NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BBA 30

Happy reading<<<<<<<

 

"Nggak Papa Kok." bantah Imlie lagi.

"Lo mau juga di pijit Emak Gue? Kalau iya Gue mau kok. Nanti Gue ajakin deh, Lo harus tau pijitan Emak Gue itu sangat enak bikin badan langsung seger lagi no pegel pegel. Apalagi di tambah sentuhan tangannya yang lembut oenuh kasih sayang itu. Aissssh rasabya Gue ingin terus berada di dekatnya." ujar Wace yang tak tau masalanya Imlie.

"Iya kasih Sayang seorang Ibu memang sangat hangat Lo beruntung banget." ujar Imlie.

"Lo juga beruntung emangnya Lo kagak punya Emak. Pasti ada kan tapi bedanya Emak Lo pasti kagak bisa pijit aja. Heheheh." ujar Wace bercanda.

"Iya Gue punya Ibu, tapi kaya nggak punya." batin Imlie kemudian tersenyum kepada Wace.

"Lain kali Gue ajak ya ke rumah Gue. Biar Lo juga di pijitin sama Emak Gue juga. Lo harus tau pijitan Emak Gue itu the best." ujar Wace dan Imlie mengangguk kemudian mereka menaiki angkot yang membawa mereka pulang. Wace turun duluan kemudian Imlie lanjut dan akhirnya Imlie sampai ke rumahnya.

"Alhamdulillah. Hari ini lancar walaupun tubuh Gue sakit. Tapi, nanti bakal ke ganti debgan gaji. Hehhehhee itulah hidup semua pekerja walaupun capek tapi jika di terima gajinya maka rasa lelahnya akan langsung sirna. Heheheh." batin Imlie kemudian mandi dan makan dan setelahnya tidur.

"BIBIK, MAKANANNYA IMLIE UDAH SIAP BIK? IMLIE UDAH NGGAK SABAR NIH." teriak Imlie ceria dari atas tangga dia tidak sadar bahwa ada empat sepasang mata yang menatap ke arah tangga dengan tatapan berbeda.

"CK, ANAK SELAMA KITA PERGI TERNYATA DIA YANG MENGHABISKAN BAHAN MAKANAN DI RUMAH INI." ujar Bu Melani.

"BIBIK AJENG BIBIK PIPIT."

Tap tap

Entah kenapa hari ini Imlie sangat bahagia, tetapi saat sudah sampai di bawah tangga Imlie melihat ke meja makan di mana ada beberapa manusia yang sudah beberapa hari ini tak ada.

"OOOH, SELAMA KAMI NGGAK ADA. KAMU TERNYATA SOK BERKUASA DI RUMAH INI, HEH? PANTAS SAJA BAHAN MAKANAN DI RUMAH INI HABIS." marah Buk Melani.

"Maaf Ma. Tap-i kapan kalian pulang?" tanya Imlie memberanikan diri karena kemarin dia tidak mendengar deru mobil atau apalah itu. ataukah karena efek cape jadi dia tidur tak sadar apapun.

"Kenapa? Nggak suka Kami pulang ke rumah Kami sendiri? Biar Kamu bisa lama berkuasa di rumah ini, hah? Ck, dasar nggak tau diri." marah Buk Melani.

"Pokoknya Saya tidak mau tau Kamu harus membayar makanan yang sudah Kamu makan di rumah ini." ujar Buk Melani dan Imlie langsung mengangkat kepalanya.

"Dan jangan jadi orang yang mengambil sesuatu tanpa meminta dari pemiliknya." lanjut Pak Mahen.

"Ya Allah." batin Imlie menatap senduh keluarganya.

"Maaf sebelumnya, Aku minta maaf sudah makan tanpa izin dari Mama dan Papa.. Tapi, insyaallah Aku janji Aku bakal ganti kok." ujar Imlie.

"Hehheheh, ganti? Kamu tau kan bahan makanan di rumah ini mahal mahal.. Jadi, mau ganti pake apa Kamu, hah?" marah Buk Melani.

"Pake uang Ma. Nanti Aku ganti kok, Aku nggak bohong." jawab Imlie sakit hati.

"Baiklah! Berikan Saya 5 jt untuk apa yabg Kamu makan selama dua hari ini. Dan pasti Kamu juga buat jus kan. Jadi, harganya segitu." ujar Buk Melani.

"Apa nggak kemahalan Ma?" tanya Imlie. Astagfirullah.. Padahal dia anak mereka tetapi mau makan aja harus bayar.

"Kenapa untuk mengeluarkan 5 jt saja Kamu sangat pelit, hah?"

Degh

"Jual diri? Gue kerja jual diri?" batin Imlie yang matanya sudah berkaca kaca.

"Ma, Aku kerja di restoran dan Aku sama sekali nggak jual diri Ma. Sumpah demi Allah, Itu adalah hal yang keji dan Aku nggak berani Ma." ujar Imlie menggeleng keras.

"Dih, malah nggak ngaku, kalau jalang ya ja.....

"Aku akan bayar Ma, Aku akan bayar makanan yang Aku makan selama ini Ma. Tapi, tolong Aku kerjanya halal dan Aku bukan jual diri Ma. Permisi, Assalamualaikum." salam Imlie dan langsung berlari kecil sambil menekan dadanya.

"Hiks, sakiit." batin Imlie. Ya, keluarganya memang pulang malam tadi tapi Imlie tidak sadar karena saking capek dirinya.

"Ma, apa nggak terlalu keterlaluan Ma?" tanya Lolita padahal dia senang.

"Nggak, dia pantas mendapatkan itu.. Mama sangat membencinya." ujar Bu Melani.

Tin

Alvian menaruh sendoknya dan berdiri dari meja makan. "Udah selesai makan Nak?" tanya Bu Melani.

"Udah Ma." jawab Alvian.

"Dek, nanti berangkatnya di antar supir aja ya. Kaka buru buru ada rapat osisi." ujar Alvian.

"Oke Kak." jawab Lolita kemudian Alvian menyalimi orang tuanya dan keluar melalui pintu utama. Dengan cepat Alvian mengendarai mobilnya.

Saat sudah sampai di luar di melihat Imlie dari kejauhan yang sedang berjalan sambil menunduk gadis itu sepertinya sedang terisak keras di lihat dari punggungnya yang bergetar. Tetapi tanpa suara, saat akan melajukan mobilnya lebih cepat menuju Imlie hampir saja dia sampai tapi Abian malah duluan datang.

Bugh

"Ini jalan, Dek fokus. Lili bisa aja kecelakaan." ujar Abian menghentikan Imlie yang terus saja menunduk. Imlie mengangkat wajahnya.

"Hey, kenapa, hmm? Kenapa sembap gini?" tanya Abian mengusap pipi Adiknya ini.

Grep

"Hiks... Abang, hiksssss..." tangis Imlie pecah dan Abian memeluk tubuh rapuh itu.

"Kak, Ak-u hikssss..." Imlie tak mampu menjawabnya. Imlie terlihat sangat rapuh.

"Shuuuut, tenang ya.. Abang nggak maksa Lili buat cerita..." ujar Abian mengusap kepalanya Imlie.

Sedangkan Alvian hanya melihatnya saja dengan perasaan campur aduk.

Sepupunya lah yang malah menjadi Abang terbaik tempat Imlie menunjukkan kerapuhannya.

"Abang... Hiks, jangan capek ya sama Lili.. Lili nggak mau lagi kehilangan Abang kaya Kak Alvi yang udah benci banget sama Lili.. Lili Sayang Abang hiks..." tangis Imlie dalam pelukannya Abian.

Sedangkan Alvian merasa dadanya sakit.

"Abang nggak bakal capek Sayang.. Abang Sayang sama Lili, Abang udah anggap Lili sebagai adik kandung Abang sendiri.. Ingat! Janji Abang dek sampai kapan pun Abang nggak bakal tinggalin Lili." ujar Abian meyakini Imlie agar gadis ini tidak merasa sendiri.

Sungguh Abian benar benar menyayangi sepupunya ini.

"Lili Sayang sama Abang." ujar Imlie yang memang selalu merindukan pelukan seorang Kakak.

Setelah lama dalam posisi itu Abian melepaskan pelukan itu kemudian memilih untuk merapikan rambutnya Imlie.

"Sini Abang rapiin ya rambutnya. Masa Muka Adik Abang yang cantik ini sembap gini sih.. kan nanti jadi jelek." ujar Abian dan mencubit hidung Adiknya.

"Pipinya kaya ikan buntal ya." lanjut Abian ingin mencairkan suasana.

"Iih Abang, Lili nggak mirip Ikan buntal.. Noh, lihat muka Lili mirip Abang kan. Abang ganteng dan Imlie imut, heehhhehe." ujar Lili.

Degh

"Muka Lili milip Abang Alvi sama Abang jahe tau. Abang ganteng dan Lili Imut. Jadi, jangan bilang muka Lili jelek. Kalau iya belalti mukanya Abang jahe sama Abang Alvi juga jelek.

Hahahahha." Alvian mengingat perkataan Imlie kecil kemudian mencengkram kemudi mobilnya dengan kuat nafasnya memburu. Entah, dia cwmburu dengan kedekatan Adiknya dan Abian sepupunya.

"Dih, siapa bilang muka Lili mirip Abang. Beda ya, Abang ganteng paripurna sedangkan muka Lili mirip gembell." canda Abian.

"Iiiih Abangg.. Awas aja ya Lili aduin ke Om sama Tante." ujar Imlie mencubit lengannya Abian.

"Sssh Sakit Deh. Cubitan maut mu sungguh membuat Abang hilang rasa. Hahhahaha." ujar Abian malah mengeluarkan kata kata yang menurut Imlie tak masuk akal.

"Ayo, Ayo... Kita berangkat nanti telat lagi." ujar Imlie dan naik duluan ke atas motor kemudian memakai helmnya sendiri.

"Dih, Adiknya siapa sih. Kok gemesin banget deh perasaan." ujar Abian lagi.

"Adiknya Abian Rafassyah dong." ujar Imlie lantang. Ya, memang Papanya Abian memakai marga dari keluarga istrinya yakni Rafassyah.

"Dih, situ kan Adiknya Candrawinata. Sok ngaku ngaku banget loh." ujar Abian sengaja dia sadar kehadiran Alvian. Tetapi dia hanya ingin memanasinya agar Pria itu sadar. Dulu Alvian dan Abian bersahabat tetapi karena perlakuan Alvian pada Imlie akhirnya Abian tidak menyukainya lagi. Dia lebih memilih menjaga gadis kecil ini.

"Yaa gimana dong... Tolong rawatlah gadis malang ini dan angkat menjadi Adikmu." ujar Imlie mendrama.

"Hahahahh.. Siap, siapa juga yang nolak gadis gemesin kaya gini sih." ujar Abian kemudian naik ke atas motor dengan cepat Imlie memeluk Abian.

"Cuuus siap berangkat princess?" tanya Abian.

"Sialan." geram Alvian karena itu panggilannya dan Zahen waktu kecil buat Imlie.

"Siap Kapteeeeeen." jawab Imlie heboh. Dia kini tidak bersedih lagi karena hiburan dari Abian.

"Sayangnya mana nih.. Nggak Sayang ya sama Abangnya?" tanya Abian semakin memanas manasin Alvian yang memperhatikan mereka.

"Siap Abang Sayaaang." jawab Imlie.

"GOOOO." teriak Imlie heboh.

Ini baru pertama kalinya lagi Alvian melihat keceriaan di beberapa tahun yang lalu.

Bruuum bruuum

Motor mereka pun berlalu meninggalkan Alvian yang emosi di tempat.

Akkkh, sialan..kenapa gue kaya gini sih." teriak Alvian di dalam mobilnya.

#bersambung

Panas nggak tuh Alvian.

Adiknya lebih dekat dengan Abang sepupunya.

Jahat banget ya Buk Melani..

Masa anak kandung sendiri di suruh bayar makanannya.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!