NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Gedung Tua Perbatasan

Di sudut kota yang terlupakan, sebuah gedung tua yang lembap menjadi saksi bisu sebuah pesta dekadensi. Asap rokok yang tebal bersaing dengan bau alkohol oplosan dan asap dari bong yang terus mengepul. Musik techno murahan berdentum pelan dari sebuah speaker butut.

Baron duduk di sebuah sofa kulit yang sudah sobek, dengan tiga wanita berpakaian minim yang bergelayutan di lengannya. Ia menenggak minuman langsung dari botolnya, lalu menyandarkan kepala dengan mata yang memerah akibat pengaruh obat terlarang.

"Boss, kapan kita akan merencanakan serangan balik terhadap Blackrats?" tanya salah satu anak buahnya yang bertubuh kurus. "Apa kita akan terus bersembunyi di tempat busuk seperti ini?"

Baron tertawa, sebuah tawa yang terdengar serak dan jahat. "Tenanglah kawan... aku sudah memiliki rencana yang sangat bagus. Aku akan membuat gangster sombong itu tidak lagi berbentuk. Blackrats akan tamat."

Ia menghirup asap bong dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. "Terutama nona gangster itu... si Grace. Aku akan membuatnya berteriak, merintih di atas ranjangku. Akan kujadikan dia budakku, tempat pelampiasan nafsu. Dia sudah berani membakar markasku, maka aku akan membakar hidupnya."

"Iya benar, Boss! Wanita-wanita di Blackrats itu memang kelas atas. Apalagi gadis yang kita sandera kemarin, Karin... kulitnya sangat mulus," timpal anak buah lainnya sambil menjilat bibir.

"Apa kau berani menyentuhnya? Dia milik ketua Krayrock, Devano si gila itu," sahut teman di sampingnya.

Baron menyeringai lebar. "Oh, milik orang? Bukankah itu akan terasa lebih manis? Kita akan hancurkan mental mereka dengan merusak wanita-wanita mereka. Hahaha!"

Suara tawa jahat mereka memenuhi ruangan itu, merencanakan sebuah badai yang akan segera menyapu kedamaian semu yang sedang dirasakan Grace dan Zavian.

Kediaman Utama Hersa

Sore itu, suasana kediaman Hersa terasa sangat sunyi. Nalea baru saja kembali dari rumah sakit. Dari ayahnya, Ivander, ia mendengar bahwa Zavian sama sekali tidak berangkat ke kantor hari ini, sebuah kejadian langka bagi seorang workaholic seperti Zavian.

Nalea melangkah ke halaman belakang dan mendapati Zavian sedang duduk di gazebo. Tatapan pria itu kosong, tertuju pada riak air kolam ikan. Di tangannya ada sebungkus pakan ikan, namun ia melemparnya secara sembarangan hingga pakan itu menumpuk di satu titik.

"Kak Vian, kamu melamun saja," sapa Nalea lembut.

Zavian tersentak kecil, ia menoleh ke arah adiknya. "Eh, Nalea. Kamu sudah pulang. Mengagetkan saja."

"Kakak saja yang melamun. Lama-lama ikan di sini bisa gendut semua atau malah mati karena overdosis pakan kalau dikasih makan seperti ini," sindir Nalea sambil menunjuk tumpukan pakan yang mengapung.

Zavian melihat kolamnya dan menghela napas. "Astaga... aku benar-benar tidak menyadarinya."

Nalea duduk di samping kakaknya. "Bagaimana kondisi Grace? Apa dia sudah sadar?" tanya Zavian dengan suara yang berusaha ia buat datar, meski matanya memancarkan kegelisahan.

"Sudah kak. Dia sudah sadar. Sementara waktu, dia akan beristirahat di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar pulih," jawab Nalea.

Zavian terdiam sejenak, lalu bertanya lagi dengan suara lebih rendah, "Apa... apa dia menanyakan aku?"

Nalea menggelengkan kepalanya pelan, membuat bahu Zavian semakin merosot. "Untuk apa menanyakan kakak jika adanya kakak hanya untuk memarahinya saja? Grace sedang sakit, Kak Vian. Dia tidak butuh ceramah keamanan atau ancaman untuk keluar dari geng."

"Aku tahu... maaf. Aku hanya terlalu khawatir," bela Zavian.

"Tapi setiap kali Grace terluka, respon Kakak selalu berlebihan," Nalea menatap tajam kakaknya. "Grace bukan anak kecil, Kak. Dia seorang wanita. Meskipun dia kuat, dia tetap butuh kasih sayang. Cukup berikan perhatian, bukan marah-marah. Yang sakit itu bukan cuma luka fisiknya, tapi hatinya juga sakit karena merasa tidak dimengerti oleh pria yang dia cintai."

Zavian terdiam seribu bahasa. Kata-kata Nalea seperti cermin yang dipaksakan ke depan wajahnya. Ia sadar, selama ini ia mencintai Grace dengan cara yang salah. Ia mencintai Grace seperti seorang kolektor mencintai barang antik yang mahal; ia ingin menyimpannya di dalam kotak kaca agar tidak tergores, tanpa peduli bahwa barang itu memiliki jiwa yang ingin bebas.

"Dunia yang kalian genggam sangat jauh berbeda, Kak," lanjut Nalea. "Kamu di langit dengan segala kemapananmu, sedangkan dia di bumi dengan segala lumpur perjuangannya. Bukannya aku tidak merestui, tapi jika hubungan ini hanya saling menyakiti, apa gunanya? Meski cinta kalian seluas samudera, tapi kalau samudera itu penuh dengan badai, kapal kalian akan tenggelam juga."

Nalea berdiri, ia menepuk bahu kakaknya. "Tahta tertinggi dari mencintai adalah membiarkannya bahagia, meskipun tak bersama dengannya. Jika melepasnya membuatnya lebih bahagia dan tidak terluka lagi, kenapa tidak?"

Nalea pergi meninggalkan Zavian sendirian dalam keheningan sore yang kian mendingin.

Zavian mengepalkan tangannya. Ingatannya kembali ke kejadian di kantor pemasaran kemarin. Saat Grace yang tubuhnya sedang demam, justru berdiri di depannya untuk melindunginya dari Codet.

Seharusnya aku yang melindungi Grace... bukan aku yang membuatnya terluka, batin Zavian. Aku ini lemah. Kau bodoh, Zavian! Kau pria paling tolol yang hanya bisa melihat wanita yang kau cintai bertaruh nyawa sementara kau hanya bisa mengumpat dan marah-marah.

Rasa tidak berdaya itu berubah menjadi bara api di dalam dadanya. Ia tidak ingin lagi menjadi pria yang hanya bisa bersembunyi di balik jas mahal dan meja kantor.

"Aku harus menjadi kuat," bisik Zavian pada dirinya sendiri. "Aku harus melakukan sesuatu agar aku tidak hanya menjadi beban baginya."

1
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
Valencia
Zavian ini otaknya udah miring apa gimana sih, di pikirannya mau marah mulu
Valencia
Codet benar2 cari mati dah di kasih tau masih aja ngeyel, kalau udah gini siapa yang mau nolingin
SENJA
menjijikan lu sumpah 😤
SENJA
lu menjijikan soale 😤
SENJA
dih gila lu dasar 😤
SENJA
hadeeeh mabok ga jelas 😤
SENJA
grace udah ada kontrak kerja, lu jangan bikin blackrats juga rusak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!