! Keluar kau!" seru Long Tianqi dengan suara menggelegar, bergema di sepanjang pilar-pilar kayu cendana yang megah.

Namun, alih-alih mendapati pemandangan kacau atau kepanikan yang mereka bayangkan, ruangan utama Istana Phoenix itu justru tampak sangat tenang.

Di atas kursi utama, Clara, sebagai Permaisuri Shen Ran, duduk tegak dengan jubah kebesaran bersulam burung Phoenix yang memancarkan aura dominasi mutlak. Di hadapannya, cawan teh krisan mengepulkan uap tipis, utuh dan tak tersentuh.

Clara menoleh perlahan, menatap Kaisar Long Tianqi dan Chu Xinyue dengan sepasang mata setajam pedang. "Pagi yang sangat gaduh, Yang Mulia. Mendobrak masuk peraduan Permaisuri dengan pedang terhunus... apa sandiwara murah apa lagi yang sedang kalian mainkan pagi ini?" ucap Clara tenang, suaranya mengiris keheningan ruangan.

Wajah Long Tianqi merah padam mendengar nada bicara Shen Ran yang teramat tenang dan penuh penghinaan. Keberadaan sang Permaisuri yang duduk anggun tanpa cela, jauh dari gambaran wanita hilang kesadaran akibat racun perangsang, membuat sang Kaisar terpaku sejenak. Namun, amarah dan paranoia yang sudah membakar pikirannya mengalahkan logika.

"Sandiwara?!" raung Long Tianqi sambil melangkah maju, menunjuk tepat ke wajah Shen Ran. "Pengawal mendapati pergerakan mencurigakan di Istana Phoenix! Laporan menyebutkan seorang pria tak dikenal menyusup ke dalam peraduanmu fajar ini! Kau berani menuduhku bersandiwara saat kau sendiri menodai kehormatan takhta kekaisaran?!"

Chu Xinyue yang berdiri di belakang Long Tianqi sedikit melirik ke sekeliling ruangan dengan kebingungan yang mulai merayap di dadanya. Mengapa wanita ini masih segar bugar? Mana kasim itu? Dan di mana Qiao'er?! batinnya panik, meski ia dengan cepat memasang kembali topeng prihatinnya.

"Yang Mulia, mungkin... mungkin Permaisuri belum sempat... atau pria itu bersembunyi?" selak Chu Xinyue, suaranya gemetar dibuat-buat, berusaha memprovokasi Long Tianqi agar mem 거geledah seluruh isi Istana Phoenix.

Shen Ran meletakkan cawan porselennya ke meja dengan ketukan pelan yang menggema di seluruh aula. Suara denting ringan itu mendadak menghentikan kemurkaan Kaisar.

"Pria tak dikenal? Apakah yang Anda maksud adalah pria yang tergeletak pingsan di koridor samping paviliun belakang, Yang Mulia?" Shen Ran menyunggingkan senyum tipis, sebuah tawa dingin tanpa nada humor meluncur dari bibir merahnya.

Long Tianqi dan Chu Xinyue seketika membeku.

"Lian'er, seret pria itu ke mari," perintah Shen Ran datar.

Atas isyarat Lian'er, dua prajurit elit klan Shen yang bersiap di dalam menyeret tubuh seorang kasim bertubuh tegap yang tak sadarkan diri, melemparnya tepat di depan kaki Long Tianqi dan Chu Xinyue. Kasim itu terkulai lemas dengan mulut berbusa halus, efek racun bius dosis tinggi milik intelijen bayangan. Mata Chu Xinyue membelalak sempurna saat mengenali wajah kasim tersebut. Seluruh persendiannya terasa melorot seketika.

"Kasim pengangkut air ini menyusup ke area privatku sebelum fajar. Sayangnya bagi rencana kalian, prajurit penjagaku jauh lebih sigap daripada tikus-tikus yang disuap untuk merusak kediamanku. Dia dilumpuhkan sebelum sempat menginjakkan kaki di pintu peraduanku," ucap Shen Ran, bangkit berdiri dari kursi takhtanya. Jubah emas bersulam Phoenix berkibar anggun saat ia melangkah turun, mendekati Long Tianqi yang terpana.

Shen Ran membalikkan tubuhnya dan menatap lurus ke arah Chu Xinyue yang mulai pucat pasi, napas wanita itu menyempit.

"Dan jika Anda bertanya-tanya mengapa pria ini bisa masuk, atau di mana pelayan kesayanganmu Qiao'er berada..." Shen Ran menjeda kalimatnya, menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "...mungkin Selir Agung Chu bisa menjelaskan botol porselen hitam berisi racun Hehuan yang ditemukan di kantong baju Qiao'er saat dia mencoba meracuni teh krisanku fajar ini?"

Atas isyarat Shen Ran, pintu samping aula terbuka. Dua agen bayangan menyeret Qiao'er yang telah terikat mulut dan tangannya, bersama sebuah peti kecil berisi botol racun yang masih utuh. Long Tianqi menoleh patah-patah ke arah

Chu Xinyue, matanya yang tadi dipenuhi amarah pada Shen Ran, kini perlahan berganti menjadi pusaran kekejaman dan rasa tertipu yang membakar. "Xinyue... apa arti semua ini?!"

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!