Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
"Itu,,, itu nak, kabel listrik di rumah nya Atar konslet nak, jadi Tika meminta tolong bapak memperbaiki nya!" Pak Johan memberikan alasan pada menantu bungsu nya.
"Oh ya, tapi kenapa bapak masuk lewat pintu belakang?" Tanya Anin lagi dengan dengan penasaran.
"Tadi bapak mau ke kebun, tapi Tika memanggil bapak jadi bapak langsung masuk lewat pintu belakang!" Pak Johan memberikan alasan yang berkelit pada menantu nya.
Anin mengangguk kan kepala nya, tapi di hati nya dia merasa ada yang janggal dengan jawab Pak Johan. Pak Johan pun segera berlalu dari hadapan Anin, dia tidak ingin berlama - lama. Dia takut jika Anin terlalu banyak tanya dan dia takut dia keceplosan menjawab nya.
"Bapak mau pergi kemana?" Tanya Anin ketika dia melihat pak Johan pergi dengan buru- buru.
"Bapak mau ke kebun!" Jawab Pak Johan yang langsung mengambil langkah seribu.
Anin melihat pada Johan pergi, tapi pakaian nya tidak seperti mau ke kebun. Hal itu semakin membuat Anin curiga.
"Hemmm, masa mau ke kebun pakaian nya rapi seperti itu?" Anin bertanya pada diri nya sendiri.
Pada saat Anin ingin masuk ke kembali ke rumah nya, Tika muncul dari pintu belakang rumah nya. Dia keluar dengan menggunakan handuk, Tika menjemur pakaian di halaman belakang rumah nya.
Tapi ada hal yang membuat Anin aneh, ada banyak tanda merah di leher Tika. Tanda itu masih baru dan cukup banyak hingga ke bagian dada nya.
"Ngapain kamu lihat - lihat saya?" Tanya Tika dengan sewot.
"Percaya diri kamu ketinggian deh, siapa juga yang lihat kamu!" Balas Anin tak mau kalah.
"Urusi aja hidup mu sendiri, gak usah rewel sama urusan saya!" Ketus Tika lagi berlalu masuk ke dalam rumah nya.
Tika menutup pintu nya dengan kasar, sehingga Anin terlonjak kaget mendengar nya.
"Astagfirullah hal adzim!" Anin mengusap dada nya.
Anin pun kembali masuk ke dalam rumah nya, tapi di benak nya banyak pertanyaan yang belum menemukan jawaban nya. Anin merasa ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh ipar dan mertua nya.
Pak Johan sendiri setelah selesai melakukan kegiatan panas nya dengan Tika, dia bergegas menuju ke rumah bu Sari. Hasrat nya begitu besar, dia tidak puas hanya dengan satu wanita. Tidak hanya menantu nya sendiri yang menjadi selingkuhan nya, tapi juga bu Sari, wanita yang bekerja sebagai buruh di perkebunan milik nya.
"Sayang, aku rindu pada mu!" Pak Johan langsung memeluk bu Sari dari belakang.
"Aku juga rindu pada mu sayang!" Balas bu Sari dengan tak kalah mesra.
"Semua nya aman kan?" Tanya pak Johan pada bu Sari.
"Aman kok!" Jawab bu Sari.
Kedua manusia tidak berakhlak itu masuk ke dalam kamar, di atas bale - bale bambu yang di jadikan tempat tidur terbaring pak Toni, suami nya bu Sari. Penyakit struk yang di derita nya membuat nya tidak berdaya, dia hanya mampu mengerling kan mata nya saja sebagai pertanda.
Air mata mengalir dari sudut mata keriput milik pak Toni, bukan sekali dua kali dia melihat istri nya berbagi keringat dengan pria lain di tempat tidur nya. Pak Johan dan bu Sari tidak punya perasaan sama sekali, mereka melakukan hubungan terlarang itu tepat di samping tubuh nya yang tergolek tak berdaya.
'Ya Allah, aku sudah tidak kuat lagi. Aku sudah tidak sanggup lagi melihat istri ku berbagi peluh dengan wanita lain di tempat tidur ini!' Guman Pak Toni di dalam hati.
"Mas, aku sudah tidak mau lagi bermain secara sembunyi - sembunyi lagi seperti ini. Aku ingin memiliki status sebagai istri sah mu!" Bu Sari berkata dengan manja pada pak Johan.
"Itu masalah yang mudah sayang, jika kau sudah tidak punya suami lagi maka aku akan langsung menikahi mu!" Jawab Pak Johan sambil tersenyum.
"Kalau begitu lebih baik secepat nya kita kirim kan dia ke tempat yang seharusnya, biar hubungan kita bisa segera di resmikan!" Bu Sari tersenyum licik.
"Sayang, menantu baru ku itu orang nya keras juga, bahkan Tika tidak mampu menguasai nya!" Pak Johan menceritakan tentang menantu baru nya.
"Mas, jangan sampai kau menyukai menantu baru mu itu. Ku lihat dari sekian banyak menantu mu, dia lah yang paling cantik!" Ujar bu Sari dengan wajah cemberut nya.
"Tidak akan sayang, aku hanya mencintai mu, kau adalah satu - satu nya wanita yang aku cintai!" Pak Johan berkata sambil menggenggam erat tangan wanita yang sudah cukup lama menjadi simpanan nya tersebut.
"Awas saja kalau kau bohong, aku akan memotong burung mu itu!" Bu Sari mengancam pak Johan.
"Aku hanya milik mu sayang!" Pak Johan memeluk bu Sari dengan erat.
"Menantu mu yang satu itu sangat ramah, dia tampak nya sangat baik. Aku pernah bertemu dengan nya di warung beberapa hari yang lalu saat dia sedang berbelanja!" Bu Sari memuji Anin di hadapan pak Johan.
"Kamu benar sekali, dia adalah satu - satu nya menantu ku yang menganggap mertua sebagai orang tua kandung nya sendiri. Berbeda dengan 2 menantu ku yang lain, biasanya mereka hanya berebut harta saja!" Kembali pak Johan memuji menantu bungsu nya tersebut.
"Jangan karena dia baik kau jatuh hati pada nya, awas kalau sampai kau punya hubungan spesial dengan nya!" Bu Sari kembali mengancam pak Johan.
Sementara itu pak Toni yang saat ini terbaring tak berdaya di tempat tidur nya, menaruh harapan besar pada Anin. Dia berharap Anin mengetahui hubungan mereka dan bisa membongkar kebusukan mereka di hadapan warga kampung.
'Semoga saja istri nya Dirga bisa membongkar kebusukan mereka di depan semua nya, mereka sudah sangat keterlaluan. Mereka tidak hanya mengkhianati ku, tapi mereka juga mengkhianati bu bu Ela. Dia wanita baik, dan sudah banyak membantu keluarga ku selama ini!" Batin pak Toni di dalam hati.
Pak Toni mengenal bu Ela sebagai pribadi yang dermawan, dulu sebelum pak Toni terkena struk dia bekerja sebagai buruh di perkebunan milik bu Ela dan pak Johan. Bu sering membantu keluarga nya saat mereka mengalami kesulitan hidup, tidak jarang bu Ela memberi beras, uang dan berbagai sembako yang lain nya pada bu Sari.
Bu Ela selalu memikirkan kesejahteraan orang - orang yang bekerja pada mereka, tapi dasar nya bu Sari saja yang tidak tahu malu. Dia iri dengan semua yang di miliki oleh bu Ela, Bu Sari sengaja menggoda pak Johan agar bisa merebut semua milik nya.
Perselingkuhan antara pak Johan dan bu Sari sudah lama terjadi, bahkan sebelum pak Toni mengalami struk.