NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.16 — MISI BUNUH DIRI

"Nona Lin, istirahat. Aku pamit dulu."

"Kak, mengapa kau masih menyebutku nona?"

"L-Lin."

"Apa kau tidak ingin menginap?"

"Hah? Apa kau yakin?"

"Menginaplah kak, kau bisa tidur di kamar tamu."

"Baiklah."

"Apa besok Kak Huang ingin ke makam ibu dan kakak?"

"Tentu."

"Baiklah, besok aku akan menghubungi manajer untuk tidak bekerja."

Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar masing-masing. Pintu-pintu tertutup. Dua dunia terpisah. Tapi sesuatu yang baru mulai tumbuh di antara mereka.

"Pagi Kak Huang."

"Apa kau tidur nyenyak?"

"Pagi Lin. Ya, aku sudah lama tak tidur senyenyak ini."

Lin Xian Mei tersenyum sambil menyiapkan sarapan. Bau kopi dan roti panggang menguar. Meja kecil yang tadi malam tempat tangis, kini tempat kehangatan.

"Kak, mari sarapan."

Kenzo pun menuju ke meja makan. Lalu menyesap kopinya. Pahit, hangat, seperti pagi yang baru.

"Lin, apa kau tidak ingin meninggalkan pekerjaanmu?"

Lin Xian Mei terdiam. Sambil memainkan sendok kopinya. Matanya melihat ke jendela. Ke masa depan yang kabur.

"Jika kau tak ingin berhenti, tidak apa-apa. Kau tetaplah bekerja."

"Apa Kak Huang tidak ingin aku bekerja sebagai penyanyi di club malam?"

"Bukan tidak suka, tetapi khawatir."

Kenzo melahap roti di hadapannya. Gerakannya cepat, terlatih, tapi ada yang berbeda. Ada kelembutan.

"Baiklah kalau begitu, aku akan berbicara dengan Manajer club."

"Lin, kau tinggalah di rumah."

Kenzo tiba-tiba bersemangat. Setelah mendengar Lin Xian Mei memutuskan untuk berhenti. Matanya berbinar. Tangan kirinya mengepal gembira.

"Biar aku yang membiayaimu."

"Ambilah."

Kenzo menyodorkan kartu ATM miliknya. Kartu hitam, logo emas, hasil darah dan bisnis.

"Tidak kak, aku masih ada sedikit tabungan."

"Masih cukup untuk sementara ini."

"Baiklah, jika kurang katakan kepadaku."

"Lin, kita belum bertukar kontak."

Lin Xian Mei mengeluarkan ponselnya. Lalu mengirim kontak kepada Kenzo. Bunyi ding yang menggabungkan dua dunia.

Lalu Kenzo pun mentransfer sejumlah uang kepadanya. Banyak. Lebih dari cukup.

"Kak Huang, mengapa?"

"Sudahlah, kau pakai saja."

"Lin, apa kau sudah siap?"

"Sebentar, aku ganti pakaian dulu."

Lin Xian Mei pun beranjak ke kamar. Mengganti pakaiannya. Lalu mereka pun pergi ke makam Lin Dong dan ibu Lin Dong. Perjalanan yang sunyi. Tapi tidak canggung. Seperti keluarga yang sudah lama bersama.

"Kak Lin, istirahatlah dengan tenang."

"Aku akan menjaga Lin Xian Mei dengan nyawaku."

"Kak Huang..."

Kenzo pun memberikan penghormatan kepada Lin Dong dan ibunya. Tiga kali membungkuk. Tangan berdoa. Bibir bergerak tanpa suara. Janji yang diucapkan kepada yang mati.

Setelah mereka memberikan penghormatan, mereka pun meninggalkan pemakaman. Rumput hijau, batu nisan, dan kenangan. Tapi ada yang baru. Ada yang hidup.

Tiba-tiba ponsel Kenzo berdering. Nada yang asing. Nada kerja.

("Halo.")

("Pergilah ke Coffee Shop di Qiu Shao.")

("Baiklah.")

"Lin, aku antar kau pulang."

"Apa ada sesuatu?"

"Tidak ada, aku hanya akan bertemu dengan klien."

"Baiklah."

"Lin, tunggu aku."

"Jangan kemana-mana, dan jangan terima tamu siapapun."

Lin Xian Mei pun hanya mengangguk bingung. Tapi dia taat. Dia percaya.

Setelah sampai di dalam apartemen, Lin Xian Mei melepaskan kardigan nya. Lalu mengambil wine di mini bar miliknya. Botol merah, cairan pelupa.

Lalu dia duduk di sofa. Bersantai sambil memainkan ponselnya. Menunggu. Selalu menunggu.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Terlihat Kenzo menghubunginya.

("Halo, Kak Huang.")

("Ada apa?")

("Apa kau sudah di dalam apartemen?")

("Sudah, kenapa?")

("Oh tidak, tidak apa-apa.")

("Aku hanya memastikan saja.")

Kenzo pun mematikan panggilannya. Cepat. Terlalu cepat.

"(Ada apa dengannya?)"

Pikir Lin Xian Mei. Bertanya-tanya dalam hati. Tapi dia biarkan. Dia tahu pria itu penuh rahasia.

Lin Xian Mei pun menghubungi Manajer Club Midnight Memories.

("Halo Manajer.")

("Aku ingin mengundurkan diri.")

("Tidak apa-apa, aku hanya ingin beristirahat dulu.")

("Baiklah, besok aku akan mengantar surat pengunduran diriku.")

("Baiklah, terima kasih Manajer.")

Sedangkan Kenzo telah tiba di Coffee Shop di Qiu Shao. Tempat yang sederhana, tapi strategis. Sambil menghisap rokoknya, Kenzo memainkan Zippo-nya. Api menyala, memadamkan, menyala lagi. Ritual kegelisahan.

Dan menyesap kopinya. Menunggu seseorang. Target. Atau pesan. Atau kematian.

Tiba-tiba seseorang mendekati Kenzo. Pria berjas abu-abu, wajah polos, tangan kosong.

"Anda adalah Tuan Kenzo?"

"Benar."

"Siapa kau?"

"Nona Liu Xiang memintaku untuk mengantarkan paket."

Lalu pria tersebut mengeluarkan amplop coklat. Dan menaruhnya di meja di hadapan Kenzo. Amplop tebal, berat, berisi misi.

Kemudian pria tersebut pergi. Tanpa nama. Tanpa jejak. Seperti bayangan.

Kenzo mengambil amplop tersebut. Lalu pergi meninggalkan tempat tersebut. Menuju ke mobil miliknya. Langkahnya cepat, tapi tidak terburu-buru. Predator yang tahu waktunya.

Kenzo pun membuka amplop tersebut di dalam mobil. Yang berisi target selanjutnya. Kenzo pun mempelajari data-data milik target. Foto. Nama. Alamat. Kebiasaan. Titik lemah.

Bao Tian. Pemilik Imperial Paradise. KVT terbesar di Qiu Shao. Terlibat perdagangan manusia. Korupsi. Pembunuhan. Kebal hukum.

Setelah selesai membacanya, Kenzo menyalakan mesin mobilnya. Dan meluncur menuju ke lokasi target. Jalanan malam sepi. Lampu-lampu berlalu. Pikirannya fokus. Hanya ada misi. Hanya ada target.

Kenzo pun sampai di Imperial Paradise. Sebuah KTV terbesar di kota Qiu Shao. Gedung megah, lampu-lampu berkilau, antrean mobil mewah. Lalu dia pun memarkirkan mobilnya di parkiran. Sambil menunggu target tiba. Menyatu dengan kegelapan. Menjadi bagian dari bayangan.

Waktu pun berlalu. Dan jam pun menunjukkan pukul 23:00. Target pun akhirnya muncul. Limusin hitam, plat nomor istimewa, di kawal dua mobil SUV.

Dengan dikawal 10 orang bodyguard, dia memasuki KTV tersebut. Bao Tian. Target. Monster yang menyamar sebagai pengusaha.

Kenzo pun keluar dari mobilnya. Dan masuk ke dalam KTV. Melalui pintu depan. Seperti pengunjung biasa. Seperti hantu yang berjalan di antara manusia.

Kenzo pun masuk ke dalam lift. Menuju ke lantai tiga. Lampu-lampu neon berkedip. Musik dangdut terdengar samar. Terlihat sebuah ruangan VIP yang tertutup pintu besi besar. Dan dijaga oleh dua orang pengawal. Berpostur tegap, tangan di belakang punggung, mata menyelidik.

"(Washau... Pertahanannya sangat tebal.)"

Kenzo mulai berpikir. Dan mencari cela. Sambil memperhatikan sekelilingnya. Hingga matanya tertuju kepada lubang udara yang ada di langit-langit. Ventilasi. Jalan masuk. Jalan yang tidak dijaga.

Dia coba menggambar denah arah lubang udara tersebut di dalam pikirannya. Hingga dia menemukan lokasi untuk memulai aksinya. Toilet. Pipa. Ventilasi. Ruang VIP.

Dengan menunggu cela, saat kedua pengawal tersebut terlihat lengah, dengan cepat Kenzo masuk ke toilet yang ada di sisi kanan lorong ruang tersebut. Pintu tertutup. Kunci terkunci. Dia sendirian.

Setelah berada di dalam toilet, Kenzo segera membuka penutup lubang udara tersebut. Lalu dia pun memanjat WC. Melompat ke atas. Masuk ke dalam lubang udara. Ruang sempit, gelap, bau karat dan debu. Tapi cukup untuknya.

Dia mulai mencari jalur yang mengarah ke dalam ruangan luas tersebut. Dengan perlahan. Berusaha tanpa mengeluarkan suara. Merangkak di antara pipa-pipa. Menahan napas. Menahan berat.

Setelah sampai di ujung pipa udara itu, Kenzo pun mengintip dari sela-sela penutup lubang udara. Melihat. Menyaksikan. Membenci.

"Bedebah!!"

"Bos."

"Potong tangannya!!!"

"Kak, ampun. Aku akan melunasinya, beri aku waktu."

"Diam!!"

"Kalian bawa masuk gadis itu."

Mereka pun segera membawa gadis yang dimaksud ke dalam ruang tersebut. Gadis muda, kurus, takut, pakaian compang-camping.

"T-tolong... L-lepaskan..."

"Hehehe... kau cukup manis juga."

"Kak Bao, jangan sakiti putriku... aku mohon..."

"Sial!! Tak ada cela sama sekali."

Pikir Kenzo. Melihat situasi di ruangan tersebut. Terlalu banyak orang. Terlalu berisiko. Tapi dia tidak bisa menunggu. Tidak bisa melihat lagi.

Kenzo pun mengambil masker dalam saku jaketnya. Lalu memakainya. Menutupi wajah. Menjadi Shadow of Death.

"Cepat seret dia dan patahkan tangannya!!"

Mereka pun menyeret pria tersebut. Ayah dari gadis itu. Pria yang mencoba melindungi putrinya.

"Kak Bao... jangan sakiti putriku... lepaskan dia...."

Teriak pria itu sambil terseret keluar. Suara yang menusuk. Suara yang mengingatkan Kenzo pada Lin Dong. Pada janji. Pada kegagalan.

"Kalian keluar."

"Hehehe... aku ingin menikmati gadis ini."

Para pengawalnya pun meninggalkan Bao. Tiga orang. Tapi satu di antaranya berdiri di dekat pintu. Menghadap ke dalam. Bukan ke luar.

"Tunggu."

"Kau jaga di depan pintu dan jangan melihat ke sini."

Pria bertubuh besar itu pun berdiri di depan pintu. Dan menghadap ke arah pintu. Punggungnya ke dalam. Kesempatan. Celah. Maut.

Bao pun mulai menciumi gadis tersebut. Dan merobek pakaiannya. Suara kain sobek. Suara isakan. Suara yang membuat darah mendidih.

"Akhhhhh... lepaskan... tolong..."

"Diam!!"

Plak!!!

Kenzo yang mulai geram, tanpa disadarinya, emosinya mulai meluap. Dan membuat pengawal itu menyadari kehadiran Kenzo. Bau amarah. Bau maut. Sesuatu yang tidak bisa disembunyikan.

"SIAPA DI SANA!!!"

Karena menyadari keberadaannya diketahui, Kenzo pun mendorong penutup lubang udara tersebut. Lalu melompat ke bawah. Tepat di atas Bao yang menjadi targetnya. Gravitasi sebagai senjata. Kejutan sebagai tameng.

Kenzo mendaratkan kakinya di pundak Bao. Lalu memutar tubuhnya. Hingga leher Bao terpelintir. Posisi wajah Bao berada di punggungnya. Dan dia pun tewas seketika. Tidak ada jeritan. Tidak ada perlawanan. Hanya bunyi klek yang kering.

Menyadari bosnya telah tewas, pengawal tersebut mengeluarkan pistol miliknya. Lalu menembakkan ke arah Kenzo.

Dor... Dor... Dor...!!!

Suara tembakan menggema di ruangan. Gadis itu berteriak. Kenzo bergerak. Bayangan melawan peluru.

...$ BERSAMBUNG $...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!