dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
saat ini
setelah pulang dari warung makan Sintia menemui bapak nya,
"pak pokok nya apa pun cara nya aku mau secepat nya menikah dengan Aska, aku tidak tau tau cara nya seperti apa" Raung sintia menangis di pelukan bapak nya
" baik lah nanti kita pikirkan lagi ya , sekarang tenangkan dulu, jangan nangis lagi bapak akan bujuk Sabeni merayu Aska"
pada akhirnya juragan wawan pun pergi menemui Wak Sabeni
" sabeni apa kau sudah bicara pada Aska mengenai keinginan putriku?'
" sudah juragan, tapi saya tidak bisa bicara langsung pada Aska saya baru kirim surat saja, karena saya tidak berani datang kerumah nya, juragan tau sendiri istri Aska sedang hamil besar, jika terjadi sesuatu maka saya akan di salahkan oleh adik saya nanti, karena Meraka disini adalah tanggung jawab saya.
" baik lah tolong secepat nya kamu bicara langsung pada Aska kamu aku kasih waktu dua Minggu dari sekarang"
" baik juragan"
setelah kepergian juragan wawan, Sabeni pun nekad menemui Aska kerumah nya dan kebetulan sekali sebelum sampai rumah aska, sabenai melihat ponakan nya itu sedang memetik kopi,
" Aska Wak ingin bicara penting"
" eh uawak ayo bicara di rumah saja"
" tidak tidak jangan bicara di rumah kamu di sini aja"
" baik, bicara lah"
" begini Aska tadi juragan wawan nemuin uwak lagi, dia ingin menikah kan mu dengan sintia, kamu mau ya Aska? juragan juga akan ngasih kamu kebun dua hektar, bahkan kalau kamu minta lebih, juragan bersedia memberikan nya, asalkan kamu mau nikah sama sintia , kasian Sintia Aska dia sakit terus mikirin kamu dan dia hampir mati karena mau bunuh diri"
" kalau mati bunuh diri ya urusan dia wak, bukan urusan ku,dan benar kata istri ku kenapa bukan Rusdi saja wak yang menikah dengan sintia dia kan anak uwak, kan lumayan uwak dapat kebon banyak?" jawaban Aska yang sangat menohok hati sabeni
" ya kalo sintia mau nya sama Rusdi ngapain uwak repot repot maksa kamu aska, tolong lah kalo kamu gak mau nikah Sintia juragan Wawan akan memecat uwak dan....'"
" dan apa wak?"
.
" Hem" Sabeni menarik nafas panjang
" dan...dia menagaih hutang uwak yang 50 juta itu Aska
" oh, jadi paman jual aku dengan harg 50 juta? ckckck"
" Bu bukan, bukan begitu maksud wak, Aska"
kata Sabeni gugup
" nanti lah aku pikirkan, sekarang Wak pulang saja, nanti aku kabari Wak " kata Aska sambil berlalu dari hadapan Sabeni yang mematung memandangi kepergian aska.
.
.
saat ini Aska tengah berbincang dengan Rana mengenai Sintia.sambil duduk di bale bale depan rumah nya sambil memandangi kolam ikan
" dek apa ada ide gimana cara nya ya Abang lepas dari dia, apa kita pindah lagi aja, kita jual semua kebun dan rumah kita"
" tapi sayang bang kalo kita pindah dan semua nya harus di jual semua ini kan hasil jerih payah Abang lagi pula aku betah tinggal Disini bang'
" iya juga ya, ya sudah nanti Abang cari cara"
sedang asik diskusi Tiba tiba ada yang datang yaitu kawan aska sewaktu bekerja di perkebunan juragan Wawan
" assalamualaikum Aska"
"waalaikumsalam" jawab Aska dan Rana serempak
" lagi santai nih, berduaan aja, kayak nya serius bener aku liat dari jauh tadi"
" iya nih, jek aku lagi pusing mikirin Maslah sintia" kata Aska pada teman nya yang bernama Jaka
"kata Wak sabeni, juragan Wawan kasih dia waktu dua Minggu, kalu tidak, dia akan menagih hutang Wak Sabeni 50 juta itu"
" ya elah ka, itukan hutang Wak Lo ngapin di pikirin siapa tau cuma akal akal an wak Sabeni aja, supaya kamu mau, dan aku rasa juragan wawan mengiming imingin wak Sabeni kebun juga deh kalo kamu mau nikah sama Sintia
" masuk akal juga bang, ucapan jaka" kata Rana menimpali
" ini masalah pelik Aska dan kita tau juragan wawan tidak akan tinggal diem Aska demi anak kesayangan nya dia sanggup melakukan apapun. apa lagi dia punya kuasa. lebih baik kami temuin jurgan wawan bicara kan ini baik baik, selama ini kamu udah ngomong langsung belum sama beliau"
'udah dulu waktu jurgan pertama kali mengutrakan niat nya tapi itu kurang lebih dua tahun lalu"
" apa? gila lu itu dua tahun lalu lain dengan sekarang" ujar jaka mengebu gebu
sedang Rana sambil menyimak dia juga berpikir begitu
" bener bang kata jaka lebih baik abang bicara dulu sama juragan wawan, bila perlu aku ikut?".
" bailah kalu gitu besok kita temuin juragan wawan,tapi jek kamu temani kita ya? aku takut terjadi sesuatu, kalu hanya kami berdua saja,"
" boleh, sekalian aja kamu ajak Paman iwan deh sebagai perwakilan keluarga," kata jek
" benar itu bang" timpa Rana
" baik lah nanti aku temuin paman abis ini"
" tapi bang Giman kalo juragan tetap maksa soal nya Sintia itu sudah terobsesi sama abang' kata Rana cemas
" gini aja ka, lebih baik setelah kita menemui juragan Wawan, kalo masih saja juragan ngotot tetep kekeh kamu harus nikah sama Sintia, sebaik nya kamu amankan dulu Rana"
" karna aku ada ide"
" ide apa, jek?"
" begini kalo dari pihak mereka memaksa maka kita juga paksa mereka mundur"
" maksud nya" tanya Aska
" di hati H pernikahan maka kamu Jagan datang, sebaik nya seminggu sebelum hari pernikahan kamu pulang, menghilang dari sini nanti kalo keadaan sudah aman kamu bedua boleh balik lagi kesini, Giman?"
" betul bang sebaik nya aku pulang duluan supaya mereka tidak curiga setelah itu Abang nyusul" Kata Rana setuju dengan ide jaka.
" iya bagus juga ide nya , biarlah nanti kita pikirkan resiko nya, yang penting aku terhindar dari pernikahan itu, aku tidak mau menghianti kamu sayang" kata Aska sambil menggenggam tangan Rana
" aku tidak butuh harta yang banyak, yang aku butuhkan adalah selalu bersamamu sayang" kata Aska lagi sambil mengecup tangan Rana ,
dan pipi Rana merona dapat gombalan dari suami nya
" ya elah gak liat apa ada jomblo di depan mata pake acara mesra mesra an segala, bikin iri aja" kata jek sambil manyun kan bibir nya.
" kamu kan ganteng jek kok masih jomblo" tanya Rana
" bukan gak laku bumil tapi aku trauma di tinggal nikah ketika lagi sayang sayang nya" kata Jaka mendramatisir
" adududuh kacian, kok sama sih kisah nya sama bang Aska" kata Rana meledek jaka
Jaka langsung meloh ke Rana dan memandang aska dan Rana bergantian
" emang iya, Aska setampan ini sampe di gilai Sintia dan cewek cewek lain nya, di tinggal nikah waktu sayang sayang nya, kok aku baru tau, emang siapa cewek yang bego begitu, bukan kamu kan Rana" tanya Jaka penasaran
" ya buka lah, dia itu adek aku"
" apa? ya Saman di tinggal adek nya dapat kakak nya,beruntung lho ka"
" ya aku memang beruntung, dapetin Rana, kau tau jek Rana ini perempuan paling cantik yang pernah aku lahat, bahakan adek sama kakak nya Rana jauh, lebih cantik Rana"
" ih Abang bisa aja"
lalu jaka melongo saja memperhatikan Rana
semangat