NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Olshop sukses Jaya

Arga Pratama, seorang mekanik tangguh yang hidupnya sederhana namun penuh prinsip, tak sengaja bertemu dengan Clara, wanita cantik pewaris perusahaan besar yang sedang lari dari perjodohan. Karena suatu keadaan terpaksa, mereka harus terikat perjanjian kontrak palsu. Siapa sangka, dari bau oli dan mesin, tumbuhlah benih cinta yang tak pernah disangka-sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olshop sukses Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang Menentukan

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Dengan semua bukti lengkap di tangan, Arga dan Clara memutuskan untuk tidak menunda lagi. Mereka harus menyelesaikan semua ini hari ini juga.

Mereka pergi menuju kediaman megah Tuan Wijaya. Rumah besar yang dulu pernah menjadi tempat tinggal Clara, kini terasa asing dan dingin baginya.

Pagar besar terbuka, dan mereka melangkah masuk dengan kepala tegak. Tidak ada lagi rasa takut, tidak ada lagi rasa rendah diri. Hanya ada tekad bulat untuk menegakkan kebenaran.

Tuan Wijaya sedang duduk di ruang tamu dengan wajah murung dan stres. Kasusnya yang sekarang sedang ditangani polisi membuatnya kehilangan segalanya. Saat melihat Arga dan Clara datang, wajahnya langsung berubah menjadi garang.

"Apa yang kalian lakukan di sini?! Keluar! Ini rumahku!" teriaknya sambil menunjuk pintu.

Clara melangkah maju, tatapannya tajam menembus jiwa ayahnya sendiri.

"Ayah seharusnya malu bicara begitu. Rumah ini... semua kemewahan ini... sebagian darinya dibeli dengan darah dan air mata, Yah. Dibeli dengan cara menipu sahabat sendiri!"

"Dasar anak durhaka! Kau berani menuduh ayahmu sendiri?!" bentak Tuan Wijaya naik pitam.

"Kami tidak menuduh, Yah. Kami datang membawa bukti," potong Arga dingin. Ia meletakkan kotak besi dan tumpukan dokumen di atas meja mewah itu dengan suara brak yang keras.

"Tuan Wijaya... atau harus aku panggil Anda pembunuh?" ucap Arga perlahan namun penuh penekanan.

Wajah Tuan Wijaya berubah pucat seketika. Tangannya mulai gemetar melihat dokumen-dokumen itu.

"A-apa itu...?"

"Ini bukti nyata kejahatan Anda," Arga mulai membuka satu per satu berkas itu. "Surat tanah yang dipalsukan, catatan transaksi mencurigakan, hingga bukti pembayaran kepada orang yang Anda suruh untuk membuat 'kecelakaan' pada ayahku."

JLEB!

Setiap kata yang diucapkan Arga bagaikan pisau yang menancap tepat di jantung Tuan Wijaya.

"Tidak... itu tidak benar... itu semua palsu... kalian mengada-ada!" Tuan Wijaya mencoba membela diri meski suaranya sudah tidak karuan.

"Palsu?" Arga tersenyum miring. "Semua ini ditemukan di tempat rahasia yang dibuat ayahku bertahun-tahun lalu. Dan ada juga rekaman suara percakapan Anda yang memerintahkan penghancuran bukti asli."

Arga menyalakan laptop dan memutar suara itu.

"Buang semua barang Surya, aku tidak mau ada sisa sedikitpun! Urus bersih!"

Suara itu jelas sekali suara Tuan Wijaya.

Tuan Wijaya ambruk ke kursi, tubuhnya lemas seolah semua tenaganya disedot keluar. Kebenaran yang selama ini ia sembunyikan dengan rapi, kini terbongkar begitu saja di hadapan putri kandungnya sendiri.

"Jadi... itu semua benar, Yah?" Clara bertanya dengan suara bergetar menahan tangis. "Ayah yang melakukan itu semua? Ayah yang membunuh Ayahnya Mas Arga?"

Tuan Wijaya menunduk, air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. Bukan air mata penyesalan, tapi air mata keputusasaan.

"Aku... aku terpaksa, Clara..." isaknya lemah. "Bisnis Ayah saat itu sedang hancur lebur! Aku butuh tanah itu untuk dijadikan jaminan pinjaman! Surya terlalu keras kepala, dia tidak mau menjualnya! Jadi... jadi aku terpaksa mengambil jalan pintas!"

"Jalan pintas dengan membunuh?!" bentak Arga tak kuasa menahan amarah. "Ayahku orang baik! Dia menganggap Anda teman! Tapi Anda menikamnya dari belakang!"

"Dia yang salah! Dia yang menghalangi jalanku!" teriak Tuan Wijaya histeris. "Dan kalian! Kalian berdua juga yang menghancurkan hidupku sekarang! Kalian pikir setelah ini kalian akan bahagia?! Aku akan hancurkan kalian semua!"

Tuan Wijaya tiba-tiba meraih sebuah benda berat dari atas meja, vas bunga kristal besar, dan melemparkannya ke arah Arga dengan penuh amarah!

WUSSS!!!

1
Susana Sari Sari
menarik Ceritanya yg penting dibuat simple Jln Ceritanya Jgn yg ber tele²
rindu_takdir: "Terima kasih banyak Bu Susana sudah membaca dan memberi like ❤️. Senang sekali ceritanya dianggap menarik dan simple. Tenang saja Bu, alurnya akan kami jaga agar tetap seru, lancar, dan tidak bertele-tele sampai tamat. Mohon dukungannya terus ya Bu 🥰🙏"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!