NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

Satu Bulan setelah pengakuan di rooftop restoran…

Mereka resmi menjadi sepasang kekasih yang saling mengakui.

 Pagi itu….mereka berlibur!!!

Tidak ada meeting.

Tidak ada agenda bisnis.

Tidak ada “Direktur Utama”.

Hanya Kenzy dan zara… yang mengubah panggilan mereka menjadi “Sayang”.

Kenzy berdiri di depan rumah Zara, bukan dengan jas formalnya,

melainkan kaos hitam santai dengan celana cargo pendek namun tidak sama sekali memudarkan ketampanannya.

Zara sampai melongo di depan pintu.

“Sayang…pagi banget, mau kemana?”

Kenzy mengangkat satu alisnya.

“Kencan.”

Zara hampir tersedak udara.

“K-kencan?”

“Ya. Kita pasangan, bukan?”

Zara menatapnya lama.

“I..Iyyaaa...” zara salah tingkah

Jantung Zara langsung tidak tahu caranya berdetak dengan normal.

“Memang kita mau kemana?”

“Surprise…cepet sana mandi dan packing baju.”

“Kenapa packing baju?”

“Karena kita berlibur satu minggu.”

Zara bergegas mandi dan siap siap packing baju-bajunya, dan setelah itu mereka pamitan dengan bibi.

“Dadah bibi…”

“Hati-hati ya…Kenzy jaga zara ya.”

“Pasti bi…jangan khawatir.”

Kenzy membawa Zara ke Malang-Jawa Timur berkeliling ke kota Batu.

Dan kenzy mengajak zara bermain wahana sepuasnya di JatimPark 1.

Zara terdiam lama begitu turun dari mobil.

Matanya membesar.

“Surprise…” kenzy memeluk zara

“Sayang…”

“Iya.”

“Aku belum pernah ke tempat beginian.”

Kenzy menoleh.

“Serius?”

Zara mengangguk polos.

“Dulu mana ada waktu. Bibi sibuk…aku bantu kerja. Liburan paling ke pasar malam.”

Kenzy memandangnya beberapa detik.

Lalu tanpa banyak kata, ia menggenggam tangan Zara.

Bukan formal.

Bukan untuk kamera.

Tapi alami.

“Kalau begitu, hari ini kamu coba semua.”

Zara tersenyum lebar.

Dan senyum itu,

Membuat Kenzy merasa sudah memilih tempat yang benar.

 Zara menjerit di roller coaster.

Bukan jeritan manja.

Tapi jeritan panik sungguhan.

“KENZYYYYY INI TINGGI BANGET!”

Kenzy yang biasanya dingin malah tertawa keras.

Untuk pertama kalinya, ia tertawa tanpa ditahan.

Tanpa citra.

Tanpa topeng.

Setelah turun, Zara hampir sempoyongan.

“Sayang… kaki aku masih di atas ya, kenapa nggak bisa jalan…lemes banget”

Kenzy memeluk pundaknya agar tidak jatuh, sambil tertawa

“Baru satu wahana.”

“Satu aja cukup buat aku tobat.”

Kenzy tersenyum usil.

“Kita lanjut.”

Zara memelototinya.

“Ini balas dendam ya?”

Lalu mereka melanjutkan menaiki wahana-wahana lainnya.

Keringat dingin…gemetar…tapi mereka Bahagia…sangat.!!!

Mereka makan cotton candy.

Zara belepotan gula.

Kenzy menghela napas.

“Kamu seperti anak kecil.”

“Tapi kamu senyum terus.”

Kenzy terdiam.

Ia mengusap ujung bibir Zara dengan ibu jarinya.

Gerakan sederhana.

Pelan…lembut.

Tapi membuat Zara membeku.

“Karena kamu bahagia.”

Dan kalimat itu.

Lebih manis dari gula di tangan Zara.

Menjelang malam…

Kenzy mengajaknya ke Alun-alun Batu.

Kenzy mengajak Zara naik bianglala.

Zara sempat ragu.

“Ini aman kan?”

“Lebih aman dari perasaan kamu yang meledak-ledak itu.”

Zara mencubit lengannya pelan.

Saat kabin mereka sampai di atas.

Kota terlihat indah.

Lampu berkelip.

Angin sepoi.

Sunyi nyaman.

Zara memandangi pemandangan.

“Cantik banget…”

Kenzy justru memandangi Zara.

“Kamu lebih.”

Zara langsung menoleh.

“Sayang…!!!” zara salting parah dan pipinya berubah merah merona.

Kenzy tidak mengalihkan pandangannya kali ini.

“Zara.”

Nada suaranya lembut.

“Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini.”

“Ke taman hiburan?”

“Kencan.”

Zara terdiam.

Kenzy melanjutkan pelan,

“Dulu hidupku terlalu serius. Terlalu penuh target.”

Ia tersenyum kecil.

“Kamu membuatku belajar menikmati hal kecil.”

Zara menunduk malu.

“Aku juga…”

Kenzy menunggu.

Zara menggenggam ujung bajunya.

“Aku tidak pernah merasa dipilih seperti ini.”

Kenzy mengernyit.

“Maksudnya?”

“Dulu semuanya cuma kebetulan. Kerja ya kerja. Hidup ya jalan aja.”

Ia menatap Kenzy dengan mata jujur.

“Tapi sama kamu… aku merasa benar-benar diinginkan.”

Kenzy terdiam.

Kalimat itu menghantamnya lebih dalam dari yang Zara tahu.

Ia mengangkat tangan.

Mengusap pipi Zara pelan.

“Karena memang begitu.”

Sunyi.

Degup jantung mereka seperti terdengar jelas di kabin kecil itu.

Kenzy mendekat.

Perlahan.

Memberi Zara waktu untuk mundur.

Tapi Zara tidak mundur.

Kenzy mencium keningnya.

Lalu…

Turun sedikit.

Hampir ke bibir.

Zara menahan napas.

“Sayang…”

“Iya.”

“Kalau aku pingsan jangan tinggalin ya.”

Kenzy tertawa pelan.

Dan akhirnya…

Ciuman pertama mereka terjadi.

Lembut.

Hati-hati.

Seperti dua orang yang tidak ingin merusak momen.

Tidak terburu-buru.

Tapi penuh perasaan.

Ketika mereka melepaskan ciumannya.

Zara menatapnya dengan pipi merah.

“Sekarang… apa semua ruang itu milikku?”

Kenzy mengangguk pelan.

“Ya….Sekarang semua ruang itu milikmu”

Zara tersenyum lebar.

“Berarti aku boleh cemburu?”

Kenzy menaikkan alis.

“Sejak kapan kamu tidak?”

Zara tertawa.

Dan suara tawanya menyatu dengan lampu kota di bawah mereka.

Di mobil, Zara tertidur bersandar di bahu Kenzy.

Tangannya masih menggenggam tangan Kenzy erat.

Seolah takut hari itu hanya mimpi.

Kenzy menatapnya lama.

Ada ketenangan di wajahnya yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Ia berbisik pelan, hampir tak terdengar.

“Terima kasih sudah datang di hidupku.”

Mobil melaju pelan ke sebuah Vila yang ia sewa, masih di daerah Batu.

Malam di Batu itu dingin, namun hatinya hangat…

Dan kini…

Kenzy merasa masa depannya tidak lagi kosong, ada zara di dalamnya.

Namun mereka tidak tahu,

Bahwa kebahagiaan yang terlalu sempurna

Sering kali adalah jeda sebelum badai.

Tapi malam itu…

Ia memilih untuk tidak memikirkan apa pun selain gadis yang tertidur di bahunya.

Dan senyum kecil yang tidak hilang dari bibirnya.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!