NovelToon NovelToon
Wanita Bercadar Kesayangan Mafia

Wanita Bercadar Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: putri Sefira

Arkan Xavier adalah definisi dari kekejaman. Sebagai pemimpin sindikat mafia paling ditakuti, dunianya hanya dipenuhi dengan pengkhianatan dan genangan darah. Namun, satu malam yang fatal mengubah segalanya. Dalam kondisi sekarat akibat penyergapan, Arkan diselamatkan oleh Aisyah, seorang wanita bercadar yang hatinya sedalam samudera dan imannya sekokoh karang.
​Bagi Arkan, Aisyah adalah anomali—cahaya yang seharusnya tidak pernah bersentuhan dengan kegelapannya. Terobsesi dengan ketenangan yang dimiliki Aisyah, Arkan mulai masuk ke kehidupan wanita itu, menyeretnya ke dalam pusaran bahaya yang belum pernah Aisyah bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri Sefira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Jebakan dalam Cawan Emas

Lautan yang memisahkan daratan Jawa dengan pulau isolasi itu seolah menjadi cermin dari gejolak batin Aisyah. Saat kapal feri Pengayoman yang ia tumpangi menjauh dari dermaga Sodong, ia menatap siluet menara penjara yang perlahan tertutup kabut tipis. Arkan ada di sana, di dalam rahim beton yang dingin, namun jiwanya terasa lebih dekat daripada siapa pun yang pernah ia temui.

Kembali ke Jakarta berarti kembali ke medan perang yang berbeda. Aisyah tidak lagi disambut oleh keheningan panti, melainkan oleh hiruk-pikuk administrasi Yayasan Rahman Malik yang mendadak sibuk luar biasa. Hamdan menunggunya di lobi dengan wajah yang sulit diartikan—antara lega dan cemas.

"Aisyah, kau harus melihat ini," Hamdan menyodorkan sebuah tablet digital. "Seorang donatur anonim baru saja mentransfer lima puluh miliar rupiah ke rekening pembangunan Rumah Sakit Gratis Yayasan. Ini jumlah terbesar yang pernah kita terima."

Aisyah tertegun. Lima puluh miliar? Itu cukup untuk menyelesaikan seluruh konstruksi dan membeli peralatan medis tercanggih. "Siapa mereka, Bang? Kita tidak bisa menerima uang sebesar itu tanpa verifikasi identitas."

"Itu masalahnya," bisik Hamdan. "Dana itu masuk melalui Lembaga Donor Cahaya Nusantara.

Mereka mengaku sebagai konsorsium pengusaha muslim yang ingin mendukung perjuanganmu. Tapi Leo mencium aroma yang tidak sedap. Dia sedang melacak aliran dana aslinya."

Sore itu, di kantor pusat Medika Utama, Aisyah didatangi oleh seorang pria perlente bernama Victor. Ia bukan dokter, melainkan perwakilan dari lembaga donor tersebut.

"Dokter Aisyah, selamat atas posisi barunya," Victor tersenyum, namun matanya dingin seperti reptil. "Kami sangat mengagumi dedikasi Anda. Donasi lima puluh miliar itu hanyalah awal. Kami ingin menjadikan Anda ikon kesehatan nasional. Tapi, tentu saja, kami butuh sedikit 'fleksibilitas' dalam laporan pengadaan alat medis nanti."

Aisyah merasakannya—sebuah jerat yang sedang dikalungkan ke lehernya. "Fleksibilitas seperti apa, Tuan Victor?"

"Hanya soal vendor. Kami punya beberapa rekanan di luar negeri yang bisa menyediakan alat dengan harga 'khusus'. Anda cukup menandatangani persetujuannya, dan sisa dananya bisa masuk ke pengembangan panti Anda tanpa audit yang rumit."

Aisyah menarik napas panjang. Ia teringat peringatan Arkan tentang "racun dalam cawan emas". Ini bukan donasi; ini adalah skema pencucian uang. Jika ia menandatanganinya, ia akan menjadi tameng bagi sindikat kriminal, dan nama baik ayahnya serta perjuangan Arkan akan hancur selamanya.

"Saya butuh waktu untuk meninjau detail vendornya, Tuan Victor," jawab Aisyah diplomatis.

"Yayasan kami memiliki prosedur audit yang sangat ketat."

"Jangan terlalu lama, Dokter," Victor berdiri, merapikan jasnya. "Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Dan ingat, reputasi Anda saat ini sedang di ujung tanduk. Donasi ini bisa menjadi 'pembersih' yang sempurna bagi sejarah kelam Anda dengan Xavier."

Di Nusakambangan, Arkan sedang menjalani masa adaptasi yang keras. Namun, isolasi totalnya mulai "diganggu" oleh kehadiran penghuni sel tetangga saat jam olahraga terbatas. Pria itu bernama Zul, seorang narapidana kasus terorisme yang memiliki pengaruh besar di kalangan narapidana radikal.

"Arkan Xavier," Zul menyapa saat mereka berada di lapangan yang dikelilingi kawat berduri ganda.

"Aku sudah lama mendengar namamu. Kau adalah arsitek logistik terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. Sayang sekali kemampuanmu hanya digunakan untuk memuaskan syahwat kekuasaan ayahmu."

Arkan terus melakukan pull-up di tiang besi yang berkarat, mengabaikan pria itu.

"Dunia ini sedang sakit, Arkan," lanjut Zul, suaranya rendah namun penuh doktrin. "Hukum manusia yang menjebloskanmu ke sini adalah hukum yang korup. Ikutlah dengan kami. Dengan kecerdasan strategimu, kita bisa membangun sistem baru yang lebih adil. Kita bisa menghancurkan tembok ini dari dalam."

Arkan berhenti, lalu turun dari tiang. Ia menatap Zul dengan tatapan yang membuat pria itu sedikit mundur. "Aku sudah cukup banyak menghancurkan hidup orang lain dengan strategiku, Zul. Sekarang aku lebih tertarik membangun satu hati daripada menghancurkan seribu gedung."

"Kau menjadi lemah karena wanita itu?" ejek Zul.

"Wanita itu akan menjadi korban pertama dari sistem yang kau bela. Aku dengar di luar sana, yayasannya sedang dijebak oleh kelompok Viper—saingan lama ayahmu. Mereka akan menggunakannya untuk mencuci uang narkoba mereka, lalu membiarkan Aisyah yang membusuk di penjara menggantikanmu."

Arkan mencengkeram kerah baju Zul. "Dari mana kau tahu soal itu?"

"Di pulau ini, berita mengalir lewat air dan tanah, Xavier. Jika kau ingin menyelamatkannya, kau butuh kekuatan kami. Kau butuh jaringan kami di luar."

Arkan melepaskan cengkeramannya. Napasnya memburu. Ia terjepit. Di satu sisi, ia benci kekerasan dan radikalisme. Di sisi lain, informasi Zul terdengar sangat meyakinkan. Kelompok Viper adalah musuh bebuyutan klan Xavier yang sangat licik.

Malam itu, Aisyah tidak bisa tidur. Ia

menghubungi Leo melalui jalur aman yang disiapkan Arkan.

"Leo, cari tahu tentang Lembaga Donor Cahaya Nusantara. Hubungkan dengan nama 'Viper'," perintah Aisyah.

"Viper?" suara Leo terdengar terkejut di telepon.

"Itu klan saingan berat Xavier dulu. Mereka dikenal sebagai 'Pembersih'. Mereka spesialis mencuci uang lewat yayasan kemanusiaan sebelum akhirnya menghancurkan yayasan tersebut untuk menghilangkan jejak."

"Berarti dugaanku benar," bisik Aisyah. "Mereka ingin menggunakan saya sebagai kambing hitam. Leo, saya punya rencana. Saya akan menerima donasi itu, tapi bukan ke rekening yayasan."

"Maksud Anda?"

"Saya akan meminta mereka mentransfernya ke rekening penampungan yang diawasi langsung oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan KPK. Saya akan menjebak mereka dengan transparansi."

Aisyah tahu ini berbahaya. Ia bisa saja diculik atau dibunuh sebelum rencananya berhasil.

Namun, ia tidak punya pilihan. Ia harus membersihkan namanya dan melindungi panti.

Di selnya, Arkan meminta bantuan Pak Bara, sipir senior yang mulai menaruh simpati padanya.

"Pak Bara, saya butuh mengirim pesan rahasia ke Jakarta. Bukan untuk Aisyah, tapi untuk Leo," ucap Arkan.

Bara ragu-ragu. "Itu pelanggaran berat, Arkan. Aku bisa dipecat."

"Ini soal nyawa manusia, Pak. Kelompok Viper sedang bergerak. Jika mereka berhasil, panti asuhan itu akan hancur dan puluhan anak yatim akan kehilangan tempat tinggal. Saya hanya butuh Bapak mengirimkan satu kode angka ini ke nomor Leo."

Arkan menyodorkan secarik kertas kecil berisi koordinat digital yang ia hafal di luar kepala. Itu adalah lokasi "Server Bayangan" milik Xavier yang berisi bukti transaksi lama antara klan Viper dengan pejabat korup. Jika Leo bisa membuka server itu, ia punya senjata untuk menghancurkan Viper selamanya.

Bara menatap mata Arkan yang penuh permohonan. "Baiklah. Tapi ini yang terakhir."

Dua hari kemudian, Victor kembali ke kantor Aisyah untuk menagih tanda tangan. Ia membawa koper berisi dokumen-dokumen pengadaan alat medis fiktif.

"Sudah siap menjadi pahlawan kesehatan, Dokter?" tanya Victor dengan nada meremehkan.

Aisyah duduk dengan tegak. Di balik cadarnya, ia tersenyum tipis. "Saya sudah menandatangani dokumennya, Tuan Victor. Tapi bukan dokumen yang Anda bawa."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka. Leo masuk bersama tim dari kepolisian dan satgas pencucian uang.

"Tuan Victor, atau harus saya panggil sebagai anggota klan Viper?" ujar Leo sambil menunjukkan tabletnya. "Kami sudah melacak seluruh aliran dana Anda. Dan terima kasih kepada 'informan' kami, kami juga baru saja menemukan arsip transaksi gelap klan Anda sepuluh tahun terakhir."

Wajah Victor menjadi pucat pasi. Ia mencoba meraih ponselnya, namun polisi sudah lebih dulu memborgolnya.

"Anda pikir bisa menjebak Dokter Aisyah?" ucap Leo dingin. "Anda lupa bahwa dia memiliki perlindungan dari seseorang yang mengenal setiap inci lubang persembunyian kalian."

Di Bawah Bintang yang Sama Berita penangkapan jaringan pencucian uang Viper menjadi headline nasional. Nama Aisyah kembali dibersihkan, bahkan kali ini ia dipuji sebagai "Dokter yang Berani Melawan Mafia". Donasi lima puluh miliar itu disita negara, namun karena kejujuran Aisyah, pemerintah justru memberikan hibah resmi bagi pembangunan rumah sakit yayasannya.

Di Nusakambangan, Arkan duduk di selnya. Ia mendengar berita itu dari radio kecil milik Pak Bara. Ia menghela napas lega. Ia telah berhasil melindungi Aisyah dari jarak jauh, tanpa harus mengotori tangannya dengan kekerasan atau beraliansi dengan radikalisme.

Zul, dari sel sebelah, hanya bisa terdiam melihat keteguhan Arkan.

Aisyah mengirimkan surat pendek minggu itu:

Mereka menawarkan emas, tapi aku memilih kejujuran yang kau ajarkan. Terima kasih karena tetap menjagaku, meski raga kita terpisah samudera. Arkan, mawar di taman kita mulai kuncup. Aku akan menjaganya sampai kau datang untuk memetiknya.

Arkan mencium surat itu. Ia tahu, ujian akan terus datang, tapi selama mereka memiliki satu sama lain dalam doa, tidak ada jeruji yang cukup kuat untuk mengurung cinta mereka.

1
Amiera Syaqilla
salam sejahtera author🤗
sefira🐼: salam juga😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!