NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:192
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepergian Reihan

Aku berdiri di balkon rumah menatap jalanan sore itu yang lenggang. Hatiku entah kenapa terasa gelisah seperti ada yang hilang dalam separuh diriku. Aku melihat motor yang tak asing baginya berhenti di halaman rumahnya. Aku bergegas turun menemui orang tersebut sambil keheranan. Tak seperti biasanya.

Ada yang aneh, tapi aku tidak bisa menebaknya.

"Al, kenapa kamu datang?? Apakah kita ada janji? " Aku menodong Alga dengan pertanyaan. Alga turun dari motornya menghampiriku lalu berkata.

"Tidak, ikut aku sebentar. " Dia mengajakku pergi tanpa ku ketahui tujuannya. Seakan dia paham apa yang kupertanyakan. Dengan halus dia mengelus surai rambutku lalu berkata

" Tenang, ikut aku sebentar nanyi kamu tahu".

" Oke, aku bersiap dulu. Tunggu sebentar. " Aku menyuruhnya menungguku sambil berjalan bersiap.

Aku memilih celana jins hitam dan kaos navy kesukaanku. Penampilanku kini terlihat santai. Aku tidak tahu tujuan Al mengajakku kemana. Aku memilih aman dengan menggunakan outfit simpel saja.

Kali ini aku tidak tahu tujuannya kemana, karena rencana ini terkesan tiba tiba. Dia datang dengan tiba tiba tanpa aku mengundangnya. Walapun dia terbiasa datang, hari ini terasa berbeda.

Jantungku berdetak tanpa beraturan, perasaanku gundah tanpa tahu sebab. Aku mencoba tenang.

"Al, kita mau kemana? " Dari boncengannya aku bertanya padanya kemana tujuan kita. Dia diam sesaat memandangku dari balik kaca spion nya. Mata itu memiliki sorot, seakan berkata aku disini bersamamu. Aku gelisah, tanganku sedikit gemetar saat berpegangan di pinggangnya.

" Aku akan jawab nanti tapi berjanjilah kamu akan tetap seperti ini." Jawab Alga dengan kata yang seperti menguatkanku. Ada apa dengan Alga. Dia seperti pasang badan. Dia mencoba membuatku kuat.  Ada hal yang dia sembunyikan. Tunggu bom waktu itu terbuka.

Aku semakin bertanya tanya di perjalanan ini, mengapa Alga berkata seperti itu. Seperti akan ada hal buruk yang menanti.

Sampailah di tempat ini, sunyi tanpa suara. Mereka tidur dengan tenang di tempat masing masing. Semua yang di baringkan disini adalah orang kalangan atas. Aku bertanya kenapa tujuannya adalah pemakaman. Dengan berjalan lambat aku mengikuti Alga yang memimpin di depan. Tubuhku gemetar setiap melewati gundukan tanah yang berjajar rapi. Tapi, pandanganku di depan mengalihkan segalanya. Gundukan tanah yang terkesan baru, bertabur bunga yang masih segar. Pandanganku terus tertuju ke sana sampai dia berdiri tepat di gundukan tersebut.

Reihan ardiasyah

Lahir : 11 febuari 2009

Wafat : 2 Januari 2025

Ukiran dalam nisan di depanku sangat ku kenalnya.

"Kamu membohongiku Han? Apakah kamu ingin tenang di sana?" Batinku bergejolak dadaku sesak mengingat semua kenanganku bersamanya. Serasa di tikam belati habis habisan. Aku merasa sangat sakit. Sahabatku bahkan cinta pertamaku kini telah tertidur nyaman di depan sana. Tempat pembaringannya masih basah. 2 hari lalu tanggal itu terjadi. Dia telah tiada. Dia meninggalkan kenangannya.

"Makam itu ada di sana tepat 2 hari lalu, tapi mengapa tiada yang menjelaskan." Dalam batin aku bertanya tanya kenapa semua diam.

Alga menggandeng tanganku dengan lembut. Di tuntun lah aku ke depan pusara itu. Air mataku menggenang di pelupuk mata. Aku menahannya, aku takut berkedip. Aku takut air mata ini jatuh.

" Apa ini? Kenapa jadi seperti ini. Katanya kamu telah bahagia dengannya. Tapi kenapa kamu harus tidur panjang. Kapan kamu akan bangun? " dengan air mata yang bercucuran aku berucap. Aku mengelus nisannya dengan sayang mencurahkan rasa sayangku padanya. Aku belum siap, ini tiba tiba.

Sesuatu dalam diriku bergejolak. Jantungku mulai berdetak tak beraturan. Tanganku gemetar, aku terduduk meringkuk. Alga kewalahan menenangkanku. Dia diam memegang tanganku. Dia memandangku lembut. Yang terpenting sekarang biarkan emosiku terlampiaskan dengan tepat. Dan Alga berharap aku bisa sedikit lebih tenang. Beberapa menit Alga menghabiskan waktu menenangkanku.

Aku meledak ledak, bom waktu itu telah menemukan pematiknya. Tubuhku bergegas seiring waktu potongan potongan kejadian lampau melayang dalam pikirku. Alga memanggilku seakan ingin berbicara.

Aku mencoba lebih tenang, aku atur nafasku. Serasa aku mulai tenang aku mendongak menatapnya. Isyarat kesiapanku.

" Dia sebenarnya tak pernah mendapatkan donor jantung, dia hanya memenangkanmu la, dia berpesan kamu harus bahagia. Ini ada titipan buatmu la. " Alga menyodorkan sepucuk surat dari Reihan untukku. Kertas itu terlipat rapi. Aku menggapainya dengan perlahan. Kubuka perlahan dan ku bacanya.

Hai, la... Aku tahu kalau kamu membaca ini berarti aku sudah tidak ada di sampingmu. Aku harap kamu tidak menangis untuk ini. Sayang air matamu jatuh sia sia karena aku gak bisa menghapusnya. Tapi, sepertinya Alga mampu menjagamu dan menghapus air matamu saat kamu sedih.

Kamu tetap menjadi satu satunya orang yang aku cintai dan cinta ini akan abadi bersama kepergianku. Tapi berjanjilah padaku temukan cintamu yang tulus. Temukan dia yang mampu menjagamu.

Tugasku telah usai sekarang. Aku tenang La karena ada Alga di sampingmu. Dia mampu mencintaimu melebihi apapun.

Percayalah Alga sudah jatuh cinta kepadamu La. Dia sangat menyayangi mu.

Udah ya aku capek la, aku mau tidur dengan damai jangan kamu menangisiku. I love you more Ailavati Keysa Maharani

Tertanda sahabatmu Reihan Ardiasyah🩶.

Sepucuk surat itu telahku baca, air mata ku menetes setiap bait yang ku baca. Reihanku telah pergi meninggalkanku dan rasa sakit pada tubuh Reihan telah berakhir. Aku hanya berharap semoga aku dapat mengikhlaskan kepergiannya

Alga menggenggam erat tanganku dan membantuku berdiri untuk meninggalkan makam tersebut mengantarkanku  pulang. Dalam perjalanan Alga berjanji akan menjelaskan semua yang terjadi kepadaku. Karena hanya dia yang sekarang ini bisa menjelaskan dari pada yang lainnya.

Sesampainya di rumahku, Alga duduk di teras rumahku sambil menungguku yang sedang mengambilkan minum. Dengan gusar dia duduk, derap langkah semakin mendekat semakin membuat dia tidak karuan. Alga tidak mampu bercerita. Tapi itu keharusannya.

"Mau mulai dari mana?? " Aku menembak dia dengan pertanyaan mengikis rasa penasaran dalam diriku. Hal ini tidak bisa di hindarinya selain menjelaskan.

Aku duduk diam mendengarkan penjelasannya dengan tenang tanpa memotong penjelasannya sedikitpun.

1 tahun lalu...

"Al, dia gadis yang manis bukan, tapi sayang senyumnya telah hilang. Apakah kamu bisa mengembalikan senyumnya?? " Pertanyaan dari seorang Reihan kepada Alga yang duduk memandangi gadis yang saat itu menyendiri di taman sambil bermain ayunan. Gadis itu terlihat cantik dengan gaun Sabrina yang dikenakannya. Rambutnya terurai panjang di terpa angin membuat dia kelihatan sempurna.

"Apa kamu mengenalinya?? " Alga menyahut dengan penasaran, kini dia masih terpaku pada gadis itu. Alga ingin bisa berbincang dengan gadis itu. Dia tidak ingin hanya bisa melihat seperti ini saja.

" Aku sangat mengenalinya Al, tapi berjanjilah padaku jika kamu mengenalnya tidak pernah mengecewakannya. Dia adalah sahabat sekaligus orang yang sangat aku cintai. Aku terlalu pengecut untuk dia. Aku hanya mampu menyakitinya. Aku adalah lelaki tidak berguna, dan penyakitan." Reihan menjawab dengan wajah yang murung. Dia terlihat sedih dan sayu untuk menjelaskan siapa gadis manis di depannya.

Dari situlah Alga terus memperhatikan Ila yang malang. Gadis itu telah mencuri perhatian. Dia selalu ada di dekat gadis itu mengawasi diam diam.

Alga memiliki keberuntungan saat itu, hari dimana tragedi jembatan itu. Alga mengulurkan tangan dan mulai mendekati gadis itu. Reihan yang melihat itu semakin lega dengan keputusan dia untuk menjauh perlahan dari gadis itu.

Semakin hari Alga semakin dekat dengan gadis itu. Dia ingin memiliki gadis itu. Hanya saja dia memiliki masa lalu yang belum usai yang harus dia selesaikan dahulu.

Jalan satu tahun dia mengenal Ila dan pada hari itu dia datang ke rumah Ila dan melihat Reihan dari balik pintu yang terbuka membuat dia berpikir cintanya kini sia sia kembali. Hingga saat itu dia langsung pergi dari rumah Ila dan berjalan ke tempat yang membuat dia tenang. Tapi, tak berselang lama Reihan menemuinya.

"Lo kenapa pergi??? Sakit melihat kedekatan gue dan Ila. Gue bukan seperti dia, Ila bukan barang gue memang jatuh cinta dengannya tapi gue gak akan sempat memiliki nya. Jadi jangan lo beranggapan cinta lo akan sia sia kembali. Gue titip Ila, jangan sekali lo sakiti dia. Hidup gue gak lama lagi dan ini nanti saat gue tiada tolong kasih dia. " Ucap Reihan dengan pandangan yang tak bisa Alga baca. Tidak ada kebohongan di matanya. Reihan berbicara banyak tanpa melihat kondisi wajah Alga yang mengenaskan. Alga cemburu, dia takut kehilangan gadisnya lagi.

" Jadi??? Kenapa lo berkata seperti itu hanya untuk menghiburku?? " Alga gusar menyahuti perkataan Reihan. Dia tidak boleh jahat hanya untuk jatuh cinta. Reihan adalah cinta pertama gadis itu. Alga tidak boleh egois karena hatinya.

" Gue mengalami gagal jantung." Jawab Reihan dengan gemas karena tingkah sahabatnya.

Alga menceritakan semuanya tanpa dia menutupi perasaannya. Karena dia berurusan  dengan Reihan saat itu karena itu. Sedikit demi sedikit dia menjelaskan dari kapan dia mengenal Reihan sampai mereka berteman baik hingga Reihan meninggal.

Aku mendengar cerita itu dengan air mata bercucuran. Semala ini Alga mengenalku hanya karena seorang Reihan dan dia hanya memiliki janji dengan Reihan. Nyatanya hidupku memang harus dikasihani. Sebegitu menyedihkan hidupku.

"Alga ada hanya untuk menepati janjinya untuk Reihan. Sebegitu menyedihkannya aku. " Pikirku tak karuan.

Aku menatap Alga dengan pandangan kecewa. Kenapa dia melakukan itu. Aku baik baik saja tanpa harus di kasihani.

" Aku faham apa yang berisik dalam pikiranmu. Itu bukan seperti yang kamu pikirin. Aku memang tertarik padamu La. Tapi aku belum yakin waktu itu, tapi sekarang aku akan maju La." Alga faham apa yang ada dalam pikiranku kini memberiku penjelasan dengan satu tarikan nafas. Dia tidak mau aku salah faham.

" Beri aku jeda Alga. Kamu boleh tidak pergi tapi kamu harus tahu batasan. " Aku memberikan pernyataan menohok agar dia tak melewati itu.

****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!