NovelToon NovelToon
Simfoni Dua Deru

Simfoni Dua Deru

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Syra Aliyah Farhana, seorang gadis kota yang hidup bebas dengan deru mesin motor, mendapati dunianya jungkir balik saat dipaksa "mondok" dan dijodohkan dengan putra mahkota Pesantren Al-Fathan. Ia datang dengan jaket denim robek dan knalpot bising, siap untuk memberontak.
​Namun, ia harus berhadapan dengan Arkanza Farras Zavian, Gus muda yang berwibawa, dingin, dan tak mudah goyah oleh gertakan. Di tengah aroma kopi dan lantunan kitab kuning, Syra terjebak dalam perjanjian yang merampas fasilitas mewahnya. Di balik tembok pesantren, ia tidak hanya harus berhadapan dengan aturan yang mencekik, tapi juga rahasia hati, kecemburuan, dan masa lalu yang mengejarnya dari Jakarta.
​Ini bukan sekadar tentang perjodohan, tapi tentang perjalanan mencari arah pulang di tempat yang Syra sebut sebagai "Neraka Suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reuni hitam di jalur hijau

Suasana di depan gerbang Pesantren Al-Fathan mendingin seketika. Pengakuan Arkanza yang jujur dan tanpa tedeng aling-aling membuat para provokator kehilangan momentum. Namun, pemimpin demonstran—seorang pria berwajah sangar yang jelas-jelas dibayar—mencoba memanaskan suasana kembali.

"Dengar itu! Dia mengaku sendiri! Dia preman! Apa kalian mau anak-anak kalian dididik oleh tangan yang penuh darah?" teriak si provokator, mencoba memancing reaksi massa.

Arkanza tidak bergeming. Ia justru meletakkan pelantang suara itu sejenak, lalu mengangkat tangan kanannya ke udara. Itu adalah sebuah isyarat.

Dari kejauhan, terdengar suara deru mesin yang sangat masif. Bukan lengkingan motor sport yang bising, melainkan suara berat dan berwibawa dari ratusan mesin motor klasik dan motor besar yang bergerak serempak. Aspal jalanan desa terasa bergetar. Warga ketakutan, mengira akan terjadi tawuran antar geng.

Namun, pemandangan yang muncul justru membuat mereka ternganga. Ratusan pengendara motor itu datang dengan tertib. Mereka tidak mengenakan atribut geng motor yang menyeramkan. Sebagian besar mengenakan kemeja rapi, jaket kulit bersih, bahkan banyak yang memakai sarung yang disampirkan di pundak. Di lengan kiri mereka, terikat kain putih bertuliskan: "ALUMNI JALANAN – KHIDMAT AL-FATHAN".

Mereka berhenti di belakang Arkanza, mematikan mesin secara serentak, lalu turun dan berdiri bersila di aspal.

"Kami adalah orang-orang yang ada di foto itu!" teriak salah satu pria berbadan tegap yang kini dikenal sebagai pemilik bengkel tersukses di kabupaten sebelah. "Kami adalah anggota Black Hawk yang dulu dipimpin oleh Gus Arkanza! Dialah yang menyeret kami keluar dari lubang kehinaan. Dia yang memukuli kami saat kami mabuk agar kami kembali ke masjid! Jika kalian menyebutnya kriminal, maka kalian juga menghapus harapan kami semua untuk bertaubat!"

Di saat massa mulai bimbang, sebuah suara nyaring terdengar dari atas balkon dhalem.

"OI! SEMUANYA LIHAT KE LAYAR INI!"

Syra muncul. Ia telah menyambungkan kendali dronenya ke layar proyektor raksasa yang biasa digunakan untuk pengajian akbar di lapangan. Layar itu menyala terang, menampilkan siaran langsung dari kamera drone yang sedang menyorot SUV hitam di balik pohon.

Di layar itu, terlihat jelas Fariz Haidar sedang menyerahkan sebendel amplop cokelat tebal kepada seorang pria—yang tak lain adalah koordinator demonstran yang tadi paling kencang berteriak. Fariz tampak tertawa sambil menunjuk-nunjuk ke arah gerbang pesantren, wajahnya terlihat sangat jelas berkat lensa zoom 4K milik Syra.

"Itu orangnya!" teriak seorang warga desa. "Itu orang kota yang tadi bagi-bagi selebaran!"

Massa yang tadinya terhasut kini berbalik marah. Mereka merasa kehormatan desa dan pesantren mereka dijadikan mainan oleh orang asing. Fariz yang menyadari situasinya berbalik, segera menutup kaca mobil dan mencoba tancap gas.

Namun, para alumni Black Hawk tidak membiarkannya lepas. Dalam hitungan detik, belasan motor besar sudah mengepung SUV hitam itu. Fariz terjebak. Polisi yang memang sudah disiagakan Arkanza di balik tembok pesantren segera bergerak maju.

Arkanza berjalan mendekati mobil Fariz yang kini sudah dikerumuni warga yang marah. Ia mengetuk kaca mobil Fariz dengan tenang. Saat kaca itu turun perlahan, wajah Fariz tampak pucat pasi, keringat dingin membasahi dahinya.

"Permainanmu selesai, Fariz," ucap Arkanza dingin. "Di sini, kamu tidak sedang balapan di sirkuit aspal. Kamu sedang melawan doa-doa orang yang ingin berubah. Dan kamu tidak akan pernah menang melawan itu."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Hartini Donk
dalemmmm banget terhura aku...👍👍👍💪
falea sezi
sweet amat sih gus
falea sezi
suka deh endingnya g ribet g bertele Tele kerennnn
falea sezi
ini dibuat sinet pendek bagus deh
falea sezi
jd mereka uda nikah
Hartini Donk
jossss
Hartini Donk
ini n kdi film po sinetron mini keren banget thorrrr...
Isti Mariella Ahmad: wah semoga aja ya
total 1 replies
Rahma Sari
keren loh ceritanya.
Rahma Sari
keren loh ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Terimakasih sayang, baca yang lain juga ya
total 1 replies
Hartini Donk
aku sukaaa...
Rahma Sari: aq juga suka (maaf y u yg sentuhan fisik bukan bermaksud membenarkan) tp ini novel.
total 1 replies
Muharlita Muharlita
Wahhh seru ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Makasih sayang, baca cerita yang lain juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!