Yt : Aam Aminah
IG : Aamaminah45
Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Seperti itu kah berciuman.??
Raka menarik tangan Aurin dengan kasar dia pun membawa nya ke kamarnya saat sudah sampai di sana Raka mencium nya dengan kasar Aurin berusaha melepaskan cengkraman tangan Raka.
Setelah cukup lama Raka berhenti mencium nya dia menatap Aurin matanya benar benar indah tapi air mata itu terjatuh karna ulah nya.
"Kenapa kau memegang tangan Max." ucap Raka tinggi.
Aurin tak menjawab dia tak mengerti arti jalan pikiran pria di depan nya Raka pun kesal karna Aurin tak menjawab nya dia mendorong tubuh Aurin hingga terjatuh di sofa Aurin begitu kaget dengan perlakuan Raka.
"Aku sudah bilang jangan bersentuhan dengan lawan jenis, bahkan itu hewan sekali pun." ucap Raka begitu marah.
Sepertinya Tuan akan cepat mati karna marah marah terus. Aurin.
"Sebegitu jijik kah tangan ku tak boleh memegang tangan Max." ucap Aurin dengan sedikit penekanan.
Raka marah dengan ucapan Aurin barusan dia pun menarik baju Aurin sampai sobek memperlihat kan tubuhnya.
"Lepas." ucap Aurin di tak tahan dengan sikap Raka terus terusan memaksa.
"Karna kau milik ku, hanya milik ku." ucap Raka tersorot emosi.
Max, sepertinya Tuan Kau itu mulai gila.!! Aurin.
Aurin tak menjawab perkataan Raka dia mengalihkan pandangan nya dari lain karna kesal Raka dia kembali mencium Aurin kini Aurin benar benar sesak dia benci keadaan ini.
Sementara di kamar Rara Max menatap perempuan itu dia melihat wajah tertidur nya seperti damai tenang tak ada beban tiba tiba senyum di binir nya mengembang tapi dia kembali dengan sikap nya wajahnya mulai datar.
Apa yang aku lakukan. Aurin.
Max pun keluar dari ruangan itu dengan cepat dia kembali ke tempat kerja nya menyelesaikan pekerjaan nya yang tadi sempat di tunda.
Dikamar Raka dia sedang mengelus pipi Aurin yang tertidur karna lelah sepertinya kamu makin cantik senyum Raka mengembang dia memandangi wajah Aurin yang begitu tenang saat tidur seperti tak ada masalah saja.
Raka bangun mengambil bajunya yang terjatuh kelantai lalu menyelimuti Aurin hingga ke leher dia pun mengecup Kening Aurin begitu lama setelah itu dia keluar dari kamar itu menuju ruangan kerja nya.
Saat Max mengetahui ke datangan Raka dia berdiri dan menunduk hormat Raka duduk di bangku nya menatap Max sebal mengingatkan nya akan tangan Aurin.
Jadi dia menyentuh tangan Max di situ. Raka.
"Kenapa kau membiarkan Nyamuk ku menyentuh tangan kotor mu." ucap Raka sedikit tinggi Max yang baru menyadari perkataan aneh Raka menatap tak percaya.
"Maaf Tuan." ucap Max lebih baik minta maaf lebih dulu.
"Lain kali Nyamuk ku menyentuh mu, akan kubuat kau makam." ucap Raka tatapan nya tajam.
"Baik Tuan." ucap Max dia sedikit tenang karna Raka tidak menghukum nya aneh aneh.
Mata Raka mengalihkan pandangan nya dia melihat Laptop Max seketika Max mengerti tatapan Raka dia pun mengambil laptop nya menyerahkan nya kepada Raka segera Raka melihat laptop itu.
"Dasar para pemberontak itu." ucap Raka kesal.
"Tuan, sepertinya kita terlalu baik membiarkan nya sudah saat nya kita harus membamsi para tikus itu." ucap Max menatap Raka.
"Aku, percayakan masalah ini sama kamu Max, ada yang lebih penting dari itu. bawah perempuan itu ke tempat Lola aku akan mejual nya sebagai PSK. itu pantas untuk nya." ucap Raka mengepalkan tangan.
"Baik Tuan saya akan menjalankan perintah itu." ucap Max lalu melangkah pergi dari ruangan kerja Raka di sana Raka memegang pelipis nya terasa pusing lelah dengan beban nya yang terus bertambah.
Raka pun keluar dari ruangan itu dia menuju kamar nya saat melihat Aurin tertidur hatinya begitu tenang damai dia pun membaringkan tubuhnya di samping Aurin mencium nya lalu memeluk nya tanpa sadar Raka tertidur di samping Aurin sambil memeluk nya.
Max menelpon Anak buah nya menyuruhnya tetap diposisi mobil pun melaju dengan kencang memecahkan hening malam itu setengah jam perjalanan dia akhirnya sampai di tempat tujuan nya dia pun masuk ke rumah itu di sana anak buah nya sudah berdiri di posisi nya masing masing.
"Dimana perempuan tua itu." ucap Max kepala salah satu anak buah nya dia pun menjawab dengan tegas.
"Antarkan dia ke bar Lola sekarang." ucap Max kedua menpagawal itu mengangguk dan masuk kerumah mewah itu tak berapa lama dia menyeret paksa wanita itu.
"Aku akan membalaskan semua ini." ucap Bu Mawar dia sambil menangis.
"Nikmati saja masa nikmat ini di masa Tua mu ini." ucap Max menyuruh nya masuk ke mobil nya.
Di perjalanan wanita tua itu tak henti hentinya berteriak minta tolong karna takut mengundang curiga.
"Kasih dia kenikmatan, buat dia berhenti bicara." ucap Max menyuruh anak buah nya dengan cepat salah satu mereka memegang tangan wanita itu dan satunya lagi memperkosanya di mobil itu air mata nya terjatuh dia benar benar merasakan sakit di bawah perut nya nya tapi tidak bisa mencegah.
Di perjalanan Max hanya datar tak memandang sedikit pun pada aksi anak buah nya yang menurut nya menyenangkan sementara Max dia fokus ke depan menyetir sampai lah mereka di tempat Lola.
Baju Bu Mawar berantakan tak berbentuk lagi mata nya sedikit bengkak karna menangis sepanjang hari saat mereka memperlakukan nya seperti binatang.
Di dalam ruangan Mamih Lola kaget saat melihat CS kental nya dalam keadaan seperti itu dia melihat nya ada rasa iba tapi dia juga sangat membenci nya.
"Aku memberi kamu seorang wanita, walau dia sudah Tua, tapi saya yakin dia masih mampu melayani hingga 50 orang dalam sehari. dan buat dia menderita disini jangan biarkan dia kabur atau bunuh diri. karna kalo sampai dia mati kau yang akan menjadi jaminan nya." ucap Max panjang lebar.
"Baik Tuan." ucap Mamih Lola sambil tersenyum lalu menatap perempuan itu sedikit matanya mengejek dulu dia sering di perintah sama perempuan itu sekarang dia yang akan memperintah nya.
Max menyuruh kedua pengawal nya untuk mengawasi wanita tua itu dan menyuruh nya memperkosanya jika kalian masih belum puas saat di mobil.
Mereka mengerti ucapan Max saat sudah selesai Max pergi dari bar itu dengan cepat dia akan kembali mengurus permasalahan lainya yang sedang mengantri.
Saat Max sudah pergi dari situ Mamih Lola menatap Bu Mawar dengan senyum mengejek sementara Bu Mawar berusaha kuat.
"Ternyata hidup mu benar benar menderita yah sekarang." ucap Mamih Lola memandang Bu Mawar melihat lekuk tubuh nya sedang berfikir.
"Sepertinya kamu disini akan menjadi primadona, walau usia mu tampak tidak muda lagi tapi tubuh mu masih cukup muda pintar sekali kau menjaga tubuh mu." ucap Mamih Lola menatap Bu Mawar itu.
"Bersihkan dia dan pakaikan pakai seksi jangan biarkan semenit dia menganggur disini." ucap Mamih Lola menyuruh pengawal nya.
Kedua nya menyeret wanita itu dengan kasar lalu memandikanya para pengawal laki laki yang membantu membersihkan tubuhnya sedikit berselera dengan wanita itu dia pun melakukan nya beberapa kali sambil membersihkan nya sementara Bu Mawar dia hanya menahan tangis menyesali perbuatan nya dulu.
Saat itu Mamih Lola datang dia melihat anak buah nya sedang merasakan kenikmatan mamih Lola membiarkan nya lalu pergi dari tempat itu.
Max pun sampai di ruangan kerja Raka tapi tidak ada dengan Tuan nya dia pun memutuskan untuk melihat keadaan Rara dia pun melangkah menuju kamar pembantu itu di sana Rara masih tertidur mungkin pengaruh obat tidur nya.
Max pun masuk saat sudah ada di samping Rara dia menatap lekat wanita itu kenapa hatinya begitu sakit yah melihat nya tertidur seperti itu dengan berbagai luka nya di tubuh Rara.
Entah setan dari mana yang merasuki Max dia pun mencium bibir Rara yang tak meladeni nya Max mencium nya cukup lama dia baru tersadar apa yang dilakukan nya dia pun pergi dari kamar itu menuju kamar nya hatinya benar benar berdebar.
Max apa yang telah kau lakukan.!! Max.
Memukuli kepalanya karna bodoh dengan tingkah nya tanpa sadar senyum nya mengembang di bibir nya tangan nya memegang bibir sendiri dengan lembut.
Seperti itukah perasaan orang sedang ciuman.!!! Max.