NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teratai Es di Dalam Gua

​Waktu berlalu tanpa terasa di bawah naungan Pegunungan Awan Azure. Langit yang semula berwarna jingga terbakar perlahan luruh menjadi hitam legam, menyisakan kerlip bintang yang tertutup tebalnya kabut pegunungan. Malam telah benar-benar tiba, membawa serta suhu udara yang merosot drastis. Air sungai yang mengalir deras kini berubah sedingin es yang menusuk hingga ke sumsum tulang.

​Di tepi sungai, banyak calon murid yang tidak kuat menahan dingin mulai menggigil hebat. Gigi mereka bergelatuk, dan satu per satu mereka memutuskan untuk menyerah, meninggalkan area latihan demi kehangatan asrama. Namun, di tengah kesunyian malam, masih ada sekelompok penonton kepala batu yang bertahan. Mata mereka terpaku pada tiga sosok di bawah air terjun, ingin menyaksikan sampai kapan trio monster itu sanggup bertahan melawan keganasan alam.

​Setelah berjam-jam mematung seperti patung batu, Li Fan akhirnya membuka kelopak matanya. Ia menghela napas panjang, sebuah desahan yang sarat akan rasa bosan. Baginya, hantaman air terjun ini tidak lagi memberikan tantangan berarti. Meski fisiknya terasa lebih padat, ia merasa manfaatnya mulai mencapai titik jenuh. Li Fan membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar tekanan air.

​Ia berdiri perlahan di atas batu licin yang terus diguyur air, membiarkan Jin Tianyu dan Lei Bao tetap dalam meditasi dalam mereka. Pandangannya beralih ke arah tabir air terjun yang paling deras, tepat di baliknya terdapat mulut gua yang gelap dan angker: Gua Napas Naga. Tempat itu adalah saksi bisu di mana Lin Xueyan mengukir rekor yang membuat seluruh Pos Kedua gempar.

​Dengan satu lompatan ringan yang hampir tidak meninggalkan jejak, Li Fan menembus tabir air dan mendarat sempurna di mulut gua. Begitu kakinya menyentuh lantai gua, atmosfer di sekitarnya berubah total. Beban gravitasi melonjak secara brutal, seolah-olah ada tangan raksasa tak kasatmata yang menekan pundaknya ke bawah. Udara di sini terasa sangat kental, berat, dan lembap, memberikan sensasi seperti berjalan di dasar lautan besi cair.

​Di luar gua, sorakan tertahan dan bisikan penuh keterkejutan meledak di antara para penonton yang tersisa.

​“Lihat! Tuan Muda Ma... dia benar-benar masuk ke Gua Napas Naga!” teriak seorang murid pria dengan wajah pucat karena rasa tidak percaya yang mendalam. “Padahal dia baru saja duduk berjam-jam di bawah air terjun! Apakah dia tidak punya batas energi?”

​Para gadis yang masih bertahan di tepi sungai kini menatap punggung Li Fan dengan mata berbinar-binar. Rasa kagum yang mendalam terpancar dari wajah mereka yang merona merah meski kedinginan. Di mata mereka, sosok pemuda yang berjalan dengan tenang menantang bahaya itu adalah perwujudan pahlawan dalam novel-novel legendaris. Beberapa dari mereka bahkan mulai membayangkan diri mereka sebagai pendamping kultivasi bagi pemuda misterius yang luar biasa tampan itu.

​Sementara itu, Li Fan melangkah semakin dalam. Lorong gua itu berkelok-kelok, dihiasi oleh formasi batuan alami yang tajam menyerupai taring naga. Setiap langkah yang diambilnya menuntut konsentrasi lebih, namun Li Fan hanya tersenyum tipis.

​“Lumayan. Sekte Awan Azure ternyata punya mainan yang layak untuk meregangkan ototku,” pikirnya sambil mengatur ritme pernapasan Nadi Surgawi miliknya.

​Setelah berjalan sekitar lima menit, dinding lorong yang sempit tiba-tiba terbuka luas, menyingkap sebuah ruang kuno bawah tanah yang sangat megah. Ruangan itu luasnya hampir setara dengan aula pertemuan utama. Di sepanjang dinding, terdapat pahatan naga-naga kuno yang melingkar, dengan mata yang terbuat dari kristal redup yang seolah-olah mengawasi setiap penyusup.

​Langit-langit gua dipenuhi oleh lumut bercahaya biru pucat, menciptakan pencahayaan mistis yang memberikan kesan seolah-olah berada di bawah langit malam yang asing. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam air alami yang jernih namun tertutup oleh uap kabut putih yang sangat tebal. Suaranya air yang tenang di sini kontras dengan raungan air terjun di luar, menciptakan suasana sunyi yang justru terasa menegangkan.

​Li Fan berjalan mendekat ke arah kolam secara perlahan. Langkah kakinya seringan bulu, sama sekali tidak menimbulkan suara gesekan pada lantai batu.

Namun, saat jaraknya hanya tersisa beberapa belas langkah dari tepi kolam, mata Li Fan tiba-tiba menangkap pergerakan halus. Di balik tirai kabut putih yang tebal itu, terdapat sebuah sosok siluet manusia yang tengah mandi berendam di dalam air.

Li Fan memicingkan matanya, memperkuat penglihatannya menembus kabut magis tersebut. Sosok itu adalah seorang gadis. Meskipun tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh menjadi wanita dewasa yang matang, lengkungan pinggangnya yang ramping dan lehernya yang jenjang terlihat sangat jelas dan memikat. Rambut hitam panjangnya basah dan menempel pada kulit punggungnya yang seputih porselen mahal tanpa cacat. Tetesan air mengalir turun melewati tulang selangkanya yang terbentuk sempurna, memantulkan cahaya kebiruan dari lumut gua, menciptakan siluet dewi teratai es yang sedang mandi di kolam surga.

Gadis itu tidak lain adalah tunangannya yang memendam rasa benci padanya, Lin Xueyan.

Melihat Lin Xueyan yang ceroboh dan berani mandi telanjang di tempat terbuka yang sangat berbahaya ini, sudut bibir Li Fan perlahan tertarik ke atas. Sebuah senyum nakal dan sedikit mesum tersungging di wajah tampannya. Otaknya mulai bekerja memikirkan ribuan alasan konyol.

“Apakah aku harus menutup mata? Ah, tentu saja tidak. Aku adalah Ma Liang, dan secara teknis dia adalah tunangan sahku. Akan menjadi sebuah penghinaan bagi takdir dari langit jika aku menolak pemandangan indah yang disajikan tepat di depan mataku ini,” batin Li Fan dengan penuh kelicikan.

Ia bersedekap dada, menatap sosok itu tanpa berkedip selama beberapa detik, lalu sengaja mendeham pelan untuk mengumumkan kehadirannya.

“Ehem. Airnya terlihat sangat menyegarkan, Nona Lin. Apakah ada ruang untuk satu orang lagi di dalam sana?”

Suara dehaman dan sapaan yang santai itu menggema dengan keras di dalam ruangan kuno yang sunyi. Lin Xueyan yang sedang menutup mata menikmati kehangatan air spiritual seketika terperanjat hebat seolah baru saja disambar petir di siang bolong. Ia menoleh dengan cepat ke arah sumber suara.

Begitu matanya yang seindah kristal es menangkap sosok Li Fan yang berdiri santai bertelanjang dada di pinggir kolam, wajah Lin Xueyan seketika memucat seperti mayat, lalu dalam sekejap berubah memerah padam bagaikan kepiting rebus. Kaget bercampur ketakutan, ia langsung menenggelamkan tubuhnya lebih dalam ke dalam air, menyilangkan kedua lengan putih mulusnya untuk menutupi bagian dadanya yang mulai merekah.

Lin Xueyan menatap tajam ke arah Li Fan. Matanya memancarkan campuran emosi yang sangat kompleks. Mulai dari rasa kesal karena privasinya dilanggar, rasa malu yang membakar habis harga dirinya, dan rasa benci yang mendalam kepada pria yang menyandang status sebagai tunangannya tersebut.

"Kau... Bajingan! Tutup matamu!" teriak Lin Xueyan dengan suara yang gemetar, antara marah dan ingin menangis.

​Li Fan justru tertawa kecil, melangkah satu langkah lebih dekat ke tepi kolam dengan wajah tanpa dosa, memamerkan otot perutnya yang ramping dan padat.

​“Mengapa harus ditutup? Bukankah pemandangan alam di dalam gua ini memang diciptakan untuk dikagumi? Lagipula, aku hanya ingin memastikan tunanganku tidak tenggelam karena terlalu asyik mandi sendirian,” goda Li Fan dengan nada bicara yang sangat menyebalkan bagi telinga Lin Xueyan.

​“Keluar! Pergi dari sini sekarang juga, Ma Liang! Atau aku bersumpah akan membunuhmu!” jerit Lin Xueyan lagi. Kali ini aura dingin mulai terpancar dari tubuhnya, membuat uap di sekitar kolam berubah menjadi kristal-kristal es kecil.

​Li Fan tidak bergeming. Ia justru berjalan mendekat dengan santai. “Kau selalu saja bicara tentang membunuh. Tidakkah kau tahu bahwa membunuh tunangan sendiri adalah perbuatan yang tidak berbakti? Lagi pula, di tempat sedalam ini, siapa yang tahu kalau kita sedang... mengobrol?”

​Lin Xueyan menggertakkan giginya, matanya yang seindah kristal kini dipenuhi dengan benci dan rasa malu yang meluap-luap. Ia terjepit antara rasa ingin menyerang Li Fan dan rasa takut jika tubuhnya akan terlihat lebih jelas jika ia bergerak terlalu banyak di dalam air yang jernih itu. Sementara itu, Li Fan tetap berjalan santai, menatapnya dengan tatapan yang seolah-olah sedang menikmati pertunjukan komedi paling lucu di dunia.

​“Kau... kau benar-benar tidak tahu malu!” desis Lin Xueyan, yang hanya dibalas Li Fan dengan kedipan mata yang nakal.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!